Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Shaum-shaum Sunnah [3]

Yang Dimaksud dengan Shaum 'Âsyûrâ`

Anjuran shaum (yakni menahan diri dari makan, minum dan berlezat-lezatan) pada hari kesembilan dan kesepuluh dari bulan Al-Muharram karena sedih atas terbunuhnya Al-Husain as, putra-putra Al-Husain dan para sahabat Al-Husain. Dan anjuran membaca sûrah Al-Ikhlâsh seribu kali dan berbukanya sesaat setelah 'ashar.

Pada hari Tâsû'a` dan 'Âsyûrâ` yaitu hari kesembilan dan sepuluh dari bulan Al-Muharram, merupakan hari yang sangat menyedihkan bagi Rasûlullâh saw, keluarganya dan ummatnya, sebab pada hari kesembilan, bala tentara Yazîd yang banyak itu---la'natullâhi 'alaihim ajma'în--- mengepung Al-Husain as putra Rasûlullâh saw dan keluarganya serta para sahabatnya, dan pada hari 'Âsyûrâ` bala tentara Yazid yang ganas itu membantai mereka hingga tidak disisakan dari kaum laki-laki selain putra Al-Husain yang sedang sakit, yaitu 'Ali Zainul 'Âbidîn as, maka beliau dan kaum perempuan yang menjadi tawanan mereka. Pada hari Tâsû'a dan 'Âsyûrâ` itu bukanlah shaum yang biasa, karena shaum ini tidak ada sahurnya dan berbukanya pun pada waktu menjelang maghrib, ini adalah menahan diri dari makan dan minum hingga waktu 'ashar sebagaimana lazimnya orang yang sangat sedih dan sebagai tanda berbela sungkawa kepada Rasûlullâh dan keluarganya yang suci. Itulah yang dimaksud dengan shaum ‘Âsyûrâ`.
 
عَنْ أَبِي هَمَّامٍ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ ع قَالَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ ص يَوْمَ عَاشُورَاءَ
Dari Abû Hammâm dari Abû Al-Hasan as berkata, "Rasûlullâh saw shaum pada hari 'Âsyûrâ`." 
 
عَنْ مَسْعَدَةَ بْنِ صَدَقَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ أَبِيهِ أَنَّ عَلِيّاً ع قَالَ صُومُوا الْعَاشُورَاءَ التَّاسِعَ وَ الْعَاشِرَ فَإِنَّهُ يُكَفِّرُ ذُنُوبَ سَنَةٍ
 Dari Mas'adah bin Shadaqah dari Abu 'Abdillah as dari ayahnya bahwa 'Ali as berkata, "Shaumlah 'Âsyûrâ` hari kesembilan dan kesepuluh, sebab shaum tersebut menghapus dosa-dosa setahun." 

عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص كَثِيراً مَا يَتْفُلُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ فِي أَفْوَاهِ الْأَطْفَالِ الْمَرَاضِعِ مِنْ وُلْدِ فَاطِمَةَ ع مِنْ رِيقِهِ فَيَقُولُ مَا نُطْعِمُهُمْ شَيْئاً إِلَى اللَّيْلِ وَ كَانُوا يَرْوَوْنَ مِنْ رِيقِ رَسُولِ اللَّهِ ص قَالَ وَ كَانَتِ الْوَحْشُ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ عَلَى عَهْدِ دَاوُدَ ع
Dari Ja'far bin 'Utsmân dari Ja'far bin Muhammad as berkata, "Adalah Rasûlullâh saw pada hari 'Åsyûrâ` sering meludahi mulut bayi-bayi yang menyusu dari putra-putra Fâthimah as dari air ludahnya, maka beliau berkata, 'Kami tidak memberi mereka makan sesuatu sampai malam. Dan adalah mereka merasa puas dengan air ludah Rasûlullâh saw.'" Beliau berkata, 'Dan adalah binatang buas shaum 'Âsyûrâ` pada zaman Dâwud as.'"  
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَ دُمُوعُهُ تَنْحَدِرُ عَلَى عَيْنَيْهِ كَاللُّؤْلُؤِ الْمُتَسَاقِطِ فَقُلْتُ مِمَّ بُكَاؤُكَ فَقَالَ أَ فِي غَفْلَةٍ أَنْتَ أَ مَا عَلِمْتَ أَنَّ الْحُسَيْنَ ع أُصِيبَ فِي مِثْلِ هَذَا الْيَوْمِ فَقُلْتُ مَا قَوْلُكَ فِي صَوْمِهِ فَقَالَ لِي صُمْهُ مِنْ غَيْرِ تَبْيِيتٍ وَ أَفْطِرْهُ مِنْ غَيْرِ تَشْمِيتٍ وَ لَا تَجْعَلْهُ يَوْمَ صَوْمٍ كَمَلًا وَ لْيَكُنْ إِفْطَارُكَ بَعْدَ صَلَاةِ الْعَصْرِ بِسَاعَةٍ عَلَى شَرْبَةٍ مِنْ مَاءٍ فَإِنَّهُ فِي مِثْلِ ذَلِكَ الْوَقْتِ مِنْ ذَلِكَ الْيَوْمِ تَجَلَّتِ الْهَيْجَاءُ عَنْ آلِ رَسُولِ اللَّهِ ص الْحَدِيثَ
Dari 'Abdullâh bin Sinân berkata: Aku masuk kepada Abû 'Abdillah as pada hari ;Âsyûrâ` sedang air matanya bercucuran dari kedua matanya bagaikan mutiara yang berjatuhan, lalu aku berkata, "Karena apa gerangan tangisanmu?" Maka beliau berkata, "Apakah dalam keadaan lalai engkau ini? Tidakkah engkau tahu bahwa Al-Husain as telah dikenai musibah pada semisal hari ini?" Aku berkata, "Apa perkataanmu tentang menshauminya?" Maka dia berkata kepadaku, "Shaumilah tanpa tabyît (sahur) dan berbukalah dengan tidak gembira, dan jangalah engkau menjadikannya hari itu shaum penuh, dan hendaklah berbukamu itu sesaat setelah shalat 'ashar dengan seteguk air, maka sesungguhnya semisal waktu itulah dari hari itu, telah terbuka haijâ` (peperangan) dari keluarga Rasûlullâh saw…" 
 
عَنِ الصَّادِقِ ع أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَرَأَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ أَلْفَ مَرَّةٍ سُورَةَ الْإِخْلَاصِ نَظَرَ الرَّحْمَنُ إِلَيْهِ وَ مَنْ نَظَرَ الرَّحْمَنُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَداً
Dari Al-Shâdiq as bahwa dia telah berkata, "Barang siapa yang membaca seribu (1000) kali sûrah Al-Ikhlâsh pada hari 'Âsyûrâ`, Al-Rahmân memandangnya, dan siapa yang di-pandang Al-Rahmân, Dia tidak mengazabnya untuk selamanya." 

Tidak boleh shaum hari kesembilan dan hari kesepu-luh dari bulan Al-Muharram dengan maksud tabarruk dengan kedua hari tersebut
عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَعْيَنَ وَ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ جَمِيعاً أَنَّهُمَا سَأَلَا أَبَا جَعْفَرٍ الْبَاقِرَ ع عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ كَانَ صَوْمُهُ قَبْلَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَلَمَّا نَزَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ تُرِكَ
Dari Zurârah bin A'yan dan Muhammad bin Muslim bahwa mereka telah bertanya kepada Abû Ja'far Al-Bâqir as tentang shaum hari 'Asyûrâ`, maka dia berkata, "Adalah shaumnya itu telah terjadi sebelum bulan Ramadhân, maka tatkala telah turun (wajib shaum) bulan Ramadhân, shaum 'Âsyûrâ` itu ditinggalkan." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِنَانٍ (عَنْ أَبَانٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ) قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ صَوْمِ تَاسُوعَاءَ وَ عَاشُورَاءَ مِنْ شَهْرِ الْمُحَرَّمِ فَقَالَ تَاسُوعَاءُ يَوْمٌ حُوصِرَ فِيهِ الْحُسَيْنُ ع وَ أَصْحَابُهُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ بِكَرْبَلَاءَ وَ اجْتَمَعَ عَلَيْهِ خَيْلُ أَهْلِ الشَّامِ وَ أَنَاخُوا عَلَيْهِ وَ فَرِحَ ابْنُ مَرْجَانَةَ وَ عُمَرُ بْنُ سَعْدٍ بِنَوَافِلِ الْخَيْلِ وَ كَثْرَتِهَا وَ اسْتَضْعَفُوا فِيهِ الْحُسَيْنَ ع وَ أَصْحَابَهُ كَرَّمَ اللَّهُ وُجُوهَهُمْ وَ أَيْقَنُوا أَنْ لَا يَأْتِيَ الْحُسَيْنَ ع نَاصِرٌ وَ لَا يُمِدَّهُ أَهْلُ الْعِرَاقِ بِأَبِي الْمُسْتَضْعَفُ الْغَرِيبُ ثُمَّ قَالَ وَ أَمَّا يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَيَوْمٌ أُصِيبَ فِيهِ الْحُسَيْنُ ع صَرِيعاً بَيْنَ أَصْحَابِهِ وَ أَصْحَابُهُ صَرْعَى حَوْلَهُ أَ فَصَوْمٌ يَكُونُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ كَلَّا وَ رَبِّ الْبَيْتِ الْحَرَامِ مَا هُوَ يَوْموُ صَوْمٍ وَ مَا هُوَ إِلَّا يَوْمُ حُزْنٍ وَ مُصِيبَةٍ دَخَلَتْ عَلَى أَهْلِ السَّمَاءِ وَ أَهْلِ الْأَرْضِ وَ جَمِيعِ الْمُؤْمِنِينَ وَ يَوْمُ فَرَحٍ وَ سُرُورٍ لِابْنِ مَرْجَانَةَ وَ آلِ زِيَادٍ وَ أَهْلِ الشَّامِ غَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَ عَلَى ذُرِّيَّاتِهِمْ وَ ذَلِكَ يَوْمٌ بَكَتْ عَلَيْهِ جَمِيعُ بِقَاعِ الْأَرْضِ خَلَا بُقْعَةِ الشَّامِ فَمَنْ صَامَهُ أَوْ تَبَرَّكَ بِهِ حَشَرَهُ اللَّهُ مَعَ آلِ زِيَادٍ مَمْسُوخَ الْقَلْبِ مَسْخُوطاً عَلَيْهِ وَ مَنِ ادَّخَرَ إِلَى مَنْزِلِهِ فِيهِ ذَخِيرَةً أَعْقَبَهُ اللَّهُ تَعَالَى نِفَاقاً فِي قَلْبِهِ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ وَ انْتَزَعَ الْبَرَكَةَ عَنْهُ وَ عَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ وَ وُلْدِهِ وَ شَارَكَهُ الشَّيْطَانُ فِي جَمِيعِ ذَلِكَ
Dari Muhammad bin Sinân (dari Abân bin 'Abdul Malik) berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang shaum tâsû'â` (hari kesembilan) dan 'âsyûrâ` (hari kesepuluh) bulan Al-Muharram, maka beliau berkata, "Tâsû'â` (hari kesembilan) adalah hari dikepungnya Al-Husain as dan para sahabatnya ra di Karbalâ dan pasukan berkuda penduduk Syâm memblokadenya dan mereka telah memberhentikannya. Ibnu Marjânah dan 'Umar bin Sa'ad gembira dengan tambahan kuda-kuda perang dan banyaknya, mereka melemahkan Al-Husain as dan para sahabatnya padanya---semoga Allah memu-liakan wajah-wajah mereka. Bala tentara yang mengepung yakin bahwa tidak akan datang kepada Al-Husain as satu penolong pun dan penduduk Irak tidak mengulurkan bantuan kepada ayahku yang tertindas lagi terisolir." Kemudian beliau berkata, "Dan adapun hari 'Âsyûrâ` adalah hari yang padanya Al-Husain as dibantai di antara para sahabatnya, dan para sahabatnya dibatai di sekitarnya, maka shaum pada hari itu tidak ada demi Pemiklik Al-Bait Al-Haram, ia bukanlah hari shaum, ia hanyalah hari duka-cita dan musibah yang masuk ke dalam penduduk langit dan penduduk bumi dan seluruh kaum yang beriman, dan hari itu adalah hari gembira dan suka-cita bagi Ibnu Marjânah, keluarga Ziyâd dan penduduk Syâm, Allah murka atas mereka dan atas anak cucunya, dan yang demikian itu adalah hari menangisinya semua belahan bumi selain daerah Syâm, maka barang siapa yang menshauminya atau bertabarruk dengannya, niscaya Allah mengumpulkan mereka bersama keluarga Ziyâd dalam keadaan mamsûkh (diganti) hatinya dan dimurkai atasnya, dan siapa yang menyimpan (makanan) pada hari itu ke rumahnya dengan suatu simpanan, Allah akan memasukkan ke dalam hatinya sifat nifâq sampai hari dia bertemu dengan-Nya dan Dia akan mencabut keberkahan darinya dan dari keluarganya dan anak-anaknya sedang setan akan menyekutuinya dalam semuanya itu." 
   
عَنْ زَيْدٍ النَّرْسِيِّ قَالَ سَمِعْتُ عُبَيْدَ بْنَ زُرَارَةَ يَسْأَلُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ مَنْ صَامَهُ كَانَ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِ ذَلِكَ الْيَوْمِ حَظَّ ابْنِ مَرْجَانَةَ وَ آلِ زِيَادٍ قَالَ قُلْتُ وَ مَا كَانَ حَظُّهُمْ مِنْ ذَلِكَ الْيَوْمِ قَالَ النَّارُ أَعَاذَنَا اللَّهُ مِنَ النَّارِ وَ مِنْ عَمَلٍ يُقَرِّبُ مِنَ النَّارِ
Dari Zaid Al-Narsi berkata: Aku telah mendengar 'Ubaid bin Zurârah, dia bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang shaum hari 'Âsyûrâ`, maka beliau berkata, "Barang siapa yang menshauminya adalah bagiannya dari shiyâm hari itu bagian Ibnu Marjânah dan keluarga Ziyâd." Saya bertanya, "Apakah bagian mereka dari hari itu?" Beliau berkata, "Neraka, semoga Allah melindungi kita dari neraka dan dari amal yang mendekatkan ke neraka."  
 
عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ الْوَشَّاءِ قَالَ حَدَّثَنِي نَجِيَّةُ بْنُ الْحَارِثِ الْعَطَّارُ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا جَعْفَرٍ ع عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ صَوْمٌ مَتْرُوكٌ بِنُزُولِ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ الْمَتْرُوكُ بِدْعَةٌ قَالَ نَجِيَّةُ فَسَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع مِنْ بَعْدِ أَبِيهِ ع عَنْ ذَلِكَ فَأَجَابَنِي بِمِثْلِ جَوَابِ أَبِيهِ ثُمَّ قَالَ أَمَا إِنَّهُ صَوْمُ يَوْمٍ مَا نَزَلَ بِهِ كِتَابٌ وَ لَا جَرَتْ بِهِ سُنَّةٌ إِلَّا سُنَّةُ آلِ زِيَادٍ بِقَتْلِ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ ع
Dari Al-Hasan bin 'Ali Al-Wasysyâ` berkata: Najiyyah bin Al-Hârits Al-'Aththâr Telah menyampaian hadîts kepadaku dia berkata: Saya bertanya kepada Abû Ja'far as tentang shaum hari 'Âsyûrâ`, maka beliau berkata, "Itu shaum yang ditinggalkan dengan turunnya (shaum) bulan Ramadhân, dan shaum yang ditinggalkan itu menjadi bid'ah." Najiyyah berkata, "Lalu saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as setelah ayahnya as tentang hal itu, maka beliau menjawabku semisal jawaban ayahnya, kemudian beliau berkata, "Itu adalah shaum yang tidak turun sebuah kitab dengannya dan tidak berjalan suatu sunnah dengannya selain sunnah keluarga Ziyâd dengan membunuh Al-Husain bin 'Ali as."   

Boleh melaksanakan shaum hari Senin asalkan bukan karena tabarruk dengannya
عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ ع فِي حَدِيثٍ أَنَّ صَوْمَ يَوْمِ الْإِثْنَيْنِ مِنَ الصَّوْمِ الَّذِي صَاحِبُهُ فِيهِ بِالْخِيَارِ إِنْ شَاءَ صَامَ وَ إِنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Dari Al-Zuhri dari 'Ali bin Al-Husain as dalam sebuah hadîts bahwa shaum hari Senin dari shaum yang orang boleh memilih; jika mau dia shaum, dan bila mau dia berbuka.

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ بَشِيرٍ الْأَزْدِيِّ قَالَ جِئْتُ إِلَى أَبِي جَعْفَرٍ ع يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ فَقَالَ كُلْ فَقُلْتُ إِنِّي صَائِمٌ فَقَالَ وَ كَيْفَ صُمْتَ قَالَ قُلْتُ لِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص وُلِدَ فِيهِ فَقَالَ أَمَّا مَا وُلِدَ فِيهِ فَلَا يَعْلَمُونَ وَ أَمَّا مَا قُبِضَ فِيهِ فَنَعَمْ ثُمَّ قَالَ فَلَا تَصُمْ وَ لَا تُسَافِرْ فِيهِ
Dari 'Uqbah bin Basyîr Al-Azdi berkata: Saya datang kepada Abû Ja'far as pada hari Senin, lalu beliau berkata, "Silakan makan!" Saya berkata, "Saya shaum." Beliau berkata, "Mengapakah engkau shaum?" Saya berkata, "Karena Rasûlullâh saw dilahirkan padanya." Beliau berkata, "Adapun beliau dilahirkan padanya, maka mereka tidak tahu, dan adapun beliau diwafatkan padanya, maka itu benar." Kemudian beliau berkata, "Jangnlah kamu shaum dan janganlah kamu melakukan safar padanya." 

Banyak orang muslim yang tidak mengetahui hari apa beliau saw dilahirkan? Mereka mengira beliau dilahirkan pada hari Senin padahal beliau tidak diahirkan pada hari itu.

Anjuran shaum hari 'Arafah bagi orang yang tidak di-lemahkan dari berdoa karena shaum
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَحَدِهِمَا ع أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ أَنَا أَصُومُهُ الْيَوْمَ وَ هُوَ يَوْمُ دُعَاءٍ وَ مَسْأَلَةٍ
Dari Muhammad bin Muslim dari salah seorang dari mereka (Abû Ja'far atau Abû 'Abdillâh as) bahwa beliau telah ditanya mengenai shaum hari 'Arafah, maka dia berkata, "Aku menshauminya hari itu, dan ia adalah hari doa dan permintaan." 
 
عَنْ ثَعْلَبَةَ بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ ع يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص لَمْ يَصُمْ يَوْمَ عَرَفَةَ مُنْذُ نَزَلَ صِيَامُ شَهْرِ رَمَضَانَ
Dari Tsa'labah bin Maimûn dari Muhammad bin Mus-lim berkata: Saya telah mendengar Abû Ja'far as mengatakan, "Sesungguhnya Rasûlullâh saw tidak pernah shaum hari 'Arafah sejak turun shiyâm bulan Ramadhân." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ مَنْ قَوِيَ عَلَيْهِ فَحَسَنٌ إِنْ لَمْ يَمْنَعْكَ مِنَ الدُّعَاءِ فَإِنَّهُ يَوْمُ دُعَاءٍ وَ مَسْأَلَةٍ فَصُمْهُ وَ إِنْ خَشِيتَ أَنْ تَضْعُفَ عَنْ ذَلِكَ فَلَا تَصُمْهُ
Dari Muhammad bin Muslim dari Abû Ja'far as dia berkata: Saya bertanya kepadanya tentang shaum hari 'Arafah, maka beliau berkata, "Barang siapa yang kuat atasnya, maka itu baik selama tidak mencegah dari berdoa, sebab hari 'Arafah itu adalah hari doa dan permohonan, maka shaumlah, bila kamu khawatir menjadi lemah dari yang demikian, maka janganlah kamu menshauminya." 
 
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ ع قَالَ صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ يَعْدِلُ السَّنَةَ وَ قَالَ لَمْ يَصُمْهُ الْحَسَنُ وَ صَامَهُ الْحُسَيْنُ ع
Dari 'Abdurrahmân bin Abî 'Abdillâh dari Abû Al-Hasan as berkata, "Shaum 'Arafah mengimbangi (shaum) setahun." Dan beliau berkata, "Al-Hasan tidak menshauminya dan Al-Husan as menshauminya." 
 
عَنْ حَنَانِ بْنِ سَدِيرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقُلْتُ جُعِلْتُ فِدَاكَ إِنَّهُمْ يَزْعُمُونَ أَنَّهُ يَعْدِلُ صَوْمَ سَنَةٍ فَقَالَ كَانَ أَبِي لَا يَصُومُهُ قُلْتُ وَ لِمَ ذَاكَ جُعِلْتُ فِدَاكَ قَالَ إِنَّ يَوْمَ عَرَفَةَ يَوْمُ دُعَاءٍ وَ مَسْأَلَةٍ وَ أَتَخَوَّفُ أَنْ يُضْعِفَنِي عَنِ الدُّعَاءِ وَ أَكْرَهُ أَنْ أَصُومَهُ وَ أَتَخَوَّفُ أَنْ يَكُونَ يَوْمُ عَرَفَةَ يَوْمَ أَضْحًى وَ لَيْسَ بِيَوْمِ صَوْمٍ
Dari Hannân bin Sadîr dari ayahnya dari Abû Ja'far as berkata: Saya bertanya kepadanya tentang shaum hari 'Arafah, lalu aku berkata, "Kujadikan diriku tebusanmu sesungguhnya mereka mengklaim bahwa shaum hari itu seimbang dengan shaum setahun." Beliau berkata, "Adalah ayahku tidak menshauminya." Aku berkata, "Mengapa?" Beliau berkata, "Sesungguhnya hari 'Arafah itu adalah hari berdoa dan meminta, dan aku khawatir shaum itu melemahkanku dari berdoa, dan aku tidak suka menshauminya, dan (juga) aku khawatir bahwa hari 'Arafah itu (kenyataannya) hari Adhhâ dan bukan hari shaum." 
 
عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ شُعَيْبٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ إِنْ شِئْتَ صُمْتَ وَ إِنْ شِئْتَ لَمْ تَصُمْ
Dari Ya'qûb bin Syu'aib berkata, "Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang shaum hari 'Arafah, maka beliau berkata, "Apabila engkau mau shaumlah, dan bila engkau mau engkau tidak shaum."   
 
عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ أَوْصَى رَسُولُ اللَّهِ ص إِلَى عَلِيٍّ ع وَحْدَهُ وَ أَوْصَى عَلِيٌّ ع إِلَى الْحَسَنِ وَ الْحُسَيْنِ ع جَمِيعاً فَكَانَ الْحَسَنُ ع إِمَامَهُ فَدَخَلَ رَجُلٌ يَوْمَ عَرَفَةَ عَلَى الْحَسَنِ ع وَ هُوَ يَتَغَدَّى وَ الْحُسَيْنُ ع صَائِمٌ ثُمَّ جَاءَ بَعْدَ مَا قُبِضَ الْحَسَنُ ع فَدَخَلَ عَلَى الْحُسَيْنِ ع يَوْمَ عَرَفَةَ وَ هُوَ يَتَغَدَّى وَ عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ ع صَائِمٌ فَقَالَ لَهُ الرَّجُلُ إِنِّي دَخَلْتُ عَلَى الْحَسَنِ ع وَ هُوَ يَتَغَدَّى وَ أَنْتَ صَائِمٌ ثُمَّ دَخَلْتُ عَلَيْكَ وَ أَنْتَ مُفْطِرٌ فَقَالَ إِنَّ الْحَسَنَ ع كَانَ إِمَاماً فَأَفْطَرَ لِئَلَّا يُتَّخَذَ صَوْمُهُ سُنَّةً وَ لِيَتَأَسَّى بِهِ النَّاسُ فَلَمَّا أَنْ قُبِضَ كُنْتُ أَنَا الْإِمَامَ فَأَرَدْتُ أَنْ لَا يُتَّخَذَ صَوْمِي سُنَّةً فَيَتَأَسَّى النَّاسُ بِي
Dari Sâlim dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Rasûlullâh saw berwasiat kepada 'Ali as sendiri, dan 'Ali berwasiat kepada Al-Hasan dan Al-Husain as semuanya. Maka adalah Al-Hasan as imamnya, lalu ada orang pada hari 'Arafah masuk kepada Al-Hasan as dan beliau sedang makan siang sementara Al-Husain as shaum. Kemudian orang tersebut setelah wafat Al-Hasan as masuk kepada Al-Husain as pada hari 'Arafah dan beliau sedang makan siang sementara 'Ali bin Al-Husain as shaum, lalu orang itu bertanya kepadanya, 'Aku masuk kepada Al-Hasan as dan beliau sedang makan siang tetapi engkau shaum, kemudian saya masuk kepadamu sedang engkau berbuka (tidak shaum).' Beliau berkata, 'Sesungguhnya Al-Hasan itu imam, maka beliau berbuka agar tidak dijadikan shaumnya itu sunnah dan supaya tidak diikuti orang-orang, maka tatkala beliau wafat, adalah aku imam, lalu aku ingin supaya shaumku tidak dijadikan sunnah, lalu diikuti manusia."  

Anjuran shaum hari pertama dari Al-Muharram, shaum hari Kamis, Jumat dan Sabtu pada setiap bulan harâm dan shaum bulan Al-Muharram atau sebagiannya dan hari-hari yang dianjurkan menahan diri sekalipun bukan shaum 
مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَالَ رُوِيَ أَنَّ فِي أَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ دَعَا زَكَرِيَّا ع رَبَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ فَمَنْ صَامَ ذَلِكَ الْيَوْمَ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ كَمَا اسْتَجَابَ لِزَكَرِيَّا ع
Muhammad bin 'Ali bin Al-Husain berkata, "Telah diriwayatkan bahwa pada hari pertama dari Al-Muharram, Zakariyyâ as berdoa kepada Tuhannya 'azza wa jalla, maka siapa yang shaum pada hari itu Allah mengabulkan doanya sebagaimana Dia telah mengabulkan doa Zakariyyâ as." 
 
عَنِ الرَّيَّانِ بْنِ شَبِيبٍ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى الرِّضَا ع فِي أَوَّلِ يَوْمٍ مِنَ الْمُحَرَّمِ فَقَالَ لِي يَا ابْنَ شَبِيبٍ أَ صَائِمٌ أَنْتَ فَقُلْتُ لَا فَقَالَ إِنَّ هَذَا الْيَوْمَ هُوَ الْيَوْمُ الَّذِي دَعَا فِيهِ زَكَرِيَّا ع رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعاءِ فَاسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ وَ أَمَرَ الْمَلَائِكَةَ فَنَادَتْ زَكَرِيَّا وَ هُوَ قائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيى فَمَنْ صَامَ هَذَا الْيَوْمَ ثُمَّ دَعَا اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ لَهُ كَمَا اسْتَجَابَ لِزَكَرِيَّا ع الْحَدِيثَ
Dari Al-Rayyân bin Syabîb berkata: Saya masuk kepada Al-Ridhâ as pada hari pertama dari Al-Muharram, lalu beliau berkata kepadaku, "Wahai Syabîb, apakah engkau shaum?" Saya berkata, "Tidak." Beliau berkata, "Sesungguhnya hari ini adalah hari yang padanya Zakariyyâ as berdoa kepada Tuhannya, dia berkata, 'Wahai Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik sesungguhnya Engkau maha mendengar doa.' Maka Allah mengabulkannya dan Dia menyuruh malaikat, lalu malaikat memanggil Zakariyyâ sedang dia dalam keadaan berdiri shalat di mihrâb bahwa Allah mengikut sertakan Yahyâ kepadamu. Maka barang siapa yang shaum pada hari ini, kemudian berdoa kepada Allah 'azza wa jalla, niscaya Allah mengabulkannya sebagaimana telah mengabulkan untuk Zakariyyâ as…" 
 
عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ عَلِيٍّ ع أَنَّهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص لِرَجُلٍ إِنْ كُنْتَ صَائِماً بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ فَصُمِ الْمُحَرَّمَ فَإِنَّهُ شَهْرٌ تَابَ اللَّهُ فِيهِ عَلَى قَوْمٍ وَ يَتُوبُ اللَّهُ تَعَالَى فِيهِ عَلَى آخَرِينَ
Dari Al-Nu'mân bin Sa'ad dari 'Ali as bahwa dia berkata: Rasûlullâh saw berkata kepada seseorang, "Jika kamu shaum setelah bulan Ramadhân, maka shaumlah Al-Muharram, sebab ia itu bulan yang Allah telah menerima tobat padanya kepada suatu kaum dan Allah yang maha tinggi akan meneri-ma tobat padanya kepada yang lainnya." 
 
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ مِنْ شَهْرٍ حَرَامٍ الْخَمِيسَ وَ الْجُمُعَةَ وَ السَّبْتَ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عِبَادَةَ تِسْعِمِائَةِ سَنَةٍ
Dari Anas berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Barang siapa yang shaum dari bulan harâm (hari) Kamis, Jumat dan Sabtu, Allah menuliskan baginya ibadah sembilan ratus tahun." 
 
عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ مَنْ صَامَ يَوْماً مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْماً
Dari Nabi saw berkata, "Barang siapa yang shaum sehari dari (bulan) Al-Muharram, maka baginya dengan setiap hari (pahala) tiga puluh hari." 
     
عَنِ الْمُفِيدِ فِي كِتَابِ حَدَائِقِ الرِّيَاضِ عَنِ الصَّادِقِ ع قَالَ مَنْ أَمْكَنَهُ صَوْمُ الْمُحَرَّمِ فَإِنَّهُ يَعْصِمُ صَائِمَهُ مِنْ كُلِّ سَيِّئَةٍ.
Dari Al-Shâdiq as berkata, "Barang siapa yang bisa shaum Al-Muharram (beruntunglah), karena ia itu menjaga orang yang shaumnya dari setiap keburukan." 
 
عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ إِنَّ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ الْفَرِيضَةِ الصَّلَاةُ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ وَ إِنَّ أَفْضَلَ الصِّيَامِ مِنْ بَعْدِ شَهْرِ رَمَضَانَ صَوْمُ شَهْرِ اللَّهِ الَّذِي يَدْعُونَهُ الْمُحَرَّمَ
Dari Nabi saw berkata, "Sesungguhnya shalat yang paling utama setelah shalat farîdhah adalah shalat malam, dan sesungguhnya shaum yang paling utama setelah bulan Ramadhân adalah shaum bulan Allah yang mereka menyebutnya Al-Muharram."  

Anjuran shaum Rajab seluruhnya atau sebagiannya dan khususnya hari-hari putih (13, 14 dan 15) dan hari kedua puluh lima, kedua puluh enam dan kedua puluh tujuh
عَنْ كَثِيرٍ النَّوَّاءِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِنَّ نُوحاً رَكِبَ السَّفِينَةَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ رَجَبٍ فَأَمَرَ ع مَنْ مَعَهُ أَنْ يَصُومُوا ذَلِكَ الْيَوْمَ وَ قَالَ مَنْ صَامَ ذَلِكَ الْيَوْمَ تَبَاعَدَتْ عَنْهُ النَّارُ مَسِيرَةَ سَنَةٍ وَ مَنْ صَامَ سَبْعَةَ أَيَّامٍ أُغْلِقَتْ عَنْهُ أَبْوَابُ النِّيرَانِ السَّبْعَةُ وَ مَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجِنَانِ الثَّمَانِيَةُ وَ مَنْ صَامَ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْماً أُعْطِيَ مَسْأَلَتَهُ وَ مَنْ زَادَ زَادَهُ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ
Dari Katsîr Al-Nawwâ` dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Sesungguhnya Nûh as menaiki bahtera pada awal hari dari Rajab, lalu beliau menyuruh orang-orang yang bersamanya untuk menshaumi hari tersebut." Dan beliau berkata, "Barang siapa yang shaum pada hari itu, niscaya api neraka menjauh darinya sejauh perjalanan setahun, dan siapa yang shaum tujuh hari, ditutupkan darinya pintu-pintu neraka yang tujuh, dan siapa yang shaum delapan hari, dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan, dan siapa yang shaum lima belas hari, diberikan padanya permintaannya, dan siapa yang menambah, Allah 'azza wa jalla menambahnya." 
 
قَالَ أَبُو الْحَسَنِ مُوسَى بْنُ جَعْفَرٍ ع رَجَبٌ نَهَرٌ فِي الْجَنَّةِ أَشَدُّ بَيَاضاً مِنَ اللَّبَنِ وَ أَحْلَى مِنَ الْعَسَلِ فَمَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ رَجَبٍ سَقَاهُ اللَّهُ مِنْ ذَلِكَ النَّهَرِ
Abû Al-Hasan Mûsâ bin Ja'far as berkata, "Rajab adalah sebuah sungai di surga yang airnya lebih putih dari susu dan lebih manis dari madu, maka barang siapa yang shaum satu hari dari Rajab, niscaya Allah memberinya minum dari sungai tersebut." 
 
قَالَ أَبُو الْحَسَنِ مُوسَى بْنُ جَعْفَرٍ ع رَجَبٌ شَهْرٌ عَظِيمٌ يُضَاعِفُ اللَّهُ فِيهِ الْحَسَنَاتِ وَ يَمْحُو فِيهِ السَّيِّئَاتِ مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ رَجَبٍ تَبَاعَدَتْ عَنْهُ النَّارُ مَسِيرَةَ سَنَةٍ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ
Abû Al-Hasan Mûsâ bin Ja'far as berkata, "Rajab adalah bulan yang agung yang Allah melipatgandakan kebaikan-kebaikan padanya dan menghapus dosa-dosa padanya, siapa yang shaum sehari dari Rajab, niscaya neraka menjauh darinya sejauh perjalanan setahun, dan siapa yang shaum tiga hari wajib baginya surga."  

عَنْ سَلَّامٍ الْخَثْعَمِيِّ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِيٍّ الْبَاقِرِ ع قَالَ مَنْ صَامَ مِنْ رَجَبٍ يَوْماً وَاحِداً مِنْ أَوَّلِهِ أَوْ وَسَطِهِ أَوْ آخِرِهِ أَوْجَبَ اللَّهُ لَهُ الْجَنَّةَ وَ جَعَلَهُ مَعَنَا فِي دَرَجَتِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَ مَنْ صَامَ يَوْمَيْنِ مِنْ رَجَبٍ قِيلَ لَهُ اسْتَأْنِفِ الْعَمَلَ فَقَدْ غُفِرَ لَكَ مَا مَضَى وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبٍ قِيلَ لَهُ قَدْ غُفِرَ لَكَ مَا مَضَى وَ مَا بَقِيَ فَاشْفَعْ لِمَنْ شِئْتَ مِنْ مُذْنِبِي إِخْوَانِكَ وَ أَهْلِ مَعْرِفَتِكَ وَ مَنْ صَامَ سَبْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبٍ أُغْلِقَتْ عَنْهُ أَبْوَابُ النِّيرَانِ السَّبْعَةُ وَ مَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبٍ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ فَيَدْخُلُهَا مِنْ أَيِّهَا شَاءَ
Dari Sallâm Al-Khats'ami dari Abû Ja'far Muhammad bin 'Ali Al-Bâqir as berkata, "Barang siapa yang shaum dari Rajab sehari dari awalnya, pertengahannya atau akhirnya, niscaya Allah wajibkan baginya surga dan menjadikannya pada derajat kami pada hari kiamat. Barang siapa yang shaum dua hari dari Rajab, akan dikatakan kepadanya, 'Mulailah dalam beramal, sesungguhnya dosa-dosamu yang telah lalu telah diampuni. Barang siapa yang shaum tiga hari dari Rajab, akan dikatakan kepadanya, 'Sungguh telah diampuni dosamu yang telah lalu dan yang datang kemudian, maka berilah syafa'at orang-orang yang berdosa dari saudara-saudaramu dan orang-orang yang mengenalmu yang kamu kehendaki. Dan barang siapa yang shaum tujuh hari dari Rajab, ditutupkan darinya pintu-pintu neraka yang tujuh. Dan siapa yang shaum delapan hari dari Rajab, dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan, maka dia bisa memasukinya dari pintu yang mana saja yang dia inginkan." 
 
عَنْ أَنَسٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ ص يَقُولُ مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ رَجَبٍ إِيمَاناً وَ احْتِسَاباً جَعَلَ اللَّهُ بَيْنَهُ وَ بَيْنَ النَّارِ سَبْعِينَ خَنْدَقاً عَرْضُ كُلِّ خَنْدَقٍ مَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ
Dari Anas berkata: Saya telah mendengar Nabi saw mengatakan, "Barang siapa yang shaum sehari dari Rajab karena iman dan ihtisâb, niscaya Allah menjadikan antara dia dan neraka tujuh puluh khandaq yang lebar setiap khandaq itu anrata langit dan bumi."  
 
عَنْ أَبِي الْحَسَنِ عَلِيِّ بْنِ مُوسَى الرِّضَا ع قَالَ مَنْ صَامَ أَوَّلَ يَوْمٍ مِنْ رَجَبٍ رَغْبَةً فِي ثَوَابِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَ مَنْ صَامَ يَوْماً فِي وَسَطِهِ شُفِّعَ فِي مِثْلِ رَبِيعَةَ وَ مُضَرَ وَ مَنْ صَامَ يَوْماً فِي آخِرِهِ جَعَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ مِنْ مُلُوكِ الْجَنَّةِ وَ شَفَّعَهُ فِي أَبِيهِ وَ أُمِّهِ وَ ابْنِهِ وَ ابْنَتِهِ وَ أَخِيهِ وَ أُخْتِهِ وَ عَمِّهِ وَ عَمَّتِهِ وَ خَالِهِ وَ خَالَتِهِ وَ مَعَارِفِهِ وَ جِيرَانِهِ وَ إِنْ كَانَ فِيهِمْ مُسْتَوْجِبُ النَّارِ
Dari Abû Al-Hasan 'Ali bin Mûsâ Al-Ridhâ as berkata, "Barang siapa yang shaum pada hari pertama dari Rajab karena mengharapkan pahala Allah 'azza wa jalla, wajib baginya surga. Barang siapa yang shaum sehari pada pertengahannya, dia diberi syafa'at semisal Rabî'ah dan Mudharr. Dan barang siapa yang shaum sehari pada akhirnya, Allah 'azza wa jalla menjadikannya dari raja-raja surga dan diberikan padanya syafa'at pada ayahnya, ibunya, anak lelakinya, anak perempuannya, saudara lelakinya, saudara perempuannya, saudara lelaki ayahnya, saudara perempuan ayahnya, saudara lelaki ibunya (pamannya), saudara perempuan ibunya (bibinya), orang-orang yang dikenalnya dan para tetangganya sekalipun pada mereka telah diharuskan masuk neraka." 
 
عَنْ عَلِيِّ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى الصَّادِقِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع فِي رَجَبٍ وَ قَدْ بَقِيَتْ مِنْهُ أَيَّامٌ فَلَمَّا نَظَرَ إِلَيَّ قَالَ لِي يَا سَالِمُ هَلْ صُمْتَ فِي هَذَا الشَّهْرِ شَيْئاً قُلْتُ لَا وَ اللَّهِ يَا ابْنَ رَسُولِ اللَّهِ فَقَالَ لِي لَقَدْ فَاتَتْكَ مِنَ الثَّوَابِ مَا لَا يَعْلَمُ مَبْلَغَهُ إِلَّا اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ إِنَّ هَذَا شَهْرٌ قَدْ فَضَّلَهُ اللَّهُ وَ عَظَّمَ حُرْمَتَهُ وَ أَوْجَبَ لِلصَّائِمِ فِيهِ كَرَامَتَهُ قَالَ فَقُلْتُ يَا ابْنَ رَسُولِ اللَّهِ فَإِنْ صُمْتُ مِمَّا بَقِيَ شَيْئاً هَلْ أَنَالُ فَوْزاً بِبَعْضِ ثَوَابِ الصَّائِمِينَ فِيهِ فَقَالَ يَا سَالِمُ مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ آخِرِ هَذَا الشَّهْرِ كَانَ ذَلِكَ أَمَاناً لَهُ مِنْ شِدَّةِ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَ أَمَاناً لَهُ مِنْ هَوْلِ الْمُطَّلَعِ وَ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مَنْ صَامَ يَوْمَيْنِ مِنْ آخِرِ هَذَا الشَّهْرِ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ جَوَازٌ عَلَى الصِّرَاطِ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ آخِرِ هَذَا الشَّهْرِ أَمِنَ يَوْمَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ مِنْ أَهْوَالِهِ وَ شَدَائِدِهِ وَ أُعْطِيَ بَرَاءَةً مِنَ النَّارِ.
Dari 'Ali bin Sâlim dari ayahnya berkata: Saya masuk kepada Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad as pada (bulan) Rajab yang tunggal beberapa hari lagi darinya, tatkala beliau memandangku, beliau berkata padaku, "Wahai Sâlim, apakah engkau telah shaum suatu (hari) dari bulan ini?" Saya berkata, "Tidak, demi Allah wahai putra Rasûlullâh." Beliau berkata, "Telah luput kepadamu pahala yang kadarnya tidak ada yang tahu selain Allah 'azza wa jalla, sesungguhnya ini adalah bulan yang Allah 'azza wa jalla telah mengutamakannya dan mengagungkan kehormatannya dan mewajibkan kemuliaan-Nya bagi orang yang shaum." Saya berkata, "Wahai putra Rasûlullâh, jika saya shaum sehari dari hari-hari yang tersisa, apakah akan mendapatkan keberuntungan dengan pahala orang-orang yang shaum padanya?" Beliau berkata, "Wajai Sâlim, barang siapa yang shaum sehari dari akhir bulan ini, adalah yang demikian itu keamanan baginya dari kerasnya sakarâtul maut dan keamanan baginya dari keguncangan yang dilihat (saat pencabutan nyawa) dan siksa kubur, dan siapa yang shaum dua hari di akhir bulan ini, adalah baginya dengan yang demikian itu bisa melewati Al-Shirâth (jembatan di atas Jahannam) dan barang siapa yang shaum tiga hari di akhir bulan ini, dia aman dari keguncangan yang terbesar dari keguncangan-keguncangannya dan kekerasan-kekerasannya  dan diberi pembebasan dari api neraka."  
 
عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ آبَائِهِ عَنْ عَلِيٍّ ع قَالَ مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ رَجَبٍ فِي أَوَّلِهِ أَوْ فِي وَسَطِهِ أَوْ فِي آخِرِهِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَا تَأَخَّرَ وَ مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبٍ فِي أَوَّلِهِ وَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فِي وَسَطِهِ وَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فِي آخِرِهِ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَ مَا تَأَخَّرَ وَ مَنْ أَحْيَا لَيْلَةً مِنْ لَيَالِي رَجَبٍ أَعْتَقَهُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ وَ قُبِلَ شَفَاعَتُهُ فِي سَبْعِينَ أَلْفَ رَجُلٍ مِنَ الْمُذْنِبِينَ وَ مَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فِي رَجَبٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ أَكْرَمَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي الْجَنَّةِ مِنَ الثَّوَابِ بِمَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَ لَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَ لَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
Dari Sufyân Al-Tsauri dari Ja'far bin Muhammad dari ayah-ayahnya dari 'Ali as berkata, "Barang siapa yang shaum sehari dari Rajab pada permulaannya, pertengahannya atau pada akhirnya, diampuni baginya dari dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Barang siapa yang shaum tiga hari dari Rajab pada permulaannya, tiga hari pada pertengahannya dan tiga hari pada akhirnya, niscaya diampuni baginya apa-apa yang telah lalu dari dosanya dan yang akan datang. Dan barang siapa yang menghidupkan satu malam dari malam-malam Rajab, niscaya Allah membebaskannya dari api neraka dan diterima syafa'atnya pada tujuh puluh ribu orang  dari orang-orang yang berdosa. Dan barang siapa yang bersedekah dengan suatu sedekah pada Rajab karena mengharap rido Allah, niscaya Allah menuliakannya pada hari kiamat di dalam surga dari pahala yang pernah terlihat mata dan tak pernah terdengar telinga dan tak pernah terlintas dalam hati seseorang." 
 

عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ رَجَبٍ إِيمَاناً وَ احْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ قَالَ وَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ إِيمَاناً وَ احْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ
Dari Mâlik bin Anas dari Ja'far bin Muhammad as dari ayahnya dari kakeknya as dalam sebuah hadîts berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Barang siapa yang shaum sehari dari Rajab karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuninya." Beliau berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Barang siapa yang shaum sehari dari Sya'bân karena iman dan mengharapkan pahala, niscaya diampuninya." 
 
عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ ع أَنَّهُ كَانَ يَصُومُ رَجَباً وَ يَقُولُ رَجَبٌ شَهْرِي وَ شَعْبَانُ شَهْرُ رَسُولِ اللَّهِ ص وَ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ
Dari Amîrul Mu`minîn as bahwa dia shaum Rajab dan mengatakan, "Rajab adalah bulanku, Sya'bân bulan Rasûlullâh saw dan bulan Ramadhân bulan Allah 'azza wa jalla." 
 
عَنْ سَمَاعَةَ بْنِ مِهْرَانَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صِيَامَ سَنَةٍ وَ مَنْ صَامَ سَبْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ رَجَبٍ غُلِّقَتْ عَنْهُ سَبْعَةُ أَبْوَابِ النَّارِ وَ مَنْ صَامَ ثَمَانِيَةَ أَيَّامٍ فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ وَ مَنْ صَامَ خَمْسَةَ عَشَرَ يَوْماً حَاسَبَهُ اللَّهُ حِسَاباً يَسِيراً وَ مَنْ صَامَ رَجَباً كُلَّهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ رِضْوَانَهُ وَ مَنْ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ رِضْوَانَهُ لَمْ يُعَذِّبْهُ
Dari Samâ'ah bin Mihrân dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Barang siapa yang shaum tiga hari dari Rajab, Allah mencatat baginya dengan setiap hari shiyâm setahun. Barang siapa yang shaum tujuh hari dari Rajab, ditutupkan darinya tujuh pintu neraka. Barang siapa yang shaum delapan hari, niscaya dibukakan baginya pintu-pintu surga yang delapan. Barang siapa yang shaum lima belas hari, Allah menghisabnya dengan hisab yang ringan. Dan barang siapa yang shaum Rajab seluruhnya, Allah menuliskan baginya keridoan-Nya dan siapa yang dituliskan Allah baginya keridoan-Nya niscaya Dia tidak mengazabnya." 

عَنْ سَلْمَانَ الْفَارِسِيِّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ص فِي حَدِيثٍ قَالَ وَ مَنْ صَامَ رَجَباً كُلَّهُ أَنْجَاهُ اللَّهُ مِنَ النَّارِ وَ أَوْجَبَ لَهُ الْجَنَّةَ
Dari Salmân Al-Fârisi dari Rasûlullâh saw dalam sebuah hadîts berkata, "Barang siapa yang shaum Rajab seluruhnya, niscaya Allah menyelamatkannya dari neraka dan mewajibkan surga baginya."  
     
عَنِ الصَّادِقِ ع قَالَ مَنْ صَامَ الْأَيَّامَ الْبِيضَ مِنْ رَجَبٍ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ صِيَامَ سَنَةٍ وَ قِيَامَهَا وَ وَقَفَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَوْقِفَ الْآمِنِينَ
Dari Al-Shâdiq as berkata, "Barang siapa yang shaum hari-hari putih dari Rajab (hari ke-13. 14 dan 15), Allah menuliskan baginya dengan setiap harinya shiyâm setahun dan ibadah malamnya, dan nicsaya dia berdiri pada hari kiamat di tempat berdiri orang-orang yang merasa aman." 
 
عَنِ الرِّضَا ع قَالَ مَنْ صَامَ خَمْساً وَ عِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ جَعَلَ اللَّهُ صَوْمَهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ كَفَّارَةَ سَبْعِينَ سَنَةً
Dari Al-Ridhâ as berkata, "Barang siapa yang menshaumi (hari) 25 dari Rajab, Allah menjadikan shaumnya hari itu sebagai kafarat (dosa) tujuh puluh tahun."  

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَلْحَةَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع قَالَ صِيَامُ سَبْعَةٍ وَ عِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ يَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ صِيَامَ سَبْعِينَ سَنَةً
Dari 'Abdullâh bin Thalhah dari Ja'far bin Muhammad as berkata, "Shiyâm dua puluh tujuh dari Rajab, di sisi Allah seimbang dengan shiyâm tujuh puluh tahun." 
 
قَالَ الصَّادِقُ ع لَا تَدَعْ صَوْمَ يَوْمِ سَبْعَةٍ وَ عِشْرِينَ مِنْ رَجَبٍ فَإِنَّهُ الْيَوْمُ الَّذِي أُنْزِلَتْ فِيهِ النُّبُوَّةُ عَلَى مُحَمَّدٍ ص وَ ثَوَابُهُ مِثْلُ سِتِّينَ شَهْراً لَكُمْ
Al-Shâdiq as berkata, "Janganlah kamu tinggalkan shaum hari 27 dari Rajab, karena ia itu hari yang telah diturunkan padanya nubuwwah (kenabian) atas Muhammad saw, dan pahalanya semisal 60 bulan (shaum) bagimu." 

Tue, 1 Jul 2014 @17:00


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved