Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Keutamaan Bulan Sya'ban

Sya'bân artinya cabang, maksudnya jika beramal saleh pada bulan ini, maka pahalanya akan bercabang-cabang atau dilipatgandakan dengan kelipatan yang banyak. Sya'bân adalah bulan Rasulullah saw.

Khalîfah Rasûlullâh saw yang kedelapan, Imam ‘Ali Al-Ridhâ as menulis surat kepada Al-Ma`mûn, "Dan sesungguhnya shaum Sya‘bân itu baik, ia itu sunnah. Rasûlullâh saw telah berkata, 'Sya‘bân bulanku dan bulan Ramadhân adalah bulan Allah.'" 

Khalîfah Rasûlullâh saw yang keenam, Imam Ja‘far Al-Shâdiq as berkata, "Siapa yang puasa satu hari di bulan Sya‘bân, niscaya dia masuk surga." 

Khalîfah Rasûlullâh saw yang kelima, Imam Muhammad Al-Bâqir as berkata, "Sesungguhnya shaum Sya‘bân itu shaum para nabi dan shaum pengikut para nabi. Siapa yang shaum Sya‘bân, maka dia telah mendapatkan doa Rasûlullâh saw, karena perkataannya, 'Semoga Allah merahmati orang yang membantuku atas bulanku.'" 

Dan pada bulan ini ada satu malam, yakni malam nishfu Sya‘bân yang keutamaannya seperti malam qadr.

Doa-doa Bulan Sya‘bân
Abû ‘Abdillâh as berkata: Aku telah mendengar ayahku (Abû Ja‘far as) berkata: Adalah ayahku Zainul ‘Âbidîn apabila memasuki Sya‘bân, beliau kumpulkan sahabat-sahabatnya lalu beliau berkata, "Wahai sahabat-sahabatku, tahukah kalian bulan apa ini? Ini bulan Sya‘bân, adalah Rasûlullâh saw berkata, 'Sya‘bân bulanku, maka puasalah kalian pada bulan ini karena kecintaan kepada Nabi kalian dan karena mendekatkan diri kepada Tuhan kalian.' Maka demi Tuhan yang diri ‘Ali bin Al-Husain di tangan-Nya, sungguh aku telah mendengar ayahku Al-Husain bin ‘Ali as berkata, 'Aku telah mendengar Amîrul Mu`minîn as mengatakan, 'Siapa yang puasa pada bulan Sya‘bân karena kecintaan kepada Nabi Allah saw dan karena mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla, pasti Allah mencintainya dan menghampirkannya kepada kemuliaan-Nya pada hari kiamat dan Dia wajibkan surga baginya.'"

Sat, 3 May 2014 @14:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved