Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

'Ali Adalah Lelaki yang Paling Dicintai Nabi Saw

'Ali Adalah Lelaki yang Paling Dicintai Nabi Saw

    عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : كَانَ أَحَبُّ النِّسَاءِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلاَمُ وَ مِنَ الرِّجَالِ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ
Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya berkata, “Perempuan yang paling dicintai oleh Nabi saw adalah Fâthimah as dan dari kaum lelaki ‘Ali as.”  

عَنْ جَمِيْعِ ابْنِ عُمَيْرَ التَّيْمِيِّ قَالَ : دَخَلْتُ مَعَ ‘َمَّتِي عَلَى عَائِشَةَ فَسَأَلَتْ : أَيُّ النَّاسِ كَانَ أَحَبُّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ؟ قَالَتْ : فَاطِمَةَ. فَقِيْلَ : مِنَ الرِّجَالِ ؟ قَالَتْ : زَوْجُهَا إِنْ كَانَ مَا عَلِمْتُ صَوَّامًا قَوَّامًا

Dari Jamî‘ bin ‘Umair Al-Taimi berkata: Saya masuk bersama bibiku kepada ‘Âisyah, lalu saya betanya, “Siapakah orang yang paling dicintai oleh Rasûlullâh saw?” Dia berkata, “Fâthimah.” Lalu ditanyakan, “Kalau dari kalangan lelaki?” Dia berkata, “Suaminya, sesungguhnya yang kutahu dia itu ahli shaum dan ahli bangun malam.” 

    عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ قَالَ : اِسْتَأْذَنَ أَبُو بَكْرٍ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ, فَسَمِعَ صَوْتَ عَائِشَةَ عَالِيًا وَ هِيَ تَقُولُ : وَ اللهِ لَقَدْ عَرَفْتُ أَنَّ عَلِيًّا أَحَبُّ إِلَيْكَ مِنْ أَبِي وَ مِنِّي. مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلاَثًا, فَاسْتَأْذَنَ أَبُو بَكْرٍ فَدَخَلَ فَأَهْوَى لَهَا لِيَلْطِمَهَا وَ قَالَ لَهَا : يَا بِنْتَ فُلاَنَةٍ أَرَاكِ تَرْفَعِيْنَ صَوْتَكِ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ, فَأَمْسَكَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ خَرَجَ أَبُو بَكْرٍ مُغْضِبًا

Dari Al-Nu‘mân bin Basyîr berkata: Abû Bakar minta izin masuk kepada Rasûlullâh saw, lalu dia mendengar suara ‘Âisyah yang tinggi dan dia mengatakan, “Demi Allah, aku tahu bahwa ‘Ali lebih kamu cintai dari ayahku dan dariku.” Dia mengucapkan dua kali atau tiga kali, maka Abû Bakar masuk lalu membungkukkan tubuhnya kepadanya seraya dia berkata, “Wahai anak wanita Fulânah, ketahuilah, aku mendengar kamu mengangkat suaramu kepada Rasûlullâh saw.” 

Al-Nasâ`i juga meriwayatkan dalam Al-Khashâ`ish -nya  halaman 28 dengan tambahan.…lalu dia (Abû Bakr) mem-bungkukkan tubuhnya kepadanya hendak menamparnya seraya berkata kepadanya, “Wahai anak wanita Fulânah, aku melihatmu mengangkat suaramu kepada Rasûlullâh saw.” Maka Rasûlullâh saw menahannya, dan keluarlah Abû Bakr dalam keadaan marah. Dan Al-Haitsami juga menyebutkan dalam kitabnya Majma‘ Al-Zawâ`id dan dia berkata, “Al-Bazâr telah meriwayatkannya, dan para perawinya adalah para perawi Al-Shahîh.”

    جَمِيْعُ ابْنُ عُمَيْرَ قَالَ : دَخَلْتُ مَعَ أُمِّي عَلَى عَائِشَةَ, فَسَمِعْتُهُ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَابِ وَ هِيَ تَسْأَلُهَا عَنْ عَلِيٍّ عَلَيبْهِ السَّلاَمُ, فَقَالَتْ : تَسْأَلُنِي عَنْ رَجُلٍ وَ اللهِ مَا أَعْلَمُ رَجُلاً كَانَ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ مِنْ عَلِيٍّ وَ لاَ فِي الأَرْضِ امْرَأَةً كَانَتْ أَحَبَّ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ مِنِ امْرَأَتِهِ – تَعْنِي اْمْرَأَةَ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ

Jamî‘ bin ‘Umair berkata: Saya bersama ibuku masuk kepada ‘Âisyah, kemudian saya mendengar ibu saya di balik tirai bertanya kepadanya tentang ‘Ali as, maka dia berkata, “Kamu bertanya kepadaku tentang seorang lelaki, demi Allah aku tidak mengetahui ada seorang lelaki yang lebih dicintai oleh Rasûlullâh saw selain ‘Ali, dan tidak ada wanita di bumi yang lebih dicintai oleh Rasûlullâh saw selain istrinya.” Yakni istri ‘Ali as. 

    عَنْ مُعَاذَةَ الْغِفَارِيَّةِ قَالَتْ : كُنْتُ أَنِيْسًا بِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَخْرُجُ مَعَهُ فِي الأَسْفَارِ أَقُومُ عَلَى الْمَرْضَى وَ أُدَاوِي الْجَرْحَى, فَدَخَلْتُ عَلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بَيْتِ عَائِشَةَ وَ عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَارِجٌ مِنْ عِنْدِهِ, فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : يَا عَائِشَةُ إِنَّ هَذَا أَحَبُّ الرِّجَالِ إِلَيَّ وَ أَكْرَمُهُمْ عَلَيَّ, فَاعْرِفِي لَهُ حَقَّهُ وَ أَكْرِمِي مَثْوَاهُ

Dari Mu‘âdzah Al-Ghifâriyyah berkata: Saya menyertai Rasûlullâh saw, saya keluar bersamanya dalam berbagai safar, saya merawat orang-orang yang sakit dan mengobati orang-orang yang luka, kemudian saya masuk kepada Rasûlullâh saw yakni tenda ‘Âisyah sedang ‘Ali ada di luar (tenda), lalu saya mendengar beliau berkata, “Wahai ‘Âisyah, sungguh orang ini adalah lelaki yang paling aku cintai dan yang paling mulia atasku, maka kenalilah baginya akan haknya dan muliakanlah kedudukannya.” 

    رُوِيَ أَنَّ مُعَاذَةَ سَأَلَتْ عَائِشَةَ : يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ كَيْفَ قَلْبُكِ الْيَوْمَ بَعْدَ مَا سَمِعْتِ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُولُ لَكِ فِيهِ مَا قَالَ ؟ قَالَتْ : يَا مُعَاذَةُ كَيْفَ يَكُونُ قَلْبِي لِرَجُلٍ كَانَ دَخَلَ عَلَيَّ وَ أَبِي عِنْدَنَا لاَ يَمِلُّ مِنَ النَّظَرِ إِلَيْهِ قَقُلْتُ لَهُ : يَا أَبَةُ إِنَّكَ لَتُدْمِنُ النَّظَرَ إِلَي عَلِيٍّ. فَقَالَ : النَّظَرُ إِلَى وَجْهِ عَلِيٍّ عِبَادَةٌ

Telah diriwayatkan bahwa Mu‘âdzah bertanya kepada ‘Âisyah, “Wahai Ummul Mu`minîn, bagaimana keadaan hatiku pada hari ini setelah engkau mendengar Rasûlullâh saw berkata kepadamu tentang dia (‘Ali as) apa yang beliau katakan?” Dia menjawab, “Wahai Mu‘âdzah, bagaimana keadaan hatiku kepada seorang lelaki, adalah apabila dia datang kepadaku dan ayahku ada di sisi kami, dia (Abû Bakar) tidak bosan memandang kepadanya, maka saya bertanya, 'Wahai ayah, sesungguhnya engkau berlama-lama memandang kepada ‘Ali?” Dia berkata, “Wahai anakku, saya telah mendengar Rasûlullâh saw mengatakan, 'Memandang wajah ‘Ali itu ibadah.’ ” 

    قَالَ : قُلْتُ لِعَائِشَةَ : مَنْ كَانَ أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ ؟ قَالَتْ : عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ. قُلْتُ : أَيُّ شَيْءٍ كَانَ سَبَبُ خُرُوجِكِ عَلَيْهِ ؟ قَالَتْ : لِمَ تَزَوَّجَ أَبُوكَ أُمَّكَ ؟ قَلْتُ : ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللهِ. قَالَتْ : وَ كَانَ ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللهِ

Perawi berkata kepada ‘Âisyah, “Siapakah orang yang paling dicintai oleh Rasûlullâh saw?” Dia menjawab, “‘Ali bin Abî Thâlib.” Saya bertanya lagi, “Apa alasanmu kamu keluar memeranginya?” Dia menjawab, “Mengapakah bapakmu mengawini ibumu?” Saya berkata, “Hal itu dari takdir Allah.” Dia berkata, “Dan adalah hal itu juga dari takdir Allah.”

Al-Zamakhsyari dalam tafsirnya Al-Kasysyâf ketika dia menafsirkan ayat:

إِلاَّ عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللهُ وَ مَا كَانَ اللهُ لِيُضِيعَ إِيْمَانَكُمْ إِنَّ اللهَ بِالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَحِيْمٌ

Kecuali atas orang-orang yang Allah beri petunjuk dan Allah tidak menyia-nyiakan iman kamu, sesungguhnya Allah maha pengasih lagi maha penyayang kepada manusia.  Dia berkata, “Dan dikisahkan dari Al-Hajjâj bahwa dia telah berkata kepada Al-Hasan---dan yang jelas bahwa dia itu Al-Bashri---Apa pendapatmu tentang Abû Turâb?” Lalu dia membacakan firman-Nya, Kecuali orang-orang yang Allah beri petunjuk (kemudian dia berkata) dan ‘Ali dari mereka, dia putra paman Rasûlullâh saw, menantunya karena menikahi putrinya dan dia itu orang yang paling dekat kepadanya dan yang paling dicintainya.

عَنْ مَجْمَعٍ قَالَ : دَخَلْتُ مَعَ أَبِي عَلَى عَائِشَةَ فَسَأَلَهَا عَنْ مَسْرَاهَا يَومَ الْجَمَلِ فَقَالَتْ : كَانَ قَدَرًا مِنَ اللهِ. وَ سَأَلَهَا عَنْ عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَقَالَتْ : سَأَلْتَ عَنْ أَحَبِّ النَّاسِ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَ زَوَّجَ أَحَبَّ النَّاسِ كَانَ إِلَيْهِ

Dari Majma‘ berkata: Saya dan ayah saya datang kepada ‘Âisyah, lalu dia bertanya kepadanya tentang perjalanannya pada hari perang Jamal, maka dia berkata, “Ia itu takdir dari Allah.” Dan dia bertanya lagi kepadanya tentang ‘Ali as, maka dia berkata, “Kamu telah bertanya tentang orang yang paling dicintai oleh Rasûlullâh saw dan dia telah menikahkan (putrinya) kepada orang yang paling dicintainya.” 

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ ثَعْلَبَةٍ قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى أَبِي ذَرٍّ وَ هُوَ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَقَالَ : يَا أَبَا ذَرٍّ أَلاَ تُخْبِرُنِي بِأَحَبِّ النَّاسِ إِلَيْكَ ؟ فَإِنِّي أَعْرِفُ أَنَّ أَحَبَّ النَّاسِ إِلَيْكَ أَحَبُّهُمْ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ. قَالَ : أَيْ وَ رَبِّ الْكَعْبَةِ أَحَبُّهُمْ إِلَيَّ أَحَبُّهُمْ إلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ هُوَ ذَاكَ الشَّيْخُ – وَ أَشَارَ إِلَى عَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ

Dari Mu‘âwiyah bin Tsa‘labah berkata: Ada seorang lelaki datang kepada Abû Dzarr ketika dia sedang berada di dalam masjid Rasûlullâh saw, kemudian dia bertanya, “Wahai Abû Dzarr, maukah kamu kabarkan kepadaku orang yang paling kamu cintai, karena aku tahu bahwa orang yang paling kamu cintai itu adalah manusia yang paling dicintai oleh Rasûlullâh saw?” Dia menjawab, “Ya, demi pemilik Ka‘bah, orang yang paling kucintai adalah orang yang paling dicintai oleh Rasûlullâh saw, nah itulah orang tua itu–dan dia menunjuk kepada ‘Ali as.”

Wed, 2 Apr 2014 @15:45


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved