Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Dagang dan Akal

Berdagang Menambah Ketajaman Akal

Allah 'azza wa jalla berfirman, Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta bendamu (rezekimu) di antaramu dengan cara yang salah selain harta itu didapat dari perdagangan atas dasar keridoan di antaramu. [Surah Al-Baqarah 2/282]

Dalil-dalil dari Sunnah Rasulullah saw
Berdangang itu menambah dalam (ketajaman) akal. [Imam Ja'far as]
Hadapilah perdagangan, sebab padanya ada kecukupan bagimu hingga kamu tidak mengharapkan apa yang ada pada tangan-tangan manusia, dan sesungguhnya Allah 'azza wa jalla menyukai pedangan yang amanah. [Imam 'Ali bin Abî Thâlib as]
Dari Al-Mu'allâ bin Khanîs berkata:  Abû 'Abdillâh as melihatku berlambat-lambat datang ke pasar, maka beliau berkata, "Berangkatlah pagi kepada kemuliaanmu. [Imam Al-Shâdiq as]
Dari Hisyâm bin Ahmar berkata: Adalah Abû Al-Hasan as berkata kepada Mushâdif, "Berangkatlah pagi ke tempat kemuliaanmu, yaitu pasar. [Imam 'Ali as]

Berpikir tentang Barang Dagangan, Cara Berdagang dan Kepuasan Pembeli
Ketika kita berdagang, kita akan berpikir, apakah barang dagangan kita itu benar-benar halal atau haram atau membahayakan atau melenakan orang lain dari mengingat Allah? Apakah barang dagangan kita itu akan laku? Jika laku apakah keuntungannya memuaskan? Jika memuaskan kita, apakah pembelinya juga merasa puas dengan membeli barang tersebut? Dan apakah si pembelinya benar-benar rido? Ketika kita banyak berpikir tentang barang dagangan dan kepuasan para pembeli, tentu pikiran akan melibatkan akal, dan karena itu dagang akan menambah ketajaman akal.

Berdagang itu tidak boleh berdusta, tidak boleh menipu, tidak boleh menyakiti hati pembeli, tidak boleh merekayasa misalnya memasang bebera orang yang berlagak pembeli demi mempengaruhi orang-orang supaya tertarik dan membeli, tidak boleh menimbun barang demi meraup keuntungan yang besar, tidak boleh menjatuhkan harga, tidak boleh menjual barang dagangan yang tidak akan terpakai oleh pembelinya, tidak boleh menyembunyikan cacat barang dan tidak boleh memuji-muji barang dagangan di hadapan calon pembeli. Ini juga kalau dijalankan tentu akan menambah ketajaman akal. Walhasil pedagang muslim/muslimah jika disiplin secara Islam dalam bisnisnya akan menjadi manusia yang sangat mulia.
 
Para pedagang harus yakin bahwa berdagang itu bagian dari ibadah kepada Allah hingga menjadi termotivasi melayani pembeli dengan memasang wajah yang ramah dan adil, yaitu mendahulukan yang datang lebih duluan dan mengakhirkan yang datang kemudian. Ibadah kepada-Nya terbagi kepada dua macam: Ibadah yang sifatnya ritual dan ibadah yang sifatnya sosial. Berdagang termasuk ibadah sosial. Maka para pedagang itu harus memiliki jiwa sosial yang tinggi, bukan hanya sekedar mendapatkan keuntungan yang banyak, tetapi apakah tidak ada orang lain yang dirugikannya? Maka ketika para pedagang muslim itu jiwa sosialnya menguat, maka kuatlah akal mereka.

Sat, 5 Apr 2014 @17:01


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved