Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Shalawat Nariyyah

image

FADHILAH SHALAWÂT NÂRIYYAH
 
Shalawat Nâriyyah
    Allâhumma shalli ’shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman ‘alâ sayyidinâ Muhammadinilladzî tanhallu bihil ‘uqad, wa tanfariju bihil qurab, wa tuqdhâ bihil hawâij, wa tunâlu bihir raghâibu wa husnul khawâtim, wa yustasqal ghamamu biwajhihil karîm, wa ‘alâ âlihi wa shahbihil muntajabîn, fî kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’lûmin lak.
 
 
     Artinya :Ya Allah curahkanlah shalawat dengan shalawat yang sempurna dan limpahkanlah salam dengan salam yang sempurna atas penghulu kami Muhammad yang dengannya terlepas segala ikatan, dengannya lenyap segala kesedihan, dengannya terpenuhi segala kebutuhan, dengannya tercapai segala kesenangan dan husnul khâtimah, dan dengan wajahnya yang mulia hujan diturunkan, dan juga atas keluarganya dan sahabat-sahabatnya yang mulia pada setiap kedipan mata dan hembusan nafas sebanyak hitungan segala yang ada dalam pengetahuan-MU
 
     Shalawat ini juga suka disebut Shalawat Tafrijiyyah (shalawat untuk memohon kelepasan dari kesusahan dan bencana). Shalawat ini ada yang menisbahkannya kepada Imam ‘Ali Zainul ‘Abidin bin Imam Al-Husain as. Di negeri sebelah maghrib dikenali sebagai Shalawat Nâriyyah, karena menjadi amalan mereka apabila ingin melaksanakan sesuatu hajat atau menolak sesuatu bencana, mereka akan berkumpul dan membaca shalawat ini 4444 kali, lalu terkabul hajat mereka dan tertolak segala malapetaka secepat api (nâr) yang menyambar atau membakar. Ia juga dikenal sebagai miftâhul kanzil muhîth li naili murâdil ‘abîd (kunci perbendaharaan yang meliputi untuk menyampaikan harapan para hamba).
    
     Shalawat ini mempunyai keistimewaan, kerana selain shalawat juga merupakan tawassul kepada Allah dengan Junjungan Nabi saw yang kita menyebut nama dan dhamir beliau sebanyak 8 kali. Menurut Al-Qurthubi bahwa siapa yang melazimi akan shalawat ini pada setiap hari 41 kali atau 100 kali atau lebih, niscaya Allah melepaskan kedukaan, kebimbangan dan kesusahannya, menyingkap penderitaan dan segala bahaya, memudahkan segala urusannya, menerangi batinnya, meninggikan kedudukannya, membaikkan keadaannya, meluaskan rezekinya, membuka baginya segala pintu kebajikan, kata-katanya dituruti, diamankan dari bencana setiap waktu dan dari kelaparan serta kefakiran, dicintai oleh manusia dan dimakbulkan permintaannya. Akan tetapi untuk mencapai segala ini, seseorang itu hendaklah mengamalkan shalawat ini dengan mudâwamah (konsisten).
 
    Al-Sanusi berkata bahawa siapa yang melazimi membacanya 11 kali setiap hari, maka seakan-akan rezekinya turun langsung dari langit dan dikeluarkan oleh bumi..
 
       Al-Dainuri berkata bahwa siapa yang membaca shalawat ini dan menjadikannya wirid setiap selepas shalat 11 kali, niscaya tidak berkeputusan rezekinya, tercapai martabat yang tinggi dan kekuasaan yang mencukupi. Siapa yang mendawamkannya selepas shalat Subuh setiap hari 41 kali, tercapai maksudnya. Siapa yang mendawamkannya 100 kali setiap hari, terhasil kehendaknya dan memperoleh kehormatan melebihi kehendaknya. Siapa yang mendawamkannya setiap hari menurut bilangan para rasul (313 kali) untuk menyingkap segala rahasia, maka dia akan menyaksikan segala apa yang dikehendakinya. Siapa yang mendawamkannya 1000 kali sehari, maka baginya pahala yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terbetik di dalam hati manusia.
 
      Al-Qurthubi juga berpesan bahwa siapa yang berkehendak untuk menghasilkan hajatnya yang besar atau menolak bencana yang menimpa, maka bacalah shalawat ini sebagai tawassul dengan Junjungan Nabi saw sebanyak 4444 kali, niscaya Allah yang maha tinggi akan menyampaikan hajat dan harapan si pembaca. Ibnu Hajar Al-’Asqalani telah menyebut akan kelebihan bilangan ini sebagai iksir fi sababit ta`tsîr (pati ubat sebagai penyebab berlakunya kesan).
 
    Sebagian ulama mengatakan bahwa shalawat ini adalah merupakan satu perbendaharaan dari pada khazanah-khazanah Allah 'azza wa jalla, dan bershalawat dengannya merupakan kunci-kunci pembuka segala khazanah-khazanah Allah yang dibukakan-Nya bagi siapa yang mendawamkannya serta dengannya seseorang boleh sampai kepada apa yang dikehendaki Allah 'azza wa jalla. Oleh karena itu silakan ikhwah semua merujuk kepada para ulama kita (ingat bukan ulama yang membid'ahkannya) dan melihat akan karangan-karangan terdahulu seperti “Afdhalush Shalâh ‘ala Sayyidis Sâdâh” karangan Syaikh Yusuf bin Ismail Al-Nabhani, “Jawahirul Mawhub” dan “Lam`atul Awrad” kedua-duanya karangan Tok Syaikh Wan ‘Ali Kutan al-Kelantani, “Khazinatul Asrar” shollu ‘alan Nabiy.
 
      Sholawat Nariyah, tidak ada dari isinya yg bertentangan dg syariah, makna kalimat : yang dengan beliau terurai segala ikatan, hilang segala kesedihan, dipenuhi segala kebutuhan, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik, serta”, adalah kiasan, bahwa beliau saw pembawa Alqur’an, pembawa hidayah, pembawa risalah, yg dg itu semualah terurai segala ikatan dosa dan sihir, hilang segala kesedihan yaitu dengan sakinah, khusyu dan selamat dari siksa neraka, dipenuhi segala kebutuhan oleh Allah swt, dicapai segala keinginan dan kesudahan yang baik yaitu husnul khatimah dan sorga.
 
     Dalam kitab Khozinatul Asror (hlm. 179) dijelaskan, “Salah satu shalawat yang mustajab ialah Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah, yang disebut orang Maroko dengan Shalawat Nariyah karena jika mereka (umat Islam) mengharapkan apa yang dicita-citakan, atau ingin menolak yang tidak disukai mereka berkumpul dalam satu majelis untuk membaca shalawat nariyah ini sebanyak 4444 kali, tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bi idznillah).”
 
     “Shalawat ini juga oleh para ahli yang tahu rahasia alam diyakini sebagai kunci gudang yang mumpuni:. .. Dan imam Dainuri memberikan komentarnya: Siapa membaca shalawat ini sehabis shalat (Fardhu) 11 kali digunakan sebagai wiridan maka rizekinya tidak akan putus, di samping mendapatkan pangkat kedudukan dan tingkatan orang kaya.”      Sholawat Nariyah adalah sebuah sholawat yang disusun oleh Syekh Nariyah. Syekh yang satu ini hidup pada jaman Nabi Muhammad sehingga termasuk salah satu sahabat nabi. Beliau lebih menekuni bidang ketauhidan. Syekh Nariyah selalu melihat kerja keras nabi dalam menyampaikan wahyu Allah, mengajarkan tentang Islam, amal saleh dan akhlaqul karimah sehingga syekh selalu berdoa kepada Allah memohon keselamatan dan kesejahteraan untuk nabi. Doa-doa yang menyertakan nabi biasa disebut sholawat dan syekh nariyah adalah salah satu penyusun sholawat nabi yang disebut sholawat nariyah.
 
   Suatu malam syekh nariyah membaca sholawatnya sebanyak 4444 kali. Setelah membacanya, beliau mendapat karomah dari Allah. Maka dalam suatu majelis beliau mendekati Nabi Muhammad dan minta dimasukan surga pertama kali bersama nabi. Dan Nabi pun mengiyakan. Ada seseorang sahabat yang cemburu dan lantas minta didoakan yang sama seperti syekh nariyah. Namun nabi mengatakan tidak bisa karena syekh nariyah sudah minta terlebih dahulu.
 
     Mengapa sahabat itu ditolak nabi? dan justru syekh nariyah yang bisa? Para sahabat itu tidak mengetahui mengenai amalan yang setiap malam diamalkan oleh syekh nariyah yaitu mendoakan keselamatan dan kesejahteraan nabinya. Orang yang mendoakan Nabi Muhammad pada hakekatnya adalah mendoakan untuk dirinya sendiri karena Allah sudah menjamin nabi-nabiNya sehingga doa itu akan berbalik kepada si pengamalnya dengan keberkahan yang sangat kuat.

     Jadi nabi berperan sebagai wasilah yang bisa melancarkan doa umat yang bersholawat kepadanya. Inilah salah satu rahasia doa/sholawat yang tidak banyak orang tahu sehingga banyak yang bertanya kenapa nabi malah didoakan umatnya? untuk itulah jika kita berdoa kepada Allah jangan lupa terlebih dahulu bersholawat kepada Nabi SAW karena doa kita akan lebih terkabul daripada tidak berwasilah melalui bersholawat.

     Inilah riwayat singkat sholawat nariyah. Hingga kini banyak orang yang mengamalkan sholawat ini, tak lain karena meniru yang dilakukan syekh nariyah. Dan ada baiknya sholawat ini dibaca 4444 kali karena syekh nariyah memperoleh karomah setelah membaca 4444 kali. Jadi jumlah amalan itu tak lebih dari itba’ (mengikuti) ajaran syekh.

       Agar bermanfaat, membacanya harus disertai keyakinan yang kuat, sebab Allah itu berada dalam prasangka hambanya. Inilah pentingnya punya pemikiran yang positif agar doa kita pun terkabul. Meski kita berdoa tapi tidak yakin (pikiran negatif) maka bisa dipastikan doanya tertolak.

Disadur oleh Abu Zahra dari Blog Welcome to Fadjar HermaOne

Sun, 5 Apr 2015 @11:47


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved