Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Melihat Hilal

Permulaan shaum bulan Ramadhân ditentukan dengan melihat bulan (hilâl) sebagaimana dalam firman Allah 'azza wa jalla, Barangsiapa di antara kamu menyaksikan bulan, maka hendaklah dia menshauminya. 

Tidak dianggap melihat hilâl sebelum zawâl dan tidak setelahnya dan tidak wajib shaum hari itu karena bukan awal bulan Ramadhân dan tidak boleh buka pada akhirnya 
عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع إِذَا رَأَيْتُمُ الْهِلَالَ فَأَفْطِرُوا أَوْ شَهِدَ عَلَيْهِ عَدْلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَ إِنْ لَمْ تَرَوُا الْهِلَالَ إِلَّا مِنْ وَسَطِ النَّهَارِ أَوْ آخِرِهِ فَأَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ وَ إِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَعُدُّوا ثَلَاثِينَ لَيْلَةً ثُمَّ أَفْطِرُوا

Dari Abû Ja'far as berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkata, "Apabila kalian melihat hilâl, maka berbukalah atau ada yang menyaksikannya orang yang adil dari kalangan muslimîn, dan jika kalian tidak melihat hilâl kecuali dari pertengahan siang atau di akhirnya, maka sempurnakanlah shiyâm sampai malam, dan jika cuaca mendung atasmu, maka hitunglah tiga puluh malam, kemudian berbukalah." 
 
عَنْ جَرَّاحٍ الْمَدَائِنِيِّ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع مَنْ رَأَى هِلَالَ شَوَّالٍ بِنَهَارٍ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فَلْيُتِمَّ صِيَامَهُ

Dari Jarrâh Al-Madâ`ini berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Barang siapa melihat hilâl Syawwâl di siang hari dalam bulan Ramadhân, maka hendaklah menyempurnakan shiyâmnya." 
 
عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ هِلَالِ رَمَضَانَ يُغَمُّ عَلَيْنَا فِي تِسْعٍ وَ عِشْرِينَ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ لَا تَصُمْهُ إِلَّا أَنْ تَرَاهُ فَإِنْ شَهِدَ أَهْلُ بَلَدٍ آخَرَ أَنَّهُمْ رَأَوْهُ فَاقْضِهِ وَ إِذَا رَأَيْتَهُ مِنْ وَسَطِ النَّهَارِ فَأَتِمَّ صَوْمَهُ إِلَى اللَّيْلِ

Dari Ishâq bin 'Ammâr berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang hilâl (bulan) Ramadhân yang terhalang awan atas kami pada 29 Sya'bân, maka beliau berkata, "Janganlah kamu menshauminya, kecuali bahwa kamu melihatnya. Bila penduduk daerah yang lain bersaksi bahwa mereka telah melihatnya, maka bayarlah ia, dan jika kamu melihatnya dari pertengahan siang, maka sempurnakanlah shaumnya sampai malam." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى قَالَ كَتَبْتُ إِلَيْهِ ع جُعِلْتُ فِدَاكَ رُبَّمَا غُمَّ عَلَيْنَا هِلَالُ شَهْرِ رَمَضَانَ فَنَرَى مِنَ الْغَدِ الْهِلَالَ قَبْلَ الزَّوَالِ وَ رُبَّمَا رَأَيْنَاهُ بَعْدَ الزَّوَالِ فَتَرَى أَنْ نُفْطِرَ قَبْلَ الزَّوَالِ إِذَا رَأَيْنَاهُ أَمْ لَا وَ كَيْفَ تَأْمُرُ فِي ذَلِكَ فَكَتَبَ ع تُتِمُّ إِلَى اللَّيْلِ فَإِنَّهُ إِنْ كَانَ تَامّاً رُئِيَ قَبْلَ الزَّوَالِ

Dari Muhammad bin 'Îsâ berkata: Saya menulis surat kepadanya as, "Kujadikan diriku tebusanmu, adakalanya hilâl bulan Ramadhân terhalang bagi kami, lalu kami lihat hilâl itu keesokan harinya sebelum zawâl, dan adakalanya kami melihatnya setelah zawâl, apakah kami berbuka sebelum zawâl bila kami melihatnya atau tidak, dan bagaimana engkau perintahkan dalam hal itu?" Maka beliau as menulis, "Engkau sempurnakan sampai malam, jika hilâl dilihat sebelum zawâl." 
 
عَنْ عُبَيْدِ بْنِ زُرَارَةَ وَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرٍ قَالَا قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع إِذَا رُئِيَ الْهِلَالُ قَبْلَ الزَّوَالِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ مِنْ شَوَّالٍ وَ إِذَا رُئِيَ بَعْدَ الزَّوَالِ فَذَلِكَ الْيَوْمُ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ

Dari 'Ubaid bin Zurârah dan 'Abdullâh bin Bukair mereka berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Apabila hilâl dilihat sebelum zawâl, maka hari itu dari Syawwâl, dan bila dilihat setelah zawâl, maka hari itu dari bulan Ramadhân." 
 
عَنْ عُمَرَ بْنِ يَزِيدَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع إِنَّ الْمُغِيرِيَّةَ يَزْعُمُونَ أَنَّ هَذَا الْيَوْمَ لِهَذِهِ اللَّيْلَةِ الْمُسْتَقْبِلَةِ فَقَالَ كَذَبُوا هَذَا الْيَوْمُ لِلَّيْلَةِ الْمَاضِيَةِ إِنَّ أَهْلَ بَطْنِ نَخْلَةَ حَيْثُ رَأَوُا الْهِلَالَ قَالُوا قَدْ دَخَلَ الشَّهْرُ الْحَرَامُ

Dari 'Umar bin Yazîd berkata: Saya telah berkata kepada Abû 'Abdillâh as, "Sesungguhnya orang-orang Al-Mughîriyyah mengklaim bahwa hari ini untuk malam yang akan datang." Maka beliau berkata, "Mereka telah berdusta, hari ini untuk malam yang telah lalu, sesungguhnya penduduk Bathni Nakhlah ketika mereka melihat hilâl, mereka berkata, 'Telah masuk bulan harâm.'" 
 
عَنْ جَرَّاحٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ اللَّهُ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيامَ إِلَى اللَّيْلِ يَعْنِي صَوْمَ رَمَضَانَ فَمَنْ رَأَى الْهِلَالَ بِالنَّهَارِ فَلْيُتِمَّ صِيَامَهُ

 Dari Jarrâh dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Allah telah berfirman, Kemudian sempurnakanlah shiyâm sampai malam. Yaitu shaum bulan Ramadhân. Maka siapa yang melihat hilâl di siang hari, sempturnakanlah shiyâmnya." 

Tidak dianggap tidak terlihatnya hilâl setelah syafaq tidak dengan melingkarnya, tidak dengan melihat bayangan kepalamu dan tidak dengan tersembunyinya dari timur
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُرَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِذَا تَطَوَّقَ الْهِلَالُ فَهُوَ لِلَيْلَتَيْنِ وَ إِذَا رَأَيْتَ ظِلَّ رَأْسِكَ فِيهِ فَهُوَ لِثَلَاثٍ

Dari Muhammad bin Murâzim dari ayahnya dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Jika hilâl telah melingkar, maka ia untuk dua malam, dan bila engkau melihat bayangan kepalamu padanya, maka ia untuk tiga (malam)." 
 
عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ الْحُرِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِذَا غَابَ الْهِلَالُ قَبْلَ الشَّفَقِ فَهُوَ لِلَيْلَتِهِ وَ إِذَا غَابَ بَعْدَ الشَّفَقِ فَهُوَ لِلَيْلَتَيْنِ

Dari Ismâ'îl bin Al-Hurr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Jika hilâl telah hilang sebelum syafaq, maka ia untuk malamnya, dan bila hilang setelah syafaq, maka ia untuk dua malam." 
 
عَنْ دَاوُدَ الرَّقِّيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِذَا طُلِبَ الْهِلَالُ فِي الْمَشْرِقِ غُدْوَةً فَلَمْ يُرَ فَهُوَ هَاهُنَا هِلَالٌ جَدِيدٌ رُئِيَ أَوْ لَمْ يُرَ

Dari Dâwud Al-Riqqi dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Apabila hilâl dicari di sebelah timur pagi-pagi lalu tidak terlihat, maka di sini hilâl yang baru, terlihat ataupun tidak terlihat."  

Ditetapkan hilâl dengan kesaksian dua orang laki-laki yang adil, dan tidak ditetapkan dengan kesaksian perempuan.
عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّ عَلِيّاً ع كَانَ يَقُولُ لَا أُجِيزُ فِي الْهِلَالِ إِلَّا شَهَادَةَ رَجُلَيْنِ عَدْلَيْنِ

Dari Al-Halabi dari Abû 'Abdillâh as bahwa 'Ali as berkata, "Aku tidak membolehkah dalam hilâl kecuali kesaksian dua orang laki-laki yang adil."  
     
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ النِّسَاءِ فِي الْهِلَالِ وَ لَا يَجُوزُ إِلَّا شَهَادَةُ رَجُلَيْنِ عَدْلَيْنِ

Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkata, "Tidak boleh kesaksian perempuan dalam perkara hilâl, dan tidak boleh kecuali kesaksian dua orang laki-laki yang adil." 
 
عَنْ مَنْصُورِ بْنِ حَازِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّهُ قَالَ صُمْ لِرُؤْيَةِ الْهِلَالِ وَ أَفْطِرْ لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ شَهِدَ عِنْدَكُمْ شَاهِدَانِ مَرْضِيَّانِ بِأَنَّهُمَا رَأَيَاهُ فَاقْضِهِ

Dari Manshûr bin Hâzim dari Abû 'Abdillâh as bahwa dia berkata, "Shaumlah karena melihat hilâl, dan berbukalah karena melihatnya, bila di sisimu ada dua saksi yang diridoi bahwa mereka berdua melihatnya, maka terimalah." 
 
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ الْيَوْمِ الَّذِي يُقْضَى مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا يَقْضِهِ إِلَّا أَنْ يُثْبِتَ شَاهِدَانِ عَدْلَانِ مِنْ جَمِيعِ أَهْلِ الصَّلَاةِ مَتَى كَانَ رَأْسُ الشَّهْرِ الْحَدِيثَ

Dari Abû Bashîr dari Abû 'Abdillâh as bahwa beliau telah ditanya tentang hari yang diqadhâ dari bulan Ramadhân, maka beliau berkata, "Janganlah mengqadhânya kecuali dua orang yang adil dari semua ahli shalat menetapkan kapan terjadi awal bulan." 

عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع إِذَا رَأَيْتُمُ الْهِلَالَ فَأَفْطِرُوا أَوْ شَهِدَ عَلَيْهِ بَيِّنَةٌ عَدْلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ الْحَدِيثَ

Dari Abû Ja'far as berkata: Telah berkata Amîrul Mu`minîn as, "Apabila kamu melihat hilâl, maka berbukalah atau memberikan kesaksian atasnya kesaksian orang yang adil dari muslimîn." 
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ عَلِيٌّ ع لَا تُقْبَلُ شَهَادَةُ النِّسَاءِ فِي رُؤْيَةِ الْهِلَالِ إِلَّا شَهَادَةَ رَجُلَيْنِ عَدْلَيْنِ

Dari Abû 'Abdillâh as berkata: 'Ali as berkata, "Jangan diterima kesaksian perempuan dalam melihat hilâl, selain kesaksian dua orang lelaki yang adil." 
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّ عَلِيّاً ع كَانَ يَقُولُ لَا أُجِيزُ فِي رُؤْيَةِ الْهِلَالِ إِلَّا شَهَادَةَ رَجُلَيْنِ عَدْلَيْنِ

Dari Abû 'Abdillâh as bahwa 'Ali as berkata, "Aku tidak membolehkah dalam melihat hilâl selain kesaksian dua orang lelaki yang adil." 
 

عَنْ شُعَيْبِ بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ جَعْفَرٍ عَنْ أَبِيهِ ع أَنَّ عَلِيّاً ع قَالَ لَا أُجِيزُ فِي الطَّلَاقِ وَ لَا فِي الْهِلَالِ إِلَّا رَجُلَيْنِ

Dari Syu'aib bin Ya'qûb dari Ja'far dari ayahnya as bahwa 'Ali as telah berkata, "Aku tidak membolehkah (untuk kesaksian) dalam thalâq (perceraian suami-istri) dan tidak dalam hilâl kecuali dua orang laki-laki." 
 
عَنْ أَبِي أَيُّوبَ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عُثْمَانَ الْخَرَّازِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قُلْتُ لَهُ كَمْ يُجْزِي فِي رُؤْيَةِ الْهِلَالِ فَقَالَ إِنَّ شَهْرَ رَمَضَانَ فَرِيضَةٌ مِنْ فَرَائِضِ اللَّهِ فَلَا تُؤَدُّوا بِالتَّظَنِّي وَ لَيْسَ رُؤْيَةُ الْهِلَالِ أَنْ يَقُومَ عِدَّةٌ فَيَقُولَ وَاحِدٌ قَدْ رَأَيْتُهُ وَ يَقُولَ الْآخَرُونَ لَمْ نَرَهُ إِذَا رَآهُ وَاحِدٌ رَآهُ مِائَةٌ وَ إِذَا رَآهُ مِائَةٌ رَآهُ أَلْفٌ وَ لَا يُجْزِي فِي رُؤْيَةِ الْهِلَالِ إِذَا لَمْ يَكُنْ فِي السَّمَاءِ عِلَّةٌ أَقَلُّ مِنْ شَهَادَةِ خَمْسِينَ وَ إِذَا كَانَتْ فِي السَّمَاءِ عِلَّةٌ قُبِلَتْ شَهَادَةُ رَجُلَيْنِ يَدْخُلَانِ وَ يَخْرُجَانِ مِنْ مِصْرٍ

 Dari Abû Ayyûb Ibrâhîm bin 'Utsmân Al-Kharrâz dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Saya bertanya kepadanya, "Berapa orangkah yang memadai dalam melihat hilâl?" Beliau berkata, "Sesungguhnya bulan Ramadhân itu satu dari kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah, maka janganlah ditunaikan dengan persangkaan, dan melihat hilâl itu bukanlah berdiri sejumlah orang, lalu seseorang berkata, 'Saya telah melihatnya.' Dan yang lain mengatakan, 'Kami tidak melihatnya.' Bila seorang melihatnya, seratus orang pun melihatnya, dan jika seratus orang melihatnya, seribu orang pun melihatnya. Tidak memadai dalam melihat hilâl jika di langit tidak ada sebab kurang dari lima puluh orang, dan bila di langit ada sebab (seperti mendung atau awan), kesaksian dua orang laki-laki yang masuk dan yang keluar dari kota diterima." 

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ إِذَا رَأَيْتُمُ الْهِلَالَ فَصُومُوا وَ إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا وَ لَيْسَ بِالرَّأْيِ وَ لَا بِالتَّظَنِّي وَ لَكِنْ بِالرُّؤْيَةِ وَ الرُّؤْيَةُ لَيْسَ أَنْ يَقُومَ عَشَرَةٌ فَيَنْظُرُوا فَيَقُولَ وَاحِدٌ هُوَ ذَا هُوَ وَ يَنْظُرَ تِسْعَةٌ فَلَا يَرَوْنَهُ إِذَا رَآهُ وَاحِدٌ رَآهُ عَشَرَةُ آلَافٍ وَ إِذَا كَانَ عِلَّةٌ فَأَتِمَّ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ

Dari Muhammad bin Muslim dari Abû Ja'far as berkata, "Apabila kamu melihat hilâl, maka shaumlah, dan jika kamu melihatnya (satu Syawwâl), maka berbukalah, penentuan bukan dengan pikiran atau perkiraan, tetapi dengan ru`yah, dan ru`yah itu bukanlah berdiri sepuluh orang, lalu mereka mengamati, kemudian berkata seseorang, 'Nah itulah ia.' Se-dang yang sembilan orang mengamati, tetapi tidaklah melihatnya. Apabila seorang melihatnya, sepuluh ribu pun (di tempat itu) melihatnya, dan apabila ada sebab, maka sempurnakanlah Sya'bân tiga puluh hari." 
 
عَنْ أَبِي الْعَبَّاسِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الصَّوْمُ لِلرُّؤْيَةِ وَ الْفِطْرُ لِلرُّؤْيَةِ وَ لَيْسَ الرُّؤْيَةُ أَنْ يَرَاهُ وَاحِدٌ وَ لَا اثْنَانِ وَ لَا خَمْسُونَ

 Dari Abû Al-'Abbâs dari Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Shaum itu karena ru`yah dan berbuka juga karena ru`yah, dan ru`yah itu bukanlah seseorang melihatnya, bukanlah dua orang dan bukanlah lima puluh orang (tetapi dapat dilihat banyak orang yang ada di tempat itu)." 
 
عَنْ حَبِيبٍ الْخُزَاعِيِّ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع لَا تَجُوزُ الشَّهَادَةُ فِي رُؤْيَةِ الْهِلَالِ دُونَ خَمْسِينَ رَجُلًا عَدَدِ الْقَسَامَةِ وَ إِنَّمَا تَجُوزُ شَهَادَةُ رَجُلَيْنِ إِذَا كَانَا مِنْ خَارِجِ الْمِصْرِ وَ كَانَ بِالْمِصْرِ عِلَّةٌ فَأَخْبَرَا أَنَّهُمَا رَأَيَاهُ وَ أَخْبَرَا عَنْ قَوْمٍ صَامُوا لِلرُّؤْيَةِ وَ أَفْطَرُوا لِلرُّؤْيَةِ.

Dari Habîb Al-Khuzâ'i berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Kesaksian dalam melihat hilâl tidak boleh kurang dari 50 orang sejumlah qasâmah (jika penduduk lebih banyak dari itu), dan kesaksian 2 orang itu hanya dibolehkah apabila keduanya datang dari luar daerah sedang di dalam daerah terdapat sebab (misalnya hujan), lalu keduanya mengkabarkan bahwa mereka berdua telah melihatnya, dan mengkabarkan tentang suatu kaum, mereka shaum karena ru`yah dan berbuka karena ru`yah." 
 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرِ بْنِ أَعْيَنَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ صُمْ لِلرُّؤْيَةِ وَ أَفْطِرْ لِلرُّؤْيَةِ وَ لَيْسَ رُؤْيَةَ الْهِلَالِ أَنْ يَجِي‏ءَ الرَّجُلُ وَ الرَّجُلَانِ فَيَقُولَانِ رَأَيْنَا إِنَّمَا الرُّؤْيَةُ أَنْ يَقُولَ الْقَائِلُ رَأَيْتُ فَيَقُولَ الْقَوْمُ صَدَقَ

 Dari 'Abdullâh bin Bukair bin A'yan dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Shaumlah karena ru`yah dan berbukalah karena ru`yah, dan ru`yatul hilâl itu bukanlah seseorang atau dua orang datang, lalu mereka mengatakan, 'Kami telah melihat.' Ru`yah itu seorang mengatakan, 'Saya telah melihat.' Lalu kaum mengatakan, 'Dia benar.'" 

عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي حَدِيثٍ طَوِيلٍ قَالَ لَا تَجُوزُ شَهَادَةُ النِّسَاءِ فِي الْفِطْرِ إِلَّا شَهَادَةَ رَجُلَيْنِ عَدْلَيْنِ وَ لَا بَأْسَ فِي الصَّوْمِ بِشَهَادَةِ النِّسَاءِ وَ لَوِ امْرَأَةً وَاحِدَةً

Dari Dâwud bin Al-Hushain dari Abû 'Abdillâh as dalam sebuah hadîts yang panjang berkata, "Tidak boleh kesaksian perempuan dalam berbuka (satu Syawwâl) selain kesaksian dua orang lelaki yang adil, namun dalam shaum (tanggal satu bulan Ramadhân) tidak mengapa dengan kesaksian perempuan walaupun seorang." 
 
أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عِيسَى فِي نَوَادِرِهِ عَنْ أَبِيهِ رَفَعَهُ قَالَ قَضَى رَسُولُ اللَّهِ ص بِشَهَادَةِ الْوَاحِدِ وَ الْيَمِينِ فِي الدَّيْنِ وَ أَمَّا الْهِلَالُ فَلَا إِلَّا بِشَاهِدَيْ عَدْلٍ

Ahmad bin Muhammad bin 'Îsâ dalam Nawâdir -nya dari ayahnya dia mengangkat isnâd -nya berkata, "Rasûlullâh saw memutuskan dengan kesaksian seorang lelaki dan sumpah dalam utang, adapun dalam perkara hilâl, maka tidak boleh kecuali dengan dua saksi yang adil."  

Penetapan ru`yah hilâl dengan disebarkan dan dengan Ru`yah pada negeri lain yang dekat
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّهُ سُئِلَ عَنِ الْيَوْمِ الَّذِي يُقْضَى مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَقْضِهِ إِلَّا أَنْ يُثْبِتَ شَاهِدَانِ عَدْلَانِ مِنْ جَمِيعِ أَهْلِ الصَّلَاةِ مَتَى كَانَ رَأْسُ الشَّهْرِ وَ قَالَ لَا تَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ الَّذِي يُقْضَى إِلَّا أَنْ يَقْضِيَ أَهْلُ الْأَمْصَارِ فَإِنْ فَعَلُوا فَصُمْهُ

Dari Abû Bashîr dari Abû 'Abdillâh as bahwa beliau telah ditanya tentang hari yang ditentukan dari bulan Ramadhân, maka beliau berkata, "Janganlah ditentukan kecuali ditetapkan oleh dua orang saksi yang adil dari semua ahli shalat kapan permulaan bulan." Dan beliau berkata, "Janganlah kamu shaum pada hari yang diputuskan kecuali jika diputuskan oleh ahli negeri, bila mereka melakukan, maka shaumilah." 
 
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ هِلَالِ رَمَضَانَ يُغَمُّ عَلَيْنَا فِي تِسْعٍ وَ عِشْرِينَ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ لَا تَصُمْ إِلاَّ أَنْ تَرَاهُ فَإِنْ شَهِدَ أَهْلُ بَلَدٍ آخَرَ فَاقْضِهِ

Dari 'Abdurrahmân bin Abû 'Abdillâh dari Abû 'Abdillâh as dia berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang hilâl (bulan) Ramadhân yang samar atas kami dalam dua puluh sembilan dari Sya'bân, maka beliau berkata, "Jangan kamu shaum kecuali kamu melihatnya, maka jika penduduk negeri yang lain melihatnya, maka qadhâlah ia." 
 
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ وَهْبٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْأَزْدِيِّ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَكُونُ فِي الْجَبَلِ فِي الْقَرْيَةِ فِيهَا خَمْسُمِائَةٍ مِنَ النَّاسِ فَقَالَ إِذَا كَانَ كَذَلِكَ فَصُمْ لِصِيَامِهِمْ وَ أَفْطِرْ لِفِطْرِهِمْ

Dari Mu'âwiyah bin Wahb dari 'Abdul Hamîd Al-Azdi berkata: Saya berkata kepada Abû 'Abdillâh as, "Aku berada di daerah pegunungan di desa, padanya ada lima ratus orang." Beliau berkata, "Jika demikian, maka shaumlah karena shiyâm mereka dan berbukalah karena buka mereka." 
 
عَنْ أَبِي الْجَارُودِ زِيَادِ بْنِ الْمُنْذِرِ الْعَبْدِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا جَعْفَرٍ مُحَمَّدَ بْنَ عَلِيٍّ ع يَقُولُ صُمْ حِينَ يَصُومُ النَّاسُ وَ أَفْطِرْ حِينَ يُفْطِرُ النَّاسُ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ جَعَلَ الْأَهِلَّةَ مَوَاقِيتَ

Dari Abû Al-Jarûd Ziyâd bin Al-Mundzir Al-'Abdi berkata: Saya telah mendengar Abû Ja'far Muhammad bin 'Ali as mengatakan, "Shaumlah ketika orang-orang shaum, dan berbukalah ketika orang-orang berbuka, sebab Allah 'azza wa jalla telah menjadikan hilâl-hilâl itu mawâqît (waktu-waktu memulai)." 
 
عَنْ سَمَاعَةَ أَنَّهُ سَأَلَ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْيَوْمِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ يُخْتَلَفُ فِيهِ قَالَ إِذَا اجْتَمَعَ أَهْلُ مِصْرٍ عَلَى صِيَامِهِ لِلرُّؤْيَةِ فَاقْضِهِ إِذَا كَانَ أَهْلُ الْمِصْرِ خَمْسَمِائَةِ إِنْسَانٍ

Dari Samâ'ah bahwa dia bertanya kepada Abû 'Abdillâh as tentang hari dalam bulan Ramadhân yang diperselisihkan padanya, beliau berkata, "Jika penduduk negeri sepakat untuk menshauminya karena ru`yah, maka tunaikanlah bila penduduk negeri tersebut berjumlah lima ratus orang." 

Boleh melakukan ta'wîl atas ucapan kaum mukhâlifîn dalam shaum dan Fithri dan Adhhâ
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ الرَّازِيِّ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الثَّانِي ع قَالَ قُلْتُ لَهُ مَا تَقُولُ فِي الصَّوْمِ فَإِنَّهُ قَدْ رُوِيَ أَنَّهُمْ لَا يُوَفَّقُونَ لِصَوْمٍ فَقَالَ أَمَا إِنَّهُ قَدْ أُجِيبَتْ دَعْوَةُ الْمَلَكِ فِيهِمْ قَالَ فَقُلْتُ وَ كَيْفَ ذَلِكَ جُعِلْتُ فِدَاكَ قَالَ إِنَّ النَّاسَ لَمَّا قَتَلُوا الْحُسَيْنَ ع أَمَرَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى مَلَكاً يُنَادِي أَيَّتُهَا الْأُمَّةُ الظَّالِمَةُ الْقَاتِلَةُ عِتْرَةَ نَبِيِّهَا لَا وَفَّقَكُمُ اللَّهُ لِصَوْمٍ وَ لَا فِطْرٍ

Dari Muhammad bin Ismâ'îl Al-Râzi dari Abû Ja'far yang kedua as dia berkata: Saya bertanya kepadanya, apa yang engkau katakan mengenai shaum, karena telah diriwayatkan bahwa mereka tidak diberi taufîq untuk shaum, maka beliau berkata, "Sesungguhnya telah dikabulkan doa satu malak pada mereka." Saya berkata, "Dan bagaimana demikian, kujadikan diriku tebusanmu?" Dia berkata, "Sesungguhnya orang-orang ketika membunuh Al-Husain as, Allah menyuruh satu malak yang menyeru, 'Wahai ummat yang zalim yang membunuh 'itrah (putra) Nabinya, semoga Allah tidak memberimu taufîq untuk shaum dan tidak untuk berbuka." 
 
عَنْ رَزِينٍ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع لَمَّا ضُرِبَ الْحُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ ع بِالسَّيْفِ فَسَقَطَ ثُمَّ ابْتَدَرَ لِيَقْطَعَ رَأْسَهُ نَادَى مُنَادٍ مِنْ بُطْنَانِ الْعَرْشِ أَلَا أَيَّتُهَا الْأُمَّةُ الْمُتَحَيِّرَةُ الضَّالَّةُ بَعْدَ نَبِيِّهَا لَا وَفَّقَكُمُ اللَّهُ لِأَضْحًى وَ لَا لِفِطْرٍ قَالَ ثُمَّ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع فَلَا جَرَمَ وَ اللَّهِ مَا وُفِّقُوا وَ لَا يُوَفَّقُونَ حَتَّى يُثْأَرَ بِثَأْرِ الْحُسَيْنِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ

Dari Razîn berkata: Abû 'Abdillâh as berkata, "Ketika Al-Husain bin 'Ali as ditebas dengan pedang, hingga dia jatuh, lalu (orang-orang) bergegas untuk memenggal kepalanya, satu penyeru dari tengah-tengah 'arsy berseru, 'Wahai ummat yang bingung lagi tersesat setelah Nabinya semoga Allah tidak memberi kalian taufîq untuk Adhhâ dan tidak untuk Fithri.'" Beliau berkata: Kemudian Abû 'Abdillâh as berkata, "Maka mesti demi Allah, mereka tidak diberi taufîq dan tidak akan diberi taufîq sampai mereka dibalas dengan pembalasan Al-Husain as."    

Bulan Ramadhân apabila dengan ru`yah hanya 28 ha-ri, wajib qadhâ sehari darinya
عَنْ حَمَّادِ بْنِ عِيسَى عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ رَجُلٍ نَسِيَ حَمَّادُ بْنُ عِيسَى اسْمَهُ قَالَ صَامَ عَلِيٌّ ع بِالْكُوفَةِ ثَمَانِيَةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً شَهْرَ رَمَضَانَ فَرَأَوُا الْهِلَالَ فَأَمَرَ مُنَادِياً يُنَادِي اقْضُوا يَوْماً فَإِنَّ الشَّهْرَ تِسْعَةٌ وَ عِشْرُونَ يَوْماً

Dari Hammâd bin 'Îsâ dari 'Abdullâh bin Sinân dari seseorang yang Hammâd bin 'Îsâ lupa namanya berkata: 'Ali as shaum di Al-Kûfah dua puluh delapan hari bulan Ramadhân, lalu mereka melihat hilâl, maka beliau menyuruh seorang penyeru yang menyerukan, "Qadhâ oleh kalian satu hari, sebab bulan itu 29 hari." 

Tidak boleh shaum hari yang diragukan dengan niat bahwa ia dari bulan Ramadhân
عَنْ أَبِي خَالِدٍ الْوَاسِطِيِّ قَالَ أَتَيْنَا أَبَا جَعْفَرٍ ع فِي يَوْمٍ يُشَكُّ فِيهِ مِنْ رَمَضَانَ فَإِذاً مَائِدَتُهُ مَوْضُوعَةٌ وَ هُوَ يَأْكُلُ وَ نَحْنُ نُرِيدُ أَنْ نَسْأَلَهُ فَقَالَ ادْنُوا لِلْغَدَاءِ إِذَا كَانَ مِثْلُ هَذَا الْيَوْمِ وَ لَمْ تَجِئْكُمْ فِيهِ بَيِّنَةُ رُؤْيَةٍ فَلَا تَصُومُوا إِلَى أَنْ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَنْ أَلْحَقَ فِي رَمَضَانَ يَوْماً مِنْ غَيْرِهِ مُتَعَمِّداً فَلَيْسَ بِمُؤْمِنٍ بِاللَّهِ وَ لَا بِي

Dari Abû Khâlid Al-Wâsithi berkata: Kami datang kepada Abû Ja'far as pada hari yang diragukan padanya dari bulan Ramadhân, maka ternyata hidangan beliau disediakan dan beliau makan, dan kami ingin bertanya kepadanya, maka beliau berkata, "Kemarilah untuk makan, jika semisal hari ini dan tidak datang padamu kejelasan ru`yah, maka janganlah kamu shaum----Rasûlullâh saw telah berkata, 'Siapa yang menghubungkan satu hari pada bulan Ramadhân dari selainnya dengan sengaja, maka dia tidak beriman kepada Allah dan tidak kepadaku.'" 
 
عَنْ هَارُونَ بْنِ خَارِجَةَ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع عُدَّ شَعْبَانَ تِسْعَةً وَ عِشْرِينَ يَوْماً فَإِنْ كَانَتْ مُتَغَيِّمَةً فَأَصْبِحْ صَائِماً وَ إِنْ كَانَ مُصْحِيَةً وَ تَبَصَّرْتَهُ وَ لَمْ تَرَ شَيْئاً فَأَصْبِحْ مُفْطِراً

Dari Hârûn bin Khârijah berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Hitunglah Sya'bân 29 hari, jika keadaan berawan, maka shaumlah keesokan harinya, dan bila cuaca cerah engkau bisa melihatnya, namun ketika engkau tidak melihat hilâl, maka jadilah keesokan harinya berbuka (tidak shaum bulan Ramadhân)." 
 
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ إِذَا أُهِلَّ هِلَالُ رَجَبٍ فَعُدَّ تِسْعَةً وَ خَمْسِينَ يَوْماً ثُمَّ صُمْ

 Dari Abû Bashîr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Bila dilihat hilâl Rajab, maka hitunglah 59 hari (Rajab 30 hari dan Sya'bân 29 hari), kemudian shaumlah." 

عَنْ زَيْدِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ آبَائِهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص صُومُوا سِرَّ اللَّهِ قِيلَ مَا سِرُّ اللَّهِ قَالَ يَوْمُ الشَّكِّ

Dari Zaid bin 'Ali dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Shaumilah rahasia Allah!" Beliau ditanya, "Apa rahasia Allah itu?" Beliau berkata, "Hari yang diragukan (apakah akhir Sya'bân ataukah awal bulan Ramadhân)." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِنَانٍ قَالَ سَأَلْتُ الرِّضَا ع عَنْ يَوْمِ الشَّكِّ فَقَالَ إِنَّ أَبِي كَانَ يَصُومُهُ فَصُمْهُ

Dari Muhammad bin Sinân berkata: Saya bertanya kepada Al-Ridhâ as tentang hari syakk (ragu), maka beliau berkata, "Sesungguhnya ayahku menshauminya, shaumilah ia." 
 
عَنْ شُعَيْبٍ الْعَقَرْقُوفِيِّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ رَجُلٍ صَامَ الْيَوْمَ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ فَوَجَدَهُ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ فَقَالَ يَوْمٌ وَفَّقَهُ اللَّهُ لَهُ

 Dari Syu'aib Al-'Aqarqûfi berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as mengenai seseorang yang menshaumi hari yang diragukan padanya, lalu ternyata dia mendapatkannya dari bulan Ramadhân, maka beliau berkata, "Adalah hari yang Allah men-taufîq-kannya baginya." 

عَنِ الْكَاهِلِيِّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الْيَوْمِ الَّذِي يُشَكُّ فِيهِ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ لِأَنْ أَصُومَ يَوْماً مِنْ شَعْبَانَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أُفْطِرَ يَوْماً مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ
 
Dari Al-Kâhili berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as mengenai hari yang diragukan padanya dari Sya'bân, maka beliau berkata, "Untukku shaum sehari dari Sya'bân lebih aku sukai daripada aku berbuka sehari dari bulan Ramadhân." 

Anjuran bersiap-siap ketika akan masuk bulan Ramadhân agar tidak menguranginya dan supaya bersungguh-sungguh dalam Beramal padanya dan khususnya Membaca Al-Quran
عَنْ عَبْدِ السَّلَامِ بْنِ صَالِحٍ الْهَرَوِيِّ قَالَ دَخَلْتُ عَلَى أَبِي الْحَسَنِ عَلِيِّ بْنِ مُوسَى الرِّضَا ع فِي آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ شَعْبَانَ فَقَالَ لِي يَا أَبَا الصَّلْتِ إِنَّ شَعْبَانَ قَدْ مَضَى أَكْثَرُهُ وَ هَذَا آخِرُ جُمُعَةٍ مِنْهُ فَتَدَارَكْ فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ تَقْصِيرَكَ فِيمَا مَضَى مِنْهُ وَ عَلَيْكَ بِالْإِقْبَالِ عَلَى مَا يَعْنِيكَ وَ تَرْكِ مَا لَا يَعْنِيكَ وَ أَكْثِرْ مِنَ الدُّعَاءِ وَ الِاسْتِغْفَارِ وَ تِلَاوَةِ الْقُرْآنِ وَ تُبْ إِلَى اللَّهِ مِنْ ذُنُوبِكَ لِيُقْبِلَ شَهْرُ اللَّهِ عَلَيْكَ وَ أَنْتَ مُخْلِصٌ لِلَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ لَا تَدَعَنَّ أَمَانَةً فِي عُنُقِكَ إِلَّا أَدَّيْتَهَا وَ لَا فِي قَلْبِكَ حِقْداً عَلَى مُؤْمِنٍ إِلَّا نَزَعْتَهُ وَ لَا ذَنْباً أَنْتَ مُرْتَكِبُهُ إِلَّا أَقْلَعْتَ عَنْهُ وَ اتَّقِ اللَّهَ وَ تَوَكَّلْ عَلَيْهِ فِي سَرَائِرِكَ وَ عَلَانِيَتِكَ وَ مَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْ‏ءٍ قَدْراً وَ أَكْثِرْ مِنْ أَنْ تَقُولَ فِيمَا بَقِيَ مِنْ هَذَا الشَّهْرِ اللَّهُمَّ إِنْ لَمْ تَكُنْ غَفَرْتَ لَنَا فِيمَا مَضَى مِنْ شَعْبَانَ فَاغْفِرْ لَنَا فِيمَا بَقِيَ مِنْهُ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى يُعْتِقُ فِي هَذَا الشَّهْرِ رِقَاباً مِنَ النَّارِ لِحُرْمَةِ شَهْرِ رَمَضَانَ

Dari 'Abdussalâm bin Shâlih Al-Harawi berkata: Saya datang kepada Abû Al-Hasan 'Ali bin Mûsâ Al-Ridhâ as pada Jumat yang terakhir dari bulan Sya'bân, lalu dia berkata kepadaku, "Wahai Abû Al-Shalit, Sya'bân sebagian besarnya telah berlalu, dan sekarang Jumat yang terakhir darinya, maka tutupilah kekuranganmu dalam hari-harinya yang telah berlalu dengan hari-hari yang tersisa darinya, lakukan apa-apa yang berguna bagimu dan tinggalkanlah segala yang tidak bermakna buatmu, perbanyaklah berdoa, beristighfâr dan membaca Al-Quran, dan bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu, supaya datang bulan Allah atasmu sedang kamu ikhlas karena Allah 'azza wa jalla, janganlah sekali-kali kamu mengabaikan amanat di pundakmu melainkan engkau tunaikan, jangan biarkan sifat dengki di dalam hatimu kepada orang yang beriman melainkan engkau tanggalkan, janganlah ada satu dosa yang engkau lakukan melainkan engkau cabut darinya, ber-taqwâ-lah kamu kepada Allah dan hendaklah tawakkal kepada-Nya di dalam batinmu dan lahirmu, Dan siapa yang bertawakkal kepada Allah, maka cukuplah Dia baginya, sesungguhnya Allah yang akan menyampaikan urusannya, sungguh Allah telah menjadikan bagi setiap sesuatu kadarnya. Dan perbanyaklah kamu mengucapkan pada hari-hari yang tersisa dari bulan ini: Allâhumma in lan takun ghafarta lanâ fîmâ madhâ min sya'bân, faghfir lanâ fîmâ baqiya minh. Maka sesungguhnya Allah tabâraka wa ta'âlâ membebaskan leher-leher dari api neraka pada bulan ini karena kehormatan bulan Ramadhân." 
 
عَنْ جَابِرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ لِكُلِّ شَيْ‏ءٍ رَبِيعٌ وَ رَبِيعُ الْقُرْآنِ شَهْرُ رَمَضَانَ

Dari Jâbir dari Abû Ja'far as berkata, "Segala sesuatu ada rabî'-nya (taman bunganya) dan rabî'-nya Al-Quran bulan Ramadhân." 

Dan telah diriwayatkan bahwa dia mengkhatamkan Al-Quran dalam bulan Ramadhân sepuluh kali, setiap tiga hari satu kali khatam.

Thu, 12 Jun 2014 @09:30


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+2+8

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved