Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Shaum-shaum Sunnah [1]

Shaum berbeda dengan shalat. Shalat pada dasarnya dilarang, kecuali apabila ada perintahnya atau anjurannya dari Allah dan Rasûl-Nya. Tetapi kalau shaum atau shiyâm pada dasarnya boleh dilaksanakan kapan saja dan bulan apa saja kecuali pada hari-hari yang dilarang. Dan hari-hari yang dilarang shaum itu ialah dua hari raya Fithri dan Adhhâ dan hari-hari Tasyrîq (11, 12 dan 13 Dzul Hijjah) bagi orang yang sedang wuqûf di Mina.

Adab-adab orang yang shaum sunnah, anjuran untuk menyembunyikannya, kecuali bila ditanya, maka dia tidak boleh berdusta
عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ مَنْ كَتَمَ صَوْمَهُ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ لِمَلَائِكَتِهِ عَبْدِي اسْتَجَارَ مِنْ عَذَابِي فَأَجِيرُوهُ وَ وَكَّلَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ مَلَائِكَتَهُ بِالدُّعَاءِ لِلصَّائِمِينَ وَ لَمْ يَأْمُرْهُمْ بِالدُّعَاءِ لِأَحَدٍ إِلَّا اسْتَجَابَ لَهُمْ فِيهِ
Dari Al-Sakûni dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Barang siapa yang menyembunyikan shaumnya, niscaya Allah 'azza wa jalla berfirman kepada malaikat-Nya, Hamba-Ku telah berlindung dari siksa-Ku, maka lindungilah dia. Dan Allah 'azza wa jalla mewakilkan kepada malaikat-Nya dengan doa bagi orang-orang yang shaum, dan Dia tidak menyuruh mereka dengan doa bagi seseorang melainkan Dia mengabulkannya padanya." 
 
عَنْ عُبَيْدِ بْنِ زُرَارَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الرَّجُلُ يَكُونُ صَائِماً فَيُقَالُ لَهُ أَ صَائِمٌ أَنْتَ فَيَقُولُ لَا فَقَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع هَذَا كَذِبٌ
Dari 'Ubaid bin Zurârah dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Jika ada orang dalam keadaan shaum, lalu ditanyakan kepadanya, "Apakah engkau sedang shaum?" Lalu dia berkata, "Tidak." Maka Abû 'Abdillâh as berkata, "Ini dusta." 

Jika seseorang sedang shaum sunnah, lalu dia bertamu kepada orang muslim, maka dia dianjurkan berbuka apalagi bila pribumi memintanya berbuka walaupun setelah waktu 'ashar
عَنْ نَجْمِ بْنِ حَطِيمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ مَنْ نَوَى الصَّوْمَ ثُمَّ دَخَلَ عَلَى أَخِيهِ فَسَأَلَهُ أَنْ يُفْطِرَ عِنْدَهُ فَلْيُفْطِرْ فَلْيُدْخِلْ عَلَيْهِ السُّرُورَ فَإِنَّهُ يُحْتَسَبُ لَهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ عَشَرَةُ أَيَّامٍ وَ هُوَ قَوْلُ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ مَنْ جاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثالِها
Dari Najm bin Hathîm dari Abû Ja'far as berkata, "Barang siapa yang berniat shaum, kemudian dia datang kepada saudaranya, lalu saudaranya itu memintanya berbuka di sisinya, maka hendaknya dia berbuka dan hendaknya dia menggembirakannya, karena hal itu dianjurkan baginya, dengan berbuka satu hari itu dia mendapat sepuluh hari, dan itu firman Allah 'azza wa jalla, Siapa yang melakukan satu kebaikan, maka baginya mendapat sepuluh kali lipat yang semisalnya." 
 
عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَمَّارٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِفْطَارُكَ لِأَخِيكَ الْمُؤْمِنِ أَفْضَلُ مِنْ صِيَامِكَ تَطَوُّعاً
Dari Ishâq bin 'Ammâr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Berbukamu karena saudaramu yang beriman lebih utama dari shaummu karena sunnah." 
 
عَنْ جَمِيلِ بْنِ دَرَّاجٍ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع مَنْ دَخَلَ عَلَى أَخِيهِ وَ هُوَ صَائِمٌ فَأَفْطَرَ عِنْدَهُ وَ لَمْ يُعْلِمْهُ بِصَوْمِهِ فَيَمُنَّ عَلَيْهِ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ صَوْمَ سَنَةٍ
Dari Jamîl bin Darrâj berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Barang siapa yang datang kepada saudaranya sedang dia dalam keadaan shaum, lalu dia berbuka di sisinya (membatalkan shaumnya) dan dia tidak memberitahukan padanya dengan shaumnya itu, niscaya Allah menuliskan baginya shaum setahun." 
 
عَنْ جَمِيلِ بْنِ دَرَّاجٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ أَيُّمَا رَجُلٍ مُؤْمِنٍ دَخَلَ عَلَى أَخِيهِ وَ هُوَ صَائِمٌ فَسَأَلَهُ الْأَكْلَ فَلَمْ يُخْبِرْهُ بِصِيَامِهِ فَيَمُنَّ عَلَيْهِ بِإِفْطَارِهِ كَتَبَ اللَّهُ جَلَّ ثَنَاؤُهُ لَهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ صِيَامَ سَنَةٍ
Dari Jamîl bin Darrâj berkata: Saya telah mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Orang beriman yang mana saja yang datang kepada saudaranya sedang dia dalam keadaan shaum, lalu saudaranya itu memintanya makan, lantas orang yang shaum itu tidak menceritakan padanya dengan shaumnya, maka dia menggembirakan saudaranya dengan membatalkan shaumnya, niscaya Allah yang maha mulia sanjungan-Nya mencatatkan baginya shiyâm setahun dengan (membatalkan shaum) sehari itu." 
 
عَنْ دَاوُدَ الرَّقِّيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ لَإِفْطَارُكَ فِي مَنْزِلِ أَخِيكَ الْمُسْلِمِ أَفْضَلُ مِنْ صِيَامِكَ سَبْعِينَ ضِعْفاً أَوْ تِسْعِينَ ضِعْفاً
Dari Dâwud Al-Riqqi berkata: Saya mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Sungguh berbukamu di rumah saudaramu yang muslim itu jauh lebih utama dari shiyâmmu tu-juh puluh kali lipat atau sembilan puluh kali lipat." 
 
عَنْ عَلِيِّ بْنِ حَدِيدٍ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي الْحَسَنِ الْمَاضِي ع أَدْخُلُ عَلَى الْقَوْمِ وَ هُمْ يَأْكُلُونَ وَ قَدْ صَلَّيْتُ الْعَصْرَ وَ أَنَا صَائِمٌ فَيَقُولُونَ أَفْطِرْ فَقَالَ أَفْطِرْ فَإِنَّهُ أَفْضَلُ
Dari 'Ali bin Hadîd berkata: Saya berkata kepada Abû Al-Hasan Al-Mâdhî as, "Saya masuk kepada suatu kaum dan mereka sedang makan, dan saya telah shalat 'ashar dalam keadaan shaum, lalu mereka berkata, 'Berbukalah.' Maka beliau berkata, "Berbukalah, sebab hal itu lebih utama." 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُنْدَبٍ عَنْ بَعْضِ الصَّادِقِينَ ع قَالَ مَنْ دَخَلَ عَلَى أَخِيهِ وَ هُوَ صَائِمٌ تَطَوُّعاً فَأَفْطَرَ كَانَ لَهُ أَجْرَانِ أَجْرٌ لِنِيَّتِهِ لِصِيَامِهِ وَ أَجْرٌ لِإِدْخَالِ السُّرُورِ عَلَيْهِ
Dari 'Abdillâh bin Jundab dari sebagian Al-Shâdiqîn as berkata, "Barang siapa yang datang kepada saudaranya sedang dia dalam keadaan shaum sunnah, kemudian dia berbuka, adalah dia mendapat dua pahala: Pahala karena niatnya untuk shaumnya dan pahala kerena menyenangkannya." 
 

عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ جَابِرٍ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع يَدْعُونِي الرَّجُلُ مِنْ أَصْحَابِنَا وَ هُوَ يَوْمُ صَوْمِي فَقَالَ أَجِبْهُ وَ أَفْطِرْ
Dari Ismâ'îl bin Jâbir berkata: Aku telah berkata kepada Abû 'Abdillâh as, "Seseorang dari sahabat kami mengundang-ku dan hari itu hari shaumku." Maka beliau berkata, "Penuhilah undangannya dan berbukalah." 

عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ فِطْرُكَ لِأَخِيكَ الْمُسْلِمِ وَ إِدْخَالُكَ السُّرُورَ عَلَيْهِ أَعْظَمُ أَجْراً مِنْ صِيَامِكَ
Dari Al-Sakûni dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Berbukamu karena saudaramu yang muslim dan perbuatan menyenangkanmu kepadanya lebih besar pahalanya dari shiyâm kamu."  
 
عَنْ مُوسَى بْنِ بَكْرٍ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ مُوسَى ع قَالَ فِطْرُكَ لِأَخِيكَ وَ إِدْخَالُكَ السُّرُورَ عَلَيْهِ أَعْظَمُ مِنَ الصِّيَامِ وَ أَعْظَمُ أَجْراً
 Dari Mûsâ bin Bakr dari Abû Al-Hasan Mûsâ as berkata, "Berbukamu karena saudaramu dan perbuatan menyenangkanmu atasnya lebih besar dari shiyâm dan lebih besar pahalanya." 

Anjuran shaum setiap hari selain hari-hari yang diharamkan
عَنْ زُرَارَةَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةِ أَشْيَاءَ عَلَى الصَّلَاةِ وَ الزَّكَاةِ وَ الصَّوْمِ وَ الْحَجِّ وَ الْوَلَايَةِ وَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص الصَّوْمُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ
Dari Zurârah dari Abû Ja'far as berkata, "Islam dibangun di atas lima perkara: Di atas shalat, zakat, shaum, hajji dan wilâyah. Dan Rasûlullâh saw berkata, 'Shaum itu tameng dari api neraka.'" 
 
عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ آبَائِهِ ع أَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ لِأَصْحَابِهِ أَ لَا أُخْبِرُكُمْ بِشَيْ‏ءٍ إِنْ أَنْتُمْ فَعَلْتُمُوهُ تَبَاعَدَ الشَّيْطَانُ مِنْكُمْ كَمَا تَبَاعَدَ الْمَشْرِقُ مِنَ الْمَغْرِبِ قَالُوا بَلَى قَالَ الصَّوْمُ يُسَوِّدُ وَجْهَهُ وَ الصَّدَقَةُ تَكْسِرُ ظَهْرَهُ وَ الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَ الْمُؤَازَرَةُ عَلَى الْعَمَلِ الصَّالِحِ يَقْطَعُ دَابِرَهُ وَ الِاسْتِغْفَارُ يَقْطَعُ وَتِينَهُ وَ لِكُلِّ شَيْ‏ءٍ زَكَاةٌ وَ زَكَاةُ الْأَبْدَانِ الصِّيَامُ
 Dari Ismâ'îl bin Abî Ziyâd dari Abû 'Abdillâh as dari ayah-ayahnya as bahwa Nabi saw telah berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Ketahuilah! Maukah kukabarkan padamu sesuatu yang jika kamu melakukannya, setan akan menjauh darimu sebagaimana timur menjauh dari barat?" Mereka berkata, "Tentu saja." Beliau berkata, "Shaum itu menghitamkan mukanya, sedekah iu memecahkan punggungnya, cinta karena Allah dan membiasakan amal saleh memutuskan asalnya, dan istighfâr itu memutuskan talinya. Dan bagi segala sesuatu ada zakatnya, dan zakat badan adalah shaum." 

عَنْ مَسْعَدَةَ بْنِ صَدَقَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ آبَائِهِ ع أَنَّ النَّبِيَّ ص قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ وَكَّلَ مَلَائِكَةً بِالدُّعَاءِ لِلصَّائِمِينَ وَ قَالَ أَخْبَرَنِي جَبْرَئِيلُ عَنْ رَبِّهِ أَنَّهُ قَالَ مَا أَمَرْتُ مَلَائِكَتِي بِالدُّعَاءِ لِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِي إِلَّا اسْتَجَبْتُ لَهُمْ فِيهِ
Dari Mas'adah bin Shadaqah dari Abû 'Abdillâh as dari ayah-ayahnya as bahwa Nabi saw telah berkata, "Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla telah mewakilkan pada beberapa malaikat dengan doa bagi orang-orang yang shaum." Dan beliau berkata, "Jabra`îl telah mengkabarkan padaku dari Rabb-nya bahwa Dia telah berfirman, Tidak Ku-perintahkan kepada malaikat dengan doa bagi seseorang dari makhluk-Ku melainkan Aku mengabulkan mereka padanya." 
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ أَوْحَى اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ إِلَى مُوسَى ع مَا يَمْنَعُكَ مِنْ مُنَاجَاتِي فَقَالَ يَا رَبِّ أُجِلُّكَ عَنِ الْمُنَاجَاةِ لِخُلُوفِ فَمِ الصَّائِمِ فَأَوْحَى اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ إِلَيْهِ يَا مُوسَى لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدِي مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
Dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Allah 'azza wa jalla telah mewahyukan kepada Mûsâ as, Apa yang menghalangimu dari bermunajat dengan-Ku? Maka dia berkata, 'Wahai Rabbi, aku menangguhkan munajat karena bau mulut orang yang shaum.' Maka Allah 'azza wa jalla mewahyukan kepadanya, Wahai Mûsâ, sungguh bau mulut orang yang shaum lebih wangi di sisi-Ku dari harumnya misik.
   
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ وَ إِنْ كَانَ نَائِماً عَلَى فِرَاشِهِ مَا لَمْ يَغْتَبْ مُسْلِماً
Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Orang yang shaum itu dalam ibadah sekalipun dia tidur di atas tempat tidurnya selama dia tidak mengumpat seorang muslim." 
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَمِيرِ الْمُؤْمِنِينَ ع قَالَ ثَلَاثٌ يُذْهِبْنَ الْبَلْغَمَ وَ يَزِدْنَ فِي الْحِفْظِ السِّوَاكُ وَ الصَّوْمُ وَ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
Dari Abû 'Abdillâh as dari ayahnya dari Amîrul Mu`mi nîn as berkata, "Ada tiga perkara yang dapat menghilangkan dahak dan menambah kuat hapalan: Siwâk, shaum dan membaca Al-Quran." 

قَالَ عَلِيٌّ ع قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ يَوْماً تَطَوُّعاً أَدْخَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ الْجَنَّةَ
'Ali as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Barang siapa yang shaum sunnah sehari, niscaya Allah 'azza wa jalla memasukkannya ke dalam surga." 
 
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ يَوْماً فِي سَبِيلِ اللَّهِ تَعَالَى كَانَ كَعِدْلِ سَنَةٍ يَصُومُهَا
Rasûlullâh saw telah berkata, "Barang siapa yang shaum sehari di jalan Allah yang maha tinggi, adalah dia seperti sebanding dengan setahun yang dia menshauminya." 
 
عَنِ الصَّادِقِ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ آبَائِهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ يَوْماً تَطَوُّعاً ابْتِغَاءَ ثَوَابِ اللَّهِ وَجَبَتْ لَهُ الْمَغْفِرَةُ
Dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhamnmad dari ayahnya dari ayah-ayahnya berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Barang siapa yang shaum sunnah sehari karena mengharap pahala Allah, wajib baginya pengampunan." 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنِ الصَّادِقِ ع قَالَ خُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَفْضَلُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رَائِحَةِ الْمِسْكِ
Dari 'Abdullâh bin Sinân dari Al-Shâdiq as telah berkata, "Bau mulut orang yang sedang shaum lebih utama di sisi Allah dari wangi misik."  
 
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ هُوَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَهُوَ لِي وَ أَنَا أَجْزِي بِهِ وَ الصِّيَامُ جُنَّةُ الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَمَا يَقِي أَحَدَكُمْ سِلَاحُهُ فِي الدُّنْيَا وَ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ وَ الصَّائِمُ يَفْرَحُ بِفَرْحَتَيْنِ حِينَ يُفْطِرُ فَيَطْعَمُ وَ يَشْرَبُ وَ حِينَ يَلْقَانِي فَأُدْخِلُهُ الْجَنَّةَ
Dari Ibnu 'Abbâs berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Allah 'azza wa jalla berfirman, Setiap amal anak Ãdam, ia itu baginya kecuali shiyâm, maka ia bagi-Ku dan Aku membalaskan dengannya. Dan shiyâm itu perisai hamba yang beriman pada hari kiamat sebagaimana menjaga seseorang darimu senjatanya di dunia, dan sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah dari wangi misik, dan shaum itu memberikan dua kegembiraan; ketika dia berbuka, dia makan dan minum dan ketika bertemu dengan-Ku, lalu Aku memasukkannya ke dalam surga." 
 
عَنْ مَسْعَدَةَ بْنِ صَدَقَةَ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ آبَائِهِ ع عَنِ النَّبِيِّ ص قَالَ إِنَّ قُوَّةَ الْمُؤْمِنِ فِي قَلْبِهِ أَ لَا تَرَوْنَ أَنَّكُمْ تَجِدُونَهُ ضَعِيفَ الْبَدَنِ نَحِيفَ الْجِسْمِ وَ هُوَ يَقُومُ اللَّيْلَ وَ يَصُومُ النَّهَارَ
Dari Mas'adah bin Shadaqah dari Ja'far dari ayah-ayahnya as dari Nabi saw berkata, "Sesungguhnya kekuatan orang yang beriman itu di dalam hatinya, tidakkah kalian lihat bahwa kalian mendapatkannya lemah badannya kurus tubuhnya, tetapi dia bangkit (ibadah) pada malam harinya dan shaum pada siang harinya." 
 
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص إِنَّ لِلْجَنَّةِ بَاباً يُدْعَى الرَّيَّانَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ إِلَّا الصَّائِمُونَ
Rasûlullâh saw telah berkata, "Bagi surga itu ada sebuah pintu yang disebut Al-Rayyân, tidak masuk darinya selain orang-orang yang shaum." 
 
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ كُلُّ أَعْمَالِ ابْنِ آدَمَ بِعَشَرَةِ أَضْعَافِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ إِلَّا الصَّبْرَ فَإِنَّهُ لِي وَ أَنَا أَجْزِي بِهِ فَثَوَابُ الصَّبْرِ مَخْزُونٌ فِي عِلْمِ اللَّهِ وَ الصَّبْرُ الصَّوْمُ
Rasûlullâh saw berkata, "Allah 'azza wa jalla telah berfirman, Setiap amal anak Ãdam dilipatkan dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus kali lipat, kecuali sabar, karena sesungguhnya ia itu untuk-Ku dan Aku yang membalasnya. Maka pahala sabar itu tersimpan dalam ilmu Allah dan sabar itu shaum."  
 
عَنْ سُلَيْمَانَ الْمَرْوَزِيِّ عَنِ الرِّضَا ع فِي حَدِيثٍ قَالَ إِنَّ الصَّائِمَ لَا يَجْرِي عَلَيْهِ الْقَلَمُ حَتَّى يُفْطِرَ مَا لَمْ يَأْتِ بِشَيْ‏ءٍ يَنْقُصُ صَوْمَهُ وَ إِنَّ الْحَاجَّ لَا يَجْرِي عَلَيْهِ الْقَلَمُ حَتَّى يَرْجِعَ مَا لَمْ يَأْتِ بِشَيْ‏ءٍ يُبْطِلُ حَجَّهُ
Dari Sulaimân Al-Marwazi dari Al-Ridhâ as dalam sebuah hadîts berkata, "Sesungguhnya orang yang shaum itu tidak berjalan atasnya pena (malaikat) hingga dia berbuka selama tidak melakukan sesuatu yang mengurangi (nilai) shaumnya, dan sesungguhnya orang yang menunaikan haji tidak berjalan atasnya pena hingga dia kembali selama tidak melakukan sesuatu yang membatalkan hajinya."  

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِنَانٍ عَنِ الْمُفَضَّلِ بْنِ عُمَرَ قَالَ قُلْتُ لِلصَّادِقِ ع مَا الَّذِي يُبَاعِدُ عَنَّا الشَّيْطَانَ قَالَ الصَّوْمُ يُسَوِّدُ وَجْهَهُ وَ الصَّدَقَةُ تَكْسِرُ ظَهْرَهُ وَ الْحُبُّ فِي اللَّهِ وَ الْمُؤَازَرَةُ عَلَى الْعَمَلِ الصَّالِحِ يَقْطَعَانِ دَابِرَهُ وَ الِاسْتِغْفَارُ يَقْطَعُ وَتِينَهُ
Dari Al-Mufadhdhal bin 'Umar berkata: Saya berkata pada Al-Shâdiq as, apa yang dapat menjauhkan syaithân dari kami? Beliau berkata, "Shaum menghitamkan mukanya, sedekah mematahkan punggungnya, cinta karena Allah dan tekun dalam amal saleh memutuskan pangkalnya dan istighfâr memotong talinya." 
 
عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَسَنِ بْنِ فَضَّالٍ عَنْ أَبِيهِ عَنِ الرِّضَا ع قَالَ إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً مُوَكَّلِينَ بِالصَّائِمِينَ وَ الصَّائِمَاتِ يَمْسَحُونَهُمْ بِأَجْنِحَتِهِمْ وَ يُسْقِطُونَ عَنْهُمْ ذُنُوبَهُمْ وَ إِنَّ لِلَّهِ مَلَائِكَةً قَدْ وَكَّلَهُمْ بِالدُّعَاءِ لِلصَّائِمِينَ وَ الصَّائِمَاتِ لَا يُحْصِي عَدَدَهُمْ إِلَّا اللَّهُ تَعَالَى
Dari 'Ali bin Al-Husain bin Fadhdhâl dari ayahnya dari Al-Ridhâ as berkata, "Sesungguhnya Allah mempunyai beberapa malaikat yang ditugasi kepada orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan, para malaikat itu mengusap-usap mereka dengan sayap-sayapnya dan menggugurkan dosa-dosanya dari mereka, dan sesungguhnya Allah punya beberapa malaikat yang Dia telah mewakilkan pada mereka dengan doa bagi orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan, tidak ada yang tahu jumlahnya selain Allah yang maha tinggi." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا قَامَ لَيْلَهُ ثُمَّ أَصْبَحَ صَائِماً نَهَارَهُ لَمْ يُكْتَبْ عَلَيْهِ ذَنْبٌ وَ لَمْ يَخْطُ خُطْوَةً إِلَّا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا حَسَنَةً (وَ لَمْ يَتَكَلَّمْ بِكَلِمَةِ خَيْرٍ إِلَّا كَتَبَ لَهُ بِهَا حَسَنَةً) وَ إِنْ مَاتَ فِي نَهَارِهِ صُعِدَ بِرُوحِهِ إِلَى عِلِّيِّينَ وَ إِنْ عَاشَ حَتَّى يُفْطِرَ كَتَبَهُ اللَّهُ مِنَ الْأَوَّابِينَ
Dari Muhammad bin Muslim dari Abû Ja'far as berkata, "Sesungguhnya orang yang beriman itu apabila beribadah pada malamnya, lalu shaum pada siang harinya, niscaya tidak dituliskan suatu dosa atasnya, dan dia tidak melangkah dengan satu langkah melainkan dengannya Allah menuliskan baginya satu kebaikan (dan tidak berkata-kata dengan satu kali-mat melainkan dengannya Allah menuliskan baginya satu kebaikan), dan jika dia mati pada siang harinya, niscaya diangkat ruhnya ke 'Illiyîn, dan apabila hidup hingga dia berbuka, Allah mencatatnya dari orang-orang yang kembali (bertobat)." 
  
عَنْ عَنْبَسَةَ بْنِ بِجَادٍ الْعَابِدِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع وَ ذَكَرَ عِنْدَهُ الصَّلَاةَ فَقَالَ إِنَّ فِي كِتَابِ عَلِيٍّ الَّذِي أَمْلَى رَسُولُ اللَّهِ ص إِنَّ اللَّهَ لَا يُعَذِّبُ عَلَى كَثْرَةِ الصَّلَاةِ وَ الصِّيَامِ وَ لَكِنْ يَزِيدُهُ خَيْراً
Dari 'Anbasah bin Bijâd Al-'Âbid berkata: Saya mendengar Abû 'Abdillâh as---dan disebutkan di sisinya shalat---mengatakan, "Sesungguhnya dalam kitab 'Ali yang didiktekan Rasûlullâh saw (tertulis): Sesungguhnya Allah tidak menyiksa atas banyaknya shalat dan  shiyâm, tetapi Dia menambahnya kebaikan." 

Anjuran shaum ketika turun bencana dan ketika luput shalat 'isyâ karena ketiduran
عَنِ ابْنِ أَبِي عُمَيْرٍ عَنْ سُلَيْمَانَ عَمَّنْ ذَكَرَهُ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ قَالَ الصَّبْرُ الصِّيَامُ وَ قَالَ إِذَا نَزَلَتْ بِالرَّجُلِ النَّازِلَةُ وَ الشَّدِيدَةُ فَلْيَصُمْ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ يَقُولُ وَ اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ يَعْنِي الصِّيَامَ
Dari Ibnu Abî 'Umair dari Sulaimân dari orang yang menyebutkannya dari Abû 'Abdillâh as mengenai firman Allah 'azza wa jalla, Dan minta tolonglah dengan sabar. Beliau berkata, "Sabar itu shiyâm." Dan beliau berkata, "Jika turun terhadap seseorang bencana dan yang keras, maka hendaklah dia shaum, karena Allah 'azza wa jalla berfirman, Dan minta tolonglah dengan sabar, yakni shiyâm."  
 
عَنْ عَلِيِّ بْنِ سُوَيْدٍ السَّائِيِّ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ مُوسَى ع فِي حَدِيثٍ قَالَ شَكَوْتُ إِلَيْهِ ضِيقَ يَدِي فَقَالَ صُمْ وَ تَصَدَّقْ
Dari 'Ali bin Suwaid Al-Sâ`i dari Abû Al-Hasan Mûsâ as dalam sebuah hadîts dia berkata: Saya mengadu kepadanya dengan sempitnya tanganku (ditimpa kesusahan), maka beliau berkata, "Shaumlah dan sedekahlah." 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَلْحَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي قَوْلِ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَ الصَّلاةِ قَالَ الصَّبْرُ الصَّوْمُ.
Dari 'Abdullâh bin Thalhah dari Abû 'Abdillâh as mengenai firman Allah 'azza wa jalla, Dan minta tolonglah dengan sabar dan shalat. Beliau berkata, "Sabar itu shaum." 

Anjuran shaum pada saat cuaca panas dan bersabar dalam menahankan dahaga
عَنْ يُونُسَ بْنِ ظَبْيَانَ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع مَنْ صَامَ لِلَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ يَوْماً فِي شِدَّةِ الْحَرِّ فَأَصَابَهُ ظَمَأٌ وَكَّلَ اللَّهُ بِهِ أَلْفَ مَلَكٍ يَمْسَحُونَ وَجْهَهُ وَ يُبَشِّرُونَهُ حَتَّى إِذَا أَفْطَرَ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ مَا أَطْيَبَ رِيحَكَ وَ رَوْحَكَ مَلَائِكَتِي اشْهَدُوا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُ
Dari Yûnus bin Zhabyân berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Barang siapa yang shaum karena Allah 'azza wa jalla satu hari dalam cuaca yang sangat panas, lalu dia ditimpa kehausan, niscaya Allah wakilkan kepadanya 1000 malak yang mengusap wajahnya dan menyampaikan kabar gembira padanya hingga apabila dia berbuka, Allah 'azza wa jalla berfirman, Betapa baiknya wangimu dan aroma tubuhmu, wahai malaikat-Ku saksikanlah bahwa sesungguhnya Aku telah mengampuninya."  
 
عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ آبَائِهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص طُوبَى لِمَنْ ظَمِئَ أَوْ جَاعَ لِلَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ يَشْبَعُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ طُوبَى لِلْمَسَاكِينِ بِالصَّبْرِ أُولَئِكَ الَّذِينَ يَرَوْنَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ
Dari Al-Sakûni dari Ja'far bin Muhammad as dari ayah-ayahnya berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Beruntunglah bagi orang yang haus dan lapar karena Allah, mereka itulah orang-orang yang kenyang pada hari kiamat. Beruntunglah bagi orang-orang miskin dengan kesabaran, mereka itulah orang-orang yang melihat kerajaan langit."  

Anjuran shaum ketika syahwat kepada kaum perempuan memuncak dan ketika sulit mendapatkan yang halal
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِنَا عَنْ أَحَدِهِمَا ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ عَلَيْكُمْ بِالْبَاهِ فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِيعُوهُ فَعَلَيْكُمْ بِالصِّيَامِ فَإِنَّهُ وِجَاؤُهُ
Dari 'Abdullâh bin Bukair dari sebagian sahabat kami dari salah seorang imam as (Abû Ja'far atau Abû 'Abdillâh as) berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Wahai kaum muda, hendaklah kalian menikah! Apabila kalian belum mampu untuk menikah, maka hendaklah kalian shiyâm, sebab ia itu pengikatnya (pengikat syahwat terhadap perempuan)." 
 
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ قَالَ قُلْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ ص أَرَدْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ أَخْتَصِيَ قَالَ لَا تَفْعَلْ يَا عُثْمَانُ فَإِنَّ اخْتِصَاءَ أُمَّتِيَ الصِّيَامُ مَعَ كَلَامٍ طَوِيلٍ
Dari 'Utsmân bin Mazh'ûn berkata: Saya berkata kepada Rasûlullâh saw, "Saya ingin mengebiri wahai Rasûlullâh." Beliau berkata, "Janganlah kamu lakukan wahai 'Utsmân, karena cara mengebiri buat ummatku adalah shiyâm bersama kalâm (pembicaraan) yang panjang." 
 
مُحَمَّدُ بْنُ الْحُسَيْنِ الرَّضِيُّ فِي الْمَجَازَاتِ النَّبَوِيَّةِ عَنْهُ ع أَنَّهُ قَالَ لِعُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ لَمَّا أَرَادَ الِاخْتِصَاءَ وَ السِّيَاحَةَ خِصَاءُ أُمَّتِيَ الصِّيَامُ
 Muhammad bin Al-Husain Al-Radhi dalam Al-Majâzât Al-Nubuwwah darinya as bahwa beliau telah berkata kepada 'Utsmân bin Mazh'ûn tatkala dia inging mengebiri dan siyâhah, "Kebiri ummatku itu shiyâm." 

وَ قَالَ ع مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاهَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَ مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَلْيَصُمْ فَإِنَّ الصَّوْمَ وِجَاؤُهُ
Dan beliau as berkata, "Barang siapa di antara kalian mampu menikah, maka hendaklah menikah, dan siapa yang belum mampu, maka hendaklah dia shaum, sebab shaum itu pengikatnya."  

Anjuran shaum setiap Kamis dan Jumat dan sejumlah shaum sunnah
عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ ع قَالَ وَ أَمَّا الصَّوْمُ الَّذِي يَكُونُ صَاحِبُهُ فِيهِ بِالْخِيَارِ فَصَوْمُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ وَ الْخَمِيسِ وَ الْإِثْنَيْنِ وَ صَوْمُ الْبِيضِ وَ صَوْمُ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ وَ صَوْمُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَكُلُّ ذَلِكَ صَاحِبُهُ فِيهِ بِالْخِيَارِ إِنْ شَاءَ صَامَ وَ إِنْ شَاءَ أَفْطَرَ
Dari Al-Zuhri dari 'Ali bin Al-Husain as berkata, "Adapun shaum yang orang boleh memilih adalah shaum hari Jumat, Kamis, Senin, shaum hari-hari putih, shaum enam hari dari Syawwâl setelah bulan Ramadhân, shaum hari 'Ârafah dan shaum 'Âsyûrâ, maka semuanya itu orangnya boleh memilih, jika dia mau dia shaum, dan bila mau dia berbuka." 
 
عَنِ الرِّضَا ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ صَامَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ صَبْراً وَ احْتِسَاباً أُعْطِيَ ثَوَابَ صِيَامِ عَشَرَةِ أَيَّامٍ غُرٍّ زُهْرٍ لَا تُشَاكِلُ أَيَّامَ الدُّنْيَا
Dari Al-Ridhâ as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Barang siapa shaum hari Jumat karena sabar dan ihtisâb, niscaya dia diberi pahala shaum sepuluh hari yang cerah lagi terang yang tidak menyulitkan hari-hari dunia." 
 
عَنْ دَارِمِ بْنِ قَبِيصَةَ عَنِ الرِّضَا ع عَنْ آبَائِهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص لَا تُفْرِدُوا الْجُمُعَةَ بِصَوْمٍ
Dari Dârim bin Qabîshah dari Al-Ridhâ as dari ayah-ayahnya berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Jangan kamu khususkan hari Jumat dengan shaum (tanpa shaum sebelumnya atau setelahnya)." 
 
عَنْ هِشَامِ بْنِ الْحَكَمِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي الرَّجُلِ يُرِيدُ أَنْ يَعْمَلَ شَيْئاً مِنَ الْخَيْرِ مِثْلَ الصَّدَقَةِ وَ الصَّوْمِ وَ نَحْوَ هَذَا قَالَ يُسْتَحَبُّ أَنْ يَكُونَ ذَلِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَإِنَّ الْعَمَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ يُضَاعَفُ
Dari Hisyâm bin Al-Hakam dari Abû 'Abdillâh as mengenai orang yang ingin mengamalkan suatu kebaikan semisal sedekah, shaum dan yang sepertinya, beliau berkata, "Dianjurkan yang demikian itu dilaksanakan pada hari Jumat, sebab amal pada hari Jumat itu (pahalanya) dilipatgandakan." 
 
عَنِ ابْنِ سِنَانٍ يَعْنِي عَبْدَ اللَّهِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ رَأَيْتُهُ صَائِماً يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَقُلْتُ لَهُ جُعِلْتُ فِدَاكَ إِنَّ النَّاسَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُ يَوْمُ عِيدٍ فَقَالَ كَلَّا إِنَّهُ يَوْمُ خَفْضٍ وَ دَعَةٍ
Dari Ibnu Sinân yakni 'Abdullâh dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Aku melihat beliau shaum pada hari Jumat, lalu aku berkata kepadanya, "Kujadikan diriku sebagai tebusanmu, sesungguhnya orang-orang beranggapan bahwa ia itu hari raya." Maka beliau berkata, "Tidaklah demikian, sesungguhnya ia itu hari kemudahan dan ketenangan." 
 
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ص قَالَ لَا تَصُومُوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا أَنْ تَصُومُوا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ
Dari Abû Hurairah dari Rasûlullâh saw berkata, "Janganlah kalian shaum pada hari Jumat, kecuali kalian shaum sebelumnya atau setelahnya."  

Anjuran shaum di musim dingin
مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ قَالَ رُوِيَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّهُ قَالَ الصَّوْمُ فِي الشِّتَاءِ هُوَ الْغَنِيمَةُ الْبَارِدَةُ
Muhammad bin 'Ali bin Al-Husain berkata: Telah diriwayatkan dari Abû 'Abdillâh as bahwa beliau berkata, "Shaum di musim dingin adalah ghanîmah (keuntungan yang mudah) yang sejuk."   
 
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص الصَّوْمُ فِي الشِّتَاءِ الْغَنِيمَةُ الْمُبَارَكَةُ
Rasûlullâh saw telah berkata, "Shaum pada musim dingin adalah ghanîmah yang diberkahi." 

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سُلَيْمَانَ الدَّيْلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ الشِّتَاءُ رَبِيعُ الْمُؤْمِنِ يَطُولُ فِيهِ لَيْلُهُ فَيَسْتَعِينُ بِهِ عَلَى قِيَامِهِ وَ يَقْصُرُ فِيهِ نَهَارُهُ فَيَسْتَعِينُ بِهِ عَلَى صِيَامِهِ
Dari Muhammad bin Sulaimân Al-Dailami dari ayahnya dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Saya telah mendengar beliau mengatakan, "Musim dingin adalah musim bunganya orang yang beriman; malamnya panjang, maka dengannya dia terbantu untuk bangun malamnya dan singkat siangnya, lalu hal itu dia terbantu atas shiyâmnya." 

Anjuran shaum tiga hari dari setiap bulan awal Ka-mis, akhir Kamis dan pertengahan Rabu 
عَنْ حَمَّادِ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ ص حَتَّى قِيلَ مَا يُفْطِرُ ثُمَّ أَفْطَرَ حَتَّى قِيلَ مَا يَصُومُ ثُمَّ صَامَ صَوْمَ دَاوُدَ ع يَوْماً وَ يَوْماً لَا ثُمَّ قُبِضَ ع عَلَى صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الشَّهْرِ وَ قَالَ يَعْدِلْنَ صَوْمَ الدَّهْرِ وَ يَذْهَبْنَ بِوَحَرِ الصَّدْرِ (وَ قَالَ حَمَّادٌ الْوَحَرُ الْوَسْوَسَةُ) قَالَ حَمَّادٌ فَقُلْتُ وَ أَيُّ الْأَيَّامِ هِيَ قَالَ أَوَّلُ خَمِيسٍ فِي الشَّهْرِ وَ أَوَّلُ أَرْبِعَاءَ بَعْدَ الْعَشْرِ مِنْهُ وَ آخِرُ خَمِيسٍ فِيهِ فَقُلْتُ وَ كَيْفَ صَارَتْ هَذِهِ الْأَيَّامُ الَّتِي تُصَامُ فَقَالَ لِأَنَّ مَنْ قَبْلَنَا مِنَ الْأُمَمِ كَانُوا إِذَا نَزَلَ عَلَى أَحَدِهِمُ الْعَذَابُ نَزَلَ فِي هَذِهِ الْأَيَّامِ (فَصَامَ رَسُولُ اللَّهِ ص هَذِهِ الْأَيَّامَ لِأَنَّهَا الْأَيَّامُ) الْمَخُوفَةُ
Dari Hammâd bin 'Utsmân dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Rasûlullâh shaum hingga hikatakan orang: Beliau tidak buka. Kemudian beliau buka hingga dikatakan orang: Beliau tidak shaum. Kemudian beliau shaum Dâwud as; sehari shaum dan sehari tidak. Kemudian beliau as wafat di atas shaum tiga hari dalam sebulan, dan beliau berkata, 'Shaum tiga hari ini seimbang dengan shaum sepanjang masa dan menghilangkan wahar al-shadr (dan berkata Hammâd wahar itu was-was).'" Hammâd berkata: Saya bertanya, "Hari-hari apa saja?" Beliau berkata, "Awal Kamis dalam sebulan, awal Rabu setelah sepuluh hari darinya dan akhir Kamis padanya." Saya bertanya, "Mengapakah hari-hari ini yang dishaumi?" Beliau berkata, "Karena orang-orang sebelum kita dari ummat-ummat yang lalu adalah mereka apabila turun siksa atas seseorang dari mereka, azab itu turun pada hari-hari ini (maka Rasûlullâh saw shaum pada hari-hari ini, sebab ia itu hari-hari yang ditakuti." 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص سُئِلَ عَنْ صَوْمِ خَمِيسَيْنِ بَيْنَهُمَا أَرْبِعَاءُ فَقَالَ أَمَّا الْخَمِيسُ فَيَوْمٌ تُعْرَضُ فِيهِ الْأَعْمَالُ وَ أَمَّا الْأَرْبِعَاءُ فَيَوْمٌ خُلِقَتْ فِيهِ النَّارُ وَ أَمَّا الصَّوْمُ فَجُنَّةٌ
Dari 'Abdullâh bin Sinân dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Sesungguhnya Rasûlullâh saw telah ditanya tentang shaum dua hari Kamis di antara keduanya hari Rabu, maka beliau berkata, 'Adapun hari Kamis adalah hari dipamerkan padanya amal-amal, dan adapun hari Rabu, maka ia adalah hari diciptakan neraka, dan adapun shaum, maka ia adalah perisai.'" 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ قَالَ قَالَ لِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع إِذَا كَانَ فِي أَوَّلِ الشَّهْرِ خَمِيسَانِ فَصُمْ أَوَّلَهُمَا فَإِنَّهُ أَفْضَلُ وَ إِذَا كَانَ فِي آخِرِ الشَّهْرِ خَمِيسَانِ فَصُمْ آخِرَهُمَا فَإِنَّهُ أَفْضَلُ
Dari 'Abdullâh bin Sinân berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata kepadaku, "Apabila pada awal bulan (sepuluh hari pertama) ada dua Kamis, maka shaumilah yang pertamanya, karena hal itu lebih utama, dan bila pada akhir bulan (sepuluh hari ketiga) ada dua Kamis, maka shaumilah yang terakhirnya, sebab hal itu lebih utama."  
     
عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَمَّارٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِنَّمَا يُصَامُ فِي يَوْمِ الْأَرْبِعَاءِ لِأَنَّهُ لَمْ تُعَذَّبْ أُمَّةٌ فِيمَا مَضَى إِلَّا يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ وَسَطَ الشَّهْرِ فَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُصَامَ ذَلِكَ الْيَوْمُ
Dari Ishâq bin 'Ammâr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Sesungguhnya dishaumi hari Rabu itu, karena ummat yang dulu tidak diazab melainkan pada hari Rabu pertengahan bulan, maka dianjurkan shaum pada hari tersebut." 
 
عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عِيسَى رَفَعَهُ إِلَى أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الْأَرْبِعَاءُ يَوْمُ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ لِأَنَّهُ أَوَّلُ يَوْمٍ وَ آخِرُ يَوْمٍ مِنَ الْأَيَّامِ الَّتِي قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ سَخَّرَها عَلَيْهِمْ سَبْعَ لَيالٍ وَ ثَمانِيَةَ أَيَّامٍ حُسُوماً
Dari 'Utsmân bin 'Îsâ dia mengangkatnya ke Abû 'Abdillâh as berkata, "Rabu adalah hari nahas yang terus menerus sebab ia awal hari dan akhir hari dari hari-hari yang Allah 'azza wa jalla telah berfirman, Dia telah menundukkannya atas mereka tujuh malam dan delapan hari dalam keadaan berturut-turut. "  
  
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنِ الصَّادِقِ ع عَنْ آبَائِهِ ع فِي حَدِيثٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص يَوْماً لِأَصْحَابِهِ أَيُّكُمْ يَصُومُ الدَّهْرَ فَقَالَ سَلْمَانُ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَجُلٌ لِسَلْمَانَ رَأَيْتُكَ فِي أَكْثَرِ نَهَارِكَ تَأْكُلُ فَقَالَ لَيْسَ حَيْثُ تَذْهَبُ إِنِّي أَصُومُ الثَّلَاثَةَ فِي الشَّهْرِ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ مَنْ جاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثالِها وَ أَصِلُ شَعْبَانَ بِشَهْرِ رَمَضَانَ فَذَلِكَ صَوْمُ الدَّهْرِ وَ فِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص قَالَ لِلرَّجُلِ أَنَّى لَكَ بِمِثْلِ لُقْمَانَ الْحَكِيمِ سَلْهُ فَإِنَّهُ يُنَبِّئُكَ
Dari Abû Bashîr dari Al-Shâdiq as dari ayah-ayahnya as dalam sebuah hadîts berkata: Suatu hari Rasûlullâh saw telah berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Siapakah dia di antara kalian yang bisa shaum sepanjang masa?" Salmân berkata, "Aku wahai Rasûlullâh." Maka seseorang berkata kepada Salmân, "Aku melihatmu di kebanyakan siang hari engkau makan." Dia berkata, "Bukan menurut yang engkau maksudkan, aku shaum tiga hari pada setiap bulan, Allah 'azza wa jalla berfirman, Barang siapa yang melakukan kebaikan, maka baginya sepuluh kali lipat yang semisalnya. Dan aku sambungkan (shaum) Sya'bân dengan bulan Ramadhân, maka yang demikian itu shaum sepanjang masa." Dan mengenai dia Rasûlullâh saw berkata kepada orang tersebut, "Dari manakah engkau punya sahabat semisal Luqmân Al-Hakîm, tanyalah dia, karena dia akan memberitakan padamu."   

عَنْ عَلِيٍّ ع فِي حَدِيثِ الْأَرْبَعِمِائَةِ قَالَ وَ صَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ أَرْبِعَاءَ بَيْنَ خَمِيسَيْنِ وَ صَوْمُ شَعْبَانَ يَذْهَبُ بِوَسْوَسَةِ الصُّدُورِ وَ بَلَابِلِ الْقَلْبِ إِلَى أَنْ قَالَ صُومُوا ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فِي كُلِّ شَهْرٍ وَ هِيَ تَعْدِلُ صَوْمَ الدَّهْرِ وَ نَحْنُ نَصُومُ خَمِيسَيْنِ بَيْنَهُمَا أَرْبِعَاءُ لِأَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ خَلَقَ جَهَنَّمَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ.
Dari 'Ali as dalam hadîts empat ratus berkata, "Dan shaum tiga hari dari setiap bulan, yaitu Rabu di antara dua Kamis dan shaum Sya'bân menghilangkan waswas dada dan balâbil (keraguan) hati---shaumlah kamu tiga hari pada setiap bulan, ia mengimbangi shaum sepanjang masa, dan kami shaum dua Kamis di antara keduanya Rabu, karena Allah 'azza wa jalla telah menciptakan neraka Jahannam pada hari Rabu." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ص أَوَّلَ مَا بُعِثَ يَصُومُ حَتَّى يُقَالَ مَا يُفْطِرُ وَ يُفْطِرُ حَتَّى يُقَالَ مَا يَصُومُ ثُمَّ تَرَكَ ذَلِكَ وَ صَامَ يَوْماً وَ أَفْطَرَ يَوْماً وَ هُوَ صَوْمُ دَاوُدَ ع ثُمَّ تَرَكَ ذَلِكَ وَ صَامَ الثَّلَاثَةَ الْأَيَّامِ الْغُرِّ ثُمَّ تَرَكَ ذَلِكَ وَ فَرَّقَهَا فِي كُلِّ عَشَرَةٍ يَوْماً خَمِيسَيْنِ بَيْنَهُمَا أَرْبِعَاءُ فَقُبِضَ ع وَ هُوَ يَعْمَلُ ذَلِكَ.
Dari Muhammad bin Muslim dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Adalah Rasûlullâh saw pada awal beliau diutus, beliau shaum hingga dikatakan tidak berbuka, dan berbuka hingga dikatakan beliau tidak shaum, kemudian beliau timggalkan yang demikian itu, dan beliau shaum sehari dan berbuka sehari, yaitu shaum Dâwud as, kemudian beliau tinggalkan yang demikian itu, dan beliau shaum hari–hari putih (hari ke-13, 14 dan 15), kemudian beliau tinggalkan yang demikian itu, dan beliau memisahkannya, yaitu pada setiap sepuluh hari dua Kamis yang di antaranya Rabu dan beliau wafat dalam me-ngamalkan shaum yang demikian." 
 
مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْمُفِيْدُ فِي الْمُقْنِعَةِ عَنِ النَّبِيِّ ص أَنَّهُ قَالَ عُرِضَتْ عَلَيَّ أَعْمَالُ أُمَّتِي فَوَجَدْتُ فِي أَكْثَرِهَا خَلَلًا وَ نُقْصَاناً فَجَعَلْتُ مَعَ كُلِّ فَرِيضَةٍ مِثْلَيْهَا نَافِلَةً لِيَكُونَ مَنْ أَتَى بِذَلِكَ قَدْ حَصَلَتْ لَهُ الْفَرِيضَةُ لِأَنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَسْتَحْيِي أَنْ يَعْمَلَ لَهُ الْعَبْدُ عَمَلًا فَلَا يَقْبَلُ مِنْهُ الثُّلُثَ فَفَرَضَ اللَّهُ الصَّلَاةَ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَ لَيْلَةٍ سَبْعَ عَشَرَ رَكْعَةً وَ سَنَّ رَسُولُ اللَّهِ ص أَرْبَعاً وَ ثَلَاثِينَ رَكْعَةً وَ فَرَضَ اللَّهُ صِيَامَ شَهْرِ رَمَضَانَ فِي كُلِّ سَنَةٍ وَ سَنَّ رَسُولُ اللَّهِ ص صِيَامَ سِتِّينَ يَوْماً فِي السَّنَةِ لِيَكْمُلَ فَرْضُ الصَّوْمِ فَجَعَلَ فِي كُلِّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ خَمِيساً فِي الْعَشْرِ الْأَوَّلِ مِنْهُ وَ هُوَ أَوَّلُ خَمِيسٍ فِي الْعَشْرِ وَ أَرْبِعَاءَ فِي الْعَشْرِ الْأَوْسَطِ مِنْهُ وَ هُوَ أَقْرَبُ إِلَى النِّصْفِ مِنَ الشَّهْرِ وَ رُبَّمَا كَانَ النِّصْفُ بِعَيْنِهِ وَ آخِرَ خَمِيسٍ فِي الشَّهْرِ.
Muhammad bin Muhammad Al-Mufîd dalam Al-Muqni'ah dari Nabi saw bahwa beliau telah berkata, "Telah diperlihatkan padaku amal-amal ummatku, lalu kudapati dalam kebanyakannya itu banyak ketikaksempurnaan dan kekurangan, lalu kujadikan bersama setiap yang wajib dua kali lipat semisalnya sebagai amalan sunnah, agar orang yang melakukan amal yang wajib menjadi sempurna, sebab Allah yang maha tinggi malu jika hamba mengamalkan suatu amal karena-Nya, lalu Dia hanya menerima sepertiganya." Maka Allah mewajibkan shalat dalam sehari semalam 17 raka'at, dan Rasûlullâh saw mensunnahkan 34 raka'at. Allah mewajibkan shaum bulan Ramadhân pada setiap tahun, dan Rasûlullâh saw mensunnahkan 60 hari dalam setahun supaya shaum wajib menjadi sempurna, lalu beliau menjadikan pada setiap bulan tiga hari: Kamis dalam sepuluh hari yang pertama, Rabu dalam sepuluh pertengahan darinya dan ia lebih dekat kepada pertengahan dari bulan dan barangkali pertengahannya itu sendiri dan akhir Kamis dalam bulan tersebut. 
  
عَلِيُّ بْنُ جَعْفَرٍ فِي كِتَابِهِ عَنْ أَخِيهِ مُوسَى بْنِ جَعْفَرٍ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الصَّوْمِ فِي الْحَضَرِ فَقَالَ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ فِي كُلِّ شَهْرٍ الْخَمِيسُ فِي جُمْعَةٍ وَ الْأَرْبِعَاءُ فِي جُمْعَةٍ وَ الْخَمِيسُ فِي جُمْعَةٍ

'Ali bin Ja'far dalam kitabnya dari saudaranya Mûsâ bin Ja'far as dia berkata: Saya bertaya padanya tentang shaum ketika hadhar (tidak safar), maka beliau berkata, "Tiga hari dalam setiap bulan: Kamis dalam sejumat, Rabu dalam sejumat dan Kamis dalam sejumat."    

Sun, 29 Jun 2014 @20:03


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+4+8

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved