Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Imam Husain

image

HUSAIN DARIKU DAN AKU DARI HUSAIN

Rasulullah saw bersabda, “Husain dariku dan aku dari Husain, Allah mencintai manusia yang mencintai Husain, Husain salah satu dari Al-Asbâth.” [HR Al-Turmudzi 2/308]

Ibnu Mâjah di dalam bab Fadhâ`il Ashhâb Rasûlillâhi saw. Dia telah meriwayatkan dengan sanad- nya dari Ya’lâ bin Murrah bahwa mereka (sahabat Nabi saw) keluar bersama Nabi saw kepada undangan makan yang mereka telah diundang kepadanya, maka ternyata Husain segang bermain di jalan, lalu Rasulullah saw mendahului orang-orang dan beliau mengulurkan kedua tangannya, maka anak itu berlari-lari ke sana ke mari dan Nabi saw tertawa kepadanya hingga beliau mengambilnya, lalu beliau jadikan salah satu tangannya di bawah dagunya dan yang lainnya di belakang kepalanya lantas beliau menciuminya seraya berkata, “Husain dariku dan aku dari Husain, Allah pasti mencintai orang yang mencintai Husain, Husain salah satu dari Al-Asbâth.”

Al-Bukhâri juga meriwayatkan dalam Al-Adab Al-Mufrad dalam bab Mu’ânaqah Al-Shabiyy (memeluk anak kecil) dan dia berkata: Nabi saw telah bersabda, “Husain dariku dan aku darinya, Allah mencintai manusia yang mencintainya, Al-Hasan dan Al-Husain adalah dua sibthân dari Al-Asbâth.”

Al-Hâkim juga telah meriwayatkan dalam Al-Mustadrak ‘alâ Al-Shahîhain 3/177 dan dia berkata: Maka beliau meletakkan salah satu tangannya dia belakang kepalanya dan yang satunya lagi di bawah dagunya, lalu beliau meletakkan mulutnya di atas mulutnya beliau menciuminya seraya berkata, “Husain dariku dan aku dari Husain, Allah mencintai manusia yang mencintai Husain, Husain salah satu dari Al-Asbâth.”

Ahmad bin Hanbal meriwayatkan juda dalam Musnad- nya 4/172; Ibn Al-Atsîr juga dalam Usud Al-Ghâbah 2/19 dan pada 5/130 dan demikianm pula para ahli hadîts yang lainnya.

 

Husain dariku dan aku dari Husain

Husain dariku tentu dari jihat materialis bahwa dia adalah putra Rasulullah saw sebagaimana juga beliau katakan bahwa putra-putranya terlahir melalui ‘Ali bin Abî Thâlib as. Dan aku dari Husain harus dilihat dari sisi maknawi bahwa Rasulullah saw dan Husain as memiliki kecintaan yang sangat, hubungan yang kuat dan ikatan yang sempurna. Maka sabda Nabi saw tersebut mengandung makna kinâyah yang mengisyaratkan kepada perjuangan dan pengorbanan Husain as dalam meneguhkan ajaran Rasulullah saw dan menghidupkan syi’ar keagungannya dengan gugurnya, maka perkataan beliau saw Husain dariku ditafsirkan dari sisi materialis dan Aku dari Husain dari sisi maknawiyyah. Demikian penjelasan Al-Sayyid Murtadhâ Al-Husaini Al-Fairûz Âbâdi.

 

Allah pasti mencintai manusia yang mencintai Husain

Untuk sampai kepada tingkatan mahabbah dari Allah ‘azza wa jalla tarikatnya atau caranya adalah dengan mencintai Husain as dan mencintainya tentu dengan cara mengikutinya dalam menegakkan kebenaran dan keadilan serta menentang kaum penindas dan penjajah. Mahatma Gandhi mengatakan, “I learnt from Hussein how to achieve victory while being oppressed.”

Dan Bungkarno berkata, “Husain adalah panji berkibar yang diusung oleh setiap orang yang menentang kesombongan di zamannya dimana kekuasaan itu telah tenggelam dalam kelezatan dunia serta meninggalkan rakyatnya dalam penindasan dan kekejaman.”

 

Husain salah satu dari Al-Asbâth

Siapakah Al-Asbâth itu? Di adalam Al-Kitâb disebutkan beberapa kali. Allah ‘azza wa jalla berfirman, Dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth. [Al-Baqarah 2/136] Firman-Nya, Apakah kamu mengatakan: Sesungguhnya Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth mereka itu kaum yahudi atau nasrani. [Al-Baqarah 2/140] Firman-Nya Yang Maha Tinggi,  Dan apa-apa yang diturunkan kepada Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth. [Âli ‘Imrân 3/84] Dan firman-Nya, Dan Kami wahyukan kepada Ibrâhîm, Ismâ’îl, Ishâq, Ya’qûb dan Al-Asbâth. [Al-Nisâ` 4/163]

Jadi Al-Asbâth adalah manusia-manusia pilihan Allah ‘azza wa jalla yang meneruskan kepemimpinan Islam setelah risâlah dan nubuwwah dan Imam Husain adalah salah satunya.

 

Fri, 7 Nov 2014 @08:06


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+8+9

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved