Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Wanita Ahli Neraka

Imâm 'Alî bin Abî Thâlib as berkata, "Suatu hari aku dan Fâthimah masuk ke rumah Rasûlullâh saw, lalu aku mendapati beliau sedang menangis dengan tangisan yang keras, maka aku bertanya kepadanya, Wahai Rasûlullâh, apa yang telah menyebabkan engkau menangis? Beliau menjawab, 'Wahai 'Ali, pada malam aku di-isrâ-kan ke langit, aku melihat sejumlah wanita dari kalangan ummatku berada dalam siksaan yang amat keras, aku mengingkari keadaan mereka itu hingga aku menangis karena kerasnya siksaan yang mereka terima.'"
   
Setelah Rasûlullâh saw menjelaskan macam-macam siksaan yang diderita sebagian wanita dari ummatnya, maka putri beliau Fâthimah Al-Zahrâ as bertanya kepadanya, "Wahai kekasihku dan penyejuk mataku, ceritakan kepadaku perbuatan dan perjalanan hidup mereka hingga Allâh menimpakan siksaan seperti itu atas mereka."

Berikut ini adalah sebab-sebab perbuatannya dan akibatnya yang disampaikan Rasûlullâh saw kepada Imam 'Ali dan Fâthimah as.

Wanita yang digantung dengan rambutnya di atas api neraka hingga mendidih otak kepalanya. Mereka ini adalah wanita yang tidak mau menutup rambutnya dari pandangan kaum lelaki [Tidak mau mengenakan jilbab atau hijab].

Wanita yang digantung lidahnya sedang air yang mendidih dikucurkan ke dalam kerongkongannya. Mereka adalah wanita yang suka menyakiti suaminya.

Wanita yang digantung dengan kedua teteknya (dikait dengan kail besar) di atas api neraka. Mereka adalah wanita yang enggan digauli suaminya.

Wanita yang memakan dagingnya sendiri sedangkan api neraka dinyalakan di bawahnya. Mereka adalah wanita yang suka bersolek (berdandan) untuk selain suaminya.

Wanita yang kedua kakinya diikat kepada kedua tangannya dan ular-ular serta kala jengking-kala jengking dilepaskan kepadanya. Mereka itu wanita yang tidak bersuci, yang pakaiannya mengandung najis, yang tidak mandi janabah, tidak mandi haid dan suka meremehkan shalat.

Wanita yang keadaannya tuli, buta dan bisu berada dalam peti neraka hingga otak kepalanya mengucur dari kedua lubang hidungnya dan anggota tubuhnya terpotong-potong karena kusta. Mereka adalah wanita yang melahirkan anak dari perzinaan, lalu anak itu dikalungkan (dituduhkan) kepada suaminya.

Wanita yang digantung dengan kedua kakinya di dalam tungku api neraka. Mereka itu wanita yang meninggalkan rumahnya tanpa seizin suaminya.

Wanita yang badannya dicabik-cabik dengan gunting-gunting neraka dari sebelah depan dan dari sebelah belakangnya. Mereka itu wanita yang memamerkan tubuhnya kepada kaum lelaki.

Wanita yang wajah dan kedua tangannya dibakar sedangkan dia memakan ususnya sendiri. Mereka itu wanita-wanita yang berpropesi sebagai germo.

Wanita yang kepalanya seperti kepala babi dan badannya mirip dengan badan keledai, dia disiksa dengan sejuta siksaan. Mereka adalah wanita pendusta dan suka mengadu-ngadu orang.

Wanita yang mukanya seperti muka anjing dan api neraka masuk ke dalam anusnya hingga keluar dari mulutnya dan sejumlah malaikat memukuli kepala dan tubuhnya dengan cambuk-cambuk neraka. Mereka adalah wanita penyanyi, wanita peratap dan wanita penghasud. 

Itulah gambaran keadaan sejumlah wanita di alam asybâh (alam masa depan yang gambarannya telah diperlihatkan kepada Rasulullah saw)

Kisah tersebut tidak bermaksud menyudutkan kaum wanita, bahwan merupakan 'kasih sayang' Allâh 'azza wa jalla agar kaum wanita berusaha dari sejak sekarang supaya dalam hidupnya di dunia ini tidak mengarah ke situ. Dan kepada kaum lelaki sebagai qawwâmûna 'alan nisâ , Allâh perintahkan agar menjada dirinya dan anak-istrinya dari api neraka, Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kamu dan keluarga kamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan bebatuan yang dijaga para malaikat yang kasar lagi bengis yang tidak durhaka kepada Allâh pada apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan. [Surah Al-Tahrîm 66/6]

Mon, 31 Mar 2014 @06:52


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved