Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Pengangkatan Ali bin Abi Thalib

image
Pengangkatan 'Ali bin Abî Thâlib as sebagai Khalîfah Nabi saw

Barang siapa yang aku adalah pemimpinnya maka 'Ali pemimpinnya...

Setelah Rasûlullâh saw selesai menunaikan haji yang dikenal dengan haji wadâ‘ (hijjatul wadâ‘), haji Islam (hijjatul islâm), haji penyampaian risâlah (hijjatul balâgh), haji kesempurnaan (hijjatul kamâl) atau haji penyempurnaan (hijjatul tamâm). Kemudian dia bersama rombongan yang banyak---dalam perjalanan pulang---sampai di suatu tempat yang bernama Ghadîr Khumm, Jibril atau Jabra`îl as turun kepadanya dengan membawa firman Allah ‘azza wa jalla:

يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَ إِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ وَ اللهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ إِنَّ اللهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِيْنَ
Wahai Rasûl! Sampaikanlah apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan apabila kamu tidak menyampaikannya, berarti kamu tidak menyampaikan risâlah-Nya, dan Allah menjagamu dari (kejahatan) manusia, sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang ingkar. [Sûrah Al-Mâidah 5/67]

Ayat tersebut diturunkan pada hari Kamis tanggal 18 Dzul Hijjah tahun 10 hijrah berkenaan dengan perintah pengangkatan ‘Ali bin Abî Thâlib as secara terbuka sebagai khalîfah atau pengganti Nabi saw. Al-Wâhidi penulis kitab Asbâb Al-Nuzûl berkata: Telah mengabarkan kepada kami Abû Sa‘îd Muhammad bin ‘Ali Al-Shaffâr, dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Al-Hasan bin Ahmad Al-Mukhallidi, dia berkata: Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Hamdun bin Khâlid, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ibrâhîm Al-Khalwati, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al-Hasan bin Hammâd Sajdah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin ‘Abis dari A‘masy dan Abû Hijâb dari ‘Athiyah dari Abû Sa‘îd Al-Khudri, dia berkata: Ayat ini: Yâ ayyuhar rasûlu balligh …. diturunkan di Ghadîr Khumm tentang ‘Ali bin Abî Thâlib—radhiyallâhu ‘anhu. Muhammad Al-Râzi berkata: Telah dituturunkan ayat tersebut mengenai keutamaan ‘Ali bin Abî Thâlib as, dan setelah ayat ini diturunkan beliau (Rasûlullâh saw) memegang tangannya (tangan ‘Ali as) seraya berkata, “Siapa yang menjadikan aku pemimpinnya, maka ‘Ali pemimpinnya. Ya Allah! Tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya.” Kemudian ‘Umar ra menemuinya dan mengatakan, “Selamat buat kamu wahai putra Abû Thâlib, kamu telah diangkat menjadi pemimpinku dan pemimpin setiap orang yang beriman laki-laki dan perempuan.” Dan yang demikian itu adalah ucapan Ibnu ‘Abbâs, Al-Barrâ` dan Muhammad bin ‘Ali. Adapun teks hadîts yang berhubungan dengan pengangkatan Imam 'Ali sebagai imâm yang pertama antara lain:

عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ قَالَ : لَمَّا رَجَعَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ مِن حِجَّةِ الْوَدَاعِ وَ نَزَلَ غَدِيْرَ خُمٍّ أَمَرَ بِدَوْحَاتٍ فَقُمَمْنَ فَقَالَ : كَأَنِّي دُعِيْتُ فَأَجَبْتُ, إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمُ الثَّقَلَيْنِ أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الآخَرِ كِتَابَ اللهِ تَعَالَى وَ عِتْرَتِي فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُونِي فِيْهِمَا, فَإِنَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ ثُمَّ قَالَ : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ مَوْلاَيَ وَ أَنَا مَوْلَى كُلِّ مُؤْمِنٍ ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِ عَلِيٍّ فَقَالَ : مَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ فَهَذَا مَوْلاَهُ, اللَّهُمَّ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ
Dari Zaid bin Arqam, dia berkata: Ketika Rasûlullâh pulang dari hijjatul wadâ‘ (haji terakhir) dan beliau singgah di Ghadîr Khumm, beliau perintahkan agar dipasangkan tenda-tenda yang besar, kemudian beliau berkata, “Seakan-akan aku telah dipanggil dan aku akan memenuhi (panggilan itu), sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kalian dua pusaka yang amat berharga salah satunya lebih agung dari yang lainnya: Kitab Allah yang maha tinggi dan (yang kedua) ‘Itrah -ku (Ahlulbaitku), maka perhatikanlah! Bagaimana kalian akan memperlakukan keduanya sepeninggalku. Sesungguhnya keduanya itu tidak akan berpisah hingga mereka datang kepadaku di telaga (Al-Kautsar). Sesungguhnya Allah ‘azza wa jalla maulâ -ku dan aku maulâ bagi setiap orang yang beriman.” Kemudian beliau memegang tangan ‘Ali lalu beliau berkata, “Barangsiapa yang aku adalah pemimpinnya, maka orang ini pemimpinnya. Ya Allah! Belalah orang yang membelanya dan musuhilah orang yang memusuhinya.”
Dari Al-Barrâ` bin ‘Âzib, dia berkata: Kami bersama Rasûlullâh saw dalam suatu safar, dan kami singgah di Ghadîr Khumm, kemudian diserukan kepada kami untuk shalat berjama'ah dan dibersihkan tempat buat Rasûlullâh saw di bawah kedua pohon, lalu beliau shalat zhuhur. Setelah itu beliau saw memegang lengan ‘Ali seraya berkata, “Bukankah kalian telah mengetahui bahwa aku lebih berhak kepada orang-orang yang beriman dari diri-diri mereka sendiri?” Mereka menjawab, "Tentu saja." Beliau berkata, “Bukankah kalian telah mengetahui bahwa aku lebih berhak (sebagai wali) bagi setiap orang beriman dari diri-diri mereka sendiri?” Mereka berkata, "Tentu saja." Kemudian beliau memegang lengan ‘Ali seraya berkata, “Barang siapa yang aku adalah pemimpinnya, maka ‘Ali adalah pemimpinnya. Ya Allah! Tolonglah orang yang menolongnya dan musuhilah orang yang memusuhinya.” Kemudian setelah itu ‘Umar menjumpainya dan dia berkata, “Selamatlah wahai putra Abû Thâlib! Kini kamu telah menjadi pemimpin bagi setiap orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan.”

عَنْ سَعْدٍ قَالَ : كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللهِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ بِطَرِيْقِ مَكَّةَ وَ هُوَ مُتَوَجِّهٌ إِلَيْهَا, فَلَمَّا بَلَغَ غَدِيْرَ خُمٍّ وَقَّفَ النَّاسَ ثُمَّ رَدَّ مَنْ سَبَقَ وَ لَحِقَهُ مَنْ تَخَلَّفَ, فَلَمَّا اجْتَمَعَ النَّاسُ إِلَيْهِ قَالَ : أَيُّهَا النَّاسُ مَنْ وَلِيُّكُمْ ؟ قَالُوا : اللهُ وَ رَسُولُهُ ثَلاَثًا, ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِ عَلِيٍّ عَلَيهِ السَّلاَمُ فَأَقَامَهُ ثُمَّ قَالَ : مَنْ كَانَ اللهُ وَ رَسُولُهُ وَلِيَّهُ فَهَذَا وَلِيُّهُ, اللَّهُمَّ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ
Dari Sa‘ad berkata: Kami bersama Rasûlullâh saw di jalan Makkah dan beliau menghadap kepadanya, maka tatkala beliau sampat di Ghadîr Khumm, beliau berhenti dan beliau menghentikan manusia, beliau menyuruh kembali orang-orang yang telah mendahuluinya dan menunggu orang-orang yang masih tertinggal di belakangnya. Setelah orang-orang berkumpul, beliau berkata, “Wahai manusia! Siapakah pemimpin kamu?” Mereka menjawab tiga kali, “Allah dan Rasûl-Nya.” Kemudian beliau memegang tangan ‘Ali dan memberdirikannya, lalu beliau berkata, “Siapa yang Allah dan Rasûl-Nya pemimpinnya, maka orang ini adalah pemimpinnya. Ya Allah, belalah orang yang membela dia dan musuhilah orang yang memusuhi dia.”
Ada khotbah Nabi saw yang diriwayatkan dari Hudzaifah bin Usaid sebagai berikut:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّهُ قَدْ نَبَأَنِيَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ أَنَّهُ لَمْ يُعَمَّرْ نَبِيٌّ إِلاَّ نِصْفُ عُمْرِ الَّذِي يَلِيْهِ مِنْ قَبْلِهِ, وَ إِنِّي لأَظُنُّ يُوْشِكُ أَنْ أُدْعَى فَأُجِيْبُ وَ إِنِّي مَسْؤُولٌ وَ أَنْتُمْ مَسْؤُولُونَ, فَمَاذَا أَنْتُمْ قَائِلُونَ ؟ قَالُوا : نَشْهَدُ أَنَّكَ قَدْ بَلَّغْتَ وَ جَهَدْتَ وَ نَصَحْتَ فَجَزَاكَ اللهُ خَيْرًا. قَالَ : أَلَيْسَ تَشْهَدُونَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُولُهُ, وَ أَنَّ جَنَّتَهُ حَقٌّ وَ نَارَهُ حَقٌّ, وَ أَنَّ الْمَوْتَ حَقٌّ, وَ أَنَّ الْبَعْثَ حَقٌّ بَعْدَ الْمَوْتِ, وَ أَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لاَ رَيْبَ فِيْهَا, وَ أَنَّ اللهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ ؟ قَالُوا : بَلَى نَشْهَدث بِذَلِكَ. قَالَ : اللَّهُمَّ اشْهَدْ. ثُمَّ قَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللهَ مَوْلاَيَ وَ أَنَا مَوْلَى الْمُؤْمِنِيْنَ, وَ أَنَا أَوْلَى بِهِمْ مِنْ أَنْفُسِهِمْ, فَمَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ فَهَذَا مَوْلاَهُ – يَعْنِي عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلاَمُ – اللَّهُمَّ وَالِ مَنْ وَالاَهُ وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ. ثُمَّ قَالَ : يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي فَرَطٌ وَ أَنْتُمْ وَارِدُونَ عَلَى الْحَوْضِ, حَوْضٌ مَا بَيْنَ بُصْرَي إِلَى صَنْعَاءَ فِيْهِ عَدَدُ النُّجُومِ قَدْحَانَ مِنْ فِضَّةٍ, وَ إِنِّي سَائِلُكُمْ عَنِ الثَّقَلَيْنِ فَانْظُرُوا كََيْفَ تَخْلُفُونِي فِيْهِمَا, الثَّقَلُُ الأَكْبَرُ كِتَابُ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ سَبَبٌ طَرْفُهُ بِيَدِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ طَرْفُهُ بِأَيْدِيْكُمْ فَاسْتَمْسِكُوا بِهِ لاَ تَضِلُّوا وَ لاَ تَبْدِلُوا, وَ عِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي فَإِنَّهُ قَدْ نَبَّأَنِيَ اللَّطِيْفُ الْخَبِيْرُ إِنَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ
“Wahai manusia! Sesungguhnya Tuhan yang maha halus lagi maha tahu telah mengkabarkan kepadaku bahwa tidak diberi umur seorang nabi melainkan separuh dari usia nabi sebelumnya (lebih pendek). Sesungguhnya aku mengira bahwa aku tidak akan lama lagi aku akan dipanggil, maka aku akan memenuhi-Nya. Aku akan diperiksa dan kalian juga akan diperiksa, maka apa yang akan kalian katakan?” Mereka mengatakan, "Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan dan menasihati dengan sungguh-sungguh, maka semoga saja Allah membalasmu dengan yang lebih baik." Beliau bertanya, “Bukankah kalian telah bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa aku adalah hamba dan rasûl-Nya, dan bahwa surga-Nya itu benar, neraka-Nya itu benar, kematian itu benar dan kebangkitan setelah kematian itu benar dan bahwa hari kiamat itu akan datang tidak ada keraguan padanya dan bahwa Allah akan membangkitkan manusia yang ada dalam kubur?” Mereka menjawab, "Ya, kami bersaksi demikian." Beliau berkata, “Ya Allah, saksikanlah!” Kemudian beliau berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya Allah adalah maulâ-ku dan aku maulâ kaum yang beriman, dan aku lebih berhak sebagai pemimpin dari pada diri-diri mereka. Siapa yang menjadikanku sebagai pemimpinnya, maka jadikanlah orang ini (yaitu ‘Ali) sebagai pemimpinnya. Ya Allah, tolonglah orang yang menolong dia dan musuhilah orang yang memusuhi dia.” Kemudian beliau berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya aku akan menunggu kedatangan kamu di telaga yang luasnya antara Bushrâ dan Shan'â, di sana terdapat cangkir dari perak sebanyak sejumlah bintang, dan aku akan bertanya kepada kalian tentang Al-Tsaqalain (Al-Quran dan Ahlulbaitku), maka perhatikanlah! Bagaimanakah kalian akan memperlakukan keduanya sepeninggalku: (1) Al-Tsaqal Al-Akbar, yaitu Kitab Allah ‘azza wa jalla ibarat tali yang satu ujungnya di tangan Allah dan yang satu lagi di tangan kalian. Berpeganglah kalian dengannya, dan janganlah menyamarkannya dan mengubah maknanya. (2) 'Itrahku yakni Ahlulbaitku. Sesungguhnya Al-Lathîf Al-Khabîr telah memberitakan padaku bahwa keduanya tidak akan berpisah hingga mereka datang kepadaku di telaga.”
Itulah sebagaian sahabat Nabi saw yang telah meriwayatkan hadîts-hadîts Al-Ghadîr yang berkenaan dengan suksesi atau pengangkatan ‘Ali bin Abî Thâlib as sebagai khalîfah -nya yang pertama. 110 Sahabat Nabi Meriwayatkan Hadîts Al-Ghadîr Al-Amîni--rahimahulâh --telah mendaftar para sahabat Nabi yang meriwayatkan hadîts tersebut secara alpabetis dari huruf hamzah hingga huruf yâ`. Sahabat-sahabat Nabi yang telah meriwayatkan hadîts tersebut semuanya ada 110 orang. Dan hadîts Al-Ghadîr adalah hadîts yang diriwayatkan secara mutawâtir (dari orang banyak ke orang banyak), namun sayang kebenaran ini telah lama digelapkan oleh manusia-manusia yang benci kepada keluarga Nabi saw.
Setelah selesai pelantikan ‘Ali bin Abî Thâlib as sebagai khalîfah-nya, kemudian turunlah ayat berikut:

اليَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَ رَضِيْتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيْنًا
Pada hari ini (Kamis, 18 Dzul Hijjah tahun 10 hijrah) telah kusempurnakan ajaran untuk kamu dan telah kucukupkan nikmat-Ku atas kamu dan Aku telah rela Islam sebagai pedoman hidupmu. [Sûrah Al-Mâ`idah 5/3]
Dari Abû Sa‘îd Al-Khudri dia berkata: Ketika Rasûlullâh saw memberikan jabatan kepada ‘Ali as pada hari Ghadîr Khumm, maka beliau menyerukan wilâyah untuknya, kemudian Jabra`îl (Jibril) as turun kepadanya dengan membawa ayat berikut: Pada hari ini telah kusempurnakan ajaran kamu untukmu. Abû Hurairah termasuk orang yang meriwayatkan, dia berkata: Tatkala hari Ghadîr Khumm, Kamis 18 Dzul Hijjah, Nabi saw berkata, “Siapa yang menjadikanku pemimpinnya, maka ‘Ali adalah pemimpinnya.” Kemudian Allah menurunkan ayat: Pada hari ini telah kusempurnakan untukmu ajaranmu. [Sûrah Al-Mâ`idah]

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : مَنْ صَامَ يَوْمَ ثَمَانِيَ عَشْرَةَ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ كُتِبَ لَهُ سِتِّيْنَ شَهْرًا وَ هُوَ يَوْمُ غَدِيْرَ خُمٍّ, لَمَّا أَخَذَ النَّبِيُّ ص بِيَدِ عَلِيِّ ابْنِ أَبِي طَالِبٍ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَقَالَ : أَلَسْتُ وَلِيَّ الْمُؤْمِنِيْنَ؟ قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللهِ. قَالَ : مَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ فَعَلِيٌّ مَوْلاَهُ. فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ : بَخٍ بَخٍ لَكَ يَا بْنَ أَبِي طَالِبٍ أَصْبَحْتَ مَوْلاَيَ وَ مَوْلَى كُلِّ مُسْلِمٍ. فَأَنْزَلَ اللهُ : الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِيْنَكُمْ وَ أَتْمَمْتُ
Dari Abû Hurairah dia berkata: Siapa yang menunaikan shaum pada tanggal 18 bulan Dzul Hijjah, maka akan dituliskan baginya pahala shaum 60 tahun, hari itu adalah hari Ghadîr Khumm, yaitu ketika Nabi saw memegang tangan ‘Ali bin Abî Thâlib as seraya beliau berkata, “Bukankah aku pemimpin kaum mu`minîn?” Mereka berkata, “Tentu saja.” Beliau berkata, “Siapa yang menjadikanku pemimpinnya, maka ‘Ali pemimpinnya.” Maka ‘Umar bin Al-Khaththâb berkata, “Bagus bagimu wahai putra Abû Thâlib, engkau telah menjadi pemimpinku dan pemimpin setiap muslim.” Kemudian Allah menurunkan (ayat): Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kalian ajaran kalian…
Itulah dua ayat Al-Quran dan beberapa perkataan Rasûlullâh saw yang berkenaan dengan pengangkatan Imam ‘Ali sebagai khalîfah Nabi yang pertama. Tetapi sayang banyak orang yang tidak suka dengan ini, karena kebenciannya kepada ‘Ali bin Abî Thâlib as, dan di antara orang yang tidak suka kepada ‘Ali as dan tak mau menerimanya sebagai khalîfah yang Nabi saw adalah Al-Hârits bin Nu‘mân Al-Fihri. Sufyân bin ‘Uyainah berkata: Ayahku telah menceritakan kepadaku dari Ja‘far bin Muhammad dari ayah-ayahnya---semoga Allah rela kepada mereka---bahwa Rasûlullâh saw ketika sampai di Ghadîr Khumm, beliau memanggil manusia, lalu mereka berkumpul, kemudian beliau memegang tangan ‘Ali as dan berkata, “Siapa yang aku adalah pemimpinnya, maka ‘Ali pemimpinnya.” Hadîts ini tersebar ke berbagai pelosok negeri hingga sampailah kepada Al-Hârits bin Al-Nu‘mân Al-Fihri. Kemudian dia mendatangi Rasûlullâh saw dengan menunggangi unta betinanya, setibanya di tempat Nabi saw, dia derumkan untanya, lalu dia turun, kemudian dia berkata, “Wahai Muhammad! Engkau telah perintah kami dari Allah ‘azza wa jalla supaya kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa kamu utusan Allah. Ketentuan ini telah kami terima. Engkau telah perintahkan kami agar kami shalat setiap hari lima kali, ini telah kami terima. Engkau perintahkan kami agar kami mengeluarkan zakat, ini telah kami terima. Engkau perintahkan kami untuk puasa pada bulan Ramadhan, ini telah kami terima. Dan kamu telah perintahkan kami untuk menunaikan ibadah haji, dan ini telah kami laksanakan, namun kamu tidak merasa puas dengan semuanya itu sehingga engkau angkat kedua tangan anak pamanmu dan engkau utamakan dia di atas kami semua hingga kamu katakan, “Siapa yang aku pemimpinnya, maka ‘Ali pemimpinnya.” Apakah ini aturan darimu atau dari Allah ‘azza wa jalla?” Kemudian Nabi saw berkata, “Demi yang tidak ada Tuhan selain Dia, sesunggunya ketentuan ini dari Allah ‘azza wa jalla.” Lalu Al-Hârits bin Al-Nu‘mân berpaling dan dia menuju untanya yang ditambatkan seraya mengucapkan, “Ya Allah! Jika yang dikatakan Muhammad itu benar, maka turunkanlah atas kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami siksa yang pedih.” Sebelum dia sampai ke tempat untanya yang ditambatkan, Allah ‘azza wa jalla melemparkan sebuah batu ke atas kepalanya sehingga batu tersebut keluar dari duburnya, kemudian dia terkapar mati. Sehubungan dengan kasus ini, Allah ‘azza wa jalla menurunkan ayat berikut dalam surah Al-Ma'ârij:

سَأَلَ سَائِلٌ بِعَذَابٍ وَاقِعٍ, لَيْسَ لِلْكَافِرِيْنَ مِنَ اللهِ دَافِعٌ, مِنَ اللهِ ذِي الْمَعَارِجِ
Ada seseorang yang minta diturunkan siksa dengan segera, tidak ada seorang pun yang dapat menolaknya untuk orang-orang yang ingkar, (siksaan) dari Allah yang mempunyai tangga-tangga.
Kisah ini bisa dibaca dalam kitab Nûr Al-Abshâr hal. 87 cet. Dâr Al-Fikr oleh Al-Syablanji dan Faidh Al-Qadîr 6/217 oleh Al-Munâwî.
Ringkasannya Hadîts Ghadîr Khumm, yaitu Man kuntu maulâhu fa‘aliyyun maulâhu adalah dalil yang terang dan tegas atas kepemimpinan ‘Ali bin Abî Thâlib as. Dan bila kita ingin ber-maulâ-kan Rasûlullâh saw, maka kita wajib menerima ‘Ali as sebagai maulâ kita setelahnya. Kata man dalam hadîts tersebut adalah syarat, maka syarat ber-maulâ -kan Rasûlullâh saw adalah menerima ‘Ali bin Abî Thâlib as sebagai maulâ segera setelah Nabi saw. Maka kita dianggap tidak ber-maulâ -kan Rasûlullâh saw bila tidak menerima 'Ali as sebagai maulâ kita setelahnya.

اُنْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الآيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
Perhatikan! Bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat kepada mereka, kemudian perhatikanlah bagaimana mereka bisa dipalingkan.

Kitab-kitab Rujukan Hadîts Ghadîr Khumm bisa dirujuk pada kitab-kitab hadîts dan yang lainnya yang antara lain:

Sunan Al-Tirmidzi 2/298 cet. Bûlaq; Sunan Ibni Mâjah bab Fadhâ`il Ashhâb Rasûlillâh shallallâhu ‘alaihi wa ãlihi; Al-Mustadrak ‘alâ Al-Shahîhain 2/129; 3/109, 110, 116, 119, 129, 371, 533; Musnad Al-Imâm Ahmad bin Hanbal 1/84, 88, 119, 152, 330; 4/270, 281, 368, 372; 5/307, 347, 350, 358, 361, 366, 419; Kanz Al-'Ummâl 1/48; 3/61; 6/83, 145, 152, 153, 154, 390, 397, 398, 399, 403, 405, 406, 407; Al-Riyâdh Al-Nadhrah 2/169, 170, 172, 203; Hilyah Al-Auliyâ` 4/23; 5/26; Faidh Al-Qadîr 6/218; Majma‘ Al-Zawâ`id 7/17; 9/103, 104, 105, 106, 107, 108, 119, 164; Târîkh Baghdâd 7/377; 8/290; 12/243; 14/236; Usud Al-Ghâbah 1/308, 367, 368; 2/307; 3/321; 4/28, 114; 5/205, 276, 383; Musykil Al-Ãtsâr 2/308; Al-Khashâ`ish Al-‘Alawiyyah oleh Al-Nasâ`i hal. 21,22, 23, 25, 26; Al-Ishâbah oleh Ibnu Hajar jilid 1 bagian 1/319; 2 bagian 1/57; 3 bagian 1/29; 4 bagian 1/14, 16, 143, 169, 182; 7 bagian 1/78, 156; Al-Imâmah wa Al-Siyâsah oleh Ibnu Qutaibah hal. 93.

Tue, 29 Sep 2015 @16:32


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 6+7+3

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved