Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Hari Syakk

Hari syakk (hari yang diragukan antara akhir Sya'bân dan awal bulan Ramadhân)

            Dari Ibrâhîm bin Abû Al-Bilâd dari ayahnya dia mengangkat sanadnya sampai ke Amîrul Mu`minîn as bahwa beliau ditanya tentang hari yang diragukan pa-danya, maka beliau berkata, "Aku shaum sehari dari Sya'bân lebih aku sukai dari berbuka sehari dari bulan Ramadhân." [1]

             Dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad dari ayah-nya dari ayah-ayahnya as berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkhotbah pada hari pertama dari bulan Ramadhân di masjid Al-Kûfah, lantas beliau memuji Allah de-ngan seutama-utama pujian, semulia-mulianya dan seindah-indahnya dan beliau menyanjungnya dengan se-baik-baik pujian dan ber-shalawât untuk Muhammad saw, kemudian beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya bulan ini adalah bulan yang Allah telah mengu-tamakannya di atas semua bulan seperti keutamaan kami Ahlulbait di atas semua manusia, dan ia adalah bulan yang dibukakan padanya pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, dan ditutupkan padanya semua pintu neraka, dan ia adalah bulan yang didengar padanya munajat, diijâbah padanya doa, dan disayangi padanya tangisan, dan ia adalah bulan yang padanya ada satu malam yang pada malam itu para malaikat turun dari langit lalu menyampaikan salâm bagi orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan dengan izin Tuhannya sampai terbit fajar yaitu lailatul qadr, telah ditentukan padanya wilayahku dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan Ãdam as, shaum pada siang harinya lebih utama dari shiyâm seribu bulan dan beramal pa-danya lebih utama dari beramal dalam seribu bulan.

            Wahai manusia, sesungguhnya matahari bulan Ramadhân terbit atas orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan dan rembulannya muncul atas mereka dengan rahmat, dan tidak dari satu hari dan satu ma-lam pun dari bulan tersebut, melainkan kebaikan dari Allah yang maha tinggi bertaburan dari langit kepada ummat ini, maka orang yang beruntung dari taburan Allah dengan satu taburan hingga dia menjadi mulia atas Allah pada hari dia mendapatkannya, dan tidak mulia seorang hamba atas Allah kecuali Dia jadikan surga sebagai tempat tinggalnya.

            Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya bulan kamu ini tidak seperti bulan-bulan yang lain; hari-harinya lebih utama dari hari-hari yang lain, dan malam-malamnya lebih utama dari malam-malam yang lain, dan saat-saatnya lebih utama dari saat-saat yang lain. Ia adalah bulan yang padanya setan-setan dibeleng-gu lagi ditahan. Ia adalah bulan yang padanya Allah menambah rezeki dan ajal, dan dituliskan padanya orang-orang yang akan berkunjung ke Rumah-Nya. Ia adalah bulan yang ahli iman diterima dengan pengam-punan, kerelaan, kesenangan, kebahagiaan dan keridoan Raja yang maha pemberi.

            Wahai orang yang shaum, perhatikanlah urusan-mu, ka-rena kamu di bulanmu ini adalah tamu Tuhan-mu. Perhatikanlah bagaimana kamu bertingkah pada malammu dan siangmu, dan bagaimana kamu menja-ga seluruh anggota badanmu dari kedurhakaan kepa-da Tuhanmu. Perhatikanlah bahwa kamu tidak tidur di waktu malam dan tidak lalai di waktu siang, lalu pergi bulanmu sementara masih tersisa dosamu atasmu, lalu kamu menjadi rugi ketika penyempurnaan orang-orang yang shaum dengan pahala-pahala mereka sedang kamu terhalang ketika keberuntungan mereka dengan kemuliaan dari Raja mereka, dan kamu menjadi terusir ketika kebahagian mereka dengan kedekatan Tuhan mereka.

            Wahai orang yang shaum, jika kamu diusir dari pintu Rajamu, maka kepada pintu yang manakah kamu bermaksud, dan jika Tuhanmu mengharamkanmu (dengan pemberian), maka siapakah yang akan memberimu rezeki? Dan jika Dia menghinakanmu, maka sia-pakah yang akan memuliakanmu? Dan jika Dia merendahkanmu, maka siapakah yang akan mengangkatmu? Jika Dia menelantarkanmu, maka siapa yang akan menolongmu? Jika Dia tidak menerimamu dalam golo-ngan hamba-hamba-Nya, maka kepada siapa kembalinya pengabdianmu? Jika dia tidak memaafkan keter-gelinciranmu, maka siapakah yang kamu harapkan un-tuk pengampunan dosa-dosamu? Jika Dia menuntutmu dengan hak-Nya, maka apa yang akan menjadi hujjah-mu wahai orang yang shaum? Dekatkanlah dirimu kepada Allah dengan membaca Kitab-Nya pada malammu dan siangmu, karena Kitab Allah memberi syafa'at lagi disyafa'ati yang memberikan syafa'at pada hari kiamat untuk orang-orang yang membacanya, maka mereka mengetahui derajat surga dengan membaca a-yat-ayatnya, gembiralah wahai orang yang shaum, karena kamu dalam bulan shiyâm kamu diwajibkan. Na-fas-nafasmu padanya adalah tasbîh, dan tidurmu pa-danya ibadah, ketaatanmu padanya diterima, dosa-dosamu padanya diampuni, suara-suaramu padanya didengar, dan munanjatmu padanya disayangi. Sung-guh aku telah mendengar kekasihku Rasûlullâh saw mengatakan, 'Sesungguhnya Allah tabâraka wa ta'âlâ keti-ka waktu berbuka setiap malam dari bulan Ramadhân punya orang-orang yang dibebaskan dari api neraka yang jumlahnya tidak ada yang tahu selain Allah, ia dalam ilmu ghaib di sisi-Nya, maka jika pada akhir malam darinya, Dia bebaskan pada waktu itu semisal apa yang Dia bebaskan dalam semua malamnya.' Maka berdiri seorang lelaki dari Hamadân, lalu dia berkata, "Wahai Amîrul Mu`minîn, tambahkanlah pada kami dari apa yang diceritakan kepadamu oleh kekasihmu de-ngannya dalam bulan Ramadhân?" Maka beliau berkata, "Aku telah mendengar saudaraku dan putra paman-ku Rasûlullâh saw mengatakan, 'Siapa yang menshaumi bulan Ramadhân, lalu padanya dia menjaga dirinya dari perkara yang haram, niscaya dia masuk ke surga." Orang Hamadan itu berkata, "Wahai Amîrul Mu`minîn, tambahkanlah pada kami apa yang telah diceritakan padamu oleh saudaramu dan putra pamanmu mengenai bulan Ramadhân?" Beliau berkata, "Ya, aku mende-ngar kekasihku Rasûlullâh saw mengatakan, 'Siapa yang shaum Ramadhân karena iman dan ihtisâb, niscaya dia masuk ke surga." Orang Hamadân itu berkata, "Wahai Amîrul Mu`minîn, tambahkan pada kami dari apa yang telah diceritakan padamu oleh kekasihmu mengenai bulan ini?" Beliau berkata, "Ya, aku telah mendengar sa-yyidul awwalîna wal ãkhirîna Rasûlullâh saw mengata-kan, 'Siapa yang shaum bulan Ramadhân, lantas dia tidak berbuka pada malam-malamnya dengan yang haram, niscaya masuk ke surga." Orang Hamadân berkata, "Tambahkanlah pada kami apa yang diceritakan padamu oleh sayyidul awwalîna wal ãkhirîn tentang bu-lan ini?" Beliau berkata, "Ya, aku telah mendengar afdhalul anbiyâ`i wal mursalîna wal malâ`ikatil muqarrabîn mengatakan, 'Sesungguhnya sayyidul washiyyîna akan dibunuh dalam sayyidusy syuhûr.' Maka aku berkata, 'Wahai Rasûlullâh, apa sayyidusy syuhûr dan siapa sa-yyidul washiyyîn?' Beliau berkata, 'Adapun sayyidusy syuhûr adalah bulan Ramadhân, dan adapun sayyidul washiyyîn adalah engkau wahai 'Ali.' Maka aku berkata, 'Wahai Rasûlullâh, apakah sesungguhnya hal itu bakal terjadi?' Beliau berkata, 'Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya akan bangkit orang yang paling celaka dari u-mmatku seperti penjahatnya pembubuh unta betina kaum Tsamûd, kemudian akan memukulmu dengan satu pulukan di atas kepalamu mengalirlah darah darinya membasahi janggutmu, lalu orang-orang mulai menangis dan menangis keras, maka beliau as menghentikan khotbahnya dan turun." [2]

            Dari 'Abdillâh bin 'Âmir berkata: Ayahku menyam-paikan hadîts padaku dari Al-Ridhâ as bahwa beliau te-lah berkata, "Apabila hari kiamat telah terjadi diantar-lah bulan-bulan ke tempat berkumpul, maka mendata-nginya bulan Ramadhân dengan mengenakan setiap perhiasan yang indah, ia di antara bulan-bulan pada hari itu bagaikan rembulan di antara bintang-bintang, maka berkatalah ahli makhluk yang berkumpul sebagi-an mereka kepada sebagian yang lain, 'kami sangat ingin mengetahui tubuh-tubuh ini.' Maka satu penyeru dari sisi Allah jalla jalâluh menyerukan, Wahai makhluk semua, ini adalah gambar bulan-bulan yang jumlahnya di sisi Allah dua belas bulan dalam Kitab Allah pada hari penciptaan langit dan bumi, penghulunya dan yang paling utamanya adalah bulan Ramadhân, Aku menampakkannya supaya kalian tahu keutamaan bulan-Ku di atas semua bulan, dia hadir untuk memberi syafa-'at kepada orang-orang yang shaum dari hamba-hamba-Ku yang laki-laki dan yang perempuan dan Aku jadikan dia pemberi syafa'at pada mereka." [3]  

            Dari 'Ammâr Al-Sâbâthi dari Abû 'Abdillâh as ber-kata, "Yang pertama-tama yang akan ditanyakan kepada hamba bila berdiri di hadapan Allah 'azza wa jalla adalah shalat-shalat yang difardhukan, zakat, shiyâm yang difardhukan, haji dan tentang wilâyah kami Ahlulbait, maka apabila dia berikrar dengan wilâyah kami, kemudian dia mati di atasnya, niscaya diterima shalat-nya, shaumnya, zakatnya dan hajinya, dan jika tidak mengakui dengan wilâyah kami di hadapan Allah 'azza wa jalla, tidak bakal diterima darinya sedikit pun juga dari amal-amalnya." [4]

            Dari Sa'îd bin Al-Musayyab dari 'Abdurrahmân bin Hubairah berkata: Adalah kami suatu hari di sisi Rasûlu-llâh saw, lalu beliau berkata, "Aku melihat beberapa ke-ajaiban tadi malam." Kami berkata, "Wahai Rasûlullâh, apa yang telah engkau lihat ceritakanlah pada kami, diri-diri kami, istri-istri kami dan anak-anak kami tebusan bagimu,." Beliau berkata, "….dan aku melihat seseorang dari ummatku yang ditimpa kehausan, setiap kali dia mendatangi telaga, dia dihalangi, maka datanglah kepadanya shiyâm Ramadhân, lalu dia diberi minum dan dipuaskannya…" [5]

            Dari Jâbir bin 'Abdillâh Al-Anshâri dia berkata: Ra-sûlullâh saw naik mimbar, lalu dia mengucapkan, "Ãmîn." Sampai beliau naik tangga yang pertama, lalu beliau naik tangga yang kedua, maka beliau mengucap-kan, "Ãmîn." Kemudian beliau naik tangga yang ketiga, beliau mengucapkan, "Ãmîn." Orang-orang pada ber-tanya, "Wahai Rasûlullâh, engkau telah mengucapkan Ãmîn tiga kali." Beliau berkata, "Telah datang Jabra`îl kepadaku dan dia mengatakan, 'Celakalah seorang hamba yang engkau disebutkan di sisinya tetapi dia ti-dak bershalawât bagimu.' Maka aku ucapkan: Ãmîn. Kemudian dia berkata, 'Celaka seorang hamba yang mendapatkan bulan Ramadhân sampai bulan itu berakhir sedang dosa-dosanya tidak terampuni.' Maka aku mengucapkan: Ãmîn, kemudian dia berkata, 'Celaka seorang hamba yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satunya tetapi keduanya tidak masuk ke surga, maka aku berkata: Ãmîn.'" [6]

 


[1] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 99.

[2] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 101.

[3] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 102.

[4] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 103.

[5] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 107.

[6] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah, hadîts no. 108.

Sat, 4 Jun 2016 @14:29


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved