Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Doa Hari Kedua Puluh Dua

Doa Hari Kedua Puluh Dua

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يَلْقَاكَ مُؤْمِنًا وَقَدْ عَمِلَ الصَّالِحَاتِ, وَمِمَّنْ أَسْكَنْتَهُ الدَّرَجَاتِ الْعُلَى فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يَذْكُرُ وَيَقُولُ: رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا, وَأَنْتَ خَيْرُ الْغَافِرِيْنَ وَأَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhummaj'alnî mimman yalqâka mu`minan wa qad 'amilash shâlihât, wa mimman askantahud darajâtil 'ulâ fî jannati 'adnin tajrî min tahtihal anhâr. Allâhummaj'alnî mimman yadzkuru wa yaqûlu: Rabbanâ ãmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa anta khairuil ghâfirîna wa arhamur râhimîn.
Ya Allah jadikanlah aku di antara orang yang berjumpa dengan-Mu dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang saleh, dan di antara orang-orang yang Engkau tempatkan pada tingkatan yang tinggi di dalam surga ‘Aden yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Ya Allah jadikanlah aku di antara orang yang berdzikir dan berdoa: Wahai Tuhan yang mengatur kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan sayangilah kami, dan Engkau adalah sebaik-baik yang mengampuni dan yang maha pengasih dari semua yang mengasihi.


اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ عِبَادِكَ الَّذِيْنَ يَمْشُونَ عَلَى اْلأَرْضِ هَوْنًا, وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلاَمًا, وَالَّذِيْنَ يَبِيْتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا, وَالَّذِيْنَ يَقُولُونَ: رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا, إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا, وَالَّذِيْنَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَامًا, وَالَّذِيْنَ لاَ يَدْعُونَ إِلَهًا آخَرَ, وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ, وَلاَ يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَالِكَ يَلْقَ أَثَامًا, يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيْهِ مُهَانًا, وَالَّذِيْنَ لاَ يَشْهَدُونَ الزُّوْرَ, وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا, وَالَّذِيْنَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَم يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا

Allâhummaj'alnî min 'ibâdikal ladzîna yamsyûna 'alal ardhi haunâ, wa idzâ khâthabahul jâhilûna qâlû salâmâ, wal ladzîna yabîtûna lirabbihim sujjadan wa qiyâmâ, wal ladzîna yaqûlûna: Rabbanashrif 'annâ 'adzâba jahannama inna 'adzâbahâ kâna gharâman innahâ sâ`at mustaqa-rran wa muqâmâ, wal ladzîna idzâ anfaqû lam yushrifû wa lam yaqturû wa kâna baina dzâlika qawâmâ, wal ladzîna lâ yad'ûna ilâhan ãkhar, walâ yaqtulûnan nafsal latî harramallâhu illâ bil haqq, walâ yaznûna wa man yaf'al dzâlika yalqa atsâman yudhâ'af lahul 'adzâbu yaumal qiyâmati wa yakhlud fîhi muhânâ, wal ladzîna lâ yasyhadûnaz zûra wa idzâ marrû bil laghwi marrû kirâmâ, wal ladzîna idzâ dzukkirû biãyâtillâhi lam yakhirrû 'alaihâ shumman wa 'umyânâ.
 Ya Allah jadikanlah aku di antara hamba-hamba-Mu yang berjalan di muka bumi dengan merendah, dan apabila disapa oleh orang-orang yang jâhil, mereka mengucapkan: Salâm, dan orang-orang yang mengisi malam harinya dengan sujud dan berdiri kepada Tuhannya, dan orang-orang yang mengucapkan: Wahai Tuhan kami, palingkanlah dari kami siksa Jahannam sesungguhnya siksanya itu sangat keras, dan sesungguhnya ia itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat tinggal, dan orang-orang yang apabila mereka itu infâq, tidak berlebihan dan tidak bakhil, tetapi jalan tengah di antara itu, dan orang-orang yang tidak menyeru tuhan yang lain, dan mereka tidak membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan benar, dan mereka tidak berzina dan siapa yang berbuat demikian maka dia telah berjumpa dengan dosa-dosa yang akan dilipatgandakan baginya siksaan pada hari kiamat dan dia kekal di dalamnya dalam keadaan terhina, dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian palsu, dan apabila mereka me lewati permainan, mereka berlalu dengan menjaga kehormatan diri, dan jika mereka diingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya, mereka tidak menyikapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta (mata hati).

 
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَقُولُونَ: رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقُّوْنَ فِيْهَا تَحِيَّةً وَسَلاَمًا خَالِدِيْنَ فِيْهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ تُحِلُّهُمْ دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِكَ لاَ يَمَسُّهُمْ فِيْهَا نَصَبٌ وَلاَ يَمَسُّهُمْ فِيْهَا لُغُوْبٌ

Allâhummaj'alnî minal ladzîna yaqûlûna: Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyatinâ qurrata a'yunin waj'alnâ lilmuttaqîna imâmâ. Allâhummaj'alnî minal ladzîna yujzaunal ghurfata bimâ shabarû wa yulaqqûna fîhâ tahiyyatan wa salâman khâlidîna fîhâ hasunat mustaqarran wa muqâmâ. Allâhummaj'alnî minal ladzîna tuhilluhum dâral muqâmati min fadhlika lâ yamassuhum fîhâ nashabun walâ yamassuhum fîhâ lughûb.
 Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang mengatakan: Wahai Tuhan kami berilah kami dari pasangan-pasangan kami dan keturunan kami penyejuk mata, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang ber-taqwâ. Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang diberi pahala ghurfah (istana surga), karena mereka telah sabar, dan dipertemukan kepada mereka peng-hormatan dan salâm padanya, mereka kekal di dalamnya, tempat itu merupakan tempat menetap dan tempat tinggal yang baik. Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang Engkau tempatkan di negeri yang kekal (surga) dari karunia-Mu yang di dalamnya mereka tidak merasa lelah, dan di dalamnya mereka tidak merasa lesu.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ, فِي جَنَّاتٍ وَعُيُوْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلأَنْهَارُ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي فِي جَنَّاتِ النَّعِيْمِ, فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِكٍ مُقْتَدِرٍ. اللَّهُمَّ وَقِنِي شَرَّ نَفْسِي, وَاغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلاَ تَزِدِ الظَّالِمِيْنَ إِلاَّ تَبَارًا. رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ. اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُونَا بِاْلإِيْمَانِ, وَلاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ

Allâhummaj'alnî fî jannâtin na'îm, fî jannâtin wa 'uyûnin tajrî min tahtihal anhâr. Allâhummaj'alnî fî jannâtin na'îm, fî jannâtin wa naharin fî maq'adi shidqin 'inda malikin muqtadir. Allâhumma wa qinî syarra nafsî, waghfir lî wa liwâlidayya wa liman dakhala baitiya mu`minan wa lilmu`minîna wal mu`minâti walâ tazidizh zhâlimîna illâ tabârâ. Rabbanaghfir lî wa liwâlidayya wa lilmu`minîna yau-ma yaqûmul hisâb. Allâhummaghfir lanâ wa li`ikhwâninal ladzîna sabaqûna lil`îmân, walâ taj'al fî qulûbinâ ghillan lilladzîna ãmanû rabbanâ innaka ra'ûfun rahîm.
Ya Allah jadikanlah aku di dalam surga yang penuh dengan kenikmatan, dalam taman-taman dan mata air yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Ya Allah jadikanlah aku di dalam surga-surga yang penuh dengan kenikmatan, di taman-taman dan sungai di dalam tempat tinggal kebenaran di sisi raja yang maha kuasa. Ya Allah jagalah aku dari keburukan diriku, dan ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang yang masuk ke dalam rumahku dalam keadaan beriman dan kaum mu`minîn dan mu`minât, dan tidak akan bertambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. Wahai Tuhan kami ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang-orang yang beriman pada hari perhitungan. Ya Allah ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan îmân, dan janganlah Engkau jadikan kebencian di dalam hati-hati kami kepada orang-orang yang beriman, wahai Tuhan kami, sungguh Engkau maha pengampun lagi maha penyayang.


اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يُوْفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيْرًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِمَّنْ يُطْعِمُ الطَّعَامَ عَلَى حُبِّهِ مِسْكِيْنًا وَيَتِيْمًا وَأَسِيْرًا, إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللهِ لاَ نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلاَ شُكُوْرًا, إِنَّا نَخَافُ مِنْ رَبِّنَا يَوْمًا عَبُوْسًا قَمْطَرِيْرًا. اللَّهُمَّ فَقِنِي شَرَّ ذَالِكَ الْيَوْمِ كَمَا وَقَيْتَهُمْ, وَلَقِّنِي نَضْرَةً وَسُرُوْرًا, وَاجْزِنِي جَنَّةً وَحَرِيْرًا

Allâhummaj'alnî minal ladzîna yûfûna bin nadzri wa yakhâfûna yauman kâna syarruhu mustathîrâ. Allâhummaj'alnâ mimman yuth'imuth tha'âma 'alâ hubbihi miskînan wa yatîman wa asîrâ, innamâ nuth'imukum liwajhillâhi lâ nurîdu minkum jazâ`an walâ syukûrâ, innâ nakhâfu min rabbinâ yauman 'abûsan qamtharîrâ. Allâhumma faqinî syarra dzâli-kal yaumi kamâ waqaitahum walaqqinî nadhratan wa surûrâ, wajzinî jannatan wa harîrâ.
Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang menyempurnakan nadzar (janji) dan takut kepada suatu hari yang keburukannya menyebar. Ya Allah jadikanlah kami di antara orang yang meberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan tawanan. Sungguh kami memberimu makan hanyalah karena mengharap ridha Allah, kami tidak menginginkan balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih, sesungguhnya kami takut (akan azab) Tuhan kami pada suatu hari (yang di hari itu) orang-orang bermuka masam penuh kesulitan. Ya Allah jagalah kami dari keburukan hari itu sebagaimana Engkau telah menjaga mereka, dan pertemukanlah aku dengan kebahagiaan dan kegembiraan, dan balaslah aku dengan surga dan sutra.


اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الْمُتَّكِئِيْنَ فِي الْجَنَّةِ عَلَى اْلأَرَائِكِ لاَ يَرَوْنَ فِيْهَا شَمْسًا وَلاَ زَمْهَرِيْرًا, وَدَانِيَةً عَلَيْهِمْ ظِلاَلُهَا وَذُلِّلَتْ قُطُوْفُهَا تَذْلِيْلاً, وَيُطَافُ عَلَيْهِمْ بِآنِيَةٍ مِنْ فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيْرًا, قَوَارِيْرَ مِنْ فِضَّةٍ قَدَّرُوْهَا تَقْدِيْرًا, وَيُسْقَوْنَ فِيْهَا كَأْسًا كَانَ مِزَاجُهَا زَنْجَبِيْلاً

Allâhummaj'alnî minal muttaki`îna fil jannati 'alal arâ`iki lâ yarauna fîhâ syamsan walâ zamharîrâ, wa dâniyatan 'alaihim zhilâluhâ wa dzullilat quthûfuhâ tadzlîlâ, wa yuthâfu 'alaihim bi`ãniyatin min fidhdhatin wa akwâbin kânat qawârîrâ, qawârîra min fidhdhatin qaddarûhâ taqdîrâ, wa yusqauna fîhâ ka`san kâna mizâjuhâ zajabîlâ.
Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertelekan di atas dipan di dalam surga, mereka di dalamnya tidak merasakan (terik) matahari dan tidak pula dingin yang sangat, dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan bagi mereka memetiknya semudah-mudahnya, dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca, (yaitu) kaca-kaca yang terbuat dari perak yang telah diukur mereka dengan sebaik-baiknya, di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya jahe.


اللَّهُمَّ اسْقِنِي كَمَا سَقَيْتَهُمْ شَرَابًا طَهُوْرًا, وَحُلَّنِي كَمَا حَلَّيْتَهُمْ أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ, وَارْزُقْنِي كَمَا رَزَقْتَهُمْ سَعْيًا مَشْكُورًا. رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. وَاجْعَلْنِي مِنَ الصَّابِرِيْنَ وَالصَّادِقِيْنَ وَالْقَانِتِيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِاْلأَسْحَارِ. رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا, رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا, رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا, أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ

Allâhummasqinî kamâ saqaitahum syarâban thahûrâ, wa hullanî kamâ hallaitahum asâwira min fidhdhah, warzuqnî kamâ razaqtahum sa'yan masykûrâ. Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba'da idz hadaitanâ wa hab lanâ min ladunka rahmatan innaka antal wahhâb. Waj'alnî minash shâbirîna wash shâdiqîna wal qânitîna wal munfiqîna wal mustaghfirîna bil as-hâr. Rabbanâ lâ tu`âkhidznâ in nasînâ au akhtha`nâ, rabbanâ walâ tahmil 'alainâ ishran kamâ hamaltahu 'alal ladzîna min qablinâ, rabbanâ walâ tuhammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa'fu 'annâ waghfir lanâ warhamnâ, anta maulânâ fanshurnâ 'alal qaumil kâfirîn.
Ya Allah berilah aku minum sebagaimana Engkau telah memberi mereka minum dengan minuman yang bersih, dan berilah aku perhiasan sebagaimana Engkau telah memberi mereka gelang-gelang perak, berilah aku rezeki sebagaimana Engkau telah karuniakan kepada mereka usaha yang disyukuri. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau gelincirkan hati-hati kami setelah Engkau tunjuki kami, dan berilah kami dari sisi-Mu suatu kasih sungguh Engkau maha pemberi. Dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang sabar, yang benar, yang patuh, yang mengeluarkan infâq dan yang meminta ampunan pada waktu sahur. Wahai Tuhan kami jangan-lah Engkau menghukum kami apabila kami lupa atau kami bersalah, wahai Tuhan kami janganlah Engkau pikulkan kepada kami beban sebagaimana Engkau telah memikulkannya kepada orang-orang sebelum kami, wahai Tuhan kami janganlah Engkau bebani kami yang kami tidak punya kekuatan untuk memikulnya, maafkanlah kami, ampunilah kami dan sayangilah kami wahai maulâ kami, maka tolonglah kami atas kaum yang kâfir. [Al-Baqarah 2/286]


اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَخْتِمَ لِي بِصَالِحِ اْلأَعْمَالِ, وَأَنْ تُعْطِيَ الَّذِي سَاَلْتُكَ يَا كَرِيْمَ الْفِعَالِ, سُبْحَانَ رَبِّ الْعِزَّةِ لَهُ دَعْوَةُ الْحَقِّ, وَالَّذِيْنَ يَدْعُونَ مِنْ دُوْنِهِ لاَ يَسْتَجِيْبُونَ لَهُمْ بِشَيْءٍ إِلاَّ كَبَاسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى الْمَاءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَالِغِهِ, وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِيْنَ إِلاَّ فِي ضَلاَلٍ, وَللهِ يَسْجُدُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا, وَظِلاَلُهُمْ بِالْغُدُوِّ وَاْلآصَالِ

Allâhumma innî as`aluka an takhtima lî bishâlihil a'mâl, wa an tu'thiyal ladzî sa`altuka yâ karîmal fi'âl, subhâna rabbil 'izzati lahu da'watul haqq, wal ladzîna yad'ûna min dûnihi lâ yastajîbûna lahum bisyai`in illâ kabâsithi kaffaihi ilal mâ`i liyablugha fâhu wa mâ huwa bibâlighih, wa mâ du'â`ul kâfirîna illâ fî dhalâl, wa lillâhi yasjudu man fis samâwâti wal ardhi thau'an wa karhan wa zhilâluhum bil ghuduwwi wal ashâl.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, Engkau menutupku dengan amal-amal yang saleh, dan Engkau berikan apa yang kuminta kepada-Mu wahai yang mulia perbuatan-Nya. Maha suci Tuhan yang punya kemuliaan, bagi-Nya seruan yang benar, dan orang-orang yang menyeru selain Dia, tidak dapat mengabulkan mereka sedikit pun, selain seperti mengulurkan telapak tangan ke dalam air untuk disampaikan ke mulutnya, dan dia tidak bisa menyampaikannya, dan tidaklah seruan orang-orang yang ingkar itu melainkan dalam kesesatan. Dan kepada Allah sujud apa yang ada di langit dan di bumi baik rela maupun terpaksa, dan (begitu pula) naungan mereka di pagi hari dan sore hari.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْأَفَ بِي وَتَرْحَمَنِي يَا رَؤُوْفُ يَا رَحِيْمُ, أَوَ لَمْ يَرَوْا إِلَى مَا خَلَقَ اللهُ مِنْ شَيْءٍ يَتَفَيَّؤُ ظِلاَلُهُ عَنِ الْيَمِيْنِ وَالشَّمَائِلِ سُجَّدًا ِللهِ وَهُمْ دَاخِرُونَ. وَللهِ يَسْجُدُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي اْلأَرْضِ مِنْ دَابَّةٍ وَالْمَلاَئِكَةُ وَهُمْ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ, يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Allâhumma innî as`aluka an tar`afa bî wa tarhamanî yâ ra`ûfu yâ rahîm, awalam yarau ilâ mâ khalaqallâhu min syai`in yatafayya`u zhilâluhu 'anin yamîni wasy syamâ`ili sujjadan lillâhi wa hum dâkhirûn. Wa lillâhi yasjudu mâ fis samâwâti wa mâ fil ardhi min dãbbatin wal malâ`ikatu wa hum lâ yastakbirûn, yakhâfûna rabbahum min fauqihim wa yaf'alûna mâ yu`marûn.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, Engkau menyayangiku dan merahmatiku, wahai Tuhan yang maha penyayang lagi maha pengasih. Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya bulak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah sedang mereka merendahkan diri. Dan kepada Allah sujud apa-apa yang ada di langit-langit dan apa-apa yang ada di bumi, dan para malaikat sedangkan mereka tidak menyombongkan diri, mereka takut kepada Tuhannya dari atas mereka dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan.

 
اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ, وَيُقِيْمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ, وَيُؤْمِنُونَ بِمَا أَنْزَلْتَ فَإِنَّكَ أَنْزَلْتَهُ قُرْآنًا عَرَبٍيًّا بِالْحَقِّ. قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لاَ تُؤْمِنُوا, إِنَّ الَّذِيْنَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا

Allâhummaj'alnî minal ladzîna yu`minûna bil ghaib, wa yuqîmûnash shalâta wa yu`tûnaz zakâh, wa yu`minûna bimâ anzalta fa`innaka anzaltahu qur-ãnan 'arabiyyan bil haqq. Qul ãminû bihi au lâ tu`minû, innal ladzîna ûtul 'ilma min qablihi idzâ tutlâ 'alaihim yakhirrûna lil`adzqâni yabkûna wa yazîduhum khusyû'â.
Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang beriman kepada keghaiban, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan, maka sungguh Engkau telah menurunkannya Quran yang berbahasa ‘Arab dengan benar. Katakanlah: Berimanlah kamu kepada-Nya ataukah kamu tidak beriman, sesungguhnya orang-orang yang diberi ilmu sebelumnya, apabila dibacakan kepada mereka, mereka merebahkan dirinya sujud, mereka menangis dan bertambahlah kekhusyu‘an mereka.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوْحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيْمَ وَإِسْرَائِيْلَ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاءِ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيْقًا. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ هَدَيْتَ وَاجْتَبَيْتَ, وَمِنَ الَّذِيْنَ إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَانِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

Allâhummaj'alnî minal ladzîna an'amta 'alaihim min dzurriyyati ãdama wa mimman hamalnâ ma'a nûhin wa min dzurriyyati ibrâhîma wa isrâ`îl. Allâhummaj'alnî minal ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddiqîna wasy syuhadâ`i wa hasuna ula`ika raqîqâ. Allâhummaj'alnî mimman hadait, wa minal ladzîna idzâ tutlâ 'alaihim ãyâtur rahmâni kharrû sujjadan wa bukiyyâ.
Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang Engkau berikan karunia kepada mereka dari keturunan Ãdam, dan dari mereka yang telah Engkau angkut bersama Nûh dari keturunan Ibrâhîm dan Isrâ`îl. Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang telah Engkau berikan karunia kepada mereka dari para nabi, shiddîq, syahîd dan mereka itu teman yang baik. Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang Engkau tunjuki dan yang Engkau pilih (untuk menjadi pengikut mereka), dan dari kalangan manusia-manusia yang jika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan yang maha pemurah, mereka merebahkan dirinya dalam keadaan sujud dan menangis.


اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يُسَبِّحُونَ لَكَ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لاَ يَفْتُرُونَ مِنْ ذِكْرِكَ, وَلاَ يَسْأَمُونَ مِنْ عِبَادَتِكَ, يُسَبِّحُونَ لَكَ وَيَسْجُدُونَ لَكَ. اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ الَّذِيْنَ يَذْكُرُونَكَ قِيَامًا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ, رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ, وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيْمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فآمَنَّا, رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Allâhummaj'alnî minal ladzîna yusabbihûna laka bil laili wan nahâri lâ yafturûna min dzikrik, walâ yas`amûna min 'ibâdatik, yusabbihûna laka wa yasjudûna lak. Allâhummaj'alnî minal ladzîna yadzkurûnaka qiyâman wa qu'ûdan wa 'alâ junûbihim wa yatafakkarûna fî khalqis samâwâti wal ardh, rabbanâ mâ khalaqta hâdzâ bâthilan subhânaka faqinâ 'adzâban nâr. Rabbanâ innaka man tudkhilin nâra faqad akhzaitah, wa mâ lizh zhâlimîna min anshâr. Rabbanâ innanâ sami'nâ munâdiyan yunâdî lil`îmâni an ãminû birabbikum faãmannâ, rabbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir 'annâ sayyi`âtinâ wa tawaffanâ ma'al abrâr. Rabbanâ wa ãtinâ mâ wa'adtanâ 'alâ rusulika walâ tukhzinâ yaumal qiyâmati innaka lâ tukhliful mî'âd.
Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang bertasbîh kepada-Mu pada waktu malam dan siang hari, mereka terus-terusan berdzikir kepada-Mu, mereka tidak jemu mengabdi kepada-Mu, mereka bertasbîh kepada-Mu dan mereka sujud kepada-Mu. Ya Allah jadikanlah aku di antara orang-orang yang berdzikir kepada-Mu dalam keadaan berdiri, duduk dan berbaring di atas lambung-lambung mereka, dan mereka merenung tentang penciptaan langit-langit dan bumi (seraya berkata), wahai Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan semuanya ini sia-sia, maha suci Engkau, maka jagalah kami dari neraka. Wahai Tuhan kami, orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya, dan bagi orang-orang yang zalim itu tidak ada pembela. Wahai Tuhan kami, kami telah mendengar seorang penyeru yang menyerukan kepada îmân: Berimanlah kamu kepada Tuhan yang mengatur kamu, lalu kami beriman. Wahai Tuhan kami ampunilah dosa-dosa kami, tutuplah segala keburukan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Wahai Tuhan kami berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada para rasûl-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat, sungguh Engkau tidak mengingkari janji. [Ãli ‘Imrân 3/191-194)]


أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي اْلأَرْضِ, وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُوْمُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ, وَكَثِيْرٌ حَقَّ عَلَيْهِ الْعَذَابُ, وَمَنْ يُهِنِ اللهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ, إِنَّ اللهَ يَفْعَلُ مَا يَشَاءُ

Alam tara annallâha yasjudu lahu man fis samâwâti wa man fil ardh, wasy syamsu wal qamaru wan nujûmu wal jibâlu wasy syajaru wad dawãbbu wa katsîrun minan nâs, wa katsîrun haqqa 'alaihil 'adzâb, wa man yuhinillâhu famâ lahu min mukrim, innallâha yaf'alu mâ yasyâ`.
Tidakkah kamu lihat bahwa sesungguhnya Allah kepada-Nya sujud apa yang ada di langit-langit dan apa yang ada di bumi, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pepohonan, binatang dan banyak dari manusia, dan banyak pula yang telah ditetapkan siksa baginya, dan siapa yang dihinakan Allah, maka tidak ada baginya yang memuliakannya, sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Dia kehendaki.

الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَانُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيْرًا. وَإِذَا قِيْلَ لَهُمُ اسْجُدُوا لِلرَّحْمَانِ قَالُوا وَمَا الرَّحْمَانُ أَنَسْجُدُ لِمَا تَأْمُرُنَا وَزَادَهُمْ نُفُوْرًا. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا وَلِيَّ الصَّالِحِيْنَ, أَنْ تَخْتِمَ لِي بِصَالِحِ اْلأَعْمَالِ, وَأَنْ تَسْتَجِيْبَ دُعَائِي, وَتُعْطِيَنِي سُؤْلِي وَمَنْ يَعْنِيْنِي أَمْرُهُ, يَا أَرْحَمَ الرَّاحِيْنَ

Alladzî khalaqas samâwâti wal ardha wa mâ bainahumâ fî sittati ayyâmin tsummastawâ 'alal 'arsyir rahmânu fas`al bihi khairâ. Wa idzâ qîla lahumusjudû lirrahmâni qâlû wa mar rahmânu `anasjudu limâ ta`murunâ wa zâdahum nufûrâ. Allâhumma innî as`aluka yâ waliyyash shâlihîn, an takhtima lî bishâlihil a'mâl, wa an tastajîba du'â`î, wa tu'thiyanî su`lî wa man ya'nînî amruh, yâ arhamar râhimîn.
Dia yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya dalam enam hari, kemudian Tuhan yang maha pemurah bersemayam di atas ‘arasy, maka mintalah kepada-Nya Dia maha tahu. Dan apabila dikatakan kepada mereka: Sujudlah kamu kepada Tuhan yang maha pemurah! Mereka berkata: Apa yang maha pemurah itu? Apakah kami harus sujud kepada yang kamu peritahkan? Maka bertambah jauhlah mereka itu. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu wahai Tuhan yang mencintai orang-orang yang saleh, Engkau tutupkan untukku dengan ama-amal yang saleh, Engkau kabulkan doaku, Engkau berikan kepadaku permintaanku dan kepada orang yang urusannya peduli kepadaku, wahai yang maha pengasih dari semua yang mengasihi.

Sun, 13 Jul 2014 @09:35


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved