Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Doa Ziarah Arba'in

image

Doa Ziarah Arba'în Imam Husain as

السَّلاَمُ عَلَى وَلِيِّ اللهِ وَحَبِيْبِهِ, السَّلاَمُ عَلَى خَلِيْلِ اللهِ وَنَجِِيْبِهِ, السَّلاَمُ عَلَى صَفِيِّ اللهِ وَابْنِ صَفِيِّهِ, السَّلاَمُ عَلَى الْحُسَيْنِ الْمَظْلُوْمِ الشَّهِيْدِ, السَّلاَمُ عَلَى أَسِيْرِ الْكُرُبَاتِ وَقَتِيْلِ الْعَبَرَاتِ

Assalâmu ‘alâ waliyyillâhi wa habîbih, assalâmu ‘alâ khalîlillâh wa najîbih, assalâmu ‘alâ shafiyyillâhi wabni shafiyyih, assalâmu ‘alal husainil mazhlûmisy syahîd, assalâmu ‘alâ asîril kurûbâti wa qatîlil ‘abarât.

Salâm bagi wali Allah dan kekasih-Nya, salâm bagi khalîl Allah dan pilihan-Nya, salâm bagi pilihan Allah dan putra pilihan-Nya, salâm bagi Husain yang teraniaya yang syahîd, salâm bagi tawanan berbagai petaka dan yang terbunuh dari kalangan mereka yang berduka.
 
اللَّهُمَّ إِنِّي أَشْهَدُ أَنَّهُ وَلِيُّكَ وَابْنُ وَلِيِّكَ, وَصَفِيُّكَ وَابْنُ صَفِيِّكَ, الْفَائِزُ بِكَرَامَتِكَ, أَكْرَمْتَهُ بِالشَّهَادَةِ, وَحَبَوْتَهُ بِالسَّعَادَةِ, وَاجْتَبَيْتَهُ بِطِيْبِ الْوِلاَدَةِ, وَجَعَلْتَهُ سَيِّدًا مِنَ السَّادَةِ, وَقَائِدًا مِنَ الْقَادَةِ وَذَائِدًا مِنَ الذَّادَةِ, وَأَعْطَيْتَهُ مَوَارِيْثَ اْلأَنْبِيَاءِ, وَجَعَلْتَهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِكَ مِنَ اْلأَوْصِيَاءِ, فَأَعْذَرَ فِي الدُّعَاءِ, وَمَنَحَ النُّصْحَ, وَبَذَلَ مُهْجَتَهُ فِيْكَ, لِيَسْتَنْقِذَ عِبَادَكَ مِنَ الْجَهَالَةِ وَحَيْرَةِ الضَّلاَلَةِ

Allâhumma innî asyhadu annahu waliyyuka wabnu waliyyik, wa shafiyyuka wabnu shafiyyik, alfâ`izu bikarâmatik, akramtahu bisy syahâdah, wa habautahu bis sa‘âdah, wajtabaitahu bithîbil wilâdah, wa ja‘altahu sayyidan minas sâdah, wa qâ`idan minal qâdah, wa dzâ`idan minadz dzâdah, a‘thaitahu mawârîtsal anbiyâ`, wa ja‘altahu hujjatan ‘alâ khalqika minal aushiyâ`, fa a‘dzara fid du‘â`, wa manahan nushh, wa badzala muhjatahu fîk, liyastanqidza ‘ibâdaka minal jahâlati wa hairatidh dhalâlah.

Ya Allah aku bersaksi bahwa dia adalah wali-Mu dan putra wali-Mu, pilihan-Mu dan putra pilihan-Mu, Dia yang beruntung dengan kemuliaan-Mu, Engkau telah memuliakannya dengan gugur di jalan Allah, Engkau telah memberinya keberuntungan, Engkau telah memilihnya dengan kelahiran yang baik, Engkau telah menjadikannya orang yang mulia dari kalangan sâdah, pemimpin dari kalangan qâdah (para pemimpin), dan pelindung dari kalangan dzâdah (para pelindung), Engkau telah memberinya warisan para nabi dan Engkau telah menjadikannya hujjah atas makhluk-Mu dari kalangan para washi, maka dia telah menyatakan uzurnya dalam doa, memberikan pesan dan mencurahkan segala kemampu-annya pada jalan-Mu demi menyelamatkan hamba-hamba-Mu dari kejahilan dan dari terumbang-ambing dalam kesesatan.

وَقَدْ تَوَازَرَ عَلَيْهِ مَنْ غَرَّتْهُ الدُّنْيَا وَبَاعَ حَظَّهُ بِاْلأَرْذَلِ اْلأَدْنَى, وَشَرَى آخِرَتَهُ بِالثَّمَنِ اْلأَوْكَسِ, وَتَغَطْرَسَ وَتَرَدَّى فِي هَوَاهُ, وَأَسْخَطَ نَبِيَّكَ, وَأَطَاعَ مِنْ عِبَادِكَ أَهْلَ الشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ, وَحَمَلَةَ الأَوْزَارِ الْمُسْتَوجِبِيْنَ النَّار, فَجَاهَدَهُمْ فِيْكَ صَابِرًا مُحْتَسِبًا حَتَّى سُفِكَ فِي طَاعَتِكَ دَمُهُ, وَاسْتُبِيحَ حَرِيْمُهُ. اللَّهُمَّ فَالْعَنْهُمْ لَعْنًا وَبِيْلاً, وَعَذِّبْهُمْ عَذَابًا أَلِيْمًا

Wa qad tawâzara ‘alaihi man gharrathud dun-yâ wa bâ‘a hazhzhahu bil ardzalil andâ, wa syarâ ãkhiratahu bits tsamanil aukas, wa taghathrasa wa taraddâ fî hawâhu, wa askhatha nabiyyak, wa athâ‘a min ‘ibâdika ahlasy syiqâqi wan nifâq, wa hamalatal auzâril mustaujibînan nâr, fajâhadahum fîka shâbiran muhtasiban hattâ sufika fî thâ‘atika damuh, was-tubîha harîmuh. Allâhumma fal‘anhum la‘nan wabîlâ, wa ‘adzdzibhum ‘adzâban ‘alîmâ.

Orang yang tertipu oleh dunia, yang menjual bagiannya dengan kehinaan yang rendah serta menukar akhiratnya dengan harga yang murah, yang menyombongkan diri lagi mengikuti hawa nafsunya, yang telah membangkitkan murka Nabi-Mu, yang mematuhi kaum durhaka serta munâfiq dari kalangan hamba-hamba-Mu dan mematuhi para pelaku dosa yang berhak mendapatkan neraka. Mereka telah menyerangnya, lalu dia berjihad melawannya di jalan-Mu dengar sabar dan mengharap (rido-Mu) sehingga ditumpahkan darahnya dan ditawan perempuannya dalam ketaatan kepada-Mu. Ya Allah kutuklah mereka dengan kutukan yang besar, dan siksalah mereka dengan siksaan yang pedih.

السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ رَسُولِ اللهِ, السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا ابْنَ سَيِّدِ اْلأَوْصِيَاءِ, أَشْهَدُ أَنَّكَ أَمِيْنُ اللهِ وَابْنُ أَمِِيْنِهِ, عِشْتَ سَعِيْدًا وَمَضَيْتَ حَمِيْدًا وَمِتَّ فَقِيْدًا مَظْلُوْمًا شَهِيْدًا, وَأَشْهَدُ أَنَّ اللهَ مُنْجِزٌ مَا وَعَدَكَ, وَمُهْلِكٌ مَنْ خَذَلَكَ, وَمُعَذِّبٌ مَنْ قَتَلَكَ, وَأَشْهَدُ أَنَّكَ وَفَيْتَ بِعَهْدِ اللهِ, وَجَاهَدْتَ فِي سَبِيْلِهِ حَتَّى أَتَاكَ الْيَقِيْنُ, فَلَعَنَ اللهُ مَنْ قَتَلَكَ, وَلَعَنَ اللهُ مَنْ ظَلَمَكَ, وَلَعَنَ اللهُ أُمَّةً سَمِعَتْ بِذَالِكَ فَرَضِيَتْ بِهِ

Assalâmu ‘alaika yabna rasûlillâh, assalâmu ‘alaika yabnal aushiyâ`, asyhadu annaka amînullâh wa bnu amî-nih, ‘isyta syahîdan wa madhaita hamîdan wa mitta faqîdan mazhlûman syahîdâ, wa asyhadu annallâha munjizun mâ wa‘adak, wa muhlikun man khadzalak, wa mu‘adzdzibun man qatalak, wa asyhadu annaka wafaita bi‘ahdillâh, wa jâhadta fî sabîlihi hattâ atâkal yaqîn, fala‘anallâhu man qatalak, wa la‘anallâhu man zhalamak, wa la‘anallâhu ummatan sami‘at bidzâlika faradhiyat bih.

Salâm bagimu wahai putra Rasûlullâh, salâm bagimu wahai putra penghulu para washi, aku bersaksi bahwa engkau adalah kepercayaan Allah dan putra kepercayaan-Nya, engkau hidup dengan beruntung, berlalu dengan terpuji dan meninggal dengan gurur, teraniaya dan syahîd, dan aku bersaksi bahwa Allah akan menunaikan janji yang Dia janjikan kepadamu, akan mebinasakan orang-orang yang menindasmu dan menyiksa orang-orang yang membunuhmu. Dan aku bersaksi bahwa engkau telah memenuhi janji dengan Allah, dia berjihad di jalan-Nya hingga titik terakhir, maka Allah melaknat para pembunuhmu, Allah melaknat orang-orang yang menzalimimu, dan Allah melaknat ummat yang mendengar hal itu lalu mereka rela dengannya.

اللَّهُمَّ إِنِّي أُشْهِدُكَ أَنِّي وَلِيٌّ لِمَنْ وَالاَهُ, وَعَدُوٌّ لِمَنْ عَادَاهُ, بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي يَا ابْنَ رَسُولِ اللهِ, أَشْهَدُ أَنَّكَ كُنْتَ نُوْرًا فِي اْلأَصْلاَبِ الشَّامِخَةِ, وَاْلأَرْحَامِ الطَّاهِرَةِ, لَمْ تُنَجِّسْكَ الْجَاهِلِيَّهُ بِأَنْجَاسِهَا, وَلَمْ تُلْبِسْكَ الْمُدْلَهِمَّاتُ مِنْ ثِيَابِهَا

Allâhumma innî usyhiduka annî waliyyun liman wâlâh, wa ‘aduwwun liman ‘âdâh, bi`abî anta wa ummî yabna rasûlillâh, asyhadu annaka kunta nûran fil ashlâbisy syâmikhah, wal arhâmith thâhirah, lam tunajjiskal jâhiliyyatu bi`anjâsihâ, wa lam tulbiskal mudlahimmâtu min tsiyâbihâ.

Ya Allah kupersaksikan kepada-Mu bahwa aku berpihak kepada orang yang berpihak kepadanya, dan aku nyatakan musuh bagi orang yang memusuhinya, demi ayahku engkau dan demi ibuku wahai putra Rasûlullâh, aku bersaksi bahwa engkau adalah cahaya dari sulbi-sulbi yang luhur dan rahim-rahim yang suci yang tidak dikotori oleh jâhiliyyah dengan berbagai kotorannya, dan tidak dikotori oleh berbagai kegelapan busananya.

وَأَشْهَدُ أَنَّكَ مِنْ دَعَائِمِ الدِّيْنِ, وَأَرْكَانِ الْمُسْلِمِيْنَ, وَمَعْقِلِ الْمُؤْمِنِيْنَ, وَأَشْهَدُ أَنَّكَ اْلإِمَامُ الْبَرُّ التَّقِيُّ الرَّضِيُّ الزَّكِيُّ الْهَادِي الْمَهدِيُّ, وَأَشْهَدُ أَنَّ اْلأَئِمَّةَ مِنْ وُلْدِكَ كَلِمَةُ التَّقْوَى, وَأَعْلاَمُ الْهُدَى, وَالْعُرْوَةُ الْوُثْقَى, وَالْحُجَّةُ عَلَى أَهْلِ الدُّنْيَا

Wa asyhadu annaka min da‘â`imid dîn, wa arkânil muslimîn, wa ma‘qilil mu`minîn, wa asyhadu annakal imâmul barrut taqiyyur radhiyyuz zakiyyul hâdil mahdiyy, wa asyhadu annal a`immata min wuldika kalimatut taqwâ, wa a‘lâmul hudâ, wal ‘urwatul wutsqâ, wal hujjatu ‘alâ ahlid dun-yâ.

Aku bersaksi bahwa engkau adalah di antara penyangga ajaran, penopang kaum muslimin dan tali pengikat bagi orang-orang yang beriman, aku bersaksi bahwa engkau adalah imam yang baik yang taqwâ yang rela yang suci yang memberi petunjuk lagi ditunjuki, dan aku bersaksi bahwa para imam dari keturunanmu adalah kalimat taqwâ, ciri pentunjuk, tali yang kuat dan hujjah atas penduduk dunia.
 
وَأَشْهَدُ أَنِّي بِكُمْ مُؤْمِنٌ, وَبِإِيَابِكُمْ مُوْقِنٌ بِشَرَائِعِ دِيْنِي وَخَوَاتِيْمِ عَمَلِي, وَقَلْبِي لِقَلْبِكُمْ سِلْمٌ, وَأَمْرِي ِلأَمْرِكُمْ مُتَّبِعٌ, وَنُصْرَتِي لَكُمْ مُعَدَّةٌ حَتَّى يَأْذَنَ اللهُ لَكُمْ, فَمَعَكُمْ مَعَكُمْ لاَ مَعَ عَدُوِّكُمْ, صَلَوَاتُ اللهِ عَلَيْكُمْ, وَعَلَى أَرْوَاحِكُمْ وَأَجْسَادِكُمْ, وَشَاهِدِكُمْ وَغَائِبِكُمْ, وَظَاهِرِكُمْ وَبَاطِنِكُمْ, آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Wa asyhadu annî bikum mu`min, wa bi`iyâbikum mûqin, bisyarâ`i‘i dînî wa khawâtîma ‘amalî, wa qalbî liqalbikum silm, wa amrî li`amrikum muttabi‘, wa nushratî lakum mu‘addatun hattâ ya`dzanallâhu lakum, fama‘akum ma‘akum lâ ma‘a ‘aduwwikum, shalawâtullâhi ‘alaikum, wa ‘alâ arwâhikum wa ajsâdikum, wa syâhidikum wa ghâ`ibikum, wa zhâhirikum wa bâthinikum, ãmîna rabbal ‘âlamîn.

Dan aku bersaksi bahwa aku beriman kepada kalian dan yakin kembalinya kalian dengan syari'ah-syari'ah ajaranku dan amal-amal terakhirku, hatiku damai kepada hati kalian, urusanku mengikuti urusan kalian dan pembelaanku disiapkan untuk kalian hingga Allah mengizinkan bagi kalian, maka bersama kalian bersama kalian tidak bersama musuh kalian, shalawât Allah bagi kalian, bagi arwâh kalian dan jasad-jasad kalian, kehadiran kalian dan keghaiban kalian, lahir kalian dan batin kalian, kabulkanlah wahai Tuhan yang mengatur alam semesta.

 

Kemudian kamu shalat dua raka'at dan berdoa dengan doa yang kamu suka.

----------------

Arba' în di sini maksudnya 40 hari Imam Husain as setelah beliau gugur di Karbala (10 Muharram 61 Hujrah/10 Oktober 680 Masehi). Imam Ja‘far Al-Shâdiq as menganjurkan untuk membaca doa ziarah tersebut pada hari arba în . Dan Imam H asan Al-‘Askari as menyebutkan bahwa salah satu sifat orang yang beriman adalah membaca ziyâratul arba‘în . [Bih ârul Anwâr 98/329] Diriwayatkan dari Shafwân bin Mihrân Al-Jammâl dia berkata: Maulâku Al-Shâdiq shalawâtullâh ‘alaihi berkata kepadaku tentang ziyâratul arba‘în, "Kamu berziarah ketika siang telah meninggi dan kamu ucapkan: Assalâmu alâ waliyyillâhi wa h abîbih, assalâmu alâ khalîlillâh wa najîbih, assalâmu …." [Tahdzîb Al-Ah kâm 6/113]

Thu, 11 Dec 2014 @19:00


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved