Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Jika Kita Ingin Masuk Surga

image

Jika Kita Ingin Masuk ke Surga

Beruntunglah orang yang mendapatkan mahabbah atau kecintaan Allah ‘azza wa jalla dan merugilah orang yang tidak mendapatkannya. Jangan sampai kita mencintai orang yang Allah benci atau membenci orang yang Allah cintai, sebab kita tidak akan mendapatkan kecintaan Allah.

Imam ‘Ali bin Abî Thâlib as adalah orang yang paling berhati-hati setelah Rasulullah saw dan beliau selalu meminta perlindungan kepada Allah dari membenci atau memusuhi orang yang Allah cintai dan mencintai orang yang Allah benci.

Allâhumma innî a’ûdzu bika an u’âdiya laka waliyyâ, au uwâliya laka ‘aduwwâ, au ardhâ laka sakhathan abadâ. Allâhumma man shallaita ‘alaihi fashalâtunâ ‘alaihi, wa man la’antahu ‘alaihi fala’natunâ ‘alaih. Allâhumma man kâna fî mautihi farajun lanâ wa lijamî’il muslimîna fa`arihnâ minhu wa abdilnâ bihi man huwa khairun lanâ minh, hattâ turiyanâ min ‘ilmil ‘ijâbati mâ na’rifuhu fî adyâninâ wa ma’âyisyinâ yâ arhamar râhimîn. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadinin nabiyyi wa âlihi wa sallam.

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari memusuhi kekasih-Mu, atau mencintai musuh-Mu, atau rela kepada yang Engkau benci untuk selamanya. Ya Allah orang yang apabila dalam kematiannya adalah kelapangan bagi kami dan bagi semua kaum muslim yang berserah diri, maka rehatkanlah kami darinya, dan gantikanlah untuk kami dengan orang yang lebih baik bagi kami darinya, hingga Engkau perlihatkan pada kami dari ilmu ijâbah (pengkabulan doa) yang kami mengenalnya di dalam ajaran kami dan penghidupan kami wahai Yang Maha Pengasih dari semua yang mengasihi. Dan Allah mencurahkan shalawât dan salâm atas sayyid kami Muhammad Al Nabi dan keluarganya.

Dan salah satu kekasih Allah ‘azza wa jalla yang wajib kita cintai adalah Husain bin ‘Ali as, dengan mencintai dia, maka akan mendapatkan kecintaan Allah, dan jika tidak mencintai dia, maka tidak akan mendapatkan kecintaan-Nya.

 

Hasan dan Husain Kekasih Allah yang Wajib Kita Cintai

Beberapa ayat Al-Quran diturunkan tentang Hasan dan Husain as, tetapi banyak orang yang tidak mau memahaminya, dan banyak sabda Rasulullah saw tentang mereka, namun tidak sedikit pula orang Islam yang tidak mau mengerti tentangnya padahal yang tidak suka kepada mereka itu bisa masuk neraka.

Dari Salmân ra berkata: Aku telah mendengar Rasulullah saw mengatakan, "Hasan dan Husain itu dua anakku, siapa yang mencintai mereka, dia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, Allah mencintainya, dan siapa yang dicintai Allah, niscaya Allah memasukkan dia ke surga. Dan siapa yang benci kepada mereka, dia benci kepadaku, dan siapa yang benci kepadaku, dia dibenci Allah, dan siapa yang dibenci Allah, niscaya Dia memasukkannya ke dalam neraka." [HSR Al-Hâkim dalam Al-Mustadrak 3/166]

Rasulullah saw bersabda, “Husain dariku dan aku dari Husain, Allah mencintai manusia yang mencintai Husain, Husain salah satu dari Al-Asbâth.” [HR Al-Turmudzi 2/308]

Ibnu Mâjah di dalam bab Fadhâ`il Ashhâb Rasûlillâhi saw. Dia telah meriwayatkan dengan sanad-nya dari Ya’lâ bin Murrah bahwa mereka (sahabat Nabi saw) keluar bersama Nabi saw kepada undangan makan yang mereka telah diundang kepadanya, maka ternyata Husain segang bermain di jalan, lalu Rasulullah saw mendahului orang-orang dan beliau mengulurkan kedua tangannya, maka anak itu berlari-lari ke sana ke mari dan Nabi saw tertawa kepadanya hingga beliau mengambilnya, lalu beliau jadikan salah satu tangannya di bawah dagunya dan yang lainnya di belakang kepalanya lantas beliau menciuminya seraya berkata, “Husain dariku dan aku dari Husain, Allah pasti mencintai orang yang mencintai Husain, Husain salah satu dari Al-Asbâth.”

Al-Bukhâri juga meriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad dalam bab Mu’ânaqah Al-Shabiyy (memeluk anak kecil) dan dia berkata: Nabi saw telah bersabda, “Husain dariku dan aku darinya, Allah mencintai manusia yang mencintainya, Al-Hasan dan Al-Husain adalah dua sibthân dari Al-Asbâth.”

Al-Hâkim juga meriwayatkan dalam kitabnya Al-Mustadrak ‘alâ Al-Shahîhain dan dia berkata: Maka beliau meletakkan salah satu tangannya dia belakang kepalanya dan yang satunya lagi di bawah dagunya, lalu beliau meletakkan mulutnya di atas mulutnya beliau menciuminya seraya berkata, “Husain dariku dan aku dari Husain, Allah mencintai manusia yang mencintai Husain, Husain salah satu dari Al-Asbâth.”  [Al-Mustadrak 3/177]

Ahmad bin Hanbal meriwayatkan dalam Musnad-nya 4/172; Ibn Al-Atsîr juga dalam Usud Al-Ghâbah 2/19 dan pada 5/130 dan demikian pula para ahli hadîts yang lainnya.

Al-Muttaqî Al-Hindi berkata: Ibnu ‘Asâkir telah mengeluarkan (hadîts) dari Abû Ramtsah, “Husain dariku dan aku darinya, dia salah satu dari Al-Asbâth, Allah pasti mencintai orang yang mencintai Husain, sesungguhnya Hasan dan Husain adalah dua pemuka pemuda ahli surga.” [Kanz Al-‘Ummâl 6/221] 

Al-Muttaqî Al-Hindi berkata: Dari Jâbir: Adalah kami bersama Rasulullah saw, lalu kami diundang kepada sebuah jamuan makanan, lalu kami mendapati Husain as sedang bermain di jalan bersama anak-anak, maka Nabi saw bergegas mendahului orang-orang, kemudian beliau mengulurkan tangannya, maka Husain mulai berlari ke sana ke mari hingga Rasulullah saw tertawa kepadanya, lalu beliau mengambilnya, lantas beliau meletakkan salah satu tangannya di dagunya dan yang satunya lagi beliau letakkan di antara kedua telinganya, kemudian beliau memeluknya dan menciuminya, kemudian beliau berkata, “Husain dariku dan aku darinya, Allah pasti mencintai orang yang mencintainya, Hasan dan Husain adalah dua sibthân dari Al-Asbâth.” Dia berkata: Hadits ini dikeluarkan oleh Al-Thabrâni. [Kanz Al-‘Ummâl 7/107]

Sabda Nabi saw, “Husain dariku dan Aku dari Husain…” atau “Husain dariku dan aku darinya…” telah diriwayatkan para ahli hadîts dari berbagai kelompoknya dan tidak diragukan lagi bahwa Rasulullah saw telah menampakkan kecintaannya kepadanya dan mengisyaratkan bahwa ummatnya wajib mencintainya.

 

Makna Husain dariku dan aku dari Husain

Husain dariku tentu dari jihat materialis bahwa dia adalah putra Rasulullah saw sebagaimana juga beliau katakan bahwa putra-putranya terlahir melalui ‘Ali bin Abî Thâlib as. Dan aku dari Husain harus dilihat dari sisi maknawi bahwa Rasulullah saw dan Husain as memiliki kecintaan yang sangat, hubungan yang kuat dan ikatan yang sempurna. Maka sabda Nabi saw tersebut mengandung makna kinâyah yang mengisyaratkan kepada perjuangan dan pengorbanan Husain as dalam meneguhkan ajaran Rasulullah saw dan menghidupkan syi’ar keagungannya dengan gugurnya, maka perkataan beliau saw Husain dariku ditafsirkan dari sisi materialis dan Aku dari Husain dari sisi maknawiyyah. Demikian penjelasan Al-Sayyid Murtadhâ Al-Husaini Al-Fairûz Âbâdi.

 

Makna Allah pasti mencintai orang yang mencintai Husain

Untuk sampai kepada tingkatan mahabbah dari Allah ‘azza wa jalla, maka tarikatnya atau caranya adalah dengan mencintai Husain as dan mencintainya tentu dengan cara mengikutinya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta menentang kaum penindas dan penjajah. Mahatma Gandhi mengatakan, “I learnt from Hussein how to achieve victory while being oppressed.” (Aku belajar dari Husain bagaimana meraih kemenangan ketika hidup dalam tekanan).Dan Bung Karno pernah berkata, “Husain adalah panji berkibar yang diusung oleh setiap orang yang menentang kesombongan di zamannya dimana kekuasaan itu telah tenggelam dalam kelezatan dunia serta meninggalkan rakyatnya dalam penindasan dan kekejaman.”

 

Makna Husain salah satu dari Al-Asbâth

Siapakah Al-Asbâth itu? Di dalam Al-Quran Al-Asbâth disebutkan beberapa kali. Allah ‘azza wa jalla berfirman, Dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth. [Sûrah Al-Baqarah 2/136]

Firman-Nya Yang Maha Tinggi, Apakah kamu mengatakan: Sesungguhnya Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth mereka itu kaum yahudi atau nasrani. [Sûrah Al-Baqarah 2/140]

Firman-Nya Yang Maha Tinggi,  Dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth. [Sûrah Âli ‘Imrân 3/84]

Dan firman-Nya, Dan Kami wahyukan kepada Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth. [Sûrah Al-Nisâ` 4/163]

Abû Ayyûb Al-Anshâri berkata: Rasulullah saw telah berkata kepada Fâthimah as, “Nabi kita adalah sebaik-baik nabi dan dia adalah ayahmu, orang yang syahîd di antara kita adalah sebaik-baik syuhadâ` dan dia adalah paman ayahmu Hamzah, dari kita ada orang yang mempunyai dua sayap yang dengan kedua sayap tersebut dia terbang di surga menurut yang dia kehendaki dan dia adalah anak paman ayahmu (Ja’far bin Abî Thâlib), dan dari kita dua sibthân bagi ummat ini Hasan dan Husain dan mereka berdua adalah anakmu, dan dari kita Al-Mahdi.” [HR Al-Thabrâni]

Dan ketika Rasulullah saw menyebutkan bahwa Hasan dan Husain itu dua sibthân dari Al-Asbâth, hal itu adalah mengisyaratkan kepada ayat-ayat tersebut. Maka Al-Asbâth adalah manusia-manusia pilihan Allah ‘azza wa jalla yang meneruskan kepemimpinan Islam setelah risâlah dan nubuwwah dan Imam Husain as adalah salah satunya.

 

Wajib Mencintai Ahlulbait Nabi saw

Ahlulbait Nabi saw yang wajib kita cintai itu adalah Fâthimah putri Nabi saw dan para khalifahnya yang berjumlah dua belas yaitu (1) ‘Ali bin Abî Thâlib, (2) Hasan bin ‘Ali, (3) Husain bin ‘Ali, (4) ‘Ali Zailul Âbidîn, (5) Muhammad Al-Bâqir, (6) Ja’far Al-Shâdiq, (7) Mûsâ Al-Kâzhim, (8) ‘Ali Al-Ridhâ, (9) Muhammad Al-Jawâd, (10) ‘Ali Al-Hâdî, (11) Hasan Al-‘Askari dan (12) Al-Mahdi as.

Allah ‘azza wa jalla berfirman, Katakanlah (wahai Nabi): Aku tidak meminta upah kepada kalian atas (penyampaian risalah)Nya selain kecintaan (kalian) kepada keluarga(ku). [Terjemah Sûrah Al-Syûrâ ayat 23] Rasulullah saw menjelaskan keluarga yang wajib atas ummat mencintainya itu adalah ‘Ali, Fâthimah, Hasan dan Husain). Dan ada sembilan orang lagi dari keturunan Imam Husain as.

Dari Salmân Al-Fârisi berkata: Aku masuk ke (rumah) Rasulullah saw dan di sisi beliau ada Hasan dan Husain yang sedang makan siang dan Nabi saw memasukkan suapan sekali ke mulut Hasan dan sekali ke mulut Husain. Setelah mereka selesai makan, Rasulullah saw meletakkan Hasan di bahunya dan Husain di atas pahanya, kemudian beliau berkata, “Wahai Salmân, apakah kamu mencintai mereka?” Aku berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana aku tidak mencintai mereka dan kedudukannnya darimu.” Beliau berkata, “Wahai Salmân, siapa yang mencintai mereka, maka sesungguhnya dia mencintaiku, dan siapa yang mencintaiku, maka dia mencintai Allah.” Kemudian beliau meletakkan tangannya di atas bahu Husain seraya berkata, “Sesungguhnya dia itu imam putra imam sembilan (lagi) dari keturunannya, para imam yang baik yang terpercaya lagi terjaga dari dosa-dosa, dan yang kesembilannya adalah penegaknya.” [Bihâr Al-Anwâr 36/304]

Tetapi ternyata banyak kaum muslim yang menzalimi, memfitnah, membunuh dan membantai mereka dan para pengikut setianya. Fâthimah putri kesayangan Nabi disiksanya hingga luka berat dan akhirnya tewas, dan menjelang wafatnya dia berpesan kepada suaminya agar dikuburkan di tengah malam, karena tidak mau bila jenazahnya dishalatkan oleh kaum muslim yang menzaliminya, maka sampai saat ini tidak ditemukan kuburan putri Nabi ini. ‘Ali bin Abî Thâlib saudara sepupu Nabi, menantunya, washinya dan pintu kota ilmunya dibunuhnya dengan pedang yang dibacokkan ke atas kepalanya, Hasan putra Nabi yang sangat dicintainya dan sering diciumi mulutnya dibunuhnya sebagian kaum muslim dengan cara diracun, Husain putra Nabi yang sangat disayanginya dan sering diciumi lehernya dibunuhnya oleh kaum muslim yang anti kepadanya dengan anak panah, tombak dan pedang dan dipenggal kepalanya dan jasadnya dikoyak-koyak dengan kaki-kaki kuda-kuda perang bala tentara Yazîd. Demikian pula ‘Ali bin Husain, Muhammad bin ‘Ali, Ja’far bin Muhammad, Mûsa bin Ja’far, ‘Ali bin Mûsâ, Muhammad bin ‘Ali, ‘Ali bin Muhammad dan Hasan bin ‘Ali dibunuhnya dengan cara diracun. Dan Al-Mahdi as yang terakhir dikejar-kejar hendak dibunuhnya lalu oleh Allah diselamatkan dari pembunuhan dengan cara dighaibkan. 

 

Makna Ciuman Nabi Terhadap Hasan dan Husain

Suatu saat Husain kecil mendatangi bundanya, Sayiddah Fâthimah, sambil menangis dia berkata, "Wahai ibuku, Kakek (Muhammad saw) lebih mencintai kakakku Hasan."

 "Mengapa duhai anakku." ujar Fâthimah dengan penuh kelembutan.
"Kakek itu sering mencium bibir Hasan dan dia hanya mencium leherku."
Segera Fathimah membawa Husain kepada Rasulullah saw dan menceritakan keluhan Husain....
Sambil menatap tajam dan lama, lalu Rasulullah saw pun berkata...
" Anakku Fâtimah, Hasan selalu kukecup bibirnya, lantaran ia akan mati diracun oleh orang terdekatnya, dan seluruh isi perutnya akan terburai keluar lewat mulutnya, sedangkan  engkau....", Rasulullahmenatap Husain lama sekali, Rasulullah tidak bisa meneruskan ucapannya dan beliau pingsan beberapa saat, setelah siuman beliau kembali menatap tajam sambil terus menangis berguncang dadanya, lantas bertutur...
"Sedangkan engkau, Husain, sering kucium lehermu karena engkau akan syahîd dengan leher terputus...."
Dan rumah mungil penuh cahaya surgawi itu pun pecah oleh tangisan yang mengguncang...

Thu, 22 Oct 2015 @19:29


1 Komentar
image

Wed, 24 Feb 2016 @23:05

ldpfbuzsysg

mH3pDK <a href="http://fwgkyqqbyilv.com/">fwgkyqqbyilv</a>, [url=http://cytipnxcjmna.com/]cytipnxcjmna[/url], [link=http://avfumlaocatk.com/]avfumlaocatk[/link], http://ktkgtfbsadkh.com/


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved