Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Keutamaan Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhân adalah bulan yang disandarkan kepada Allah 'azza wa jalla, oleh karena itu bulan Ramadhân merupakan bulan yang paling banyak keutamaannya sebagaimana disebutkan dalam beberapa riwayat berikut ini.

Dari Abû Al-Jârûd dari Abû Ja'far as berkata: Rasûlullâh saw menyampaikan khotbah pada akhir Jumat dari bulan Sya'bân, beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau berkata, "Wahai manusia, telah menaungimu suatu bulan yang padanya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu bulan Ramadhân, Allah mewajibkan untuk menshauminya dan Dia jadikan (nilai) shalat sunnah satu malam padanya seperti shalat sunnah tujuh puluh malam pada bulan-bulan yang lain, dan Dia jadikan bagi orang yang melakukan satu kebaikan dan perbuatan baik yang dianjurkan padanya seperti pahala menunaikan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban terhadap Allah 'azza wa jalla, dan siapa yang menu-naikan satu kewajiban dari kewajiban-kewajiban kepada Allah 'azza wa jalla padanya, adalah dia seperti menunaikan tujuh puluh kewajiban pada bulan-bulan yang lain. Ia adalah bulan sabar dan sabar itu pahalanya surga, dan ia itu bulan persamaan (yang menyamakan orang kaya dan miskin dalam kelaparan), dan ia itu bulan yang padanya Allah menambah rezeki orang-orang yang beriman. Dan siapa yang memberi buka pada orang beriman yang shaum padanya, adalah baginya dengan yang demikian itu di sisi Allah mendapat pahala memerdekakan seorang hamba sahaya dan pengampunan bagi dosa-dosanya yang telah lampau." Maka beliau ditanya, "Wahai Rasûlullâh, tidak semuanya dari kami mampu memberi makan  berbuka bagi orang beriman yang shaum." Beliau berkata, "Sesungguhnya Allah yang maha mulia memberikan keutamaan pahala ini kepada orang yang tidak mampu dari kalian, yaitu hanya dengan memberi sedikit susu yang bisa dirasakan atau seteguk air atau beberapa butir kurma bagi orang yang tidak mampu memberi lebih banyak dari itu, dan siapa yang meringankan beban hamba sahayanya padanya, tentu Allah akan meringankan perhitungan-Nya. Dan ia adalah sebuah bulan yang awalnya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pengkabulan dan pembebasan dari api neraka. Dan tidak ada kecukupan denganmu padanya dari empat perkara; dua perkara yang dengannya kamu relakan Allah yang maha tinggi, dan dua perkara lagi tidak ada kecukupan denganmu darinya. Adapun dua perkara yang dengannya kamu relakan Allah ta'âlâ, yaitu kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa aku utusan Allah. Dan adapun dua perkara yang tidak ada kecukupan denganmu darinya, yaitu kamu meminta kepada Allah kebutuhan-kebutuhan kamu dan surga, kamu meminta 'afiat padanya dan kamu berlindung dari api neraka." 

Dari Muhammad bin Muslim Al-Tsaqafi berkata: Saya mendengar Abû Ja'far Muhammad bin 'Ali Al-Bâqir as mengatakan, "Sesungguhnya Allah punya beberapa malaikat yang ditugasi kepada orang-orang yang shaum; para malaikat itu memintakan ampunan bagi orang-orang yang shaum pada setiap hari dari bulan Ramadhân sampai akhirnya, mereka memanggil-manggil orang-orang yang shaum setiap malam saat mereka berbuka, ' Bergembiralah kalian wahai hamba-hamba Allah, kalian telah diberkahi dan diberkahi pada kalian.' Sehingga apabila akhir malam dari bulan Ramadhân tiba, malaikat berseru, 'Bergembiralah wahai hamba-hamba Allah, Dia telah mengampuni dosa-dosa kalian dan menerima tobat kalian, maka perhatikanlah bagaimana kalian dalam memulai lagi beramal.'"       

Dari Abû Al-Hasan 'Ali bin Mûsâ Al-Ridhâ dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Sesungguhnya bulan Ramadhân itu adalah bulan yang agung yang Allah melipatgandakan padanya kebaikan-kebaikan dan menghapuskan padanya keburukan-keburukan dan mengangkat padanya tingkatan-tingkatan. Siapa yang sedekah pada bulan ini dengan satu sedekah, tentu Allah mengampuninya, siapa yang berbuat baik padanya kepada hambanya, tentu Allah mengampuninya." Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya bulan kalian ini tidak seperti bulan-bulan yang lain, apabila ia datang kepadamu, ia datang membawa berkah dan rahmat, dan bila ia pergi dari kalian, ia pergi dengan pengampunan dosa-dosa, ini bulan yang padanya dilipatgandakan segala kebaikan, dan amal-amal yang baik padanya diterima, dan barang siapa di antaramu yang shalat sunnah dua raka'at pada bulan ini karena Allah 'azza wa jalla, niscaya Allah mengampuninya." Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya orang yang benar-benar celaka itu adalah orang yang bulan ini keluar darinya sedang dosa-dosanya tidak diampuni, maka dia rugi pada waktu orang-orang yang berbuat kebaikan beruntung dengan hadiah-hadiah dari Tuhan yang maha mulia."  

Abû Ja'far as berkata: Rasûlullâh saw berkata ketika bulan Ramadhân akan segera hadir, dan yang demikian itu ketika bulan Sya'bân tinggal tiga hari lagi, dia berkata kepada Bilâl, "Serukan kepada manusia." Lalu dia mengumpulkan orang-orang, kemudian beliau naik mimbar, lalu memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya bulan ini datang kepada kalian, ia adalah penghulu seluruh bulan, padanya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, padanya pintu-pintu neraka ditutupkan dan pintu-pintu surga dibukakan, maka siapa yang mendapatkannya, lalu dia tidak memperoleh pengampunan, maka dia telah dijauhkan Allah, siapa yang mendapatkan kedua orang tuanya lalu tidak mendapatkan pengampuan, maka dia telah dijauhkan Allah, dan siapa yang aku disebutkan di sisinya, lalu dia bershalawât bagiku sedang dia tidak memperoleh pengampunan, maka dia telah dijauhkan Allah." 

Ibnu 'Abbâs berkata, "Adalah Rasûlullâh saw apabila telah masuk bulan Ramadhân, dia bebaskan setiap tawanan dan dia beri setiap orang yang meminta." 

Dari Ismâ'îl bin Abî Ziyâd dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad dari ayahnya dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata kepada sahabat-sahabatnya, "Maukah kukabarkan padamu sesuatu yang apabila kamu melakukannya, niscaya syaithân menjauh darimu sebagaimana timur jauh dari barat?" Mereka berkata, "Tentu saja." Beliau berkata, "Shaum menghitamkan mukanya, sedekah mematahkan punggungnya, cinta karena Allah dan saling membantu dalam amal saleh memotong pangkalnya dan istighfâr memutuskan talinya, dan setiap sesuatu ada zakatnya, dan zakat badan adalah shiyâm." 

Dari Hushain dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad dari ayahnya dari ayah-ayahnya as: Telah berkata Amîrul Mu`minîn as, "Hendaklah kamu di bulan Ramadhân itu banyak beristighfâr dan berdoa; adapun doa, maka dengannya dotolakkan bala darimu, dan adapun istighfâr, maka dengannya dihapus dosa-dosamu." 

Dari Sa'îd bin Jubair berkata: Saya bertanya kepada Ibnu 'Abbâs, "Apa pahala bagi orang yang shaum pada bulan Ramadhân dan dia mengenal haknya?" Dia berkata, "Bersiaplah wahai Ibnu Jubair hingga aku bercerita padamu dengan apa yang kedua telingamu tidak pernah mendengarnya dan tidak pernah terlintas di dalam pikiranmu, dan kosongkanlah dirimu bagi jawaban yang kamu bertanya tentangnya, maka yang kumaksudkan adalah ilmu kaum terdahulu dan ilmu orang-orang yang terakhir." Sa'îd bin Jubair berkata: Lalu aku keluar dari sisinya, kemudian kusiapkan diriku keesokan harinya, maka pagi-pagi ketika terbit fajar, saya pergi kepadanya, lalu saya shalat fajar, kemudian dia sebutkan hadîts dan dia hadapkan wajahnya kepadaku, maka dia berkata, "Dengarkanlah dariku apa yang aku akan katakan, aku telah mendengar Rasûlullâh saw mengatakan, 'Kalau kamu mengetahui pahala bagimu dalam bulan Ramadhân, niscaya kamu menambah syukur kepada Allah. Apabila pada malam pertama, Allah yang maha tinggi mengampuni dosa-dosa semuanya bagi ummatku yang tersembunyinya dan yang tampaknya, dan Dia tinggikan bagimu dua juta derajat dan Dia akan membangunkan bagimu lima puluh kota.

Dan Allah 'azza wa jalla mencatat bagimu pada hari kedua dengan setiap langkah yang kamu langkahkan pada hari itu ibadah setahun dan pahala seorang nabi dan Dia mencatatkan bagimu shaum setahun.

Dan Allah memberikan padamu pada hari ketiga dengan setiap helai rambut yang ada di tubuhmu satu taman di dalam Firdaus dari mutiara putih yang di atasnya ada dua belas ribu rumah dari cahaya dan di bawahnya ada dua belas ribu rumah, di dalam setiap rumah ada seribu tempat tidur dan pada setiap tempat tidur ada bidadari, masuk padamu setiap hari seribu malak yang bersama setiap malak ada satu hadiah.

Dan Allah memberimu pada hari keempat dalam surga Al-Khuld tujuh puluh ribu istana yang pada setiap istana terdapat tujuh puluh ribu rumah dan pada setiap rumah ada lima puluh ribu tempat tidur yang di atas setiap tempat tidur ada bidadari dan di hadapan setiap bidadari ada seribu washîfah (gadis) yang kerudung salah satu dari mereka lebih baik dari dunia dan isinya.

Dan pada hari kelima Allah memberimu dalam surga Al-Ma`wâ sejuta kota yang pada setiap kota terdapat seribu rumah dan pada setiap rumah ada tujuh puluh ribu hidangan yang pada setiap hidangannya terdapat seribu pinggan yang pada setiap pimggannya terdapat seribu macam dari makanan yang sebagiannya tidak mirip dengan sebagian yang lain.

Pada hari keenam Allah 'azza wa jalla memberimu dalam (surga) Dârus Salâm seratus ribu kota, pada setiap kota terdapat seratus negeri, pada setiap negeri terdapat seribu rumah, pada setiap rumah seratus ribu tempat tidur (kamar) dari mas yang panjang setiap tempat tidur seribu hasta yang di atas setiap tempat tidur ada seorang istri dari bidadari yang di atasnya ada tiga ribu dzuwâbah yang diteretesi dengan mutiara dan yâqût, dan setiap dzu`âbah terdapat seratus jâriyah (gadis) 

Pada hari ketujuh Allah memberimu di dalam surga Al-Na'îm pahala empat puluh ribu syahîd dan empa puluh ribu shiddîq.

Pada hari kedelapan Allah memberimu pahala amal enam puluh ribu ahli ibadah dan enam puluh ribu orang yang zuhud (zâhid).

Pada hari kesembilan Allah 'azza wa jalla memberimu pahala seribu orang 'âlim, seribu orang yang i'tikâf dan seribu orang yang mengikatkan diri di jalan Allah (berjihad).

Pada hari kesepuluh Allah 'azza wa jalla memberimu tujuh puluh ribu kebutuhan sedang matahari, bulan, bintang-bintang, binatang yang melata, unggas, binatang buas, setiap batu dan tanah liat, setiap yang basah dan yang kering, ikan yang ada di laut, dedaunan yang ada di pepohonan memintakan ampunan bagimu.

Allah 'azza wa jalla mencatatkan bagimu pada hari ke sebelas pahala empat haji dan 'umrah setiap haji bersama seorang nabi dan setiap 'umrah bersama seorang shiddîq dan seorang yang syahîd.

Allah 'azza wa jalla menjadikan bagimu pada hari kedua belas keimanan yang Allah ganti keburukan-keburukanmu dengan kebaikan-kebaikan, dan Dia jadikan kebaikan-kebaikanmu berlipatganda dan Dia tuliskan bagimu untuk setiap kebaikan menjadi seribu kebaikan.

Pada hari ketiga belas Allah 'azza wa jalla tuliskan bagimu semisal ibadah ahli Makkah dan Al-Madînah, dan Allah memberimu dengan setiap batu dan tanah syafa'at antara Makkah dan Al-Madînah.

Pada hari keempat belas seakan-akan kamu berjumpa dengan Ãdam dan Nûh dan setelah mereka Ibrâhîm, Mûsâ dan setelahnya Dâwud dan Sulaimân dan seakan-akan kamu telah mengabdi kepada Allah bersama setiap nabi selama dua ratus tahun.

Pada hari kelima belas Dia 'azza wa jalla menunaikan untukmu kebutuhan-kebutuhan dunia dan akhirat dan Allah memberimu apa yang Dia berikan kepada Ayyûb, dan para pemikul 'arsy memintakan ampunan bagimu, dan Allah 'azza wa jalla memberimu pada hari kiamat empat puluh cahaya; sepuluh di sebelah kananmu, sepuluh di sebelah kirimu, sepuluh di depanmu dan sepuluh di belakangmu.

Pada hari keenam belas Allah memberimu apabila kamu keluar dari kubur enam puluh busana yang kamu akan memakainya, seekor unta betina yang kamu akan menungganginya dan Allah kirimkan padamu awan yang menaungimu dari panasnya hari tersebut.

Pada hari ketujuh belas Allah 'azza wa jalla berfirman, Sesungguhnya Aku mengampuni mereka dan orang-orang tua mereka dan Aku tolakkan dari mereka berbagai kesulitan pada hari kiamat.

Apabila hari kedelapan belas Allah 'azza wa jalla memerintahkan kepada Jabra`îl, Mîkâ`îl, Isrâfîl, malaikat pemikul 'arsy dan malaikat karûbiyyîn untuk memintakan ampunan buat ummat Muhammad saw sampai datang tahun berikutnya, dan Allah 'azza wa jalla memberimu pahala pahlawan Badar.

Apabila hari kesembilan belas tidak satu malak pun baik di langit maupun di bumi melainkan mereka meminta izin kepada Tuhannya untuk berziarah ke kuburmu pada setiap hari dengan membawa satu hadiah dan minuman.

Jika telah sempurna bagimu dua puluh hari, Allah 'azza wa jalla mengirimkan kepadamu tujuh puluh ribu malak yang menjagamu dari setiap setan yang dirajam, dan Allah 'azza wa jalla tuliskan bagimu dengan setiap hari yang kamu shaumi pahala shaum seratus tahun, dan Dia jadikan di antaramu dan neraka sebuah parit pemisah, dan memberimu pahala orang yang disebutkan dalam Al-Taurâh, Al-Injîl, Al-Zabûr dan Al-Furqân, dan Allah 'azza wa jalla tuliskan bagimu dengan setiap lembar bulu yang ada pada Jabra`îl ibadah setahun, dan Dia memberimu pahala tasbîh 'arsy, kursiyy, dan Dia menikahkanmu dengan setiap ayat yang ada dalam Al-Quran kepada seribu bidadari.

Pada hari kedua puluh satu Allah luaskan kubur bagimu seribu farsakh dan meniadakan kegelapan darimu dan kesepian, dan Dia jadikan kubur-kuburmu seperti kubur-kubur syuhadâ`, dan Dia jadikan wajah-wajahmu seperti wajah-wajah Yûsuf bin Ya'qûb as.

Hari kedua puluh dua Allah 'azza wa jalla mengirimkan kepadamu Malakul Maut sebagaimana Dia kirimkan kepada para nabi as dan mengangkat darimu bencana dari Munkar dan Nakîr, dan Dia angkat darimu kesedihan dunia dan akhirat.

Dan hari kedua puluh tiga kalian dapat melintasi Al-Shirâth bersama para nabi, para shiddîq dan syuhadâ`, maka seakan-akan kamu telah mengenyangkan setiap anak yatim dari ummatku dan memberikan busana kepada setiap orang yang telanjang dari ummatku.

Dan hari kedua puluh empat kamu tidak keluar dari dunia hingga setiap seorang darimu melihat tempatnya di surga dan setiap seorang diberi pahala seribu orang yang sakit dan seribu orang yang terasing yang keluar (dari negerinya) da-lam taat kepada Allah 'azza wa jalla, dan Dia memberimu pahala membebaskan seribu budak dari keturunan Ismâ'îl.

Dan hari kedua puluh lima darinya Allah 'azza wa jalla membangunkan seribu qubbah hijau di bawah 'arsy bagimu, di atas kepala setiap qubbah terdapat khaimah dari nûr. Allah tabâraka wa ta'âlâ berfirman, Wahai ummat Muhammad, Aku Tuhanmu dan kalian hamba-hamba-Ku yang laki-laki dan hamba-hamba-Ku yang perempuan, bernaunglah dengan naungan 'arys-Ku di qubbah-qubbah ini, dan makanlah dan minumlah dengan suka-cita, maka tidak ada ketakutan atasmu dan kalian tidak berduka-cita. Wahai ummat Muhammad, demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, sesungguhnya akan Ku-kirimkan kalian ke surga hingga akan merasa takjub ummat terdahulu dari kalian dan ummat yang terakhir, dan Aku mahkotai setiap seorang dari kalian dengan seribu mahkota dari cahaya, dan Aku berikan kendaraan pada setiap seorang dari kalian unta betina yang Ku-ciptakan dari cahaya, tali kendalinya dari cahaya, dan pada tali kendali terdapat seribu lingkaran dari mas, dan pada setiap lingkaran ada satu malak yang berdiri atasnya yang pada tangan setiap malak ada tongkat dari cahaya hingga dia masuk ke surga tanpa hisab.

Dan apabila hari kedua puluh enam Allah memandang kepada kalian dengan kasih lalu Dia mengampuni bagi kalian dosa-dosa semuanya selain dosa menyuap dan harta (haram), dan Dia sucikan setiap hari tujuh puluh ribu kali dari mengumpat, berdusta, mengadakan kebohongan terhadap orang lain.

Dan hari kedua puluh tujuh seolah-olah kamu telah menolong setiap orang yang beriman laki-laki dan perempuan dan memberikan busana kepada tujuh puluh ribu orang yang telanjang, berkhidmat kepada seribu orang yang mengikatkan diri di jalan Allah, dan seakan-akan kamu telah membaca setiap kitab yang diturunkan Allah 'azza wa jalla kepada para nabi-Nya.

Dan hari kedua puluh delapan Allah menjadikan bagi-mu di dalam surga Al-Khuld seratus ribu kota dari nûr, dan Allah 'azza wa jalla memberimu dalam surga Al-Ma`wâ seratus ribu istana dari perak, dan Allah 'azza wa jalla memberimu dalam surga Al-Jalâl tiga ribu mimbar dari misik, di dalam setiap mimbar ada seribu rumah dari za'faran, pada setiap tumah terdapat tempat tidur dari mutiara dan yâqût, dan di atas setiap tempat tidur terdapat seorang istri dari bidadari.

Apabila hari kedua puluh sembilan Allah 'azza wa jalla memberimu sejuta mahallah, di dalam setiap mahallah terdapat satu qubbah yang putih, pada setia qubbah terdapat sebuah ranjang dari kâfûr yang putih, di atas setiap ranjang terdapat seribu alas tidur dari sutera yang hijau, di atas setiap alas tidur terdapat bidadari, dia punya tujuh puluh ribu busana, di atas kepalanya terdapat delapan ribu du`abah yang diteretesi dengan mutiara dan yâqût.

Apabila telah sempurna tiga puluh hari, Allah 'azza wa jalla menuliskan bagimu dengan setiap hari yang telah lewat kepadamu pahala seribu syahîd dan seribu shiddîq, dan Allah 'azza wa jalla menuliskan bagimu ibadah lima puluh tahun, dan Allah 'azza wa jalla menuliskan bagimu dengan setiap hari dua ribu hari, dan mengangkat bagimu dengan kadar yang ditumbuhkan nabal beberapa tingkatan, dan Allah 'azza wa jalla menuliskan bagimu kebebasan dari api neraka dan pasport atas Al-Shirâth dan keamanan dari azab. Dan bagi surga ada sebuah pintu yang dinamakan Al-Rayyân yang tidak pernah dibuka selain pada hari kiamat, kemudian dibukakan bagi orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan dari ummat Muhammad saw, kemudian Ridhwân penjaga surga menyeru: Wahai ummat Muhammad saw, kemarilah ke pintu Al-Rayyân, maka masuklah ummatku pada pintu tersebut ke dalam surga, barang siapa yang tidak mendapatkan pengampunan baginya dalam bulan Ramadhân, maka pada bulan yang manakah dia akan mendapatkan pengampunan? Dan tidak ada daya serta tidak ada kekuatan selain dengan Allah yang maha tinggi lagi maha agung." 

Dari Ja'far bin Muhammad dari ayahnya dari ayah-ayahnya dari 'Ali as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Ada empat (di antaranya) yang tidak ditolak doanya dan pintu-pintu langit dibukakan bagi mereka dan terus menerobos ke 'arsy: Doa orang tua bagi anaknya, doa orang yang dizalimi (mazhlûm) atas orang yang menzaliminya, orang yang menunaikan 'umrah sampai dia kembali, dan orang yang shaum hingga dia berbuka." 

Dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad as berkata, "Islam dibangun di atas lima pilar: Di atas shalat, zakat, shaum, haji dan wilâyah Amîrul Mu`minîn shalawâtullâh 'alaih." 

Al-Quran Turun Secara Keseluruhan pada Malam Qadr di Bulan Ramadhân
Dari Hafsh bin Ghiyâts berkata: Saya bertanya kepada Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad as, "Kabarkan padaku tentang firman Allah, Bulan Ramadhân yang telah diturunkan padanya Al-Quran. Bagaimana Al-Quran telah diturunkan pada bulan Ramadhân sedang Al-Quran telah diturunkan dalam masa dua puluh tahun dari awalnya sampai akhirnya?" Beliau as berkata, "Al-Quran itu telah diturunkan satu jumlah (sekali gus) pada bulan Ramadhân ke Al-Bait Al-Ma'mûr, kemudian dari Al-Bait Al-Ma'mûr diturunkan dalam masa dua puluh tahun." 

Dari Jâbir bin 'Abdillâh Al-Anshâri dia berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Ummatku diberi lima perkara dalam bulan Ramadhân yang tidak pernah diberikan kepada ummat seorang nabi pun sebelumku: Adapun yang pertama, maka jika pada awal malam dari bulan Ramadhân, Allah 'azza wa jalla memandang kepada mereka, dan barang siapa yang dipandang Allah, Dia tidak menyiksanya. Yang kedua bau mulut mereka ketika berada pada waktu sore akan lebih harum di sisi Allah dari harumnya misik. Yang ketiga para malaikat memintakan ampunan bagi mereka pada setiap siang dan malam. Yang keempat Allah 'azza wa jalla berfirman kepada surga-Nya, Berhiaslah kamu dan bersiaplah untuk hamba-hamba-Ku yang tidak lama lagi mereka beristirahat dari kepenatan dunia dan sakitnya, mereka menuju ke negeri kemulian-Ku. Dan kelima apabila pada akhir malam dari bulan Ramadhân Allah 'azza wa jalla mengampuni dosa-dosa bagi mereka semuanya." Ada orang bertanya, "Wahai Rasûlullâh, apakah ia itu malam qadr ?" Beliau berkata, "Bukan, tidakkah kamu perhatikan para pekerja apabila telah selesai, bagaimana mereka diberi upahnya." 

Dari Yûnus bin Zhabyân berkata: Saya telah bertanya kepada Al-Shâdiq as, "Apa yang dapat menjauhkan Iblîs dari kami?" Beliau berkata, "Shaum menghitamkan wajahnya, sedekah memecahkan punggungnya, cinta karena Allah dan saling membantu dalam amal saleh memutuskan pangkalnya dan istighfâr memotong jeratnya." 

Dari Rifâ'ah dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Makan sahurlah agar dapat membantu shaum di siang hari, dan tidur (sianglah) supaya bisa shalat pada malam hari." 

Dari Yûnus bin 'Ammâr berkata: Saya telah mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Barang siapa yang berbuka sehari (membatalkan) dari bulan Ramadhân, niscaya iman telah keluar darinya." 

Dari Yahyâ bin Abî Lailâ dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Orang yang shaum pada bulan Ramadhân dalam safar seperti orang yang berbuka padanya saat tidak safar," 

Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Bulan Ramadhân adalah bulan Allah 'azza wa jalla dan ia itu bulan yang padanya Allah melipatgandakan kebaikan-kebaikan dan padanya menghapus keburukan-keburukan, ia adalah bulan berkah, ia adalah bulan pendekatan diri, ia adalah bulan pertobatan (taubah), ia bulan maghfirah (ampunan), ia bulan pembebasan dari api neraka dan keberuntungan dengan surga. Jauhilah padanya setiap yang haram, perbanyaklah padanya membaca Al-Quran, mintalah padanya kebutuhan-kebutuhanmu, sibukkanlah dirimu padanya dengan mengingat Tuhanmu, janganlah bulan Ramadhân di sisimu menjadi seperti bulan-bulan yang lain, sebab di sisi Allah ia punya kehormatan dan keutamaan di atas semua bulan, dan janganlah pada bulan Ramadhân itu hari shaummu menjadi seperti hari berbukamu (pada bulan yang lain)." 

Dari Abû Al-Hasan Al-Ridhâ as berkata, "Siapa yang bersedekah pada waktu berbukanya kepada seorang miskin dengan sepotong roti, niscaya Allah mengampuni baginya dosanya dan menuliskan baginya pahala membebaskan seorang budak dari keturunan Ismâ'îl." 

Al-Ridhâ as berkata, "Kebaikan-kebaikan pada bulan Ramadhân diterima, segala keburukan-keburukan padanya diampuni, siapa yang membaca satu ayat dari kitab Allah 'azza wa jalla pada bulan Ramadhân adalah dia seperti orang yang menamatkan Al-Quran di bulan-bulan yang lain, siapa yang tersenyum (ramah) padanya pada wajah saudaranya yang beriman, niscaya  dia tidak berjumpa dengan-Nya pada hari kiamat selain Dia tersenyum (rela) pada wajahnya dan menggembirakannya dengan surga, siapa yang membantu padanya seorang yang beriman, niscaya Allah yang maha tinggi menolongnya untuk melintasi Al-Shirâth pada hari padanya kaki-kaki tergelincir, siapa yang manahan marahnya, niscaya Allah manahan murkanya darinya pada hari kiamat, siapa yang menolong orang yang teraniaya padanya, Allah pasti menolongnya atas setiap orang yang memusuhinya di dunia dan Dia menolongnya pada hari kiamat ketika dihisab dan ditimbang amal. Bulan Ramadhân adalah bulan barakah, bulan rahmah, bulan maghfirah, bulan taubah dan inâbah. Siapa yang tidak mendapatkan pengampunan pada bulan Ramadhân, maka di bulan yang manakah dia mendapatkan pengampunan? Maka mintalah kepada Allah supaya Dia menerima shaum kamu padanya, dan tidak menjadikannya kesempatan terakhir bagimu, dan supaya Dia memberimu taufîq padanya untuk mentaati-Nya dan menjagamu dari maksiat kepada-Nya sesungguhnya Dia itu sebaik-baik yang diminta." 

'Abdillâh bin 'Abbâs berkata: Saya mendengar Rasûlullâh saw mengatakan dan itu pada bulan Ramadhân, "Sesungguhnya Allah jalla jalâluh berfirman pada setiap malam di bulan ini, Demi keperkasaan-Ku dan keagungan-Ku, telah Ku-perintahkan pada malaikat-Ku untuk membukakan pintu-pintu langit-Ku buat para pendoa dari hamba-hamba lelaki-Ku dan hamba-hamba perempuan-Ku, tak ada urusan bagi-Ku melihat hamba-Ku yang lalai dalam keadaan lupa dari-Ku, kapan dia meminta pada-Ku lalu Aku tidak memberinya, kapan dia memanggil-Ku lalu Aku tidak menjawabnya, kapan dia munajat kepadaku lalu Aku tidak mendekatinya, kapan dia mengharap-Ku lalu Aku menghampakannya, kapan dia bercita-cita pada-Ku lalu Aku mengharamkannya, kapan dia bermaksud ke pintu-Ku lalu Aku menutupnya, kapan dia taqarrub pada-Ku lalu Aku menjauhkannya, kapan dia berlari pada-Ku lalu Aku meninggalkannya, kapan dia kembali pada-Ku lalu Aku tidak menerimanya, kapan dia mengakui dosa-dosanya lalu Aku tidak menyayanginya, kapan dia meminta ampun pada-Ku lalu Aku tidak mengampuni dosanya, kapan dia bertobat pada-Ku lalu Aku tidak menerima tobat-nya. Wahai hamba-Ku bagaimana kamu bermaksud kepada raja (penguasa) yang dimiliki dengan harapanmu, dan tidak bermaksud kepada-Ku dengan harapanmu sedang Aku raja bagi segala raja, atau bagaimanakah kamu meminta kepada makhluk yang takut miskin dan kamu tidak meminta kepada-Ku sedang Aku yang maha kaya yang tidak membutuh-kan? Atau bagaimanakah kamu berkhidmat kepada penguasa yang tidur yang akan mati, dan kamu tidak berkhidmat pada-Ku sedang Aku yang maha hidup yang tidak mati dan tidak menyentuh-Ku kantuk dan tidak pula tidur, betapa buruknya makhluk yang durhaka pada-Ku, betapa ruginya manusia yang putus asa dari rahmat-Ku, demi keagungan-Ku Aku bersumpah akan mengambilnya dengan pengambilan yang maha perkasa lagi maha kuasa yang langit dan bumi marah karena marah-Nya, maka hendak ke manakah kamu berlari dari-Ku selain kepada-Ku dan Aku Allah yang maha perkasa lagi maha bijaksana.

'Abdillâh bin 'Abbâs berkata: Saya mendengar Rasûlullâh saw mengatakan, "Bulan Ramadhân itu tidak seperti bulan-bulan yang lain, karena dilipatgandakan padanya pahala, ia adalah bulan shiyâm, bulan qiyâm, bulan taubah dan istighfâr dan bulan membaca Al-Quran. Ia adalah bulan yang padanya pintu-pintu surga dibukakan dan padanya pintu-pintu neraka ditutupkan. Ia adalah bulan yang padanya ajal dituliskan, padanya rezeki diluaskan dan padanya ada satu malam yang pada malam itu diputuskan setiap perkara dengan bijak, dan padanya dituliskan orang-orang yang akan menunaikan haji ke Baitullâhi Al-Harâm, padanya turun malaikat dan Al-Rûh kepada orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan dengan izin Tuhannya dalam setiap perkara, salâm ia hingga terbit fajar. Barang siapa yang tidak mendapatkan pengampu-nan dalam bulan Ramadhân, dia tidak diampuni hingga tahun yang akan datang, maka hendaklah kamu bersegera sekarang dengan amal-amal yang saleh. Pintu tobat dibuka, doa dika-bulkan sebelum diri mengucapkan: Duhai betapa ruginya diriku karena kewajiban terhadap Allah yang telah kuabaikan sedang aku termasuk orang-orang yang memperolok-olok." 

Dari Al-Hasan bin 'Abdillâh dari ayah-ayahnya dari kakeknya Al-Hasan bin 'Ali bin Abî Thâlib as berkata: Serombongan yahudi datang kepada Rasûlullâh saw, lalu yang paling alimnya bertanya kepada beliau tentang beberapa masalah, maka apa yang dia tanyakan ialah dia berkata kepadanya, "Alasan apakah Allah 'azza wa jalla mewajibkan shaum atas ummatmu pada siang hari selama tiga puluh hari sedang Allah mewajibkan kepada ummat-ummat yang lain lebih banyak dari itu?" Maka Nabi saw berkata, "Sesungguhnya Ãdam ketika dia makan (buah) dari pohon (yang dilarang, sari buah itu) mengendap di dalam perutnya selama tiga puluh hari, lalu Allah 'azza wa jalla mewajibkan atas keturunannya lapar dan dahaga selama tiga puluh hari dan yang mereka makan pada malam hari itu karunia dari Allah 'azza wa jalla atas mereka, dan begitu pula (kewajiban shaum) atas Ãdam, maka Allah  wajibkan hal itu atas ummatku." Kemudian Rasûlullâh saw membaca ayat ini: Telah diwajibkan atas kalian shiyâm sebagaimana telah diwajibkan atas ummat sebelummu supaya kamu bertaqwâ, yaitu beberapa hari yang dihitung. Orang yahudi itu berkata, "Kamu benar wahai Muhammad, lalu apa balasan bagi orang yang menshauminya." Maka Nabi saw berkata, "Tidak seorang beriman pun yang shaum bulan Ramadhân karena mengharap rido Allah melainkan Allah 'azza wa jalla wajibkan tujuh perkara: Yang pertamanya, menghancurkan yang haram dalam jasadnya. Yang kedua, mendekatkan kepada kasih Allah 'azza wa jalla. Yang ketiga, menjadi kafarat kesalahan ayahnya Ãdam. Yang keempat, meringankan sakaratul maut. Yang kelima, keamanan dari kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Yang keenam, Allah memberinya barâ`ah (bebas) dari api neraka. Dan yang ketujuhnya, Allah memberinya makan dengan makanan-makanan yang baik dari surga." Dia berkata, "Kamu benar, Muhammad."   

Dari Abû Sa'îd Al-Khudri berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Tak seorang hamba pun yang masuk padanya bulan Ramadhân, lalu dia shaum siang harinya, menahan keburukannya, menundukkan penglihatannya (dari yang haram dilihatnya), dan menjauhi apa-apa yang diharamkan Allah atas-nya melainkan Allah wajibkan baginya surga." 

Abû Al-Khair Shâlih bin Abî Hammâd berkata: Saya menulis surat kepada Abû Muhammad Al-Hasan bin 'Ali bin Muhammad bin 'Ali bin Mûsâ bin Ja'far bin Muhammad bin 'Ali bin Al-Husain bin 'Ali bin Abî Thâlib as, saya bertanya kepadanya tentang mandi pada malam-malam bulan Ramadhân, kemudian beliau as menulis jawabannya, "Jika kamu bisa mandi pada malam tujuh belas, malam sembilan belas, malam dua puluh satu dan malam dua puluh tiga maka lakukanlah, sebab padanya diharapkan malam qadr, tetapi jika kamu tidak bisa untuk menghidupkannya, maka jangan sampai meluputkanmu menghidupkan malam dua puluh tiga, kamu shalat seratus raka'at padanya, kamu baca pada setiap raka'atnya sûrah Al-Hamdu satu kali dan sûrah Qul Huwallâhu Ahad sepuluh kali." 

Dari 'Ali bin Al-Hasan bin 'Ali bin Fadhdhâl dari ayahnya dari Abû Al-Hasan 'Ali bin Mûsâ Al-Ridhâ as bahwa beliau telah berkata, "Sesungguhnya Allah tabâraka wa ta'âlâ punya malaikat yang ditugasi kepada orang-orang yang shaum laki-laki dan perempaun, mereka mengusapnya dengan sayap-sayapnya dan mereka menggugurkan dosa-dosanya, dan sesungguhnya Allah tabâraka wa ta'âlâ punya malaikat yang Dia tugaskan untuk memintakan ampunan bagi orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan, jumlah mereka tidak ada yang tahu selain Allah 'azza wa jalla." 

Dari 'Abdillâh bin 'Abbâs berkata: Nabi saw telah berkata, "Siapa yang shaum bulan Ramadhân karena iman dan ihtisâb (mengharap rido Allah), niscaya diampuni dari dosanya yang telah lalu dan yang akan datang, dan siapa yang berdiri (ibadah malam) pada malam qadr karena iman dan ihtisâb, niscaya diampuni dari dosanya yang telah lalu dan yang akan datang." 

Dari Ibnu Abî Najrân berkata: Saya telah mendengar Abû Al-Hasan as mengatakan, "Siapa yang memusuhi pengikut kami, maka sesungguhnya dia telah memusuhi kami, dan siapa yang berpihak padanya berarti dia telah berpihak pada kami, karena mereka itu dari kami, mereka diciptakan dari thînah (asal kejadian) kami. Siapa yang mencintai mereka, maka dia dari kami, dan siapa yang membenci mereka, maka dia bukan dari kami. Para pengikut kami itu memandang dengan cahaya Allah, mereka hanyut dalam rahmat Allah, mereka beruntung dengan karâmah (kemuliaan) Allah. Tidak seorang pun dari pengikut kami yang sakit melainkan kami sakit karena sakitnya, dia tidak bersedih kecuali kami sedih karena kesedihannya, tidak gembira melainkan kami gembira karena kegembiraannya, dan tidak ghaib seorang pun dari pengikut kami di manakah dia; di belahan bumi bagian timurkah atau baratnya, dan siapa yang meninggalkan utang dari pengikut kami, maka ia tanggungan kami, dan siapa yang meninggalkan harta dari mereka, maka ahli warisnya adalah para pengikut kami yang mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, menunaikan haji ke Al-Bait Al-Harâm, shaum bulan Ramadhân, berpihak kepada Ahlulbait, berlepas diri dari musuh-musuh kami, mereka itu ahli iman, orang yang taqwâ, ahli wara' dan taqwâ. Siapa yang menolak atas mereka, maka sesungguhnya dia telah menolak atas Allah, siapa yang menikam mereka, maka sesungguhnya dia telah menikam Allah, sebab mereka itu hamba-hamba Allah yang sesungguhnya dan wali-wali-Nya yang sebenarnya. Demi Allah, sesungguhnya salah seorang dari mereka memberikan syafa'at pada semisal rabî'ah dan mudharr, lalu Allah terima syafa'atnya pada mereka karena kemuliaannya atas Allah 'azza wa jalla." 

Dari Abû Al-Hasan Mûsâ Al-Ridhâ as bahwa beliau telah berkata, "Siapa yang ingin bertobat dari suatu dosa, maka hendaklah dia bertobat kepada Allah yang maha berkah dan maha tinggi pada bulan Ramadhân, sebab ia bulan pertobatan dan pendekatan diri dan bulan ampunan dan rahmat, dan tidak dari satu malam pun dari malam-malamnya melainkan bagi Allah tabâraka wa ta'âlâ padanya ada orang-orang yang dibebaskan dari api neraka yang semuanya telah seharusnya masuk neraka karena dosa-dosanya." 

Hari Syakk
Dari Ibrâhîm bin Abû Al-Bilâd dari ayahnya dia mengangkat sanadnya sampai ke Amîrul Mu`minîn as bahwa beliau ditanya tentang hari yang diragukan padanya, maka beliau berkata, "Aku shaum sehari dari Sya'bân lebih aku sukai dari berbuka sehari dari bulan Ramadhân." 

Dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad dari ayahnya dari ayah-ayahnya as berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkhotbah pada hari pertama dari bulan Ramadhân di masjid Al-Kûfah, lalu beliau memuji Allah dengan seutama-utama pujian, semulia-mulianya dan seindah-indahnya dan beliau menyanjungnya dengan sebaik-baik sanjungan dan bershalawât bagi Muhammad saw, kemudian beliau berkata, "Wahai manusia, sesungguhnya bulan ini adalah bulan yang Allah telah mengutamakannya di atas semua bulan seperti keutamaan kami Ahlulbait atas seluruh manusia, dan ia adalah bulan yang dibukakan padanya pintu-pintu langit dan pintu-pintu rahmat, dan ditutupkan padanya semua pintu neraka, dan ia adalah bulan yang didengar padanya seruan dan diijâbah padanya doa, disayangi padanya tangisan, dan ia adalah bulan yang padanya ada satu malam yang padanya para malaikat turun dari langit lalu menyampaikan salâm bagi orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan dengan izin Tuhannya sampai terbit fajar yaitu lailatul qadr, dikadarkan padanya wilâyahku dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan Ãdam as, shaum pada siang harinya lebih utama dari shiyâm seribu bulan dan beramal padanya lebih utama dari beramal dalam seribu bulan.

Wahai manusia, sesungguhnya matahari bulan Ramadhân terbit atas orang-orang yang shaum laki-laki dan perempuan dan rembulannya muncul atas mereka dengan rahmat, dan tidak dari satu hari dan malam pun dari bulan tersebut melainkan kebaikan dari Allah yang maha tinggi bertaburan dari langit atas ummat ini, maka siapa yang beruntung dari taburan Allah dengan satu taburan hingga, dia menjadi mulia atas Allah pada hari dia mendapatkannya, dan tidak mulia seorang hamba atas Allah melainkan Dia jadikan surga tempat tinggalnya.

Wahai hamba-hamba Allah, sesungguhnya bulan kamu ini tidak seperti bulan-bulan yang lain; hari-harinya lebih uta-ma dari hari-hari yang lain, dan malam-malamnya lebih utama dari malam-malam yang lain, dan saat-saatnya lebih utama dari saat-saat yang lain. Ia adalah bulan yang padanya setan-setan dibelenggu lagi ditahan. Ia adalah bulan yang padanya Allah menambah rezeki dan ajal, dan dituliskan padanya orang-orang yang akan berkunjung ke Rumah-Nya. Ia adalah bulan yang ahli iman diterima dengan pengampunan, kerelaan, kesenangan, kebahagiaan dan keridoan Raja yang maha pemberi.

Wahai orang yang shaum, perhatikanlah urusanmu, karena kamu di bulanmu ini adalah tamu Tuhanmu. Perhatikanlah bagaimana kamu bertingkah pada malammu dan siangmu, dan bagaimana kamu menjaga seluruh anggota badanmu dari kedurhakaan kepada Tuhanmu. Perhatikanlah bahwa kamu tidak tidur di waktu malam dan tidak lalai di waktu siang, lalu pergi bulanmu sementara masih tersisa dosamu atasmu, lalu kamu menjadi rugi ketika penyempurnaan orang-orang yang shaum dengan pahala-pahala mereka sedang kamu terhalang ketika keberuntungan mereka dengan kemuliaan dari Raja mereka, dan kamu menjadi terusir ketika kebahagian mereka dengan kedekatan Tuhan mereka.

Wahai orang yang shaum, jika kamu diusir dari pintu Rajamu, maka kepada pintu yang manakah kamu bermaksud, dan jika Tuhanmu mengharamkanmu (dengan pemberian), maka siapakah yang akan memberimu rezeki? Dan jika Dia menghinakanmu, maka siapakah yang akan memuliakanmu? Dan jika Dia merendahkanmu, maka siapakah yang akan mengangkatmu? Jika Dia menelantarkanmu, maka siapa yang akan menolongmu? Jika Dia tidak menerimamu dalam golongan hamba-hamba-Nya, maka kepada siapakah kembalinya pengabdianmu? Jika dia tidak memaafkan ketergelinciranmu, maka siapakah yang kamu harapkan untuk pengampunan dosa-dosamu? Jika Dia menuntutmu dengan hak-Nya, maka apa yang akan menjadi hujjah-mu wahai orang yang shaum? Dekatkanlah dirimu kepada Allah dengan membaca Kitab-Nya pada malammu dan siangmu, sebab Kitab Allah memberi syafa'at lagi disyafa'ati yang memberikan syafa'at pada hari kiamat untuk orang-orang yang membacanya, maka mereka mengetahui derajat surga dengan membaca ayat-ayatnya, gembiralah wahai orang yang shaum, karena kamu dalam bulan shiyâm kamu diwajibkan. Nafas-nafasmu padanya adalah tasbîh, dan tidurmu padanya ibadah, ketaatanmu padanya diterima, dosa-dosamu padanya diampuni, suara-suaramu padanya didengar, dan munanjatmu padanya disayangi. Sungguh aku telah mendengar kekasihku Rasûlullâh saw mengatakan, 'Sesungguhnya Allah tabâraka wa ta'âlâ ketika waktu berbuka setiap malam dari bulan Ramadhân punya orang-orang yang dibebaskan dari api neraka yang jumlahnya tidak ada yang tahu selain Allah, ia dalam ilmu ghaib di sisi-Nya, maka jika pada akhir malam darinya, Dia bebaskan pada waktu itu semisal apa yang Dia bebaskan dalam semua malamnya.'
Maka berdiri seorang lelaki dari Hamadân, lalu dia berkata, "Wahai Amîrul Mu`minîn, tambahkanlah pada kami dari apa yang diceritakan kepadamu oleh kekasihmu dengannya dalam bulan Ramadhân?" Maka beliau berkata, "Aku telah mendengar saudaraku dan putra pamanku Rasûlullâh saw mengatakan, 'Siapa yang menshaumi bulan Ramadhân, lalu padanya dia menjaga dirinya dari perkara yang haram, niscaya dia masuk ke surga." Orang Hamadan itu berkata, "Wahai Amîrul Mu`minîn, tambahkanlah pada kami apa yang telah diceritakan padamu oleh saudaramu dan putra pamanmu mengenai bulan Ramadhân?" Beliau berkata, "Ya, aku telah mendengar kekasihku Rasûlullâh saw mengatakan, 'Siapa yang shaum Ramadhân karena iman dan ihtisâb, niscaya dia masuk ke surga." Orang Hamadân itu berkata, "Wahai Amîrul Mu`minîn, tambahkanlah pada kami dari apa yang telah diceritakan padamu oleh kekasihmu mengenai bulan ini?" Beliau berkata, "Ya, aku telah mendengar sayyidul awwalîna wal ãkhirîna Rasûlullâh saw mengatakan, 'Siapa yang shaum bulan Ramadhân, lantas dia tidak berbuka pada malam-malamnya dengan yang haram, niscaya masuk ke surga." Orang Hamadân berkata, "Tambahkanlah pada kami apa yang diceritakan padamu oleh sayyidul awwalîna wal ãkhirîn tentang bulan ini?" Beliau berkata, "Ya, aku telah mendengar afdhalul anbiyâ`i wal mursalîna wal malâ`ikatil muqarrabîn mengatakan, 'Sesungguhnya sayyidul washiyyîna akan dibunuh dalam sayyidusy syuhûr.' Maka aku berkata, 'Wahai Rasûlullâh, apa sayyidusy syuhûr dan siapa sayyidul washiyyîn?' Beliau berkata, 'Adapun sayyidusy syuhûr adalah bulan Ramadhân, dan adapun sayyidul washiyyîn adalah engkau wahai 'Ali.' Maka aku berkata, 'Wahai Rasûlullâh, apakah sesungguhnya hal itu bakal terjadi?' Beliau berkata, 'Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya akan bangkit orang yang paling celaka dari ummatku seperti penjahatnya pembubuh unta betina kaum Tsamûd, kemudian akan memukulmu dengan satu pulukan di atas kepalamu mengalirlah darah darinya membasahi janggutmu, lalu orang-orang mulai menangis dan menangis keras, maka beliau as menghentikan khotbahnya dan turun." 

Dari 'Abdillâh bin 'Âmir berkata: Ayahku menyampaikan hadîts padaku dari Al-Ridhâ as bahwa beliau telah berkata, "Apabila hari kiamat telah terjadi diantarlah bulan-bulan ke tempat berkumpul (hasyr), maka mendatanginya bulan Ramadhân dengan mengenakan setiap perhiasan yang indah, ia di antara bulan-bulan pada hari itu bagaikan rembulan di antara bintang-bintang, maka berkatalah ahli makhluk yang berkumpul sebagian mereka kepada sebagian yang lain, 'kami sangat ingit mengetahui tubuh-tubuh ini.' Maka satu penyeru dari sisi Allah jalla jalâluh menyerukan, Wahai makhluk semua, ini adalah gambar bulan-bulan yang jumlahnya di sisi Allah dua belas bulan dalam Kitab Allah pada hari penciptaan langit dan bumi, penghulunya dan yang paling utamanya adalah bulan Ramadhân, Aku menampakkannya supaya kalian tahu keutamaan bulan-Ku di atas semua bulan, dia hadir untuk memberi syafa'at kepada orang-orang yang shaum dari hamba-hamba-Ku yang laki-laki dan yang perempuan dan Aku jadikan dia pemberi syafa'at pada mereka."   

Dari 'Ammâr Al-Sâbâthi dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Yang pertama-tama yang akan ditanyakan kepada hamba bila berdiri di hadapan Allah 'azza wa jalla adalah shalat-shalat yang difardhukan, zakat, shiyâm yang difardhukan, haji dan tentang wilâyah kami Ahlulbait, maka jika dia berikrar dengan wilâyah kami, kemudian dia mati di atasnya, niscaya diterima shalatnya, shaumnya, zakatnya dan hajinya, dan jika tidak mengakui dengan wilâyah kami di hadapan Allah 'azza wa jalla, tidak diterima darinya sedikit pun dari amal-amalnya." 

Dari Sa'îd bin Al-Musayyab dari 'Abdurrahmân bin Hubairah berkata: Adalah kami suatu hari di sisi Rasûlullâh saw, lalu beliau berkata, "Aku melihat beberapa keajaiban tadi malam." Kami berkata, "Wahai Rasûlullâh, apa yang telah engkau lihat ceritakanlah pada kami, diri-diri kami, istri-istri kami dan anak-anak kami tebusan bagimu,." Beliau berkata, "….dan aku melihat seseorang dari ummatku yang ditimpa kehausan, setiap kali dia mendatangi telaga, dia dihalangi, maka datanglah kepadanya shiyâm Ramadhân, lalu dia diberi minum dan dipuaskannya…" 

Dari Jâbir bin 'Abdillâh Al-Anshâri dia berkata: Rasûlullâh saw naik mimbar, lalu dia mengucapkan, "Ãmîn." Sampai beliau naik tangga yang pertama, lalu beliau naik tangga yang kedua, maka beliau mengucapkan, "Ãmîn." Kemudian beliau naik tangga yang ketiga, beliau mengucapkan, "Ãmîn." Orang-orang pada bertanya, "Wahai Rasûlullâh, engkau telah mengucapkan Ãmîn tiga kali." Beliau berkata, "Telah datang Jabra`îl kepadaku dan dia mengatakan, 'Celakalah seorang hamba yang engkau disebutkan di sisinya tetapi dia tidak bershalawât bagimu.' Maka aku ucapkan: Ãmîn. Kemudian dia berkata, 'Celaka seorang hamba yang mendapatkan bulan Ramadhân sampai bulan itu berakhir sedang dosa-dosanya tidak terampuni.' Maka aku mengucapkan: Ãmîn, kemudian dia berkata, 'Celaka seorang hamba yang mendapatkan kedua orang tuanya atau salah satunya tetapi keduanya tidak masuk ke surga, maka aku berkata: Ãmîn.'" 

Shaum Sya'bân Disambung dengan Shaum Ramadhân   
Dari 'Ali bin Al-Hasan bin 'Ali bin Fadhdhâl dari ayahnya dari Abû Al-Hasan Mûsâ Al-Ridhâ as berkata, "Barang siapa yang shaum tiga hari dari akhir Sya'bân dan menyambungkannya dengan bulan Ramadhân, niscaya Allah tuliskan (baginya) shaum dua bulan berturut-turut. Siapa yang shaum Ramadhân karena iman dan mengharap rela Allah, dia keluar dari dosa-dosa seperti pada hari dia dilahirkan oleh ibunya." Beliau berkata, "Telah menyampaikan hadîts padaku ayahku dari kakeknya as bahwa Rasûlullâh saw telah berkata, 'Siapa yang mendapatkan bulan Ramadhân, lalu dia tidak mendapatkan pengampunan, maka dia itu orang yang telah dijauhkan Allah. Siapa yang mendapatkan malam qadr, lalu tidak mendapatkan pengampunan baginya, maka dia itu telah dijauhkan Allah. Siapa yang aku disebutkan di sisinya, lalu dia bershalawât bagiku tetapi dia tidak mendapatkan pengampunan ba-ginya, maka dia itu orang yang telah dijauhkan Allah.' Beliau ditanya, 'Wahai Rasûlullâh, bagaimana dia bershalawât bagimu dan dia tidak mendapatkan pengampunan Allah?' Beliau berkata, 'Karena dia bershalawât bagiku dan tidak bershalawât bagi keluargaku, maka shalawât itu dilipat lalu dipukulkan dengannya ke mukanya, dan bila dia bershalawât bagiku dan bagi keluargaku niscaya diampuninya.'" 

Dari Hârûn bin Muslim dari Al-Shâdiq Ja'far bin Muhammad dari ayah-ayahnya as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Sya'bân itu bulaku dan bulan Ramadhân itu bulan Allah yang maha berkah dan yang maha tinggi, maka siapa yang shaum sehari dari bulanku, wajib baginya surga, dan siapa yang shaum dua hari darinya adalah dia di antara teman-teman para nabi, para shiddîq, syuhadâ` dan shâlihîn pada hari kiamat, dan siapa yang shaum tiga hari adalah dia bersamaku dalam derajatku pada hari kiamat, dan siapa yang menshaumi bulan itu seluruhnya dan menyambungkannya dengan bulan Ramadhân, adalah hal tiu pertobatann baginya dari setiap dosa yang kecil dan yang besar walau dari darah haram (dosa membunuh)." 

Dari Sulaimân Al-Marwizi dari Al-Ridhâ 'Ali bin Mûsâ as bahwa beliau berkata, "Siapa yang shaum bulan Ramadhân karena iman dan ihtisâb, niscaya diampuni segala dosanya yang terdahulu dan yang terakhir. Sesungguhnya bagi orang yang shaum itu tidak berjalan pena atasnya hingga dia berbuka selama tidak melakukan sesuatu yang membatalkan shaumnya. Dan sesungguhnya orang yang menunaikan haji tidak berjalan pena atasnya hingga dia kembali selama tidak melakukan sesuatu yang membatalkan hajinya. Dan sesungguhnya orang yang tidur itu tidak berjalan pena atasnya sampai dia bangun selama tidak melakukan yang haram. Dan sesungguhnya anak-anak tidak berjalan pena atasnya hingga dia dewasa. Dan sesungguhnya orang yang berjihad di jalan Allah tidak berjalan pena atasnya hingga dia kembali ke tempat tinggalnya selama tidak melakukan sesuatu yang membatalkan jihadnya. Dan sesungguhnya orang yang gila (hilang akal) itu tidak berjalan pena atasnya hingga dia sadar. Dan sesungguhnya orang yang sakit itu tidak berjalan pena atasnya hingga dia sehat." Kemudian beliau berkata, "Sesungguhnya barang dagangan Allah itu murah, maka belilah barang-barang tersebut sebelum mahal (tak terbeli)."  

'Ali bin Abî Thâlib as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Sesungguhnya di antara Sya'bân dan Syawwâl ada bulan Ramadhân yang padanya Allah telah menurunkan Al-Quran. Ia adalah bulan Allah yang maha tinggi sebutan-Nya, ia bulan barakah, ia bulan maghfirah, ia bulah rahmah, ia bulan tau-bah, ia bulan inâbah, ia bulan pembacaan Al-Quran, ia bulan istighfâr, ia bulan shiyâm, ia bulan doa, ia bulan ibâdah, ia bulan thâ'ah (ketaatan, dan ia bulan pembebasan dari api neraka dan keberuntungan dengan surga. Barangsiapa yang tidak mendapatkan pengampunan pada bulan Ramadhân, niscaya dia tidak diampuninya sampai setahun mendatang, maka siapakah di antara kalian yang mempunyai keyakian yang kuat akan sampai umurnya ke bulan Ramadhân yang akan datang? Maka shaumilah ia dengan shaum orang yang tidak punya keyakinan bahwa dia tidak akan shaum lagi setelahnya untuk selamanya, maka betapa banyak orang yang shaum pa-da tahun ini sedang tahun berikutnya sudah ditanam di dalam kubur dan hidup di dalam tanah kesepian lagi menyendiri! Semoga Allah membangunkan kalian dari tidur kaum yang lalai dan mengampuni dosa-dosa kami dan dosa-dosa kalian pada hari pembalasan."  

Abû Ja'far Al-Bâqir as berkata, "Barangsiapa yang menghidupkan malam qadr, niscaya diampuni dosa-dosanya baginya walaupun sejumlah bintang di langit, seberat gunung dan sebanyak air di lautan."  

Dari Al-Mufadhdhal bin 'Umar berkata: Abû 'Abdillâh Al-Shâdiq as menyebutkan Innâ anzalnâhu. Maka beliau berkata, "Betapa jelas keutamaannya di atas sûrah-sûrah yang lain." Saya berkata, "Apa saja keutamaannya?" Beliau berkata, "Diturunkan wilâyah Amîrul Mu`minîn as padanya." Saya berkata, "Pada malam qadr yang kita mengharapkannya dalam bulan Ramadhân?" Beliau berkata, "Ia adalah malam yang ditentukan padanya langit dan bumi."  

Dari Zurârah bin A'yan dari Abû Ja'far Muhammad as berkata, "Islam telah dibangun di atas lima perkara: Di atas shalat, zakat, shaum, haji dan wilâyah. Dan Rasûlullâh saw telah berkata, 'Shaum itu perisai dari api neraka.'"  

Jika ketika Shaum Melihat Oyang yang Makan   
Dari Al-Samân Al-Armani dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Apabila orang yang sedang shaum itu melihat suatu kaum yang sedang makan atau seseorang yang sedang makan, niscaya bertasbihlah setiap rambutnya." 

Dari Yûnus bin Zhabyân berkata: Abû 'Abdillâh as berkata, "Barangsiapa yang shaum sehari karena Allah 'azza wa jalla dalam keadaan suhu yang sangat panas, lalu dia ditimpa kehausan, niscaya Allah tugaskan dengannya seribu malaikat yang mengusap wajahnya dan memberikan kabar gembira padanya hingga apabila dia berbuka, Allah 'azza wa jalla berfirman, Alangkah wanginya aromamu dan ruhmu, wahai malaikat-Ku saksikanlah bahwa Aku telah memberi ampun baginya.

Dari Abû Al-Shabâh Al-Kinâni dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Bagi orang yang shaum ada dua kegembiraan: Kegembiraan ketika berbukanya dan kegembiraan ketika berjumpa dengan Tuhannya 'azza wa jalla." 

Dari Al-Hasan bin Shadaqah berkata: Abû Al-Hasan as telah berkata, "Tidurlah kamu pada siang hari, karena Allah memberi makan dan minum orang yang sedang shaum dalam tidurnya." 

Dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Allah tabâraka wa ta'âlâ mewahyukan kepada Mûsâ as, Apa yang mencegahmu dari munajat dengan-Ku? Maka dia berkata, "Wahai Tuhanku, aku tangguhkan munajat dengan-Mu, sebab bau mulut orang yang sedang shaum?" Maka Allah yang maha berkah dan maha tinggi mewahyukan kepadanya, Wahai Mûsâ, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih wangi di sisi-Ku dari wanginya misik.

Dari Abû 'Abdillâh as bahwa Rasûlullâh saw berkata, "Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla telah menugaskan beberapa malaikat yang mengurusi doa bagi orang-orang yang shaum." Dan beliau berkata, "Jabra`îl as telah memberitahuku dari Tuhanku tabâraka wa ta'âlâ bahwa Dia telah berfirman, Tidak Aku perintahkan malaikat-Ku dengan doa bagi seseorang dari makhluk-Ku melainkan Aku kabulkan bagi mereka padanya." 

Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Orang yang sedang shaum itu dalam ibadah sekalipun dia tidur di atas tempat tidurnya selama tidak mengumpat seorang muslim." 

Dari Salîm dari orang yang menyebutkannya dari Abû 'Abdillâh as tentang firman Allah 'azza wa jalla, Minta tolonglah dengan sabar dan shalat. Yaitu shiyâm dan shalat dan beliau berkata, "Apabila turun kepada seseorang bencana atau kesulitan, maka hendaklah dia shaum, sebab Allah 'azza wa jalla berfirman, Dan minta tolonglah dengan sabar. Yakni shiyâm." 

Dari 'Ali bin 'Abdul 'Azîz berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata kepadaku, "Maukah kukabarkan padamu pangkal Islam, cabangnya, puncak Islam dan yang paling tingginya?" Saya berkata, "Tentu." Beliau berkata, "Pangkalnya shalat, cabangnya zakat, puncaknya dan bagian yang tertinginya jihâd di jalan Allah, maukah kukabarkan padamu pintu-pintu kebai-kan? Shaum itu benteng."  

Dari Hisyâm bin Al-Hakam dari Abû 'Abdillâh as dari ayah-ayahnya dari Amîrul mu`minîn as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Bagi setiap sesuatu ada zakatnya (pembersihnya), dan zakat badan adalah shiyâm."  

Maghfirah Hanya dalam Bulan Ramadhân dan di 'Arafah   
Dari Hisyâm bin Al-Hakam dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Siapa yang tidak mendapatkan pengampunan baginya pada bulan Ramadhân, niscaya dia tidak memperoleh pengampunan sampai setahun mendatang, kecuali dia hadir di 'Arafah (dalam menunaikan haji)." 

Dari Al-Misma' bahwa dia telah mendengar Abû 'Abdillâh as berwasiat kepada putra-putranya ketika telah masuk bulan Ramadhân, "Maka semangatkanlah diri-diri kalian padanya, sebab padanya ada pembagian rezeki, ditetapkan ajal, dituliskan tamu Allah yang akan datang kepada-Nya, dan padanya ada malam amal yang pada amal itu lebih baik dari beramal dalam seribu bulan." 

Dari Ziyâd bin Al-Mundzir dari Abû Ja'far Muhammad bin 'Ali Al-Bâqir as berkata, "Perhatikanlah bulan Ramadhân, bulan Ramadhân, dan orang-orang yang shaum padanya adalah tamu-tamu Allah dan ahli kemuliaan-Nya, maka barang siapa yang bulan Ramadhân masuk kepadanya, lalu dia shaum siang harinya dan berdiri dengan wirid pada malam harinya dan menjauhi apa-apa yang diharamkan Allah atasnya, niscaya dia masuk surga tanpa hisab." 

Dari Hafsh bin Ghiyâts Al-Nakha'i berkata: Saya telah mendengar Abû 'Abdillâh as mengatakan, "Sesungguhnya bulan Ramadhân itu Allah tidak memfardhukan shiyâmnya atas seseorang dari ummat-ummat sebelum kita." Saya berkata kepadanya, "Bagaimana tentang firman Allah 'azza wa jalla, Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kalian shiyâm sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwâ?" Beliau berkata, "Sesungguhnya Allah hanya memfardhukan shiyâm bulan Ramadhân kepada para nabi, tidak atas ummat, maka Dia lebihkan dengannya ummat ini dan menjadikan shiyâmnya fardhu atas Rasûlullâh saw dan atas ummatnya." 

Dari Al-Dhahhâk dari Amîrul Mu`minîn 'Ali bin Abî Thâlib as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Syabân adalah bulanku dan bulan Ramadhân adalah bulan Allah, maka siapa yang menshaumi bulanku, niscaya aku menjadi pemberi syafa'at baginya pada hari kiamat, dan siapa yang menshaumi bulan Allah 'azza wa jalla, niscaya Allah menghibur kesepiannya di dalam kuburnya dan menyambungkan kesendiriannya dan dia akan keluar dari kuburnya dalam keadaan putih wajahnya. Dia mengambil kitab dengan tangan di sebelah kanannya dan kekal (dalam surga) di sebelah kirinya hingga dia berdiri di hadapan Tuhannya 'azza wa jalla, lalu Dia berfirman, Wahai hamba-Ku! Maka dia menjawab, 'Baiklah wahai sayyidî.' Maka Dia 'azza wa jalla berfirman, Apakah kamu shaum karena Aku? Dia berkata, 'Ya wahai sayyidî.' Dia tabâraka wa ta'âlâ berfirman (kepada malaikat), Ambillah tangan hamba-Ku ini hingga kalian mendatangkannya pada-Ku. Maka dia dibawanya, lalu Aku berfirman kepadanya, Kamu menshaumi bulan-Ku? Dia berkata, 'Ya.' Aku berfirman, Aku menolongmu pada hari ini." Beliau berkata, "Allah tabâraka wa ta'âlâ berfirman, Adapun hak-hak-Ku maka Aku telah membiarkannya bagi hamba-Ku, dan adapun hak-hak makhluk-Ku, maka siapa yang memaafkannya, atas-Ku penggantiannya hingga dia rela. " Nabi saw berkata, "Maka aku pegang tangganya hingga berakhir kepada Shirâth, maka aku mendapatinya berguncang lagi menggelincirkan yang tidak menetap kaki-kaki manusia yang berdosa, maka aku pegang tangannya, maka berkatalah penjaga Al-Shirâth kepadaku, 'Siapa orang ini wahai Rasûlullâh?' Aku berkata, 'Ini si Fulân dari ummatku, dia telah menshaumi bulanku di dunia demi mengharapkan syafa'atku, dan telah menshumi bulan Tuhanku karena mengharap janji-Nya, lalu dia melewati Al-Shirâth dengan ampu-nan Allah 'azza wa jalla hingga sampai ke pintu dua surga, lalu dibukakan baginya, maka Ridhwân berkata, 'Karenamu kami telah diperintah untuk membukakan dan bagi ummatmu.'" Kemudian Amîrul Mu`minîn as berkata, "Shaumilah olehmu bulan Allah, pasti kamu minum dari Al-Rahîq al-Makhtûm." 

Dari Ibnu 'Abbâs bahwa dia telah mendengar Rasûlullâh saw mengatakan, "Sesungguhnya surga itu menjadi lebih elok dan indah dari tahun ke tahun karena datangnya bulan Ramadhân, maka apabila pada malam pertamanya dari bulan Ramadhân berhembuslah angin dari bawah 'arsy yang disebut al-mutatirah yang menerpa daun daun pepohonan surga dan daun-daun pintu, maka terdengarlah darinya suara yang sangat merdu, lalu para bidadari pun berdandan, mereka berdiri di bagian surga yang tertinggi seraya mereka berseru, 'Adakah orang yang melamarku kepada Allah 'azza wa jalla, lalu kami menikah dengannya.' Kemudian mereka berkata kepada malaikat, 'Wahai Ridhwân, malam apakah ini?' Lalu dia menyambutnya dengan sambutan, kemudian dia berkata, 'Wahai para bidadari yang sangat cantik nan indah, ini malam pertama bulan Ramadhân yang dibukakan surga-surga bagi orang-orang yang shaum dari ummat Muhammad dan Allah 'azza wa jalla berfirman, Bukakanlah pintu-pintu surga, wahai Mâlik, tutupkanlah pintu-pintu neraka dari orang-orang yang shiyâm lagi qiyâm dari ummat Muhammad. Wahai Jabra`îl, turunlah ke bumi, ikatlah setan-setan yang jahat dan belenggulah mereka dengan belenghgu-belenggu, kemudian lemparkanlah mereka dalam lautan hingga mereka tidak merusak pada ummat kekasih-Ku dalam shiyâmnya. " Beliau berkata, "Allah 'azza wa jalla menurunkan malaikat-Nya pada setiap malam dalam bulan Ramadhân tiga kali, Allah 'azza wa jalla berfirman, Adakah orang yang meminta, lalu Aku memberinya akan permintaannya? Adakah orang yang bertobat, lalu Aku terima tobatnya? Adakah orang yang meminta ampun, lalu Aku mengampuninya? Siapa yang memberikan pinjaman pada orang, akan berkecukupan tidak akan pailit dan dipenuhi dan tidak dikurangi, maka sesungguhnya Allah yang maha berkah dan maha tinggi pada setiap hari dari bulan Ramadhân ketika berbuka shaum membebaskan orang dari api neraka, maka apabila malam Jumat dan hari Jumat pada setiap saat darinya Dia membebaskan sejuta orang dari api neraka yang semuanya telah seharusnya mendapatkan siksa, maka apabila pada hari yang terakhir dari bulan Ramadhân, Dia pada hari itu membebaskan orang sejumlah orang yang telah dibebaskan dari sejak awal bulan sampai akhirnya, maka apabila pada malam qadr, Allah 'azza wa jalla menyuruh Jabra`îl untuk turun ke bumi dengan sejumlah malaikat, dia membawa bendera hijau, lalu dia hamparkan di atas Ka'bah, dan dia punya enam ratus sayap yang di antaranya ada dua sayap yang dia tidak mengembangkannya selain pada malam qadr, maka pada malam itu dia mengembangkannya hingga meliputi timur dan barat dan Jabra`îl mengutus para malaikat pada ummat ini, lalu mereka mengusap atas setiap orang yang berdiri, duduk, shalat dan berdzikir, malaikat mengusap mereka dan mengaminkan doa-doa mereka sampai terbit fajar. Apabila fajar telah terbit, Jabra`îl berkata, 'Berangkatlah, berangkatlah.' Maka mereka berkata, 'Wahai Jabra`îl, apa yang Allah perbu-at pada kebutuhan-kebutuhan ummat kaum yang beriman dari ummat Muhammad?' Maka dia berkata, 'Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla telah memandang kepada mereka pada malam ini dan mengampuni dosa-dosa mereka selain empat golongan.'" Maka beliau ditanya, "Wahai Rasûlullâh, siapakah mereka yang empat orang itu?" Beliau berkata, "Orang yang mati dalam keadaan senantiasa meminum minuman keras, orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, orang yang memutuskan rahim (hubungan shilaturrahim) dan masyâkhin." Beliau ditanya, "Apa masyâkhin itu?" Beliau berkata, "Ialah mushârim, maka apabila pada malam fithri dinamakan malam itu malam jâ`izah, maka jika pagi hari pada hari fithrah, Allah 'azza wa jalla mengutus malaikat pada setiap negeri, lalu mereka turun ke bumi, mereka berkeliling di mulut-mulut jalan, lalu berseru dengan suara yang didengar oleh semua makhluk Allah selain jin dan manusia, 'Wahai ummat Muhammad, keluarlah ke Tuhan kalian, Tuhan yang maha mulia yang memberi dengan pemberian yang banyak dan mengampuni dosa yang besar.' Bila mereka telah datang ke tempat shalat mereka, Allah 'azza wa jalla berfirman, Wahai malaikat-Ku, apakah balasan bagi orang yang berhak diberi upah bila dia mengamalkan amalnya? Maka para malaikat berkata, 'Wahai Tuhan kami, wahai Sayyid kami, upahnya adalah Engkau sempurnakan pahalanya.' Maka Allah 'azza wa jalla berfirman, Maka sesungguhnya Aku mempersaksikan pada kalian wahai para malaikat-Ku, sesungguhnya Aku telah menjadikan pahala mereka dari shiyâm mereka bulan Ramadhân dan qiyâm mereka rido-Ku dan ampunan-Ku. Dan berfirman jalla jalâluh, Wahai hamba-hamba-Ku, mintalah kalian pada-Ku, maka demi keagungan-Ku dan kemuliaan-Ku, kalian tidak meminta pada-Ku sesuatu pada hari ini dalam jama'ahmu untuk akhiratmu melainkan Aku memberimu dan bagi duniamu melainkan Aku memperhatikanmu, dan demi keagungan-Ku sungguh aku tutup atasmu dosa-dosamu apa yang kalian melihat-Ku dan demi keagungan-Ku, Aku tidaklah menghinakanmu dan tidak membukakan aibmu para ahli surga yang kekal, pergilah dalam keadaan terampuni bagimu dan kamu telah membuatku rido, maka aku pun rido kepadamu. Maka para malaikat pun naik ke langit, mereka gembira dengan apa yang Allah 'azza wa jalla berikan kepada ummat ini apabila mereka berbuka pada bulan Ramadhân.

Dari Jâbir bin 'Abdillâh dari Nabi saw berkata, "Dalam bulam Ramadhân ummatku telah diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan pada ummat seorang nabi pun sebelumku: Yang pertama apabila pada awal malam dari bulan Ramadhân Allah memandang kepada mereka, dan siapa yang di-pandang Allah Dia tidak menyiksanya untuk selamanya. Yang kedua bau mulut mereka pada sore hari lebih harum di sisi Allah dari harumnya minyak misik. Yang ketiga para malaikat memintakan ampunan bagi mereka pada siang dan malam harinya. Yang keempat Allah 'azza wa jalla menyuruh surga, Siapkanlah dirimu dan berhiaslah untuk hamba-hamba-Ku, maka tidak lama lagi akan berakhir kepenantan dunia dan rasa sakitnya dan mereka berjalan menuju kepada surga-Ku dan kemuliaan-Ku. Dan yang kelima apabila pada akhir malam Dia mengampuni mereka semua."  

Dari Abû Sa'îd Al-Khudri berkata: Saya telah mendengar Rasûlullâh saw mengatakan, "Siapa yang shaum bulan Ramadhân dengan mengetahui batasan-batasannya dan menjaga dirinya sebagaimana dia mesti menjaga dirinya, niscaya dihapuskan dosa-dosa sebelumnya."  

Dari Ibnu 'Abbâs berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Siapa yang mendapatkan bulan Ramadhân di Makkah, lalu dia menshauminya dan qiyâm padanya dengan apa-apa yang mudah baginya, niscaya mengimbangi seratus ribu bulan di negeri yang lain, dan adalah baginya pada setiap harinya memperoleh hamlân (pahala) penunggang kuda di jalan Allah, dan setiap malam hamlân (pahala) penunggang kuda di jalan Allah, pada setiap malam memerdekakan hamba, pada setiap hari sedekah dan setiap malam sedekah, setiap hari syafa'at dan setiap malam syafa'at dan setiap hari derajat."  

Dari Ibnu Abî 'Umair berkata: Mûsâ bin Ja'far as telah berkata, "Barangsiapa yang mandi pada malam qadr dan dia menghidupkannya sampai terbit fajar, niscaya keluarlah dia dari dosa-dosanya." 

Anjuran Shalat Seratus Raka'at pada Malam Qadr
Dari Ismâ'îl bin Mihrân berkata: Saya telah mendengar Ja'far bin Muhammad as mengatakan, "Siapa yang mandi pada malam-malam (yang dianjurkan) untuk mandi dari bulan Ramadhân, niscaya keluarlah dia dari dosa-dosanya seperti keadaan pada waktu dia dilahirkan oleh ibunya." Saya bertanya, "Wahai putra Rasûlullâh, apa malam-malam mandi itu?" Beliau berkata, "Malam tujuh belas, malam sembilan belas, malam dua puluh satu dan malam dua puluh tiga dari bulan Ramadhân." Saya bertanya, "Apakah padanya ada shalat selain shalat yang ada pada semua malam dari bulan itu?" Beliau berkata, "Tidak ada selain pada malam dua puluh satu dan dua puluh tiga karena padanya dia mengharap malam qadr dan dianjurkan shalat pada setiap malam darinya (malam 21 dan 23) seratus raka'at, pada setiap raka'atnya Al-Hamdu satu kali dan Qul Huwallâhu Ahad sepuluh kali, jika dia melakukan yang demikian, Allah membebaskannya dari neraka dan mewajibkan baginya surga dan diberi (hak) syafa'at semisal Rabî'ah dan suku Mudharr."  

Dari Jâbir bin Yazîd Al-Ju'fi dari Abû Ja'far Muhammad bin 'Ali Al-Bâqir as berkata, "Siapa yang menghidupkan malam dua puluh tiga dari bulan Ramadhân dan shalat padanya seratus raka'at niscaya Allah luaskan penghidupannya dan menjaganya dari makar orang yang memusuhinya dan melindunginya dari tenggelam, tertimpa reruntuhan dan pencurian dan dari kejahatan dunia, dan diangkat darinya ganasnya Munkar dan Nakîr, dan dia keluar dari kuburnya sedang cahayanya bersinar bagi orang lain, diberikan padanya kitabnya dari kanannya, dituliskan baginya bebas dari neraka dan dapat melintasi Al-Shirâth dan aman dari siksa, masuk ke surga tanpa hisab, dijadikan padanya teman-teman dari para nabi, shiddîq, syahîd dan orang-orang yang saleh dan mereka sebaik-baik teman." 

Thu, 1 May 2014 @06:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+8+8

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved