Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhân adalah bulan yang disandarkan kepada Allah 'azza wa jalla, oleh karena itu bulan Ramadhân merupakan bulan yang paling banyak keutama-annya sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat berikut ini.

Dari Abû Al-Jârûd dari Abû Ja'far as berkata: Ra-sûlullâh saw menyampaikan khotbah pada akhir Jumat dari bulan Sya'bân, beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau berkata, "Wahai manusia, telah menaungimu suatu bulan yang padanya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu bulan Ramadhân, Allah mewajibkan untuk menshauminya dan Dia jadikan (nilai) shalat sunnah satu malam padanya seperti shalat sunnah tujuh puluh malam pada bulan-bulan yang lain, dan Dia jadikan bagi orang yang melakukan satu kebaikan dan perbuatan baik yang dianjurkan padanya seperti pahala menunaikan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban terhadap Allah 'azza wa jalla, dan siapa yang menunaikan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban kepada Allah 'azza wa jalla padanya, adalah dia seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban pada bulan-bulan yang lain. Ia adalah bulan sabar dan sabar itu pahalanya surga, dan ia itu bulan persamaan (yang menyamakan orang kaya dan miskin dalam kelaparan), dan ia itu adalah bulan yang padanya Allah menambah rezeki bagi orang-orang yang beriman. Dan siapa yang memberi buka pada orang beriman yang shaum padanya, adalah baginya dengan yang demikian itu di sisi Allah mendapat pahala memerdekakan seorang hamba sahaya dan pengampunan bagi dosa-dosanya yang telah lampau." Maka beliau ditanya, "Wahai Rasûlullâh, tidak semuanya dari kami mampu memberi makan  berbuka bagi orang beriman yang shaum." Beliau berkata, "Sesungguhnya Allah yang maha mulia memberikan keutamaan pahala ini kepada orang yang tidak mampu dari kalian, yaitu hanya dengan memberi sedikit susu yang bisa dirasakan atau seteguk air atau beberapa butir kurma bagi orang yang tidak mampu memberi lebih banyak dari itu, dan siapa yang meringankan beban hamba sahayanya padanya, tentu Allah akan meringankan perhitungan-Nya. Dan ia adalah sebuah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pengkabulan dan pembebasan dari api neraka. Dan tidak ada kecukupan denganmu padanya dari empat perkara; dua perkara yang dengannya kamu relakan Allah yang maha tinggi, dan dua perkara lagi tidak ada kecukupan denganmu darinya. Adapun dua perkara yang dengannya kamu relakan Allah ta'âlâ, yaitu kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa aku utusan Allah. Dan adapun dua perkara yang tidak ada kecukupan denganmu darinya, yaitu kamu meminta kepada Allah kebutuhan-kebutuhan kamu dan surga, kamu meminta 'afiat padanya dan kamu berlindung dari api neraka." [1]

Dari Muhammad bin Muslim Al-Tsaqafi berkata: Saya mendengar Abû Ja'far Muhammad bin 'Ali Al-Bâqir as mengatakan, "Sesungguhnya Allah punya bebe-rapa malaikat yang ditugasi kepada orang-orang yang shaum; para malaikat itu memintakan ampunan bagi orang-orang yang shaum pada setiap hari di bulan Ramadhân sampai akhirnya, mereka memanggil-manggil orang-orang yang shaum setiap malam saat mereka berbuka, ' Bergembiralah kalian wahai hamba-hamba Allah, kalian telah diberkahi dan diberkahi pada kalian.' Sehingga apabila akhir malam dari bulan Ramadhân tiba, ada malaikat berseru, 'Bergembiralah wahai hamba-hamba Allah, Dia telah mengampuni dosa-dosa kalian dan menerima tobat kalian, maka perhatikanlah bagaimana kalian dalam memulai lagi beramal.'" [2]    

Dari Abû Al-Hasan 'Ali bin Mûsâ Al-Ridhâ dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Sesungguhnya bulan Ramadhân itu adalah bulan yang agung yang Allah melipatgandakan padanya kebaikan-kebaikan dan menghapuskan keburukan-keburukan dan mengangkat padanya tingkatan-tingkatan. Siapa yang sedekah pada bulan ini dengan satu sedekah, tentu Allah mengampuninya, siapa yang berbuat baik padanya kepada hambanya, tentu Allah mengampuninya." Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya bulan kalian ini tidak seperti bulan-bulan yang lain, apabila ia datang kepadamu, ia datang membawa berkah dan rahmat, dan bila ia pergi dari kalian, ia pergi dengan pengampunan dosa-dosa, ini bulan yang padanya dilipatgandakan segala kebaikan, dan amal-amal yang baik padanya diterima, dan barang siapa di antaramu yang shalat sunnah dua raka'at pada bulan ini karena Allah 'azza wa jalla, niscaya Allah mengampuninya." Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya orang yang benar-benar celaka itu adalah orang yang bulan ini keluar darinya sedang dosa-dosanya tidak diampuni, maka dia rugi pada waktu orang-orang yang berbuat kebaikan beruntung dengan hadiah-hadiah dari Tuhan yang maha mulia." [3]

Abû Ja'far as berkata: Rasûlullâh saw berkata ketika bulan Ramadhân akan segera hadir, dan yang demikian itu ketika bulan Sya'bân tinggal tiga hari lagi, dia berkata kepada Bilâl, "Serukan kepada manusia." Lalu dia mengumpulkan orang-orang, kemudian beliau naik mimbar, lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya bulan ini datang kepada kalian, ia adalah penghulu seluruh bulan, padanya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, padanya pintu-pintu neraka ditutupkan dan pintu-pintu surga dibukakan, maka siapa yang mendapatkannya, lalu dia tidak memperoleh pengampunan, maka dia telah dijauhkan Allah, dan siapa yang mendapatkan kedua orang tuanya lalu tidak mendapatkan pengampuan, maka dia telah dijauhkan Allah, dan siapa yang aku disebutkan di sisinya, lalu dia bershalawât bagiku sedang dia tidak memperoleh ampunan, maka dia telah dijauhkan Allah." [4]

Ibnu 'Abbâs berkata, "Adalah Rasûlullâh saw apabila telah masuk bulan Ramadhân, dia bebaskan setiap tawanan dan dia beri setiap orang yang meminta." [5]

Dari Ismâ'îl bin Abî Ziyâd dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad dari ayahnya dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata kepada sahabat-saha-batnya, "Maukah kukabarkan padamu sesuatu yang apabila kamu melakukannya, niscaya syaithân menjauh darimu sebagaimana timur jauh dari barat?" Mereka berkata, "Tentu saja." Beliau berkata, "Shaum menghi-tamkan mukanya, sedekah mematahkan punggungnya, cinta karena Allah dan saling membantu dalam amal saleh memotong pangkalnya dan istighfâr memu-tuskan talinya, dan setiap sesuatu ada zakatnya, dan zakat badan adalah shiyâm." [6]

Dari Hushain dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad dari ayahnya dari ayah-ayahnya as: Telah berkata Amî-rul Mu`minîn as, "Hendaklah kamu di bulan Ramadhân itu banyak ber-istighfâr dan berdoa; adapun doa, maka dengannya dotolakkan bala darimu, dan adapun istighfâr, maka dengannya dihapus dosa-dosamu." [7]

Dari Sa'îd bin Jubair berkata: Saya bertanya kepada Ibnu 'Abbâs, "Apa pahala bagi orang yang shaum pada bulan Ramadhân dan dia mengenal haknya?" Dia berkata, "Bersiaplah wahai Ibnu Jubair hingga aku bercerita padamu dengan apa yang kedua telingamu tidak pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas di dalam pikiranmu, dan kosongkanlah dirimu bagi jawaban yang kamu bertanya tentangnya, maka yang kumaksudkan adalah ilmu kaum terdahulu dan ilmu orang-orang yang terakhir." Sa'îd bin Jubair berkata: Lalu aku keluar dari sisinya, kemudian kusiapkan diriku keesokan harinya, maka pagi-pagi ketika terbit fajar, saya pergi kepadanya, lalu saya shalat fajar, kemudian dia sebutkan hadîts dan dia hadapkan wajahnya kepadaku, maka dia berkata, "Dengarkan dariku apa yang aku akan katakan, aku telah mendengar Rasûlullâh saw mengatakan, 'Kalau kamu mengetahui pahala bagimu dalam bulan Ramadhân, niscaya kamu menambah syukur kepada Allah. Jika pada malam pertama, Allah yang maha tinggi mengampuni dosa-dosa semuanya bagi ummatku yang tersembunyinya dan yang tampaknya, dan Dia tinggikan bagimu dua juta derajat dan Dia akan membangunkan bagimu lima puluh kota.

Dan Allah 'azza wa jalla mencatat bagimu pada hari kedua dengan setiap langkah yang kamu langkahkan pada hari itu ibadah setahun dan pahala seorang nabi dan Dia mencatatkan bagimu shaum setahun.

Dan Allah memberikan padamu pada hari ketiga dengan setiap helai rambut yang ada di tubuhmu satu taman di dalam Firdaus dari mutiara putih yang di atasnya ada dua belas ribu rumah dari cahaya dan di bawahnya ada dua belas ribu rumah, di dalam setiap rumah ada seribu tempat tidur dan pada setiap tempat tidur ada bidadari, masuk padamu setiap hari seribu malak yang bersama setiap malak ada satu hadiah.

Dan Allah memberimu pada hari keempat dalam surga Al-Khuld tujuh puluh ribu istana yang pada setiap istana terdapat tujuh puluh ribu rumah dan pada setiap rumah ada lima puluh ribu tempat tidur yang di atas setiap tempat tidur ada bidadari dan di hadapan setiap bidadari ada seribu washîfah (gadis) yang kerudung salah satu dari mereka lebih baik dari dunia dan isinya.

Dan pada hari kelima Allah memberimu dalam surga Al-Ma`wâ sejuta kota yang pada setiap kota terdapat seribu rumah dan pada setiap rumah ada tujuh puluh ribu hidangan yang pada setiap hidangannya terdapat seribu pinggan yang pada setiap pimggannya terdapat seribu macam dari makanan yang sebagiannya tidak mirip dengan sebagian yang lain.

Pada hari keenam Allah 'azza wa jalla memberimu dalam (surga) Dârus Salâm seratus ribu kota, pada setiap kota terdapat seratus negeri, pada setiap negeri terdapat seribu rumah, pada setiap rumah seratus ribu tempat tidur dari mas yang panjang setiap tempat tidur seribu hasta yang di atas setiap tempat tidur ada seorang istri dari bidadari yang di atasnya ada tiga ribu dzuwâbah yang diteretesi dengan mutiara dan yâqût, dan setiap dzu`âbah terdapat seratus jâriyah (gadis) [8]

Pada hari ketujuh Allah memberimu di dalam surga Al-Na'îm pahala empat puluh ribu syahîd dan empat puluh ribu shiddîq.

Pada hari kedelapan Allah memberimu pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan enam puluh ribu orang yang zuhud (zâhid).

Pada hari kesembilan Allah 'azza wa jalla membe-rimu pahala seribu orang 'âlim, seribu orang yang i'tikâf dan seribu orang yang mengikatkan diri di jalan Allah (berjihad).

Pada hari kesepuluh Allah 'azza wa jalla memberi-mu tujuh puluh ribu kebutuhan sedang matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, unggas, binatang buas, setiap batu dan tanah liat, setiap yang basah dan yang kering, ikan yang ada di laut, dedaunan yang ada di pepohonan memintakan ampunan bagimu.

Allah 'azza wa jalla mencatatkan bagimu pada hari yang ke sebelas, pahala empat haji dan 'umrah setiap haji bersama seorang nabi dan setiap 'umrah bersama seorang shiddîq dan seorang yang syahîd.

Allah 'azza wa jalla menjadikan bagimu pada hari kedua belas keimanan yang Allah ganti keburukan-keburukanmu dengan kebaikan-kebaikan, dan Dia jadi-kan kebaikan-kebaikanmu berlipatganda dan Dia tulis-kan bagimu untuk setiap kebaikan menjadi seribu kebaikan.

Pada hari ketiga belas Allah 'azza wa jalla tuliskan bagimu semisal ibadah ahli Makkah dan Al-Madînah, dan Allah memberimu dengan setiap batu dan tanah syafa'at antara Makkah dan Al-Madînah.

Pada hari keempat belas seakan-akan kamu berjumpa dengan Ãdam dan Nûh dan setelah mereka Ibrâhîm, Mûsâ dan setelahnya Dâwud dan Sulaimân dan seakan-akan kamu telah mengabdi kepada Allah bersama setiap nabi selama dua ratus tahun.

Pada hari kelima belas Dia 'azza wa jalla menu-naikan untukmu kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat dan Allah memberimu apa yang Dia berikan kepa-da Ayyûb, dan para pemikul 'arsy memintakan ampunan bagimu, dan Allah 'azza wa jalla memberimu pada hari kiamat empat puluh cahaya; sepuluh di sebelah kananmu, sepuluh di sebelah kirimu, sepuluh di depanmu dan sepuluh di belakangmu.

Pada hari keenam belas Allah memberimu apabila kamu keluar dari kubur enam puluh busana yang kamu akan memakainya, seekor unta betina yang kamu akan menungganginya dan Allah kirimkan padamu awan yang menaungimu dari panasnya hari tersebut.

Pada hari ketujuh belas Allah 'azza wa jalla berfirman, Sesungguhnya Aku mengampuni mereka dan orang-orang tua mereka dan Aku tolakkan dari mereka berbagai kesulitan pada hari kiamat.

Apabila hari kedelapan belas Allah 'azza wa jalla memerintahkan kepada Jabra`îl, Mîkâ`îl, Isrâfîl, malaikat pemikul 'arsy dan malaikat karûbiyyîn untuk memintakan ampunan untuk ummat Muhammad saw sehingga datang tahun berikutnya, dan Allah 'azza wa jalla memberimu pahala pahlawan Badar.

Apabila hari kesembilan belas, maka tidak satu malak pun baik di langit maupun di bumi melainkan mereka meminta izin kepada Tuhannya untuk berziarah ke kuburmu pada setiap hari dengan membawa satu hadiah dan minuman.

Jika telah sempurna bagimu dua puluh hari, Allah 'azza wa jalla mengirimkan kepadamu tujuh puluh ribu malak yang menjagamu dari setiap setan yang dirajam, dan Allah 'azza wa jalla tuliskan bagimu dengan setiap hari yang kamu shaumi pahala shaum seratus tahun, dan Dia jadikan di antaramu dan neraka sebuah parit pemisah, dan memberimu pahala orang yang disebut-kan di dalam Al-Taurâh, Al-Injîl, Al-Zabûr dan Al-Furqân, dan Allah 'azza wa jalla tuliskan bagimu dengan setiap lembar bulu yang ada pada Jabra`îl ibadah setahun, dan Dia memberimu pahala tasbîh 'arsy, kursiyy, dan Dia menikahkanmu dengan setiap ayat yang ada dalam Al-Quran kepada seribu bidadari.

Pada hari kedua puluh satu Allah luaskan kubur bagimu seribu farsakh dan meniadakan kegelapan darimu dan kesepian, dan Dia jadikan kubur-kuburmu seperti kubur-kubur syuhadâ`, dan Dia jadikan wajah-wa-jahmu seperti wajah-wajah Yûsuf bin Ya'qûb as.

Hari kedua puluh dua Allah 'azza wa jalla mengirimkan kepadamu Malakul Maut sebagaimana Dia kirimkan kepada para nabi as dan mengangkat darimu bencana dari Munkar dan Nakîr, dan Dia angkat darimu kesedihan dunia dan akhirat.

Dan hari kedua puluh tiga kalian dapat melintasi Al-Shirâth bersama para nabi, para shiddîq dan syuhadâ`, maka seakan-akan kamu telah mengenyangkan setiap anak yatim dari ummatku dan memberikan busana kepada setiap orang yang telanjang dari ummatku.

Dan hari kedua puluh empat kamu tidak keluar dari dunia hingga setiap seorang darimu melihat tempatnya di surga dan setiap seorang diberi pahala seribu orang yang sakit dan seribu orang yang terasing yang keluar (dari negerinya) dalam taat kepada Allah 'azza wa jalla, dan Dia memberimu pahala membebaskan seribu budak dari keturunan Ismâ'îl.

Dan hari kedua puluh lima darinya Allah 'azza wa jalla membangunkan seribu qubbah hijau di bawah 'arsy untukmu, di atas kepala setiap qubbah terdapat khaimah dari nûr. Allah tabâraka wa ta'âlâ berfirman, Wahai ummat Muhammad, Aku Tuhanmu dan kalian hamba-hamba-Ku yang laki-laki dan hamba-hamba-Ku yang perempuan, bernaunglah dengan naungan singgasana-Ku di qubbah-qubbah ini, dan makanlah dan minumlah dengan suka-cita, maka tidak ada ketakutan atasmu dan kalian tidak bersedih. Wahai ummat Muhammad, demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, sesungguhnya akan Ku-kirimkan kalian ke surga sehingga merasa takjub ummat terdahulu dari kalian dan ummat yang terakhir, dan Aku mahkotai setiap seorang dari kalian dengan seribu mahkota dari cahaya, dan Aku berikan kedaraan pada setiap seorang dari kalian unta betina yang Ku-ciptakan dari cahaya, tali kendalinya dari cahaya, dan pada tali kendali terdapat seribu lingkaran dari mas, dan pada setiap lingkaran ada satu malak yang berdiri atasnya yang pada tangan setiap malak ada tongkat dari cahaya hingga dia masuk ke surga tanpa hisab.

Dan pada hari kedua puluh enam Allah memandang kepada kalian dengan kasih, lalu Dia mengampuni dosa-dosa kalian semuanya selain dosa menyogok dan harta (haram), dan Dia sucikan setiap hari tujuh puluh ribu kali dari mengumpat, berdusta, mengadakan kebohongan terhadap orang lain.

Dan hari kedua puluh tujuh seolah-olah kamu telah menolong setiap orang yang beriman dan memberikan busana kepada tujuh puluh ribu orang yang telanjang, berkhidmat kepada seribu orang yang mengikatkan diri di jalan Allah, dan seakan-akan kamu membaca setiap kitab yang diturunkan Allah 'azza wa jalla kepada para nabi-Nya.

Dan hari kedua puluh delapan Allah menjadikan bagimu di dalam surga Al-Khuld seratus ribu kota dari nûr, dan Allah 'azza wa jalla memberimu dalam surga Al-Ma`wâ seratus ribu istana dari perak, dan Allah 'azza wa jalla memberimu dalam surga Al-Jalâl tiga ribu mimbar dari misik, di dalam setiap mimbar ada seribu rumah dari za'faran, pada setiap tumah terdapat tempat tidur dari mutiara dan yâqût, dan di atas setiap tempat tidur terdapat seorang istri dari bidadari.

Apabila hari kedua puluh sembilan Allah 'azza wa jalla memberimu sejuta mahallah (tempat), di dalam setiap mahallah terdapat satu qubbah yang putih, pada setia qubbah terdapat sebuah ranjang dari kâfûr putih, di atas setiap ranjang terdapat seribu alas tidur dari sutera yang hijau, di atas setiap alas tidur terdapat bidadari, dia punya tujuh puluh ribu busana, dia mengenakan mahkota yang padanya terdapat delapan ribu du`abah yang diteretesi dengan mutiara dan yâqût.

Jika telah sempurna tiga puluh hari, Allah 'azza wa jalla menuliskan bagimu dengan setiap hari yang telah lewat kepadamu pahala seribu syahîd dan seribu shiddîq, dan Allah 'azza wa jalla menuliskan bagimu ibadah lima puluh tahun, dan Allah 'azza wa jalla menuliskan bagimu dengan setiap hari dua ribu hari, dan meninggikan bagimu dengan beberapa derajat, dan Allah 'azza wa jalla menuliskan buatmu pembebasan dari neraka dan dapat melewati Al-Shirâth dan keamanan dari azab. Dan bagi surga ada sebuah pintu yang dinamakan Al-Rayyân yang tidak pernah dibuka selain pada hari kiamat, kemudian dibukakan bagi orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan dari ummat Muhammad saw, kemudian Ridhwân penjaga surga berseru: Wahai ummat Muhammad saw, kemarilah ke pintu Al-Rayyân, maka masuklah ummatku pada pintu tersebut ke dalam surga, barang siapa yang tidak mendapatkan pengampunan untuknya dalam bulan Ramadhân, maka pada bulan yang mana dia akan menda-patkan pengampunan? Dan tidak ada daya serta tidak ada kekuatan selain dengan Allah yang maha tinggi lagi maha besar." [9]

Dari Ja'far bin Muhammad as dari ayahnya dari ayah-ayahnya dari 'Ali as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Ada empat (di antaranya) yang tidak ditolak doa-nya dan pintu-pintu langit dibukakan bagi mereka dan terus menerobos ke 'arsy: Doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang dizalimi (mazhlûm) atas orang yang menzaliminya, orang yang menunaikan 'umrah sampai dia kembali, dan orang yang shaum hingga dia berbuka." [10]

Dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad as berkata, "Islam dibangun di atas lima pilar: Di atas shalat, zakat, shaum, haji dan wilâyah Amîrul Mu`minîn shalawâtullâh 'alaih." [11]

Ummat Islam adalah orang yang yang dianggap muslim atau muslimah karena beranggapan bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad saw ham-ba Allah dan utusan-Nya baik taat kepada Allah dan Rasûl-Nya maupun tidak. Ummat Muhammad saw adalah orang Islam yang taat kepada Muhammad saw pada saat hidupnya dan setelah wafatnya. Jadi setiap ummat Muhammad itu pasti ummat Islam, tetapi tidak setiap ummat Islam menjadi ummat Muhammad saw.

 


[1] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 72.

[2] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 73.

[3] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 73.

[4] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 73.

[5] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 73.

[6] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 73.

[7] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 73.

[8] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 82.

[9] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 82-86.

[10] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 86.

[11] Fadhâ`il Al-Asyhur Al-Tsalâtsah hal. 87.

Fri, 3 Jun 2016 @20:51


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+5+6

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved