Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Adab-adab Shaum

Shaum itu bukan hanya menahan diri dari makan, minum dan jimâ’ di siang hari, tetapi juga harus menahan diri dari segala perbuatan dan perkataan yang tidak baik.

Makan, minum dan hubungan suami-istri dengan sengaja pada siang hari bulan Ramadhân jelas membatalkan shaum, dan pelakunya dihukum dengan wajib membayarnya di bulan yang lain, dan untuk menutup dosanya dia harus bayar kafarat seperti membebaskan budak atau shaum dua bulan berturut-turut.

Dan segala keburukan baik perkataan maupun perbuatan yang dilakukan orang yang shaum akan merusak shaumnya dan bahkan dapat menggugurkan pahalanya, namun dia tetap wajib shaum dan tidak ada qadhâ dan tidak kafarat atasnya.

Coba kita perhatikan dalil-dalil berikut ini, karena Rasûlullâh saw telah menyebutkan bahwa alangkah banyaknya orang-orang yang malaksanakan shaum bulan Ramadhân di siang harinya dan kegiatan sejumlah qiyâm pada malam harinya, tetapi tidak mendapatkan pahalanya.

عن أبي هريرة قال قال رسول الله ص رب صائم حظه من صيامه الجوع و العطش و رب قائم حظه من قيامه السهر
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah saw telah berkata, "Betapa banyak orang yang shaum yang bagiannya dari shaumnya hanyalah lapar dan dahaga, dan betapa banyak orang yang melakukan qiyâm yang bagiannya dari qiyâm-nya hanyalah kurang tidur." 

قال رسول الله ص كم من صائم ليس له من صيامه إلا الجوع و العطش
Rasûlullâh saw berkata, "Betapa banyak orang yang shaum yang tidak mendapatkan apa-apa dari shiyâm-nya selain lapar dan dahaga." 

عن ابن نباتة قال قال أمير المؤمنين ع في بعض خطبه الصيام اجتناب المحارم كما يمتنع الرجل من الطعام و الشراب
Dari Ibnu Nubâtah berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkata dalam sebagian khotbahnya, "Shiyâm itu menjauhi segala yang haram sebagaimana orang mencegah dirinya dari makanan dan minuman.
 
قال أمير المؤمنين ع كم من صائم ليس له من صيامه إلا الظمأ و كم من قائم ليس له من قيامه إلا العناء حبذا نوم الأكياس و إفطارهم
Amîrul Mu`minîn as telah berkata, "Alangkah banyaknya orang yang shaum yang tidak mendapatkan apa-apa dari shiyânya selain dahaga, dan alangkah banyknya orang yang mengamalkan qiyâm yang tidak mendapatkan apa-apa dari qiyâm-nya selain lelah, betapa baiknya tidurnya orang yang cerdas dan berbukanya." 
 
عن جعفر بن محمد صلوات الله عليه أنه قال صوم شهر رمضان فرض في كل عام و أدنى ما يتم به فرض صومه العزيمة من قلب المؤمن على صومه بنية صادقة و ترك الأكل و الشرب و النكاح في نهاره كله و أن يحفظ في صومه جميع جوارحه كلها من محارم الله ربه متقربا بذلك كله إليه فإذا فعل ذلك كان مؤديا لفرضه
Dari Ja'far bin Muhammad shalawâtullâhi ‘alaih berkata, "Shaum bulan Ramadhân fardhu pada setiap tahun, dan sekurang-kurangnya yang menjadikan sempurna dengannya fardhu menshauminya adalah bertekad dari hati orang yang beriman atas shaumnya dengan niat yang benar dan meninggalkan makan, minum, nikah pada siang harinya semuanya dan dalam shaumnya dia menjaga semua anggotanya dari segala perkara yang dilarang Allah Tuhannya dengan mendekatkan diri dengan itu semuanya kepada-Nya, maka apabila dia telah melakukan yang demikian adalah dia telah menunaikan bagi fardhunya." 

     و عنه ع عن آبائه عن فاطمة بنت رسول الله ص أنها قالت ما يصنع الصائم بصيامه إذا لم يصن لسانه و سمعه و بصره و جوارحه
Darinya as dari ayah-ayahnya dari Fâthimah putri Rasûlullâh saw bahwa dia telah berkata, "Apa (gunanya) yang diperbuat oleh orang yang shaum jika dia tidak menjaga lidahnya, pendengarannya, penglihatannya dan anggota-anggota badannya." 

     و عن جعفر بن محمد ع أنه قال لا صيام لمن عصى الإمام و لا صيام لعبد آبق حتى يرجع و لا صيام لامرأة ناشزة حتى تتوب و لا صيام لولد عاق حتى يبر
Dan dari Ja'far bin Muhammad as bahwa beliau telah berkata, "Tidak ada shiyâm bagi orang yang durhaka kepada Imam, dan tidak ada shiyâm bagi budak yang melarikan diri hingga dia kembali, dan tidak ada shiyâm bagi seorang wanita yang nusyûz (tidak taat kepada suami) hingga dia bertobat, dan tidak ada shiyâm bagi anak yang durhaka (kepada orang tuanya) hingga dia berbuat kebaikan." 

Mengapakah banyak orang yang tidak mendapatkan pahala shaum selain lapar, dahaga dan letih karena ibadah siang malam? Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan shaumnya seperti itu.

Pertama, mengingkari imâmah ‘Ali bin Abî Thâlib as, karena mengingkarinya sama dengan mengingkari kenabian Muhammad saw. Dan orang yang mengingkari imâmah ‘Ali dan nubuwwah Muhammad saw tentu shaumnya tidak berguna, sebab nubuwwah dan imâmah itu prinsip dalam Islam sedang shaum cabangnya. Nabi saw berkata kepada ‘Ali as:

يَا عَلِيُّ مَنْ قَتَلَكَ فَقَدْ قَتَلَنِي وَ مَنْ أَبْغَضَكَ فَقَدْ أَبْغَضَنِي وَ مَنْ سَبَّكَ فَقَدْ سَبَّنِي لِأَنَّكَ مِنِّي كَنَفْسِي رُوْحُكَ مِنْ رُوْحِي وَ طِيْنِتُكَ مِنْ طِيْنَتِي إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى خَلَقَنِي وَ إِيَّاكَ وَ اصْطَفَانِي وَ إِيَّاكَ وَ اخْتَارَنِي لِلنُّبُوَّةِ وَ اخْتَارَكَ لِلْإِمَامَةِ فَمَنْ أَنْكَرَ إِمَامَتَكَ فَقَدْ أَنْكَرَ نُبُوَّتِي يَا عَلِيُّ أَنْتَ وَصِيِّي وَ أَبُو وَلَدَيَّ وَ زَوْجَ ابْنَتِي وَ خَلِيْفَتِي عَلَى أُمَّتِي فِي حَيَاتِي وَ بَعْدَ مَوْتِي أَمْرُكَ أَمْرِي وَ نَهْيُكَ نَهْيِي أُقْسِمُ بِالَّذِي بَعَثَنِي بِالنُّبُوَّةِ وَ جَعَلَنِي خَيْرَ الْبَرِيَّةِ إِنَّكَ لَحُجَّةُ اللهِ عَلَى خَلْقِهِ وَ أَمِيْنُهُ عَلَى سِرِّهِ وَ خَلِيْفَتُهُ عَلَى عِبَادِهِ
Rasûlullâh saw berkata, "Wahai 'Ali, siapa yang membunuhmu berarti dia telah membunuhku, siapa yang membencimu berarti dia telah membenciku dan siapa yang mencacimu berarti dia telah mencaciku, karena kamu dariku seperti diriku sendiri, ruhmu dari ruhku dan asal kejadianmu dari asal kejadianku. Sesungguhnya Allah tabâraka wa ta'âlâ telah menciptakanku dan kamu, Dia memilihku dan kamu; Dia memilihku untuk kenabian dan Dia memilihmu untuk imâmah (kepemimpinan setelah kenabian). Dan siapa yang mengingkari imâmah-mu, maka dia telah mengingkari kenabianku. Wahai 'Ali, engkau adalah washiku (penerima wasiatku), ayah bagi kedua putraku (Hasan dan Husain), suami putriku (Fâthimah) dan khalîfah-ku atas ummatku baik di masa hidupku maupun setelah matiku. Perintahmu adalah perintahku, laranganmu adalah laranganku. Aku bersumpah demi Tuhan yang telah membangkitkanku dengan kenabian dan menjadikanku sebaik-baik makhluk, sungguh engkau itu hujjah (bukti kebenaran) Allah bagi makhluk-Nya, kepercayaan-Nya atas rahasia-Nya dan khalîfah-Nya atas hamba-hamba-Nya." 

Kedua, tidak ikhlas karena Allah ‘azza wa jalla dalam menjalankannya, masih ada kaitannya dengan karena manusia, misalnya ingin dihormati dsb.

Ketiga, telah berbuka sebelum matahari terbenam atau sebelum malam tiba. Ciri malam telah tiba dan matahari terbenam ialah jika mega merah di sebelah timur telah hilang. Allah ‘azza wa jalla berfirman (yang artinya), Kemudian sempurnakanlah shiyâm sampai malam.  

Maka demi kehati-hatian kelebihan sedikit tidak masalah dari pada kekurangan sedikit, karena kekurangan sedikit akan menyebabkan shaum menjadi tidak sempurna. Dan anjuran segerakan berbuka itu aialah jika waktunya sudah tiba. Demikian pula halnya waktu shalat maghrib.

Keempat, shaum hanya menahan diri dari makan dan minum dan tidak menahan diri dari segala dosa dan keburukan sebagaimana disebutkan dalam sejumlah dalil di bawah ini

عن السكوني عن الصادق عن أبيه ع قال قال رسول الله ص ما من عبد يصبح صائما فيشتم فيقول إني صائم سلام عليك إلا قال الرب تبارك و تعالى استجار عبدي بالصوم من عبدي أجيروه من ناري و أدخلوه جنتي
Dari Al-Sakûni dari Al-Shâdiq dari ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Tidak seorang hamba pun yang berpagi dalam keadaan shaum, lalu dia dicela, maka dia berkata, 'Sesungguhnya aku sedang shaum, salâm atasmu.' Melainkan Al-Rabbu tabâraka wa ta'âlâ berfirman, Hamba-Ku telah berlindung dengan shaum dari hamba-Ku, lindungilah dia dari api neraka-Ku dan masukkanlah dia ke dalam surga-Ku.
 
عن أبي عبد الله ع قال قال رسول الله ص إن الله عز و جل كره لي ست خصال و كرهتهن للأوصياء من ولدي و أتباعهم من بعدي العبث في الصلاة و الرفث في الصوم و المن بعد الصدقة و إتيان المساجد جنبا و التطلع في الدور و الضحك بين القبور
Dari Abu 'Abdillah as berkata: Rasulullah saw berkata, "Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla membenci enam perkara bagiku dan aku membencinya bagi para washiku dari anak-anakku dan para pengikutnya setelahku: Bermain-main dalam shalat, melakukan rafats dalam shaum, menyebut-nyebut kebaikan setelah sedekah, mendatangi masjid dalam keadaan junub, melihat-lihat (keadaan) di dalam rumah (orang), dan tertawa di antara kubur." 

عن حنان بن سدير قال سألت أبا عبد الله ع عن الصائم يستنقع في الماء قال لا بأس و لكن لا ينغمس و المرأة لا تستنقع في الماء فإنها تحمل الماء بقبلها
Dari Hannân bin Sadîr berkata: Aku bertanya kepada Abu 'Abdillah as tentang orang yang shaum berendam dalam air, beliau berkata, "Tidak mengapa asalkan tidak membenamkan kepala, dan perempuan tidak boleh berendam dalam air sebab dia membawa air dengan qubul-nya." 
 
عن أنس قال قال رسول الله ص من تأمل خلف امرأة حتى يتبين له حجم عظامها من وراء ثيابها و هو صائم فقد أفطر.
Dari Anas berkata: Rasulullah saw telah berkata, "Barang siapa mengamati belakang seorang perempuan hingga jelas baginya bentuk betisnya dari balik kainnya sedang dia shaum, maka sesungguhnya dia telah berbuka (membatalkan shaumnya)." 
 
عن يونس بن يعقوب عن الصادق ع قال من تطيب بطيب أول النهار و هو صائم لم يفقد عقله
Dari yûnus bin Ya'qûb dari Al-Shâdiq as berkata, "Siapa yang memakai wangi-wangian pada permulaan siang sedang dia shaum, tentu dia tidak kehilangan akalnya." 
 
عن أبي الحسن ع قال قال لقمان لابنه يا بني صم صياما يقطع شهوتك و لا تصم صياما يمنعك من الصلاة فإن الصلاة أعظم عند الله من الصوم
Dari Abu Al-Hasan as berkata: Luqmân as telah berkata kepada putranya, "Wahai anakku, shaumlah kamu dengan shaum yang dapat memutuskan syahwatmu, dan janganlah kamu shaum dengan shaum yang mencegahmu dari shalat, sebab shalat itu lebih besar (kedudukannya) di sisi Allah dari shaum." 

عن عمر بن يزيد قال سمعت أبا عبد الله ع يقول إذا أحسن المؤمن عمله ضاعف الله عمله لكل حسنة سبعمائة و ذلك قول الله تبارك و تعالى وَ اللَّهُ يُضاعِفُ لِمَنْ يَشاءُ فأحسنوا أعمالكم التي تعملونها لثواب الله فقلت له و ما الإحسان قال فقال إذا صليت فأحسن ركوعك و سجودك و إذا صمت فتوق كل ما فيه فساد صومك و إذا حججت فتوق ما يحرم عليك في حجك و عمرتك قال و كل عمل تعمله فليكن نقيا من الدنس
Dari 'Umar bin Yazîd berkata: Aku mendengar Abu 'Abdillah as mengatakan, "Apabila orang yang beriman membaguskan amalnya, Allah melipatgandakan amalnya, untuk setiap kebaikan tujuh ratus kali lipat, dan yang demikian itu firman Allah tabâraka wa ta'âlâ, Dan Allah melipatgandakan untuk orang yang Dia kehendaki. Maka baguskanlah amal-amalmu yang kamu amalkan untuk pahala Allah." Aku berkata kepadanya, "Dan apakah ihsân itu?" Beliau berkata, "Apabila engkau shalat, maka baguskanlah ruku'mu dan sujudmu, dan jika engkau shaum, maka jagalah dari setiap perkara yang merusak shaummu, dan bila engkau menunaikan haji, maka jagalah dari segala perkara yang haram atasmu di dalam ha-jimu dan 'umrahmu, dan setiap amal yang engkau amalkan itu hendaklah suci dari kotoran." 
 
عن الرضا عن آبائه ع قال قال علي بن أبي طالب ع ثلاثة لا يعرضن أحدكم نفسه عليهن و هو صائم الحجامة و الحمام و المرأة الحسناء
Dari Al-Ridhâ dari ayah-ayahnya berkata: 'Ali bin Abî Thâlib as telah berkata, "Ada tiga perkara, janganlah sekali-kali seseorang darimu menghadapkan dirinya kepadanya ketika dia shaum: Berbekam, pemandian air panas dan perempuan cantik." 

عن محمد بن مسلم عن أبي عبد الله ع قال قال رسول الله إذا صمت فليصم سمعك و بصرك و جلدك و عدد أشياء غير ذلك ثم قال فلا يكون يوم صومك مثل يوم فطرك
Dari Muhammad bin Muslim dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Bila engkau shaum, maka hendaklah shaum pula pendengaranmu, penglihatanmu dan kulitmu." Dan beliau menyebutkan beberapa anggota yang lainnya, kemudian beliau berkata, "Maka janganlah keadaan hari shaummu seperti hari berbukamu." 
 
عن جراح المدائني قال قال أبو عبد الله ع إذا أصبحت صائما فليصم سمعك و بصرك من الحرام و جارحتك و جميع أعضائك من القبيح و دع عنك الهذي و أذى الخادم و ليكن عليك وقار الصيام و الزم ما استطعت من الصمت و السكوت إلا عن ذكر الله و لا تجعل يوم صومك كيوم فطرك و إياك و المباشرة و القبل و القهقهة بالضحك فإن الله مقت ذلك
Dari Jarrâh Al-Madâ`ini berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Apabila kamu shaum, maka hendaklah shaum pula pendengaranmu dan penglihatanmu dari perkara yang haram dan anggotamu dan semua anggotamu dari yang tidak baik, tinggalkanlah ucapan yang sia-sia, perbuatan menyakiti pembantu dan hendaklah tenang dalam shiyâm. Dan berusahalah sekuat-kuatnya untuk diam dan tidak banyak bicara selain dari dzikir kepada Allah, dan janganlah engkau jadikan hari shaummu seperti hari berbukamu, dan janganlah engkau bercumbu-rayu, mencium (istri) dan tertawa terbahak-bahak, karena Allah benci pada yang demikian itu." 
 
و عنه عن أبي عبد الله ع قال إن الصيام ليس من الطعام و الشراب وحده إنما للصوم شرط يحتاج أن يحفظ حتى يتم الصوم و هو صمت الداخل أ ما تسمع ما قالت مريم بنت عمران إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمنِ صَوْماً فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا يعني صمتا فإذا صمتم فاحفظوا ألسنتكم عن الكذب و عضوا أبصاركم و لا تنازعوا و لا تحاسدوا و لا تغتابوا و لا تماروا و لا تكذبوا و لا تباشروا و لا تخالفوا و لا تغاضبوا و لا تسابوا و لا تشاتموا و لا تفاتروا و لا تجادلوا و لا تتأذوا و لا تظلموا و لا تسافهوا و لا تضاجروا و لا تغفلوا عن ذكر الله و عن الصلاة و الزموا الصمت و السكوت و الحلم و الصبر و الصدق و مجانبة أهل الشر و اجتنبوا قول الزور و الكذب و الفري و الخصومة و ظن السوء و الغيبة و النميمة و كونوا مشرفين على الآخرة منتظرين لأيامكم منتظرين لما وعدكم الله متزودين للقاء الله و عليكم السكينة و الوقار و الخشوع و الخضوع و ذل العبيد الخيف من مولاه خيرين خائفين راجين مرعوبين مرهوبين راغبين راهبين قد طهرت القلب من العيوب و تقدست سرائركم من الخبث و نظفت الجسم من القاذورات و تبرأت إلى الله من عداه و واليت الله في صومك بالصمت من جميع الجهات مما قد نهاك الله عنه في السر و العلانية و خشيت الله حق خشيته في سرك و علانيتك و وهبت نفسك لله في أيام صومك و فرغت قلبك له و نصبت نفسك له فيما أمرك و دعاك إليه فإذا فعلت ذلك كله فأنت صائم لله بحقيقة صومه صانع له لما أمرك و كلما نقصت منها شيئا فيما بينت لك فقد نقص من صومك بمقدار ذلك و إن أبي ع قال سمع رسول الله ص امرأة تساب جارية لها و هي صائمة فدعا رسول الله ص بطعام فقال لها كلي فقالت أنا صائمة يا رسول الله فقال كيف تكونين صائمة و قد سببت جاريتك إن الصوم ليس من الطعام و الشراب و إنما جعل الله ذلك حجابا عن سواهما من الفواحش من الفعل و القول يفطر الصائم ما أقل الصوام و أكثر الجواع
Dan darinya dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Sesungguhnya shiyâm itu bukan dari makan dan minum saja, sesungguhnya bagi shaum itu ada syarat yang perlu dijaga hingga shaum itu sempurna, yaitu diam dari dalam, tidakkah engkau dengar apa yang dikatakan Maryam putri 'Imrân, Sesungguhnya aku bernadzar kepada Al-Rahmân suatu shaum, yaitu aku tidak akan berkata-kata kepada seorang manusia pun. Yaitu diam, apabila engkau shaum, maka jagalah lidahmu dari berdusta dan tundukkanlah penglihatan, dan janganlah kamu berbantah-bantahan, jangan saling hasud, janganlah kamu saling mengumpat, janganlah kamu saling bertengkar, janganlah saling mendustakan, janganlah saling menguasai, janganlah saling menyalahi, janganlah saling menyakiti, janganlah saling membenci, janganlah saling melemahkan, janganlah saling menghina, janganlah saling merendahkan, janganlah saling mencela, janganlah saling mendebat, janganlah kamu melakukan kezaliman, dan janganlah kamu lalai dari mengingat Allah dan dari shalat. Berusahalah untuk diam dan tidak banyak bicara, santun, sabar, jujur dan menjauhi orang-orang yang tidak baik. Dan jauhilah ucapan bohong, dusta dan mengada-ngadapan kebohongan, pertengkaran, berburuk sangka dan mengadu-ngadu. Dan jadilah kamu orang-orang yang bergegas menyiapkan bekal akhirat, dengan menunggu hari-hari kematianmu dengan menanti apa-apa yang telah dijanjikan Allah dengan berbekal untuk perjumpaan dengan Allah. Hendaklah kamu tenang, berwibawa, khusyu', khudhu', merendah seperti halnya hamba yang takut akan majikannya, berlaku baik, takut, harap, cemas, khawatir, berhasrat dan sangat mengharap. Jika begitu sungguh telah suci hatimu dari cela dan batinmu dari kebusukan dan engkau telah bersihkan jisim dari daki, engkau telah berlepas diri kepada Allah dari selain-Nya dan engkau mengikuti Allah dengan shaummu dengan diam dan dari semua jihat yang Allah telah melarangmu darinya dalam sunyi dan terbuka dan engkau takut kepada Allah dengan sebenar-benar takut kepada-Nya dalam sunyimu dan terbukamu dan engkau hibahkan dirimu kepada Allah dalam shaummu, engkau kosongkan hati bagi-Nya dan engkau hadapkan dirimu kepada-Nya dalam setiap perkara yang telah Dia perintahkan kepadamu dan menyerumu kepada-Nya. Apabila engkau telah melakukan yang demikian semuanya, maka engkau telah shaum karena-Nya karena Allah dengan hakikat shaum yang sesungguhnya, beramal karena-Nya dalam apa-apa yang telah Dia perintahkan kepadamu. Dan setiap kali kamu mengurangi satu perkara dari apa yang telah kujelaskan kepadamu, maka kamu telah mengurangi kesempurnaan shaummu dengan kadar itu dan sesungguhnya ayahku telah berkata, 'Rasûlullâh telah mendengar seorang wanita yang mencela budak perempuannya sedang dia shaum, lalu Rasûlullâh saw meminta makanan, maka beliau berkata kepadanya, 'Makanlah ini!' Dia berkata, 'Saya lagi shaum wahai Rasûlullâh.' Beliau berkata, 'Bagaimana keadaanmu shaum padahal tadi aku mendengarmu mencela budak perempuanmu, sesungguhnya shaum itu bukan hanya menahan diri dari makanan dan minuman, hal itu hanya menjadi sebab bagi penghalang dari selainnya, yaitu dari segala keburukan baik perbuatan ataupun perkataan yang membuat shaum menjadi rusak. Alangkah sedikit orang yang shaum dan alangkah banyak orang yang lapar.'" 
 
قال الصادق ع لا بأس أن يشم الصائم الطيب إلا المسحوق منه لأنه يصعد إلى دماغه
Al-Shâdiq as berkata, "Tidak mengapa orang yang shaum mencium wewangian selain bedak darinya, karena ia naik ke dalam otaknya." 

سئل الصادق ع عن الصائم هل يجوز له أن يسعط أو يحتقن فقال لا
Al-Shâdiq as telah ditanya tentang orang yang shaum, apakah boleh dia memasukkan obat (cairan) ke dalam hidung atau disuntik? Beliau berkata, "Tidak boleh." 

قال الصادق ع لا بأس أن يتمضمض الصائم و يستنشق في شهر رمضان و غيره فإن تمضمض فلا يبلع ريقه حتى يبزق ثلاث مرات
Al-Shâdiq as berkata, "Tidak mengapa orang yang shaum berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung dan mengeluarkannya kembali dalam bulan Ramadhân dan yang lainnya, jika dia berkumur-kumur, maka jangan menelan air liurnya hingga meludah tiga kali." 
 
عن موسى بن إسماعيل بن موسى بن جعفر ع عن أبيه عن آبائه ع قال قال رسول الله ص رب قائم حظه من قيامه السهر و رب صائم حظه من صيامه العطش
 Dari Mûsâ bin Ismâ'îl bin Mûsâ bin Ja'far as dari ayahnya dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Alangkah banyaknya orang yang melakukan qiyâm yang bagiannya dari qiyâm-nya hanyalah kurang tidur, dan alangkah banyaknya orang yang shaum yang bagian dari shiyâm-nya hanyalah dahaga.” 

Wed, 2 Jul 2014 @20:01


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 0+5+9

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved