Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Hadits Al-Tsaqalain [6]

Kewajiban Berpegang, Berpedoman dan Merujuk pada Al-Tsaqalain: Al-Quran dan Ahlulbait Rasulullah saw yang Suci (Bagian Keenam)

قَالَ رَسُولُ اللهِ ص : كَأَنِي دُعِيْتُ فَأَجَبْتُ إِنِّي قَدْ تَرَكْتُ فِيْكُمُ الثَّقَلَيْنِ, أَحَدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الآخَرِ : كِتَابَ اللهِ تَعَالَى وَ عِتْرَتِي فَانْظُرُوا كَيْفَ تَخْلُفُوْنِي فِيْهِمَا فَإِنَّهُمَا لَنْ يَفْتَرِقَا حَتَّى يَرِدَا عَلَيَّ الْحَوْضَ. ثُمَّ قَالَ : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ مَوْلاَيَ وَ أَنَا مَوْلَى كُلِّ مُؤْمِنٍ. ثُمَّ أَخَذَ بِيَدِ عَلِيٍّ فَقَالَ : مَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ فَهَذَا وَلِيُّهُ, اللَّهُمَّ وَالِ مَنْ وَالاَهُ, وَ عَادِ مَنْ عَادَاهُ


Rasûlullâh saw berkata, “Seakan-akan aku telah dipanggil, lalu aku memenuhi (panggilan itu), sesungguhnya aku telah meninggalkan pada kalian dua tsaqal, salah satunya lebih agung dari yang lainnya: Kitab Allah yang maha tinggi dan 'Itrahku, maka perhatikanlah oleh kalian, bagaimana kalian perlakukan aku pada keduanya, maka sesungguhnya mereka tidak akan berpisah hingga mereka datang kepadaku di telaga." Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla adalah Maulaku dan aku maula (pemimpin) setiap orang yang beriman." Kemudian beliau memegang tangan 'Ali, lalu berkata, "Barang siapa yang aku adalah maulanya, maka orang ini adalah walinya (pemimpinnya), ya Allah cintailah orang yang mencintainya dan musuhilah orang yang memusuhinya."

Al-Hâkim telah meriwayatkannya dari Zaid bin Arqam secara marfû' (terangkat sanadnya sampai Rasulullah saw) pada halaman 109 dari jilid ketiga dari kitab Al-Mustadrak 'alâ Al-Shahîhain, kemudian dia berkata, "Ini hadîts shahîh atas syarat dua Syaikh (Al-Bukhâri dan Muslim) namun mereka tidak mengeluarkannya. Dan dia meriwayatkannya juga dari jalan yang lain dari Zaid bin Arqam pada halaman 533 dari jilid ketiga dari kitab Al-Mustadrak , kemudian dia mengatakan, "Ini hadîts shahîh isnâdnya dan mereka tidak mengeluarkannya." Al-Dzahabi telah mengeluarkannya di dalam kitab Talkhîsh- nya dengan mengakui keshahîhannya.

Hadîts yang semisal ini bisa dilihat dalam kitab-kitab berikut:
1.    Khashâ`ish Amîr Al-Mu`minîn oleh Al-Nasâ`i Al-Syâfi'i hal. 21 cet, Al-Taqaddum Mesir dan hal. 93 cet. Al-Haidariyyah dan pada hal. 35 cet. Beirut.
2.    Al-Manâqib oleh Al-Khawârizmi Al-Hanafi hal. 93.
3.    Al-Shawâ'iq Al-Muhriqah oleh Ibnu Hajar hal. 136 cet. Al-Maimanah dan hal. 226 cet. Al-Muhammadiyyah Mesir.
4.    Yanâbî' Al-Mawaddah oleh Al-Qandûzi Al-Hanafi hal. 32 cet. Islambûl dan pada hal. 36 cet. Al-Haidariyyah.
5.    Al-Ghadîr oleh Al-Amîni pada 1/30.
6.    Kanz Al-'Ummâl oleh Al-Muttaqi Al-Hindi 1/167, hadîts ke-954 dan 10/91 hadîts ke-255 cetakan kedua.
7.    'Abaqât Al-Anwâr bagian hadîts Al-Tsaqalain 1/117, 121, 122, 125, 132, 144, 152, 159, 161, 177, 213 dan 241.

Tue, 12 Aug 2014 @08:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved