Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Ampunan Allah Bisa Diraih...

Ampunan Allah hanya diberikan dalam bulan Ramadhân dan di 'Arafah        

Dari Hisyâm bin Al-Hakam dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Siapa yang tidak mendapatkan pengampu-nan baginya pada bulan Ramadhân, niscaya dia tidak memperoleh pengampunan sampai setahun menda-tang, kecuali dia hadir di 'Arafah (dalam menunaikan haji)." [1]

            Dari Al-Misma' bahwa dia telah mendengar Abû 'Abdillâh as berwasiat kepada putra-putranya ketika te-lah masuk bulan Ramadhân, "Maka semangatkanlah di-ri-diri kalian padanya, sebab padanya ada pembagian rezeki, ditetapkan ajal, dituliskan tamu Allah yang akan datang kepada-Nya, dan padanya ada malam amal yang pada amal itu lebih baik dari beramal dalam seri-bu bulan." [2]

            Dari Ziyâd bin Al-Mundzir dari Abû Ja'far Muha-mmad bin 'Ali Al-Bâqir as berkata, "Perhatikanlah bulan Ramadhân, bulan Ramadhân, dan orang-orang yang shaum padanya adalah tamu-tamu Allah dan ahli ke-muliaan-Nya, maka barang siapa yang bulan Rama-dhân masuk kepadanya, lalu dia shaum siang harinya dan berdiri dengan wirid pada malam harinya dan menjauhi apa-apa yang diharamkan Allah atasnya, niscaya dia masuk surga tanpa hisab." [3]

            Dari Hafsh bin Ghiyâts Al-Nakha'i berkata: Saya te-lah mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Sesung-guhnya bulan Ramadhân itu Allah tidak memfardukan shiyâmnya atas seseorang dari ummat-ummat sebelum kita." Saya berkata kepadanya, "Bagaimana tentang fir-man Allah 'azza wa jalla, Wahai orang-orang yang ber-iman, telah diwajibkan atas kalian shiyâm sebagaima-na telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu menjadi orang-orang yang ber-taqwâ?" Beliau berkata, "Sesungguhnya Allah hanya memfardu-kan shiyâm bulan Ramadhân kepada para nabi, tidak atas ummat, maka Dia lebihkan dengannya ummat ini dan menjadikan shiyâmnya fardhu atas Rasûlullâh saw dan atas ummatnya." [4]

            Dari Al-Dhahhâk dari Amîrul Mu`minîn 'Ali bin Abî Thâlib as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Sya'bân ada-lah bulanku dan bulan Ramadhân adalah bulan Allah, maka siapa yang menshaumi bulanku, niscaya aku menjadi pemberi syafa'at baginya pada hari kiamat, dan siapa yang menshaumi bulan Allah 'azza wa jalla, niscaya Allah menghibur kesepiannya di dalam kubur-nya dan menyambungkan kesendiriannya dan dia a-kan keluar dari kuburnya dalam keadaan putih wajah-nya. Dia mengambil kitab dengan tangan di sebelah kanannya dan kekal (dalam surga) di sebelah kirinya se-hingga dia berdiri di hadapan Tuhannya 'azza wa jalla, lalu Dia berfirman, Wahai hamba-Ku! Maka dia menja-wab, 'Baiklah wahai sayyidî.' Maka Dia 'azza wa jalla berfirman, Apakah kamu shaum karena Aku? Dia ber-kata, 'Ya wahai sayyidî.' Dia tabâraka wa ta'âlâ berfir-man (kepada malaikat), Ambillah tangan hamba-Ku ini hingga kalian mendatangkannya pada-Ku. Maka dia dibawanya, lalu Aku berfirman kepadanya, Kamu men-shaumi bulan-Ku? Dia berkata, 'Ya.' Aku berfirman, Aku menolongmu pada hari ini." Beliau berkata, "Allah tabâ-raka wa ta'âlâ berfirman, Adapun hak-hak-Ku maka Aku telah membiarkannya bagi hamba-Ku, dan ada-pun hak-hak makhluk-Ku, maka siapa yang memaaf-kannya, atas-Ku penggantiannya hingga dia rela." Nabi saw berkata, "Maka aku pegang tangganya hingga berakhir kepada Shirâth, maka aku mendapatinya ber-guncang lagi menggelincirkan yang tidak menetap ka-ki-kaki manusia yang berdosa, maka aku pegang ta-ngannya, maka berkatalah penjaga Al-Shirâth kepada-ku, 'Siapa orang ini wahai Rasûlullâh?' Aku berkata, 'Ini si Fulân dari ummatku, dia telah menshaumi bulanku di dunia demi mengharapkan syafa'atku, dan telah men-shaumi bulan Tuhanku karena mengharap janji-Nya, lalu dia melewati Al-Shirâth dengan ampunan Allah 'azza wa jalla hingga sampai ke pintu dua surga, lalu dibuka-kan baginya, maka Ridhwân berkata, 'Karenamu kami telah diperintah untuk membukakan dan bagi ummat-mu.'" Kemudian Amîrul Mu`minîn as berkata, "Shaumilah olehmu bulan Allah, pasti kamu minum dari Al-Rahîq Al-Makhtûm (salah satu jenis minuman surga)." [5]

            Dari Ibnu 'Abbâs bahwa dia telah mendengar Ra-sûlullâh saw berkata, "Sesungguhnya surga itu menjadi lebih elok dan indah dari tahun ke tahun karena da-tangnya bulan Ramadhân, maka apabila pada malam pertamanya dari bulan Ramadhân berhembus angin dari bawah 'arsy yang disebut al-mutatirah yang mener-pa daun daun pepohonan surga dan daun-daun pintu, maka terdengarlah darinya suara yang sangat merdu, lalu para bidadari pun berdandan, mereka berdiri di bagian surga yang tertinggi seraya mereka berseru, 'A-dakah orang yang melamarku kepada Allah 'azza wa jalla, lalu kami menikah dengannya.' Kemudian mereka berkata kepada malaikat, 'Wahai Ridhwân, malam a-pakah ini?' Lalu dia menyambutnya dengan sambutan, kemudian dia berkata, 'Wahai para bidadari yang sa-ngat cantik nan indah, ini malam pertama bulan Rama-dhân yang dibukakan surga-surga bagi orang-orang yang shaum dari ummat Muhammad dan Allah 'azza wa jalla berfirman, Bukakanlah pintu-pintu surga, wahai Mâlik, tutupkanlah pintu-pintu neraka dari orang-orang yang shiyâm lagi qiyâm dari ummat Muhammad. Wa-hai Jabra`îl, turunlah ke bumi, ikatlah setan-setan yang jahat dan belenggulah mereka dengan belenghgu-be-lenggu, kemudian lemparkanlah mereka dalam lautan hingga mereka tidak merusak pada ummat kekasih-Ku dalam shiyâmnya." Beliau berkata, "Allah 'azza wa jalla menurunkan malaikat-Nya pada setiap malam dalam bulan Ramadhân tiga kali, Allah 'azza wa jalla berfir-man, Adakah orang yang meminta, lalu Aku memberi-nya akan permintaannya? Adakah orang yang berto-bat, lalu Aku terima tobatnya? Adakah orang yang me-minta ampun, lalu Aku mengampuninya? Siapa yang memberikan pinjaman pada orang, akan berkecuku-pan tidak akan pailit dan dipenuhi dan tidak dikurangi, maka sesungguhnya Allah yang maha berkah dan ma-ha tinggi pada setiap hari dari bulan Ramadhân ketika berbuka shaum membebaskan orang dari api neraka, maka apabila malam Jumat dan hari Jumat pada seti-ap saat darinya Dia membebaskan sejuta orang dari api neraka yang semuanya telah seharusnya menda-patkan siksa, maka apabila pada hari yang terakhir dari bulan Ramadhân, Dia pada hari itu membebaskan o-rang sejumlah orang yang telah dibebaskan dari sejak awal bulan sampai akhirnya, maka apabila pada ma-lam qadr, Allah 'azza wa jalla menyuruh Jabra`îl untuk turun ke bumi dengan sejumlah malaikat, dia memba-wa bendera hijau, lalu dia hamparkan di atas Ka'bah, dan dia punya enam ratus sayap yang di antaranya ada dua sayap yang dia tidak mengembangkannya selain pada malam qadr, maka pada malam itu dia mengembangkannya hingga meliputi timur dan barat dan Jabra`îl mengutus para malaikat pada ummat ini, lalu mereka mengusap atas setiap orang yang berdiri, duduk, shalat dan berdzikir, malaikat mengusap mereka dan mengaminkan doa-doa mereka sampai terbit fajar. Apabila fajar telah terbit, Jabra`îl berkata, 'Berangkat-lah, berangkatlah.' Maka mereka berkata, 'Wahai Jab-ra`îl, apa yang Allah perbuat pada kebutuhan-kebutu-han ummat kaum yang beriman dari ummat Muha-mmad?' Maka dia berkata, 'Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla telah memandang kepada mereka pada ma-lam ini dan mengampuni dosa-dosa mereka selain em-pat golongan.'" Maka beliau ditanya, "Wahai Rasûlullâh, siapakah mereka yang empat orang itu?" Beliau berka-ta, "Orang yang mati dalam keadaan senantiasa memi-num minuman keras, orang yang durhaka kepada ke-dua orang tuanya, orang yang memutuskan rahim (hu-bungan shilaturrahim) dan masyâkhin." Beliau ditanya, "Apa masyâkhin itu?" Beliau berkata, "Mushârim, maka apabila pada malam fithri dinamakan malam itu ma-lam jâ`izah, maka jika pagi hari pada hari fithrah, Allah 'azza wa jalla mengutus malaikat pada setiap negeri, lalu mereka turun ke bumi, mereka berkeliling di mulut-mulut jalan, lalu berseru dengan suara yang didengar oleh semua makhluk Allah selain jin dan manusia, 'Wa-hai ummat Muhammad, keluarlah ke Tuhan kalian, Tu-han yang maha mulia yang memberi dengan pemberi-an yang banyak dan mengampuni dosa yang besar.' Bila mereka telah datang ke tempat shalat mereka, Allah 'azza wa jalla berfirman, Wahai malaikat-Ku, apa-kah balasan bagi orang yang berhak diberi upah bila dia mengamalkan amalnya? Maka para malaikat ber-kata, 'Wahai Tuhan kami, wahai Sayyid kami, upahnya adalah Engkau sempurnakan pahalanya.' Maka Allah 'azza wa jalla berfirman, Maka sungguh Aku memper-saksikan pada kalian wahai para malaikat-Ku, sesung-guhnya Aku telah menjadikan pahala mereka dari shi-yâm mereka bulan Ramadhân dan qiyâm mereka rido-Ku dan ampunan-Ku. Dan berfirman jalla jalâluh, Wahai hamba-hamba-Ku, mintalah kalian pada-Ku, maka de-mi keagungan-Ku dan kemuliaan-Ku, kalian tidak me-minta pada-Ku sesuatu pada hari ini dalam jama'ahmu untuk akhiratmu melainkan Aku memberimu dan bagi duniamu melainkan Aku memperhatikanmu, dan demi keagungan-Ku sungguh aku tutup atasmu dosa-dosa-mu apa yang kalian melihat-Ku dan demi keagungan-Ku, Aku tidaklah menghinakanmu dan tidak membuka-kan aibmu para ahli surga yang kekal, pergilah dalam keadaan terampuni bagimu dan kamu telah membuat-ku rido, maka aku pun rido kepadamu. Maka para ma-laikat pun naik ke langit, mereka gem-bira dengan apa yang Allah 'azza wa jalla berikan kepada ummat ini a-pabila mereka berbuka pada bulan Ramadhân." [6]

            Dari Jâbir bin 'Abdillâh dari Nabi saw berkata, "Di dalam bulan Ramadhân ummatku telah diberi lima per-kara yang tidak pernah diberikan pada ummat seorang nabi pun sebelumku: Yang pertama apabila pada awal malam dari bulan Ramadhân Allah memandang kepa-da mereka, dan siapa yang di-pandang Allah Dia tidak menyiksanya untuk selamanya. Yang kedua bau mulut mereka pada sore hari lebih harum di sisi Allah dari ha-rumnya minyak misik. Yang ketiga para malaikat me-mintakan ampunan bagi mereka pada siang dan ma-lam harinya. Yang keempat Allah 'azza wa jalla menyu-ruh surga, Siapkanlah dirimu dan berhiaslah untuk ham-ba-hamba-Ku, maka tidak lama lagi akan berakhir ke-letihan dunia dan rasa sakitnya dan mereka berjalan menuju kepada surga-Ku dan kemuliaan-Ku. Dan yang kelima bila pada akhir malam Dia mengampuni mereka semua." [7]

            Dari Abû Sa'îd Al-Khudri berkata: Aku telah men-dengar Rasûlullâh saw berkata, "Barang siapa yang sha-um bulan Ramadhân dengan mengetahui batasan-ba-tasannya dan menjaga dirinya sebagaimana dia mesti menjaga dirinya, niscaya dihapuskan dosa-dosa sebe-lumnya." [8]

            Dari Ibnu 'Abbâs berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Barang siapa yang mendapatkan bulan Ramadhân di Makkah, lalu dia menshauminya dan qiyâm padanya dengan apa-apa yang mudah baginya, niscaya hal itu mengimbangi seratus ribu bulan di negeri yang lain, dan adalah baginya pada setiap harinya memperoleh hamlân (pahala) penunggang kuda di jalan Allah, dan setiap malam hamlân (pahala) penunggang kuda di ja-lan Allah, pada setiap malam memerdekakan hamba, pada setiap hari sedekah dan setiap malamnya sede-kah, setiap hari syafa'at dan setiap malamnya syafa'at dan setiap harinya derajat." [9]

Dari Ibnu Abî 'Umair berkata: Mûsâ bin Ja'far as telah berkata, "Barang siapa yang mandi pada malam qadr dan dia menghidupkannya sampai terbit fajar, nis-caya keluarlah dia dari dosa-dosanya." [10]

            Dari Jâbir bin Yazîd Al-Ju'fi dari Abû Ja'far Muha-mmad bin 'Ali Al-Bâqir as berkata, "Siapa yang menghi-dupkan malam dua puluh tiga dari bulan Ramadhân dan shalat padanya seratus raka'at niscaya Allah luaskan penghidupannya dan menjaganya dari makar manusia yang memusuhinya dan melindunginya dari tenggelam, tertimpa reruntuhan dan pencurian dan dari ke-jahatan dunia, dan diangkat darinya ganasnya Munkar dan Nakîr, dan dia keluar dari kuburnya sedang caha-yanya bersinar bagi orang lain, diberikan padanya ki-tabnya dari kanannya, dituliskan baginya bebas dari neraka dan dapat melintasi Al-Shirâth dan aman dari siksa, masuk ke surga tanpa hisab, dijadikan padanya teman-teman dari para nabi, shiddîq, syahîd dan manusia-manusia yang saleh dan mereka itu sebaik-baik teman." [11]

 


[1] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 128.

[2] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 129.

[3] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 130.

[4] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 131.

[5] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 132.

[6] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 133.

[7] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 136.

[8] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 138.

[9] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 145.

[10] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 146.

[11] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 148.

Sat, 4 Jun 2016 @14:48


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 2+5+3

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved