Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Shaum-shaum Sunnah [4]

Anjuran shaum pertengahan Rajab, shaum mab'ats (hari diutusnya Rasûlullâh saw) yaitu hari kedua puluh tujuh darinya
عَنِ الْحَسَنِ بْنِ رَاشِدٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ وَ لَا تَدَعْ صِيَامَ يَوْمِ سَبْعَةٍ وَ عِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ فَإِنَّهُ هُوَ الْيَوْمُ الَّذِي أُنْزِلَتْ فِيهِ النُّبُوَّةُ عَلَى مُحَمَّدٍ ص وَ ثَوَابُهُ مِثْلُ سِتِّينَ شَهْراً لَكُمْ
Dari Al-Hasan bin Râsyid dari Abû 'Abdillâh as dalam sebuah hadîts berkata, "Janganlah kamu tinggalkan shiyâm hari 27 dari Rajab, sebab ia itu adalah hari yang telah diturunkan padanya kenabian atas Muhammad saw, dan pahalanya semisal 60 bulan buatmu." 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَلْحَةَ عَنِ الصَّادِقِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمَ سَبْعَةٍ وَ عِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ صِيَامَ سَبْعِينَ سَنَةً
Dari 'Abdullâh bin Thalhah dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad as berkata, "Barang siapa yang shaum pada hari 27 dari Rajab, Allah mencatat baginya shiyâm tujuh puluh tahun."   

عَنْ كَثِيرٍ النَّوَّاءِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ وَ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ وَ الْعِشْرِينَ مِنْهُ يَعْنِي مِنْ رَجَبٍ نَزَلَتِ النُّبُوَّةُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ هَذَا الْيَوْمَ كَانَ ثَوَابُهُ ثَوَابَ مَنْ صَامَ سِتِّينَ شَهْراً
Dari Katsîr Al-Nawwâ` dari Abû 'Abdillâh as dalam sebuah hadîts berkata, "Dan pada hari kedua puluh tujuh darinya yakni dari Rajab telah diturunkan kenabian atas Rasûlullâh saw, barang siapa yang shaum pada hari ini, adalah pahalanya pahala orang yang shaum enam puluh bulan."  
 
عَنْ سَهْلِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِنَا عَنْ أَبِي الْحَسَنِ الْأَوَّلِ ع قَالَ بَعَثَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ مُحَمَّداً ص رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ فِي سَبْعٍ وَ عِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ فَمَنْ صَامَ ذَلِكَ الْيَوْمَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ صِيَامَ سِتِّينَ شَهْراً الْحَدِيثَ
Dari Sahl bin Ziyâd dari sebagian sahabat-sahabat kami dari Abû Al-Hasan yang pertama as berkata, "Allah 'azza wa jalla telah mengutus Muhammad saw sebagai kasih bagi alam semesta pada 27 Rajab, maka barang siapa yang shaum pada hari itu, niscaya Allah menuliskan baginya shiyâm enam puluh bulan…"  

Anjuran sedekah dan ber-tasbîh setiap hari dari Rajab, membaca Al-Ikhlâsh setiap Jumat darinya seratus kali, banyak istighfâr, membaca tahlîl, bertobat dan membaca sûrah Al-Ikhlâsh padanya 10000 Kali
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ص فِي حَدِيثٍ طَوِيلٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لَهُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَمَنْ عَجَزَ عَنْ صِيَامِ رَجَبٍ لِضَعْفٍ أَوْ لِعِلَّةٍ كَانَتْ بِهِ أَوِ امْرَأَةٌ غَيْرُ طَاهِرٍ يَصْنَعُ مَا ذَا لِيَنَالَ مَا وَصَفْتَ قَالَ يَتَصَدَّقُ كُلَّ يَوْمٍ بِرَغِيفٍ عَلَى الْمَسَاكِينِ وَ الَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهُ إِذَا تَصَدَّقَ بِهَذِهِ الصَّدَقَةِ كُلَّ يَوْمٍ يَنَالُ مَا وَصَفْتُ وَ أَكْثَرَ إِنَّهُ لَوِ اجْتَمَعَ جَمِيعُ الْخَلَائِقِ كُلِّهِمْ عَلَى أَنْ يُقَدِّرُوا قَدْرَ ثَوَابِهِ مَا بَلَغُوا عُشْرَ مَا يُصِيبُ فِي الْجِنَانِ مِنَ الْفَضَائِلِ وَ الدَّرَجَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَمَنْ لَمْ يَقْدِرْ عَلَى هَذِهِ الصَّدَقَةِ يَصْنَعُ مَا ذَا لِيَنَالَ مَا وَصَفْتَ قَالَ يُسَبِّحُ اللَّهَ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِنْ رَجَبٍ إِلَى تَمَامِ ثَلَاثِينَ يَوْماً بِهَذَا التَّسْبِيحِ مِائَةَ مَرَّةٍ سُبْحَانَ الإلَهِ الْجَلِيلِ و سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنْبَغِي التَّسْبِيحُ إِلَّا لَهُ سُبْحَانَ الْأَعَزِّ الْأَكْرَمِ سُبْحَانَ مَنْ لَبِسَ الْعِزَّ وَ هُوَ لَهُ أَهْلٌ
Dari Abû Sa'îd Al-Khudri dari Rasûlullâh saw dalam sebuah hadîts yang panjang bahwa ada seorang lelaki yang bertanya padanya, "Wahai Nabi Allah, maka bagaimana orang yang tak bisa shaum Rajab karena lemah atau penyakit yang menimpanya atau perempuan yang tidak suci, apa yang harus dia perbuat demi memperoleh pahala yang engkau sifatkan." Beliau berkata, "Dia bersedekah sepotong roti (makanan) setiap hari kepada orang-orang miskin, demi yang diriku di tangan-Nya, sesungguhnya dia jika sedekah dengan sedekah ini setiap hari, dia akan mendapatkan apa yang telah kusifatkan, dan lebih banyak dari itu, kalaulah seluruh makhluk semuanya bersatu untuk mengukur kadar pahalanya, tentu mereka tidak bakal sampai kepada sepersepuluh dari keutamaan-keutamaan dan derajat-derajat yang didapatkan dalam surga." Beliau ditanya, "Wahai Rasûlullâh, bagaimana apabila orang itu tidak mampu dengan sedekah ini, apa yang mesti dia perbuat demi mendapatkan apa yang engkau sifatkan?" Beliau berkata, "Dia bertasbîh kepada Allah pada setiap hari sampai sempurna tiga puluh hari dengan tasbîh ini sebanyak seratus kali: Maha suci Tuhan yang maha agung, maha suci Dia yang tidak layak tahbîh selain bagi-Nya, maha suci Dia yang maha agung lagi maha mulia, maha suci Dia yang mengenakan keperkasaan dan Dia ahlinya."  
 
عَلِيُّ بْنُ مُوسَى بْنِ طَاوُسٍ فِي الْإِقْبَالِ قَالَ رَأَيْتُ فِي حَدِيثٍ بِإِسْنَادِهِ أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ مِنْ رَجَبٍ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ نُوراً يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَسْعَى بِهِ إِلَى الْجَنَّةِ
'Ali bin Mûsâ bin Thâwus dalam Al-Iqbâl dia berkata, "Saya melihat dalam sebuah hadîts degan isnâd-nya bahwa siapa yang membaca: Qul huwallâhi ahad (sûrah Al-Ikhlâsh) pada hari Jumat sebanyak 100 kali dari Rajab, adalah baginya cahaya pada hari kiamat yang dengannya dia berjalan menuju ke surga." 
 
عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ مَنْ قَالَ فِي رَجَبٍ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَ أَتُوبُ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ وَ خَتَمَهَا بِالصَّدَقَةِ خَتَمَ اللَّهُ لَهُ بِالرَّحْمَةِ وَ الْمَغْفِرَةِ وَ مَنْ قَالَهَا أَرْبَعَمِائَةِ مَرَّةٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَجْرَ مِائَةِ شَهِيدٍ فَإِذَا لَقِيَ اللَّهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ اللَّهُ لَهُ قَدْ أَقْرَرْتَ بِمُلْكِي فَتَمَنَّ عَلَيَّ مَا شِئْتَ حَتَّى أُعْطِيَكَ فَإِنَّهُ لَا مُقْتَدِرَ غَيْرِي
Dari Nabi saw berkata, "Barang siapa yang mengucapkan pada Rajab: Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia sendiri tiada sekutu bagi-Nya dan aku bertobat pada-Nya. Sebanyak 100 kali dan menutupnya dengan sedekah, niscaya Allah menutupkan baginya dengan kasih dan ampunan. Dan barang siapa yang menucapkannya 400 kali, niscaya Allah menuliskan untuknya pahala seratus syahîd, maka bila dia bertemu Allah pada hari kiamat, Allah berfirman kepadanya, Sungguh kamu telah berikrar dengan kerajaan-Ku, inginkanlah padaKu apa yang kamu inginkan hingga Aku memberimu, sebab tidak ada yang berkuasa selain Aku." 
 
وَ عَنْهُ ع مَنْ قَالَ فِيهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَلْفَ مَرَّةٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ مِائَةَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَ بَنَى اللَّهُ لَهُ مِائَةَ مَدِينَةٍ فِي الْجَنَّةِ
Dan darinya as, "Barang siapa yang mengucapkan padanya: Tidak ada tuhan selain Allah 1000 kali, niscaya Allah menuliskan baginya 100000 kebaikan, dan Allah membangun 100 kota baginya di dalam surga." 
 
قَالَ وَ فِي رِوَايَةٍ مَنِ اسْتَغْفَرَ اللَّهَ فِي رَجَبٍ وَ سَأَلَهُ التَّوْبَةَ سَبْعِينَ مَرَّةً بِالْغَدَاةِ وَ سَبْعِينَ مَرَّةً بِالْعَشِيِّ يَقُولُ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَ أَتُوبُ إِلَيْهِ فَإِذَا بَلَغَ تَمَامَ سَبْعِينَ مَرَّةً رَفَعَ يَدَيْهِ وَ قَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَ تُبْ عَلَيَّ فَإِنْ مَاتَ فِي رَجَبٍ مَاتَ مَرْضِيّاً عَنْهُ وَ لَا تَمَسُّهُ النَّارُ بِبَرَكَةِ رَجَبٍ
Dia berkata: Dan dalam satu riwayat, "Siapa yang istighfâr kepada Allah dalam Rajab dan dia meminta pada-Nya tobat sebanyak 70 kali pagi dan 70 kali sore, yaitu dia mengucapkan: Astaghfirullâha wa atûbu ilaih (Aku meminta ampunan kepada Allah dan aku bertobat kepada-Nya), apabila telah sempurna 70 kali, dia angkat kedua tangannya, dan dia berdoa: Allâhummaghfir lî wa tub 'alayy (Ya Allah ampuni-lah aku dan terimalah tobatku). Jika dia mati dalam Rajab, dia mati dalam keadaan diridoi-Nya dan dia tidak akan disentuh api neraka dengan keberkahan Rajab." 
 
وَ عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ مَنْ قَرَأَ فِي عُمُرِهِ عَشَرَةَ آلَافِ مَرَّةٍ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ بِنِيَّةٍ صَافِيَةٍ فِي شَهْرِ رَجَبٍ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ خَارِجاً مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمَ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ فَيَسْتَقْبِلُهُ سَبْعُونَ مَلَكاً يُبَشِّرُونَهُ بِالْجَنَّةِ
 Dan dari Nabi saw berkata, "Barang siapa yang membaca dalam usianya 10000 kali (sûrah) Qul Huwallâhu Ahad dengan niat yang tulus dalam bulan Rajab, niscaya dia datang pada hari kiamat dalam keadaan keluar dari dosa-dosanya seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya, maka tujuh puluh malak menyambutnya dan menyampaikan kabar gembira dengan surga." 

وَ عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ أَلْفَ مَرَّةٍ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِعَمَلِ أَلْفِ نَبِيٍّ وَ أَلْفِ مَلَكٍ وَ لَمْ يَكُنْ أَحَدٌ أَقْرَبَ إِلَى اللَّهِ مِنْهُ إِلَّا مَنْ زَادَ عَلَيْهِ وَ إِنَّهَا لَتُضَاعَفُ فِي شَهْرِ رَجَبٍ
Dan dari Nabi saw berkata, "Barang siapa yang membaca (sûrah) Qul Huwallâhu Ahad 1000 kali, dia datang pada hari kiamat dengan amal 100 orang nabi dan seribu malak, dan tidak ada yang lebih dekat kepada Allah selain darinya, kecuali orang yang menambah atasnya, dan sesungguhnya ia dilipatgandakan dalam bulan rajab." 
 
وَ عَنْهُ ع مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ مِائَةَ مَرَّةً بُورِكَ لَهُ وَ عَلَى وُلْدِهِ وَ أَهْلِهِ وَ جِيرَانِهِ وَ مَنْ قَرَأَهَا فِي رَجَبٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ اثْنَيْ عَشَرَ قَصْراً فِي الْجَنَّةِ
 وَ ذَكَرَ ثَوَاباً جَزِيلًا وَ أَجْراً عَظِيماً
Dan darinya as berkata, "Barang siapa yang membaca Qul Huqallâhui Ahad 100 kali, niscaya diberkahi baginya dan atas anak-anaknya, keluarganya dan para tetangganya. Dan siapa yang membacanya dalam Rajab, tentu Allah membangun baginya 12 istana di dalam surga." Dan beliau menyebutkan pahala yang banyak dan balasan yang besar.  

Sya'bân adalah bulan Nabi saw dan keutamaan shaum pada bulan tersebut
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَرْحُومٍ الْأَزْدِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ مَنْ صَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ وَ مَنْ صَامَ يَوْمَيْنِ نَظَرَ اللَّهُ إِلَيْهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ فِي دَارِ الدُّنْيَا وَ دَامَ نَظَرُهُ إِلَيْهِ فِي الْجَنَّةِ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ زَارَ اللَّهَ فِي عَرْشِهِ مِنْ جَنَّتِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ
Dari 'Abdullâh bin Marhûm Al-Azdi berkata: Aku mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Barang siapa yang shaum pada awal hari dari Sya'bân, niscaya wajib baginya surga, barang siapa yang shaum dua hari, Allah memandang kepadanya pada setiap siang dan malam di negeri dunia dan senantiasa pandangan-Nya kepadanya di surga, dan barang siapa yang shaum tiga hari, Allah berziarah kepadanya di 'arsy-Nya dari surga-Nya pada setiap hari." 
 

عَنِ الرِّضَا ع فِي كِتَابِهِ إِلَى الْمَأْمُونِ قَالَ وَ صَوْمُ شَعْبَانَ حَسَنٌ وَ هُوَ سُنَّةٌ قَالَ وَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص شَعْبَانُ شَهْرِي وَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ
Dari Al-Ridhâ as dalam suratnya kepada Al-Ma`mûn berkata, "Dan shaum Sya'bân itu baik dan ia sunnah." Beliau berkata, "Rasûlullâh saw berkata, 'Sya'bân itu adalah bulanku dan bulan Ramadhân bulan Allah.'" 
 
عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ص عَنْ صَوْمِ رَجَبٍ فَقَالَ وَ أَيْنَ أَنْتُمْ عَنْ شَعْبَانَ
Dari Sufyân bin Aslam berkata: Rasûlullâh saw ditanya tentang shaum Rajab, maka beliau berkata, "Dan di manakah kalian dari Sya'bân?" 

Hadîts ini menunjukkan bahwa bulan Sya'bân lebih utama dari bulan Rajab, ketika orang mengutamakan Rajab dan melupakan Sya'bân, beliau saw berkata, "Dan di manakah kalian dari Sya'bân?"
 
عَنْ سُلَيْمَانَ الْمَرْوَزِيِّ عَنِ الرِّضَا ع قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص يُكْثِرُ الصِّيَامَ فِي شَعْبَانَ إِلَى أَنْ قَالَ وَ كَانَ يَقُولُ شَعْبَانُ شَهْرِي وَ هُوَ أَفْضَلُ الشُّهُورِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَمَنْ صَامَ فِيهِ يَوْماً كُنْتُ شَفِيعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْحَدِيثَ
Dari Sulaimân Al-Marwazi dari Al-Ridhâ as beliau berkata, "Adalah Rasûlullâh saw membanyakkan shaum Sya'bân hingga beliau mengatakan, 'Sya'bân adalah bulanku dan ia bulan yang paling utama setelah bulan Ramadhân, barang siapa yang shaum padanya sehari, maka akulah pemberi syafa'atnya pada hari kiamat…'" 

عَنْ أَبَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص شَفِيعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abân dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Barang siapa yang shaum tiga hari dari Sya'bân, wajib surga baginya, dan Rasûlullâh saw pemberi syafa'atnya pada hari kiamat." 
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ آبَائِهِ عَنْ عَلِيٍّ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ مَنْ صَامَ شَعْبَانَ مَحَبَّةً لِنَبِيِّ اللَّهِ ص وَ تَقَرُّباً إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ أَحَبَّهُ اللَّهُ وَ قَرَّبَهُ مِنْ كَرَامَتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ أَوْجَبَ لَهُ الْجَنَّةَ
Dari Abû 'Abdillâh as dari ayah-ayahnya dari 'Ali as dalam sebuah hadîts berkata, "Barang siapa yang shaum Sya'bân karena cinta kepada Nabi Allah saw dan karena pendekatan diri kepada Allah 'azza wa jalla, niscaya Allah mencintainya dan menghampirkannya kepada karâmah-Nya pada hari kiamat dan Dia mewajibkan surga baginya."  

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ص صَامَ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِمَّا صَامَ فِي شَعْبَانَ
Dari 'Âisyah telah berkata, "Aku tidak melihat Rasûlullâh saw shaum dalam suatu bulan yang lebih banyak selain shaum dalam (bulan) Sya'bân." 
 
عَنْ يُونُسَ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ شَعْبَانَ فَقُلْتُ لَهُ جُعِلْتُ فِدَاكَ كَانَ أَحَدٌ مِنْ آبَائِكَ يَصُومُ شَعْبَانَ فَقَالَ كَانَ خَيْرُ آبَائِي رَسُولُ اللَّهِ ص أَكْثَرَ صِيَامِهِ فِي شَعْبَانَ
Dari Yûnus bin Ya'qûb dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Saya bertanya kepada beliau mengenai shaum Sya'bân, maka saya berkata kepadanya, "Kujadikan diriku tebusanmu, adakah seseorang dari ayah-ayahmu shaum Sya'bân?" Beliau berkata, "Adalah sebaik-baik ayahku Rasûlullâh saw orang yang paling banyak shaumnya dalam Sya'bân." 
 
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ صُومُوا شَعْبَانَ وَ اغْتَسِلُوا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْهُ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَ رَحْمَةٌ
Dari Abû Bashîr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Shaumi olehmu Sya'bân dan mandilah pada malam pertengahan darinya (malam nishfu Sya'bân), yang demikian itu keringanan dan rahmat dari Tuhan yang mengaturmu." 
 
عَنِ الصَّادِقِ ع قَالَ مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Dari Al-Shâdiq as berkata, "Barang siapa yang shaum sehari dari (bulan) Sya'bân, niscaya dia masuk ke surga."  
 
قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ وَ شَعْبَانُ شَهْرُ رَسُولِ اللَّهِ ص وَ رَجَبٌ شَهْرِي
Amîrul Mu`minîn as berkata, "Bulan Ramadhân bulan Allah, Sya'bân bulan Rasûlullâh, dan Rajab bulanku." 

عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ شَعْبَانُ شَهْرِي وَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ فَمَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ شَهْرِي كُنْتُ شَفِيعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ مَنْ صَامَ يَوْمَيْنِ مِنْ شَهْرِي غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَهْرِي قِيلَ لَهُ اسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ
Dari Nabi saw berkata, "Sya'bân bulanku dan bulan Ramadhân bulan Allah, maka siapa yang shaum sehari dari bulanku, adalah aku pemberi syafa'atnya pada hari kiamat, dan siapa yang shaum dua hari dari bulanku, Allah mengampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu, dan siapa yang shaum tiga hari dari bulanku, dikatakan kepadanya: Mulailah lagi kamu beramal." 
 
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص تَتَزَيَّنُ السَّمَاوَاتُ فِي كُلِّ خَمِيسٍ مِنْ شَعْبَانَ فَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ إِلَهَنَا اغْفِرْ لِصَائِمِهِ وَ أَجِبْ دُعَاءَهُمْ إِلَى أَنْ قَالَ وَ مَنْ صَامَ فِيهِ يَوْماً وَاحِداً حَرَّمَ اللَّهُ جَسَدَهُ عَلَى النَّارِ
Dari Amîrul Mu`minîn as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Langit berhias pada setiap hari Kamis dari Sya'bân, maka berkata malaikat, 'Wahai Tuhan kami, ampunilah orang yang shaum padanya dan kabulkanlah doanya–dan siapa yang shaum satu hari padanya, Allah haramkan jasadnya atas api neraka." 

Shaum Sya'bân itu amalan yang sunnah, mentaati perintah Allah 'azza wa jalla serta menjauhi larangan-Nya adalah amalan yang wajib, jika amalan yang wajib sudah dijalankan, maka amalan yang sunnah sangat menunjang. Tetapi jika amalan yang wajib ditinggalkan, maka amalan yang sunnah tidak berguna. Imam 'Ali as mengatakan bahwa tidak ada taqarrub dengan yang sunnah jika mengabaikan yang wajib.
   
     عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ مَنْ صَامَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَ الْخَمِيسِ مِنْ شَعْبَانَ جَعَلَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ نَصِيباً وَ مَنْ صَامَ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ وَ الْخَمِيسِ مِنْ شَعْبَانَ قَضَى لَهُ عِشْرِينَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الدُّنْيَا وَ عِشْرِينَ حَاجَةً مِنْ حَوَائِجِ الْآخِرَةِ
Dari Nabi saw berkata, "Siapa yang shaum hari Senin dan Kamis dari Sya'bân, Allah menjadikan baginya bagian, dan siapa yang shaum hari Senin dan Kamis dari Sya'bân, niscaya Allah tunaikan baginya dua puluh kebutuhan dari kebutuhan-kebutuhan dunia dan dua puluh kebutuhan dari kebutuhan-kebutuhan akhirat." 
 
عَنْ سَمَاعَةَ بْنِ مِهْرَانَ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ صَوْمِ شَعْبَانَ فَقَالَ حَسَنٌ فَقُلْتُ كَيْفَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ ص فَقَالَ صَامَ بَعْضاً وَ أَفْطَرَ بَعْضاً
Dari Samâ'ah bin Mihrân berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang shaum Sya'bân, maka beliau berkata, "Baik." Saya bertanya, "Bagaimana Rasûlullâh saw shaum?" Dia berkata, "Beliau shaum sebagian dan berbuka sebagian."  
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص كَانَ يُكْثِرُ الصَّوْمَ فِي شَعْبَانَ يَقُولُ إِنَّ أَهْلَ الْكِتَابِ تَنَحَّسُوا بِهِ فَخَالِفُوهُمْ
Dari 'Abdullâh bin Sinân dari Abû 'Abdillâh as bahwa Rasûlullâh saw membanyakkan shaum dalam Sya'bân, beliau berkata, "Sesungguhnya ahli kitab menganggap sial dengannya, maka berbedalah dengan mereka." 
 
عَنْ سَمَاعَةَ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ صَوْمِ شَعْبَانَ أَ صَامَهُ رَسُولُ اللَّهِ ص قَالَ نَعَمْ وَ لَمْ يَصُمْهُ كُلَّهُ قُلْتُ فَكَمْ أَفْطَرَ فِيهِ قَالَ أَفْطَرَ فَأَعَدْتُهَا وَ أَعَادَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَا يَزِيدُنِي عَلَى أَنْ أَفْطَرَ ثُمَّ سَأَلْتُهُ فِي الْعَامِ الْمُقْبِلِ عَنْ ذَلِكَ فَأَجَابَنِي بِمِثْلِ ذَلِكَ فَسَأَلْتُهُ عَنْ فَصْلِ مَا بَيْنَ ذَلِكَ يَعْنِي مَا بَيْنَ شَعْبَانَ وَ رَمَضَانَ فَقَالَ فَصْلٌ قُلْتُ مَتَى قَالَ إِذَا جُزْتَ النِّصْفَ ثُمَّ أَفْطَرْتَ مِنْهُ يَوْماً فَقَدْ فَصَلْتَ
Dari Samâ'ah berkata: Saya telah bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang shaum Sya'bân, "Apakah Rasûlullâh saw menshauminya?" Beliau berkata, "Ya, dan beliau tidak menshauminya seluruhnya." Saya berkata, "Berapa hari beliau berbuka padanya?" Dia berkata, "Beliau berbuka." Maka aku mengulanginya dan beliau juga mengulanginya tiga kali tidak melebihiku dari jawaban berbuka. Kemudian saya bertanya kepadanya pada tahun berikutnya tentang hal itu, maka beliau pun menjawabku seperti itu, lalu aku bertanya padanya tentang memisahkan di antara itu, yakni antara Sya'bân dan (bulan) Ramadhân, maka beliau berkata, "Satu pemisah." Saya bertanya, "Kapan?" Beliau berkata, "Jika engkau telah melewati setengahnya, kemudian engkau berbuka darinya satu hari, maka engkau telah memisahkan." 
 
عَنِ الْمُفَضَّلِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع مِثْلَهُ وَ قَالَ وَ كَانَ أَبِي يَفْصِلُ بَيْنَ شَعْبَانَ وَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ وَ كَانَ عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ ع يَصِلَ مَا بَيْنَهُمَا وَ يَقُولُ صَوْمُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ وَ اللَّهِ تَوْبَةٌ مِنْ اللَّهِ
Dari Al-Mufadhdhal dari Abû 'Abdillâh as yang semisalnya dan beliau berkata, "Adalah ayahku memisahkan antara Sya'bân dan (bulan) Ramadhân dengan satu hari, sedang 'Ali bin Al-Husain as menyambungkan antara keduanya dan beliau berkata, 'Shaum dua bulan berturut-turut, demi Allah penerimaan tobat dari Allah.'" 

Sunnah menyambungkan shaum Sya'bân dengan shaum bulan Ramadhân dengan berbuka pada waktu malam dan anjuran shaum dua bulan berturut-turut untuk pertobatan sekalipun dari dosa membunuh

عَنْ أَبِي الصَّبَّاحِ الْكِنَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ صَوْمُ شَعْبَانَ وَ شَهْرِ رَمَضَانَ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةٌ مِنَ اللَّهِ وَ اللَّهِ
Dari Abû Al-Shabâh Al-Kinâni berkata: Saya mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Shaum Sya'bân dan bulan Ramadhân berturut-turut adalah penerimaan tobat dari Allah, demi Allah." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ مَا تَقُولُ فِي الرَّجُلِ يَصُومُ شَعْبَانَ وَ شَهْرَ رَمَضَانَ قَالَ هُمَا الشَّهْرَانِ اللَّذَانِ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى شَهْرَيْنِ مُتَتابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ قُلْتُ فَلَا يَفْصِلُ بَيْنَهُمَا قَالَ إِذَا أَفْطَرَ مِنَ اللَّيْلِ فَهُوَ فَصْلٌ وَ إِنَّمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص لَا وِصَالَ فِي صِيَامٍ يَعْنِي لَا يَصُومُ الرَّجُلُ يَوْمَيْنِ مُتَوَالِيَيْنِ مِنْ غَيْرِ إِفْطَارٍ وَ قَدْ يُسْتَحَبُّ لِلْعَبْدِ أَنْ لَا يَدَعَ السَّحُورَ
Dari Muhammad bin Sulaimân dari ayahnya berkata: Saya berkata kepada Abû 'Abdillâh, "Apa yang engkau katakan tentang seorang lelaki, dia shaum Sya'bân dan bulan Ramadhân?" Dia berkata, "Itu dua bulan yang Allah tabâraka wa ta'âlâ telah berfirman dua bulan berturut-turut sebagai penerimaan tobat dari Allah." Saya berkata, "Tidak memisahkan di antara keduanya?" Dia berkata, "Jika dia berbuka dari waktu malam, maka ia pemisah, sesungguhnya yang dikatakan oleh Rasûlullâh saw tidak boleh wishâl (bersambung) dalam shiyâm, yaitu orang tidak boleh shaum dua hari berturut-turut tanpa berbuka, dan sungguh dianjurkan bagi hamba untuk tidak meninggalkan sahûr." 
 
عَنِ الْمُفَضَّلِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ كَانَ أَبِي ع يَفْصِلُ مَا بَيْنَ شَعْبَانَ وَ شَهْرِ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ وَ كَانَ عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ ع يَصِلُ مَا بَيْنَهُمَا وَ يَقُولُ صَوْمُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةٌ مِنَ اللَّهِ
Dari Al-Mufadhdhal dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Adalah ayahku as memisahkan shaum yang antara Sya'bân dan bulan Ramadhân dengan satu hari (berbuka), dan adalah 'Ali bin Al-Husain as menyambungkan shaum di antara keduanya dan beliau berkata, "Shaum dua bulan berturut-turut itu penerimaan tobat dari Allah."  
 
قَالَ الصَّادِقُ ع مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ آخِرِ شَعْبَانَ وَ وَصَلَهَا بِشَهْرِ رَمَضَانَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ صَوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ
Al-Shâdiq as berkata, "Siapa yang shaum tiga hari dari akhir Sya'bân dan menyambungkannya dengan bulan Ramadhân, niscaya Allah menuliskan untuknya shaum dua bulan berturut-turut." 

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص وَ قَدْ تَذَاكَرَ أَصْحَابُهُ عِنْدَهُ فَضَائِلَ شَعْبَانَ فَقَالَ شَهْرٌ شَرِيفٌ وَ هُوَ شَهْرِي وَ حَمَلَةُ الْعَرْشِ تُعَظِّمُهُ وَ تَعْرِفُ حَقَّهُ وَ هُوَ شَهْرٌ يُزَادُ فِيهِ أَرْزَاقُ الْمُؤْمِنِينَ كَشَهْرِ رَمَضَانَ وَ تُزَيَّنُ فِيهِ الْجِنَانُ وَ إِنَّمَا سُمِّيَ شَعْبَانَ لِأَنَّهُ تَتَشَعَّبُ فِيهِ أَرْزَاقُ الْمُؤْمِنِينَ وَ هُوَ شَهْرُ الْعَمَلِ فِيهِ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ بِسَبْعِينَ وَ السَّيِّئَةُ مَحْطُوطَةٌ وَ الذَّنْبُ مَغْفُورٌ وَ الْحَسَنَةُ مَقْبُولَةٌ وَ الْجَبَّارُ جَلَّ جَلَالُهُ يُبَاهِي فِيهِ بِعِبَادِهِ وَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَّامِهِ وَ قُوَّامِهِ فَيُبَاهِي بِهِمْ حَمَلَةَ الْعَرْشِ فَقَامَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ ع فَقَالَ بِأَبِي أَنْتَ وَ أُمِّي يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْ لَنَا شَيْئاً مِنْ فَضَائِلِهِ لِنَزْدَادَ رَغْبَةً فِي صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ وَ لِنَجْتَهِدَ لِلْجَلِيلِ عَزَّ وَ جَلَّ فِيهِ فَقَالَ ص مَنْ صَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ سَبْعِينَ حَسَنَةً الْحَسَنَةُ تَعْدِلُ عِبَادَةَ سَنَةٍ وَ مَنْ صَامَ يَوْمَيْنِ مِنْ شَعْبَانَ حُطَّتْ عَنْهُ السَّيِّئَةُ الْمُوبِقَةُ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ رَفَعَ اللَّهُ لَهُ سَبْعِينَ دَرَجَةً فِي الْجِنَانِ مِنْ دُرٍّ وَ يَاقُوتٍ وَ مَنْ صَامَ أَرْبَعَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ وُسِّعَ عَلَيْهِ فِي الرِّزْقِ وَ مَنْ صَامَ خَمْسَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ حُبِّبَ إِلَى الْعِبَادِ وَ مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ صُرِفَ عَنْهُ سَبْعُونَ لَوْناً مِنَ الْبَلَاءِ وَ مَنْ صَامَ سَبْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ عُصِمَ مِنْ إِبْلِيسَ وَ جُنُودِهِ دَهْرَهُ وَ عُمُرَهُ وَ مَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَخْرُجْ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى يُسْقَى مِنْ حِيَاضِ الْقُدْسِ وَ مَنْ صَامَ تِسْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ عَطَفَ عَلَيْهِ مُنْكَرٌ وَ نَكِيرٌ عِنْدَ مَا يُسَائِلَانِهِ وَ مَنْ صَامَ عَشَرَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ اسْتَغْفَرَتْ لَهُ الْمَلَائِكَةُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ قَبْرَهُ سَبْعِينَ ذِرَاعاً وَ مَنْ صَامَ أَحَدَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ ضُرِبَ عَلَى قَبْرِهِ إِحْدَى عَشْرَةَ مَنَارَةً مِنْ نُورٍ وَ مَنْ صَامَ اثْنَيْ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ زَارَهُ كُلَّ يَوْمٍ فِي قَبْرِهِ تِسْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ إِلَى النَّفْخِ فِي الصُّورِ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ اسْتَغْفَرَ لَهُ مَلَائِكَةُ سَبْعِ سَمَاوَاتٍ وَ مَنْ صَامَ أَرْبَعَةَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ أُلْهِمَتِ الدَّوَابُّ وَ السِّبَاعُ حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْبَحْرِ أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لَهُ وَ مَنْ صَامَ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ نَادَاهُ رَبُّ الْعِزَّةِ وَ عِزَّتِي لَا أُحْرِقَنَّكَ بِالنَّارِ وَ مَنْ صَامَ سِتَّةَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ أُطْفِئَ عَنْهُ سَبْعُونَ بَحْراً مِنَ النِّيرَانِ وَ مَنْ صَامَ سَبْعَةَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ غُلِّقَتْ عَنْهُ أَبْوَابُ النِّيرَانِ كُلُّهَا وَ مَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجِنَانِ كُلُّهَا وَ مَنْ صَامَ تِسْعَةَ عَشَرَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ أُعْطِيَ تِسْعِينَ أَلْفَ قَصْرٍ فِي الْجِنَانِ مِنْ دُرٍّ وَ يَاقُوتٍ وَ مَنْ صَامَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ زُوِّجَ سَبْعِينَ أَلْفَ زَوْجَةٍ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ وَ مَنْ صَامَ أَحَدَ وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ رَحَّبَتْ بِهِ الْمَلَائِكَةُ وَ مَسَحَتْهُ بِأَجْنِحَتِهَا وَ مَنْ صَامَ اثْنَيْنِ وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ كُسِيَ سَبْعِينَ أَلْفَ حُلَّةٍ مِنْ سُنْدُسٍ وَ إِسْتَبْرَقٍ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ أُتِيَ بِدَابَّةٍ مِنْ نُورٍ عِنْدَ خُرُوجِهِ مِنْ قَبْرِهِ فَيَرْكَبُهَا طَيَّاراً إِلَى الْجِنَانِ وَ مَنْ صَامَ أَرْبَعَةَ وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ شُفِّعَ فِي سَبْعِينَ أَلْفاً مِنْ أَهْلِ التَّوْحِيدِ وَ مَنْ صَامَ خَمْسَةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ أُعْطِيَ بَرَاءَةً مِنَ النِّفَاقِ وَ مَنْ صَامَ سِتَّةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ كَتَبَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ لَهُ جَوَازاً عَلَى الصِّرَاطِ وَ مَنْ صَامَ سَبْعَةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ وَ مَنْ صَامَ ثَمَانِيَةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ تَهَلَّلَ وَجْهُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ مَنْ صَامَ تِسْعَةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ نَالَ رِضْوَانَ اللَّهِ الْأَكْبَرَ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثِينَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ نَادَاهُ جَبْرَئِيلُ مِنْ قُدَّامِ الْعَرْشِ يَا هَذَا اسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ عَمَلًا جَدِيداً فَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا مَضَى وَ تَقَدَّمَ مِنْ ذُنُوبِكَ وَ الْجَلِيلُ عَزَّ وَ جَلَّ يَقُولُ لَوْ كَانَتْ ذُنُوبُكَ عَدَدَ نُجُومِ السَّمَاءِ وَ قَطْرِ الْأَمْطَارِ وَ وَرَقِ الْأَشْجَارِ وَ عَدَدَ الرَّمْلِ وَ الثَّرَى وَ أَيَّامِ الدُّنْيَا لَغَفَرْتُهَا لَكَ وَ مَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ بَعْدَ صِيَامِكَ شَهْرَ شَعْبَانَ.
Dari Ibnu 'Abbâs berkata: Rasûlullâh saw telah berkata dan para sahabatnya telah berbincang-bincang tentang keutamaan Sya'bân di sisinya, maka beliau berkata, "Bulan yang mulia dan ia adalah bulanku, para pemikul 'arsy mengagung-kannya dan mereka mengetahui haknya, ia adalah bulan yang padanya ditambah rezeki kaum yang beriman, seperti bulan Ramadhân, padanya surga-surga dihias, dinamakan Sya'bân (bercabang-cabang) karena padanya bercabang-cabang rezeki orang-orang yang beriman, dan ia adalah bulan beramal, padanya kebaikan dilipatkan menjadi tujuh puluh kali lipat, keburukan dihapuskan, dosa diampuni, kebaikan diterima dan Al-Jabbâr jalla jalâluh berbangga-bangga padanya dengan hamba-hamba-Nya dan Dia memandang kepada orang-orang yang menshauminya dan ibadah pada malamnya, maka Dia berbangga-bangga dengan mereka kepada para malaikat pemikul 'arsy." Maka 'Ali bin Abî Thâlib as berdiri, lalu dia bertanya, "Demi ayahku engkau dan ibuku wahai Rasûlullâh, sifatkanlah bagi kami sedikit dari keutamaan-keutamaannya supaya kami bertambah semangat di dalam menshauminya dan ibadah malamnya dan agar kami bersungguh-sungguh padanya karena Al-Jalîl 'azza wa jalla." Maka beliau saw berkata, "Siapa yang shaum pada hari pertama dari sya'bân, Allah menuliskan baginya tujuh puluh kebaikan, satu kebaikan menyamai ibadah setahun, siapa yang shaum dua hari dari Sya'bân dihapuskan kesalahan yang membahayakannya, siapa yang shaum tiga hari dari Sya'bân, Allah meninggikan baginya tujuh puluh derajat dalam surga dari mutiara dan yaqût, siapa yang shaum empat hari dari Sya'bân, diluaskan atasnya dalam rezeki, siapa yang shaum lima hari dari Sya'bân, dicintakan kepada para hamba, siapa yang shaum enam hari dari Sya'bân, dipalingkan darinya tujuh puluh macam bala, siapa yang shaum tujuh hari dari Sya'bân, dijaga dari Iblîs dan bala tentaranya seumur hidupnya, siapa yang shaum delapan hari dari Sya'bân, tidak keluar dari dunia hingga dia diberi minum dari telaga suci, siapa yang shaum sembilan hari dari Sya'bân, Munkar dan Nakîr berlaku lembut ketika mereka bertanya kepadanya, siapa yang shaum sepuluh hari dari Sya'bân, para malaikat memintakan ampunan baginya sampai hari kia-mat dan Allah meluaskan kuburnya tujuh puluh hasta, siapa yang shaum sebelas hari dari Sya'bân, diletakkan di atas kuburnya sebelas menara dari cahaya, siapa yang shaum dua belas hari dari Sya'bân, setiap hari akan dikunjungi kuburnya oleh sembilan puluh ribu malaikat sampai ditiup sangkakala, siapa yang shaum tiga belas hari dari Sya'bân, malaikat tujuh langit akan memintakan ampunan baginya, siapa yang shaum empat belas hari dari Sya'bân, diilhamkan kepada binatang melata, binatang buas hingga ikan di laut untuk memintakan ampunan baginya, siapa yang shaum lima belas hari dari Sya'bân, Rabbul 'izzah menyerunya, Sungguh Aku tidak akan membakarmu dengan api neraka, siapa yang shaum enam belas hari dari Sya'bân, dipadamkan darinya tujuh lautan api neraka, siapa yang shaum tujuh belas hari dari Sya'bân, ditutupkan darinya pintu-pintu neraka semuanya, siapa yang shaum delapan belas hari dari Sya'bân, dibukakan baginya pintu-pintu surga seluruhnya, siapa yang shaum sembilan belas hari dari Sya'bân, dia diberi sembila puluh ribu istana di dalam surga dari mutiara dan yaqût, siapa yang shaum dua puluh hari dari Sya'bân, dia dinikahkan dengan tujuh puluh ribu istri dari bidadari, siapa yang shaum dua puluh satu hari dari Sya'bân, akan disambut malaikat dan diusapnya dengan sayap-sayapnya, siapa yang shaum dua puluh dua hari dari Sya'bân, dia diberi busana tujuh puluh ribu potong dari sutera halus dan sutera yang berlungsin mas, siapa yang shaum dua puluh tiga hari dari Sya'bân, didatangkan baginya kendaraan dari cahaya ketika dia keluar dari kuburnya dia menaikinya dalam keadaan terbang ke surga-surga, siapa yang shaum dua puluh empat hari dari Sya'bân, dia diberi hak syafa'at bagi tujuh puluh ribu dari ahli tauhîd, siapa yang shaum dua puluh lima hari dari Sya'bân, dia diberi pernyataan bebas dari ni-fâq, siapa yang shaum dua puluh enam hari dari Sya'bân, Allah mencatatkan baginya dapat melintasi jembatan neraka, siapa yang shaum dua puluh tujuh hari dari Sya'bân, Allah mencatatkan baginya bebas dari neraka, siapa yang shaum dua puluh delapan hari dari Sya'bân, wajahnya akan bersinar pada hari kiamat, siapa yang shaum dua puluh sembilan hari dari Sya'bân, dia menggapai keridoan Allah yang maha besar, siapa yang shaum tiga puluh hari dari Sya'bân, Jabra`îl memanggilnya dari depan 'arsy, Wahai orang ini, mulailah dengan amal yang baru, sungguh telah diampuni bagimu dari dosa-dosamu yang telah lalu dan telah terdahulu, dan Al-Jalîl 'azza wa jalla berfirman, Kalaulah dosa-dosamu itu sebanyak bintang di langit, sebanyak tetesan air hujan, sebanyak dedaunan yang ada di pepohonan, sebanyak butiran pasir dan tanah dan sejumlah hari-hari dunia, niscaya Aku mengampuninya bagimu, dan yang demikian itu tidak sulit atas Allah setelah shaumu bulan Sya'bân." 

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ الْوَلِيدِ عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ هِلَالٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا الْحَسَنِ عَلِيَّ بْنَ مُوسَى الرِّضَا ع يَقُولُ مَنْ صَامَ مِنْ شَعْبَانَ يَوْماً وَاحِداً ابْتِغَاءَ ثَوَابِ اللَّهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ إِلَى أَنْ قَالَ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ وَ وَصَلَهَا بِصِيَامِ شَهْرِ رَمَضَانَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ صَوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ
Dari Al-'Abbâs bin Hilâl berkata: Saya mendengar Abû Al-Hasan 'Ali bin Mûsâ Al-Ridhâ as mengatakan, "Siapa yang shaum sehari dari Sya'bân demi mengharap pahala Allah dia masuk ke surga---dan siapa yang shaum tiga hari dari Sya'bân dan menyambungnya dengan shiyâm bulan Ramadhân, Allah menuliskan baginya shaum dua bulan berturut-turut." 

عَنِ الصَّادِقِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع أَنَّهُ قَالَ صَوْمُ شَعْبَانَ وَ شَهْرِ رَمَضَانَ تَوْبَةٌ مِنَ اللَّهِ وَ لَوْ مِنْ دَمٍ حَرَامٍ
Dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad as bahwa dia berkata, "Shaum Sya'bân dan bulan Ramadhân adalah penerimaan tobat dari Allah walaupun dari darah yang haram (membunuh)." 
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ آبَائِهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص يَوْماً لِأَصْحَابِهِ أَيُّكُمْ يَصُومُ الدَّهْرَ فَقَالَ سَلْمَانُ أَنَا إِلَى أَنْ قَالَ إِنِّي أَصُومُ الثَّلَاثَةَ فِي الشَّهْرِ وَ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى مَنْ جاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثالِها وَ أَصِلُ شَعْبَانَ بِشَهْرِ رَمَضَانَ فَذَلِكَ صَوْمُ الدَّهْرِ الْحَدِيثَ وَ فِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ ص أَثْنَى عَلَيْهِ
Dari Abû 'Abdillâh as dari ayah-ayahnya as berkata: Suatu hari Rasûlullâh saw berkata kepada para sahabatnya, "Siapakah di antaramu yang shaum sepanjang masa?" Maka berkatalah Salmân, "Aku–-sampai dia berkata-–sesungguhnya aku shaum tiga hari dalam sebulan dan Allah yang maha tinggi berfirman, Barang siapa yang melakukan kebaikan maka baginya sepuluh yang semisalnya. Dan saya menyambungkan Sya'bân dengan bulan Ramadhân, maka yang demikian itulah shaum sepanjang masa." Al-Hadîts dan padanya bahwa Nabi saw memujinya.
 
عَنِ الصَّادِقِ عَنْ آبَائِهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص شَعْبَانُ شَهْرِي وَ رَمَضَانُ شَهْرُ اللَّهِ فَمَنْ صَامَ مِنْ شَهْرِي يَوْماً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَ مَنْ صَامَ مِنْهُ يَوْمَيْنِ كَانَ مِنْ رُفَقَاءِ النَّبِيِّينَ وَ الصِّدِّيقِينَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ مَنْ صَامَ الشَّهْرَ كُلَّهُ وَ وَصَلَهُ بِشَهْرِ رَمَضَانَ كَانَ ذَلِكَ تَوْبَةً لَهُ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ صَغِيرٍ أَوْ كَبِيرٍ وَ لَوْ مِنْ دَمٍ حَرَامٍ
Dari Al-Shâdiq dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Sya'bân adalah bulanku dan bulan Ramadhân bulan Allah, maka siapa yang shaum sehari dari bulanku wajiblah baginya surga, dan siapa yang shaum dua hari darinya adalah dia di antara sahabat-sahabat para nabi dan shiddîqîn pada hari kiamat, dan siapa yang menshaumi bulan itu semuanya dan menyambungnya dengan bulan Ramadhân adalah yang demikian itu penerimaan tobat baginya dari setiap dosa yang kecil ataupun yang besar sekalipun dari darah yang haram (dosa membunuh)." 
 
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص شَعْبَانُ شَهْرِي وَ رَمَضَانُ شَهْرُ اللَّهِ فَمَنْ صَامَ شَهْرِي كُنْتُ لَهُ شَفِيعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ مَنْ صَامَ شَهْرَ اللَّهِ آنَسَ اللَّهُ وَحْشَتَهُ فِي قَبْرِهِ ثُمَّ ذَكَرَ لَهُ ثَوَاباً جَزِيلًا إِلَى أَنْ قَالَ ثُمَّ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع صُومُوا شَهْرَ رَسُولِ اللَّهِ ص يَكُنْ لَكُمْ شَفِيعاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ صُومُوا شَهْرَ اللَّهِ لِتَشْرَبُوا مِنَ الرَّحِيقِ الْمَخْتُومِ وَ مَنْ وَصَلَهَا بِشَهْرِ رَمَضَانَ كَتَبَ لَهُ صَوْمَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ
Dari Amîrul Mu`minîn as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Sya'bân adalah bulanku dan Ramadhân bulan Allah, maka siapa yang menshaumi bulanku adalah aku pemberi syafa'at baginya pada hari kiamat, dan siapa yang menshaumi bulan Allah, niscaya (kasih) Allah menemani kesendiriannya di dalan kuburnya." Kemudian beliau menyebutkan baginya pahala yang banyak. Lalu Amîrul Mu`minîn as berkata, "Shaumilah bulan Rasûlullâh saw, niscaya beliau menjadi pemberi syafa'at bagi kalian, dan shaumilah bulan Allah supaya kalian dapat minum dari al-rahîq al-makhtûm, dan siapa yang menyambungnya dengan bulan Ramadhân Dia mencatatkan baginya shaum dua bulan berturut-turut." 
 
عَنْ زَيْدٍ الشَّحَّامِ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع هَلْ صَامَ أَحَدٌ مِنْ آبَائِكَ شَعْبَانَ فَقَالَ نَعَمْ كَانَ آبَائِي يَصُومُونَهُ وَ أَنَا أَصُومُهُ وَ آمُرُ شِيعَتِي بِصَوْمِهِ فَمَنْ صَامَ مِنْكُمْ شَعْبَانَ حَتَّى يَصِلَهُ بِشَهْرِ رَمَضَانَ كَانَ حَقّاً عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْطِيَهُ جَنَّتَيْنِ وَ يُنَادِيهِ مَلَكٌ مِنْ بُطْنَانِ الْعَرْشِ عِنْدَ إِفْطَارِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ يَا فُلَانُ طِبْتَ وَ طَابَتْ لَكَ الْجَنَّةُ وَ كَفَى بِكَ أَنَّكَ سَرَرْتَ رَسُولَ اللَّهِ ص بَعْدَ مَوْتِهِ
Dari Zaid Al-Syahhâm berkata: Aku telah berkata kepada Abû 'Abdillâh as, "Apakah seseorang dari ayah-ayahmu menshaumi Sya'bân?" Maka beliau berkata, "Ya, adalah ayah-ayahku menshauminya dan aku menshauminya dan aku suruh para pengikutku menshauminya, maka siapa yang shaum Sya'bân darimu hingga menyambungnya dengan bulan Ramadhân adalah hak atas Allah untuk memberinya dua surga dan dia dipanggil oleh satu malak dari bagian dalam 'arsy ketika berbukanya setiap malam, Wahai Fulân, beruntunglah kamu dan baiklah surga bagimu, dan cukuplah denganmu bahwa kamu telah menggembirakan Rasûlullâh saw setelah wafatnya." 
 
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ مِهْرَانَ الْجَمَّالِ قَالَ قَالَ لِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع حُثَّ مَنْ فِي نَاحِيَتِكَ عَلَى صَوْمِ شَعْبَانَ فَقُلْتُ جُعِلْتُ فِدَاكَ تَرَى فِيهِ شَيْئاً فَقَالَ نَعَمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص كَانَ إِذَا رَأَى هِلَالَ شَعْبَانَ أَمَرَ مُنَادِياً يُنَادِي فِي الْمَدِينَةِ يَا أَهْلَ يَثْرِبَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ أَلَا إِنَّ شَعْبَانَ شَهْرِي فَرَحِمَ اللَّهُ مَنْ أَعَانَنِي عَلَى شَهْرِي ثُمَّ قَالَ إِنَّ أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ ع كَانَ يَقُولُ مَا فَاتَنِي صَوْمُ شَعْبَانَ مُنْذُ سَمِعْتُ مُنَادِيَ رَسُولِ اللَّهِ ص يُنَادِي فِي شَعْبَانَ وَ لَنْ يَفُوتَنِي فِي أَيَّامِ حَيَاتِي صَوْمُ شَعْبَانَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ كَانَ ع يَقُولُ صَوْمُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةٌ مِنَ اللَّهِ.
Dari Shafwân bin Mihrân Al-Jammâl berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata kepadaku, "Doronglah orang yang ada padamu untuk shaum Sya'bân." Saya berkata, "Kujadikan diriku tebusanmu, apakah engkau lihat sesuatu?" Maka beliau berkata, "Ya, sesungguhnya Rasûlullâh saw apabila melihat hilâl Sya'bân, beliau menyuruh seorang penyaru untuk menyerukan di Al-Madînah, 'Wahai penduduk Yatsrib, sesungguhnya aku Rasûlullâh kepada kalian, ketahuilah sesungguhnya Sya'bân adalah bulanku, maka Allah merahmati orang yang membantuku atas bulanku.' Kemudian Amîrul Mu`minîn as mengatakan, 'Tak pernah luput shaum Sya'bân bagiku sejak aku mendengar penyeru Rasûlullâh saw yang menyerukan mengenai Sya'bân, dan tidak akan luput bagiku selama hidupku shaum Sya'bân insyâ` Allâh.' Kemudian beliau berkata, 'Shaum dua bulan berturut-turut adalah tobat dari Allah.'"  

Anjuran shaum Sya'bân seluruhnya atau sebagiannya
عَنِ الْحَلَبِيِّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع هَلْ صَامَ أَحَدٌ مِنْ آبَائِكَ شَعْبَانَ قَطُّ قَالَ صَامَهُ خَيْرُ آبَائِي رَسُولُ اللَّهِ ص
Dari Al-Halabi berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as, "Apakah seseorang dari ayah-ayahmu pernah shaum Sya'bân?" Beliau berkata, "Sebaik-baik dari ayah-ayahku Rasûlullâh saw telah menshauminya." 
 
عَنْ حَفْصِ بْنِ الْبَخْتَرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ كُنَّ نِسَاءُ النَّبِيِّ ص إِذَا كَانَ عَلَيْهِنَّ صِيَامٌ أَخَّرْنَ ذَلِكَ إِلَى شَعْبَانَ كَرَاهَةَ أَنْ يَمْنَعْنَ رَسُولَ اللَّهِ ص فَإِذَا كَانَ شَعْبَانُ صُمْنَ وَ صَامَ وَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص يَقُولُ شَعْبَانُ شَهْرِي
Dari Hafsh bin Al-Bakhtari dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Adalah istri-istri Rasûlullâh saw apabila mereka mempunyai kewajiban shaum, mereka tangguhkan kewajiban itu ke Sya'ban, karena mereka tidak suka mencegah Rasûlullâh saw, maka apabila telah datang Sya'bân, mereka shaum dan beliau shaum, dan adalah Rasûlullâh saw mengatakan, 'Sya'bân adalah bulanku.'" 
 
عَنْ عَنْبَسَةَ الْعَابِدِ قَالَ قُبِضَ النَّبِيُّ ص عَلَى صَوْمِ شَعْبَانَ وَ رَمَضَانَ وَ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي كُلِّ شَهْرٍ أَوَّلِ خَمِيسٍ وَ أَوْسَطِ أَرْبِعَاءَ وَ آخِرِ خَمِيسٍ وَ كَانَ أَبُو جَعْفَرٍ وَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع يَصُومَانِ ذَلِكَ
Dari 'Anbasah Al-'Âbid berkata, "Nabi saw wafat atas shaum Sya'bân, Ramadhân dan tiga hari pada setiap bulan, yaitu awal Kamis pertengahan Rabu dan akhir Kamis. Dan adalah Abû Ja'far dan Abû 'Abdillâh as shaum yang demikian." 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَرْحُومٍ الْأَزْدِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ مَنْ صَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ شَعْبَانَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ الْبَتَّةَ وَ مَنْ صَامَ يَوْمَيْنِ نَظَرَ اللَّهُ إِلَيْهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ فِي دَارِ الدُّنْيَا وَ دَامَ نَظَرُهُ إِلَيْهِ فِي الْجَنَّةِ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ زَارَ اللَّهَ فِي عَرْشِهِ مِنْ جَنَّتِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ
Dari 'Abdullâh bin Marhûm Al-Azdi berkata: Aku mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Siapa yang shaum pada hari pertama dari Sya'bân, wajib baginya surga, siapa yang shaum dua hari, Allah memandang kepadanya pada setiap hari dan malam di negeri dunia dan melanggengkan pandangan-Nya di surga, dan siapa yang shaum tiga hari, Allah berziarah dalam 'arsy-Nya dari surga-Nya pada setiap hari." 

عَنِ الرِّضَا ع قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص يُكْثِرُ الصِّيَامَ فِي شَعْبَانَ إِلَى أَنْ قَالَ وَ كَانَ يَقُولُ شَعْبَانُ شَهْرِي وَ هُوَ أَفْضَلُ الشُّهُورِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَمَنْ صَامَ فِيهِ يَوْماً كُنْتُ شَفِيعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْحَدِيثَ
Dari Al-Ridhâ as telah berkata, "Adalah Rasûlullâh saw membanyakkan shiyâm dalam Sya'bân sampai beliau mengatakan, 'Sya'bân adalah bulanku dan ia seutama-utama bulan setelah bulan Ramadhân, maka barang siapa yang shaum satu hari padanya, adalah aku pemberi syafa'atnya pada hari kiamat…'" 
 
عَنْ أَبَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ شَعْبَانَ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص شَفِيعَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dari Abân dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Barang siapa yang shaum tiga hari dari Sya'bân, wajib baginya surga, dan adalah Rasûlullâh pemberi syafa'atnya pada hari kiamat." 
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ آبَائِهِ عَنْ عَلِيٍّ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ مَنْ صَامَ شَعْبَانَ مَحَبَّةً لِنَبِيِّ اللَّهِ ص وَ تَقَرُّباً إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ أَحَبَّهُ اللَّهُ وَ قَرَّبَهُ مِنْ كَرَامَتِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ أَوْجَبَ لَهُ الْجَنَّةَ
Dari Abû 'Abdillâh as dari ayah-ayahnya dari 'Ali as dalam sebuah hadîts berkata, "Barang siapa yang shaum Sya'bân karena kecintaan kepada Nabiyyullâh saw dan kerena mendekatkan diri kepada Allah 'azza wa jalla, niscaya Allah mencintainya dan mendekatkannya dari karâmah-Nya pada hari kiamat dan mewajibkan surga baginya." 
 
عَنْ يُونُسَ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ شَعْبَانَ فَقُلْتُ لَهُ جُعِلْتُ فِدَاكَ كَانَ أَحَدٌ مِنْ آبَائِكَ يَصُومُ شَعْبَانَ فَقَالَ كَانَ خَيْرُ آبَائِي رَسُولُ اللَّهِ ص أَكْثَرُ صِيَامِهِ فِي شَعْبَانَ
Dari Yûnus bin Ya'qûb dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Saya bertanya kepadanya tentang shaum Sya'bân, lalu saya berkata kepadanya, "Kujadikan diriku tebusanmu, adakah seseorang dari ayah-ayahmu shaum Sya'bân?" Beliau berkata, "Adalah sebaik-baik ayahku Rasûlullâh saw kebanyakan shaumnya itu dalam Sya'bân."  
 
عَنِ الْعَبَّاسِ بْنِ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ كَانَ عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ ع يَدْعُو عِنْدَ كُلِّ زَوَالٍ مِنْ أَيَّامِ شَعْبَانَ وَ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْهُ وَ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ ص بِهَذِهِ الصَّلَوَاتِ يَقُولُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ شَجَرَةِ النُّبُوَّةِ وَ مَوْضِعِ الرِّسَالَةِ إِلَى أَنْ قَالَ وَ هَذَا شَهْرُ نَبِيِّكَ سَيِّدِ رُسُلِكَ شَعْبَانُ الَّذِي حَفَفْتَهُ مِنْكَ بِالرَّحْمَةِ وَ الرِّضْوَانِ الَّذِي كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص يَدْأَبُ فِي صِيَامِهِ وَ قِيَامِهِ فِي لَيَالِيهِ وَ أَيَّامِهِ بُخُوعاً لَكَ فِي إِكْرَامِهِ وَ إِعْظَامِهِ إِلَى مَحَلِّ حِمَامِهِ اللَّهُمَّ فَأَعِنَّا عَلَى الِاسْتِنَانِ بِسُنَّتِهِ فِيهِ وَ نَيْلِ الشَّفَاعَةِ لَدَيْهِ وَ ذَكَرَ الدُّعَاءَ
Dari Al-'Abbâs bin Mujâhid dari ayahnya berkata: Adalah 'Ali bin Al-Husain as berdoa pada setiap zawâl dari hari-hari Sya'bân dan pada malam pertengahan darinya dan beliau bershalawât bagi Nabi saw dengan shalawât ini, beliau mengucapkan, "Ya Allah curahkanlah shalawât atas Muhammad dan keluarga Muhammad pohon kenabian dan tempat meletakkan risâlah--- sampai beliau mengatakan---inilah bulan Nabimu penghulu para rasûl-Mu Sya'bân yang Engkau telah curahkan dari-Mu dengan kasih dan pengampunan yang adalah Rasûlullâh saw membiasakan dalam shiyâmnya dan qiyâmnya pada malam-malamnya dan hari-harinya bukhû'an laka dalam memuliakannya dan mengagungkannya sampai tempat himâmihi. Ya Allah, tolonglah kami atas karunia ini dengan sunnahnya padanya dan mendapatkan syafa'at di sisinya." Dan dia menyebutkan doa. 

عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ صُومُوا شَعْبَانَ وَ اغْتَسِلُوا لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْهُ ذَلِكَ تَخْفِيفٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَ رَحْمَةٌ
Dari Abû Bashîr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Shaumlah Sya'bân dan mandilah pada malam pertengahan darinya, yang demikian itu keringanan dan rahmat dari Tuhanmu." 
 
عَنِ الصَّادِقِ ع قَالَ مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Dari Al-Shâdiq as berkata, "Barang siapa yang shaum sehari dari Sya'bân, niscaya dia masuk ke surga."  
 
عَنِ الْبَاقِرِ ع مَنْ صَامَ شَعْبَانَ كَانَ طَهُوراً لَهُ مِنْ كُلِّ زَلَّةٍ وَ وَصْمَةٍ وَ بَادِرَةٍ
Dari Al-Bâqir as berkata, "Barang siapa yang shaum Sya'bân adalah shaum itu menjadi pembersih baginya dari setiap ketergelinciran, washmah dan bâdirah." 
 
وَ قَالَ ع إِنَّ صَوْمَ شَعْبَانَ صَوْمُ النَّبِيِّينَ وَ صَوْمُ أَتْبَاعِ النَّبِيِّينَ فَمَنْ صَامَ شَعْبَانَ فَقَدْ أَدْرَكَتْهُ دَعْوَةُ رَسُولِ اللَّهِ ص لِقَوْلِهِ ص رَحِمَ اللَّهُ مَنْ أَعَانَنِي عَلَى شَهْرِي
Dan beliau as berkata, "Sesungguhnya shaum Sya'bân itu adalah shaum para nabi dan shaum orang-orang yang mengikuti para nabi. Barang siapa yang shaum Sya'bân, maka sesungguhnya doa Rasûlullâh saw telah menggapainya, karena
doanya saw, Semoga 'Allah merahmati orang yang membantuku atas bulanku.'"

Tue, 1 Jul 2014 @17:06


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved