Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Seorang Yahudi Masuk Islam

Ad a seorang yahudi datang kepada ‘Ali bin Abî Thâlib as, lalu dia berkata, “Wahai Amîrul Mu`minîn, ada beberapa pertanyaan yang ingin kutanyakan kepadamu, jika engkau bisa menjawabnya, maka aku akan masuk Islam.”

‘Ali as berkata, “Silakan kamu tanyakan kepadaku wahai yahudi apa yang ingin kamu tanyakan, sebab kamu tidak akan mendapatkan seseorang yang lebih tahu dari kami Ahlulbait.”

Orang yahudi berkata kepadanya, “Kabarkan kepadaku tentang menetapnya bumi ini, di atas apa ia menetap? Mengenai adanya kemiripan anak dengan paman-pamannya (ayahnya) atau bibi-bibinya (ibunya)? Mengenai dua nuthfah (dari laki-laki dan wanita) yang menjadi rambut, darah, daging, tulang dan urat? Mengapa langit, mengapa disebut samâ`? Tentang dunia, mengapakah disebut dunia? Tentang akhirat, mengapa disebut akhirat? Tentang Âdam, mengapa dinamai Âdam? Tentang Hawwâ, mengapa dinamai Hawwâ? Tentang mata uang dirham, mengapa dinamakan dirham? Tentang mata uang dinar, mengapakah dinamakan dînâr? Dan mengapakah dikatakan kepada kuda: Ajad, kepada baghal: ‘Ad, dan kepada keledai: har?”

‘Ali as berkata, “Adapun bumi ini tidak menetap selain di atas pundak satu malak, dan kedua kaki malak itu di atas sebuah batu besar, dan batu besar tersebut di atas sebuah tanduk lembu jantan, dan lembu jantan itu kaki-kakinya di atas zhahrul hût (punggung ikan yang besar) di dalam laut yang paling bawah, dan laut yang paling bawah itu di atas kegelapan (zhulmah), dan zhulmah itu di atas ‘aqîm, dan ‘aqîm tersebut di atas tsarâ dan tidak ada yang tahu di bawah tsarâ selain Allah ‘azza wa jalla.

Adapun kemiripan anak dengan pamannya (ayahnya) atau bibinya (ibunya) adalah apabila nuthfah lelaki mendahului nuthfah perempuan ke dalam rahim, maka anak akan lahir mirip paman-pamannya, dan dari nuthfah lelaki terjadi tulang dan urat. Dan jika nuthfah perempuan mendahului nuthfah lelaki ke dalam rahim, anak akan keluar mirip bibinya (ibunya), dan dari nuthfah perempuan terjadi rambut, kulit dan daging, sesungguhnya ia berwarna kuning yang halus.

Langit disebut samâ (ciri), sebab ia gudangnya air. Dunia dinamakan dunia (yang terendah), sebab ia lebih dekat dari segala sesuatu. Akhirat dinamakan akhirat (yang terakhir), sebab padanya ada balasan dan pahala. Âdam dinamakan Âdam, sebab dia diciptakan dari adîmul ardh (tanah bumi), dan yang demikian itu bahwa Allah yang maha tinggi telah mengutus Jabrail as dan menyuruhnya untuk membawakan adîm (tanah) dari belahan bumi dengan empat macam warna tanah: Tanah yang putih, tanah yang merah, tanah yang cokelat (abu) dan tanah yang hitam, dan yang demikian itu dari dataran rendahnya dan dataran tingginya.

Kemudian Dia menyuruhnya untuk membawa empat macam air: Air yang tawar, air yang asin, air yang pahit dan air yang bau. Kemudian Dia perintahkan untuk menuangkan air-air tersebut ke pada tanah, lalu Allah mengaduknya dengan kuasanya, maka tidak ada sesuatu yang berlebih dari tanah yang membutuhkan air atau air yang membutuhkan tanah. Maka Dia jadikan air yang tawar di kerongkongannya, Dia jadikan air yang asin di kedua matanya, Dia jadikan air yang pahit dalam kedua telinganya, dan Dia jadikan air yang bau di dalam hidungnya. Hawwâ` dinamakan Hawwâ` (hidup) karena dia diciptakan dari yang hidup.

Dikatakan kepada kuda: Ajad, sebab orang yang pertama menaiki kuda adalah Qâbîl pada hari dia membunuh saudaranya Hâbîl dan dia mulai mengucapkan: Ajad al-yauma wa mâ tarakan nâsu daman (Ajad pada hari ini dan manusia tidak meninggalkan darah), maka dikatakan kepada kuda: Ajad, karena yang demikian itu.

Dikatakan kepada baghal: ‘Ad, sebab yang pertama menaiki baghal adalah Âdam as, dan yang demikian itu dia mempunyai anak lelai yang dinamai ma’ad dan dia sangat menyayangi hewan, dia menghalau dengan Âdam, bila baghal malas berjalan, maka dia menyeru: Wahai Ma’ad, giringkanlah dia, lalu baghal menoleh. Kemudian orang-orang membuang huruf mîm dari kata Ma’ad hingga mereka memanggilnya: ‘Ad.

Dan dikatakan kepada keledai (himâr): Har, sebab orang yang pertama-tama menaiki keledai adalah Hawwâ`, dan yang demikian itu karena dia mempunyai keledai betina (himârah) yang dia menaikinya untuk menziarahi anaknya Hâbîl, maka dalam perjalanannya dia mengatakan: Wâ harâh. Apabila dia mengucapkan kalimat ini keledau itu berjalan, dan jika dia diam, keledai itu malas berjalan, kemudian orang-orang meninggalkan hal itu, dan mereka menguicapkan: Har.

Dirham dinamakan dirham, berasal dari dua kata: dâr dan hamm (negeri duka-cita), barangsiapa yang mengumpulkannya dan tidak menginfaqkannya di jalan taat kepada Allah, niscaya dirham itu akan menjerumuskannya ke dalam neraka. Dan dinar disebut dinar, karena ia (dari dua kata): dâr dan nâr (negeri naraka), dan barangsiapa yang mengumpulkannya dan tidak mengeluarkannya dalam taat kepada Allah, niscaya dinar itu akan menjerumuskannya ke dalam neraka.”

Berkatalah orang yahudi itu, “Engkau benar wahai Amîrul Mu`minîn, sesungguhnya kami mendapatkan semua yang engkau terangkan di dalam kitab Taurat.” Lalu dia pun masuk Islam di hadapannya dan menjadi pembelanya hingga dia gugur dalam perang Shiffîn. Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn. [Kitab 'Ilal Al-Syarâ'i hal. 1-3]

Wed, 22 Apr 2015 @17:50


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+6+7

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved