Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Berbuat Baik kepada Manusia yang Sudah Wafat


عَنْ عُمَرَ بْنِ يَزِيدَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع نُصَلِّي عَنِ الْمَيِّتِ فَقَالَ نَعَمْ حَتَّى إِنَّهُ لَيَكُونُ فِي ضِيقٍ فَيُوَسِّعُ اللَّهُ عَلَيْهِ ذَلِكَ الضِّيقَ ثُمَّ يُؤْتَى فَيُقَالُ لَهُ خُفِّفَ عَنْكَ هَذَا الضِّيقُ بِصَلَاةِ فُلَانٍ أَخِيكَ عَنْكَ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ فَأُشْرِكُ بَيْنَ رَجُلَيْنِ فِي رَكْعَتَيْنِ قَالَ نَعَمْ
Dari 'Umar bin Yazîd berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as, "Apakah kami bisa shalat atas nama mayyit?" Beliau berkata, "Ya, hingga jika dia berada di dalam tempat yang sempit, maka Allah meluaskannya tempat yang sempit itu, kemudian didatangkan lalu dikatakan kepadanya: Telah diringankan dari kamu tempat yang sempit ini dengan shalat si Fulân saudaramu atas namamu." Saya bertanya, "Apakah saya bisa sertakan di antara dua orang dalam dua raka'at?" Beliau berkata, "Ya." [Al-Wasâ`il 2/444, hadîts 2598]
 
وَقَالَ ع إِنَّ الْمَيِّتَ لَيَفْرَحُ بِالتَّرَحُّمِ عَلَيْهِ وَ الِاسْتِغْفَارِ لَهُ كَمَا يَفْرَحُ الْحَيُّ بِالْهَدِيَّةِ تُهْدَى إِلَيْهِ
Dan beliau as berkata, "Sesungguhnya mayyit itu gembira dengan disayangai atasnya dan dimintakan ampunan baginya sebagaimana orang yang hidup gembira dengan hadiah yang diberikan kepadanya." [Al-Wasâ`il 2/444, hadîts 2599]
 
وَ قَالَ ع يَدْخُلُ عَلَى الْمَيِّتِ فِي قَبْرِهِ الصَّلَاةُ وَ الصَّوْمُ وَ الْحَجُّ وَ الصَّدَقَةُ وَ الْبِرُّ وَ الدُّعَاءُ وَ يُكْتَبُ أَجْرُهُ لِلَّذِي يَفْعَلُهُ وَ لِلْمَيِّتِ
Dan beliau as berkata, "Masuk kepada mayyit di dalam kuburnya shalat, puasa, haji, sedekah, kebaikan dan doa, dan dituliskan pahalanya bagi orang yang melakukannya dan bagi mayyit." [Al-Wasâ`il 2/444, hadîts 2600]

وَ قَالَ ع مَنْ عَمِلَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ عَنْ مَيِّتٍ عَمَلًا صَالِحاً أَضْعَفَ اللَّهُ لَهُ أَجْرَهُ وَ نَفَعَ اللَّهُ بِهِ الْمَيِّتَ
Dan beliau as berkata, "Siapa yang mengamalkan amal yang saleh dari muslimîn atas nama mayyit, Allah lipat-gandakan baginya pahalanya, dan dengannya Allah jadikan manfaat bagi mayyit." [Al-Wasâ`il 2/444, hadîts 2601]

قَالَ ع مَا يَمْنَعُ أَحَدَكُمْ أَنْ يَبَرَّ وَالِدَيْهِ حَيَّيْنِ وَ مَيِّتَيْنِ يُصَلِّي عَنْهُمَا وَ يَتَصَدَّقُ عَنْهُمَا وَ يَصُومُ عَنْهُمَا فَيَكُونَ الَّذِي صَنَعَ لَهُمَا وَ لَهُ مِثْلُ ذَلِكَ فَيَزِيدُهُ اللَّهُ بِبِرِّهِ خَيْراً كَثِيراً
Beliau as telah berkata, "Apa yang menghalangi seseorang untuk berbuat baik kepada kedua orang tuanya baik masih hidup atau telah mati, dia shalat atas namanya, dia bersedekah atas namanya, dan dia puasa atas namanya, maka dia telah berbuat bagi mereka berdua dan baginya seperti itu, lalu Allah menambahnya dengan kebaikannya itu kebaikan yang banyak." [Al-Wasâ`il 2/444, hadîts 2602]
 
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع مَا يَلْحَقُ الرَّجُلَ بَعْدَ مَوْتِهِ فَقَالَ سُنَّةٌ سَنَّهَا يُعْمَلُ بِهَا بَعْدَ مَوْتِهِ فَيَكُونُ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ يَعْمَلُ بِهَا مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْ‏ءٌ وَ الصَّدَقَةُ الْجَارِيَةُ تَجْرِي مِنْ بَعْدِهِ وَ الْوَلَدُ الطَّيِّبُ يَدْعُو لِوَالِدَيْهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا وَ يَحُجُّ وَ يَتَصَدَّقُ وَ يُعْتِقُ عَنْهُمَا وَ يُصَلِّي وَ يَصُومُ عَنْهُمَا فَقُلْتُ أُشْرِكُهُمَا فِي حَجَّتِي قَالَ نَعَمْ
Dari Mu'âwiyah bin 'Ammâr berkata: Saya bertanya kepada Abû 'Abdillâh as, "Apa yang bisa menyusul seseorang setelah matinya?" Beliau berkata, "Sunnah (cara) yang dia sunnahkan yang diamalkan setelah matinya, maka baginya semisal pahala orang yang mengamalkannya tanpa berkurang dari pahala mereka sedikit pun, sedekah jâriyah mengalir setelahnya, anak yang baik yang berdoa bagi kedua orang tuanya setelah mereka meninggal, dia haji, dia sedekah, dan memerdekakan hamba atas namanya, dan dia shalat, dia puasa atas namanya." Saya bertanya, "Apakah saya bisa menyertakan mereka di dalam hajiku?" Beliau berkata, "Ya." [Al-Wasâ`il 2/444, hadîts 2603]
 
قَالَ ع إِذَا تَصَدَّقَ الرَّجُلُ بِنِيَّةِ الْمَيِّتِ أَمَرَ اللَّهُ جَبْرَئِيلَ أَنْ يَحْمِلَ إِلَى قَبْرِهِ سَبْعِينَ أَلْفَ مَلَكٍ فِي يَدِ كُلِّ مَلَكٍ طَبَقٌ فَيَحْمِلُونَ إِلَى قَبْرِهِ وَ يَقُولُونَ السَّلَامُ عَلَيْكَ يَا وَلِيَّ اللَّهِ هَذِهِ هَدِيَّةُ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ إِلَيْكَ فَيَتَلَأْلَأُ قَبْرُهُ وَ أَعْطَاهُ اللَّهُ أَلْفَ مَدِينَةٍ فِي الْجَنَّةِ وَ زَوَّجَهُ أَلْفَ حَوْرَاءَ وَ أَلْبَسَهُ أَلْفَ حُلَّةٍ وَ قَضَى لَهُ أَلْفَ حَاجَةٍ
Beliau as berkata, "Apabila orang bersedekah dengan niat orang yang telah mati, Allah perintahkan Jabrâ`il untuk membawa ke kuburnya tujuh puluh ribu malak yang pada tangan setiap malak ada baki, lalu mereka membawanya ke kuburnya dan mereka berkata, 'Salâm bagimu wahai wali Allah, ini hadiah Fulân bin Fulân kepadamu, maka bersinarlah kuburnya dan Allah memberinya seribu kota di dalan surga, dan Dia menikahkannya dengan seribu bidadari, dan Dia memberinya seriibu potong busana, dan Dia menunaikan baginya seribu kebutuhan." [Al-Wasâ`il 2/444, hadîts 2606]

Mon, 31 Mar 2014 @07:43


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 9+2+6

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved