Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

'Ali di Sisi Nabi Sebagaimana Harun di Sisi Musa

Nabi Muhammad saw adalah nabi yang terakhir, tidak ada lagi nabi setelah beliau. Maka orang yang mengaku nabi adalah pendusta dan penipu.

Kedudukan ‘Ali as di sisi Nabi saw adalah sebagaimana kedudukan Hârun as di sisi Mûsâ as, maka jika ada lagi nabi setelah Muhammad saw tentu ‘Ali yang menjadi nabi, karena Rasûlullâh mengatakan illa `annahu la nabiyya ba‘dî (hanya saja tidak ada lagi nabi setelahku). Dan dengan dalil-dalil di bawah ini telah cukup bahwa ‘Ali as khalifah Nabi saw di masa hayatnya dan setelah wafatnya.

1- عَنْ إِبْرَاهِيْمَ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ لِعَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى.
Dari Ibrâhîm bin Sa‘d dari ayahnya berkata: Nabi saw berkata kepada ‘Ali as, “Tidakkah engkau rela bahwa engkau di sisiku sebagaimana kedudukan Hârûn di sisi Mûsâ.” 
   
2- عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيْهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ خَرَجَ إِلَى تَبُوكٍ وَ اسْتَخْلَفَ عَلِيًّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ, فَقَالَ : أَ تَخْلُفُنِي فِي الصِّبْيَانِ وَ النِّسَاءِ ؟ قَالَ : أَ لاَ تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لَيْسَ نَبِيٌّ بَعْدِي ؟
Dari Mush‘ab bin Sa‘d dari ayahnya bahwa Rasûlullâh saw keluar ke Tabûk dan meninggalkan ‘Ali sebagai khalîfah, lalu dia berkata, “Apakah engkau menjadikanku khalîfah pada anak-anak dan kaum perempuan?" Beliau berkata, “Tidakkah kamu rela bahwa engkau di sisiku sebagaimana kedudukan Hârûn dari Mûsâ, hanya saja tidak ada nabi setelahku.” 
   
3- عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي الْوَقَّاصِ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ لِعَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : أَنْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي
Dari ‘Âmir bin Sa‘d dari Abî Waqqâsh dari ayahnya berkata: Rasûlullâh saw telah berkata kepada ‘Ali as, “Engkau dariku sebagaimana Hârûn dari Mûsâ hanya saja tak ada lahi nabi setelahku.” 
   
4- عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي الْوَقَّاصِ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : أَمَرَ مُعَاوِيَةُ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ سَعْدًا فَقَالَ : مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسُبَّ أَبَا تُرَابٍ ؟ فَقَالَ : أمَّا مَا ذَكَرْتُ ثَلاَثًا فَالَهُنَّ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ فَلَنْ أَسُبَّهُ لأَنْ تَكُونَ لِي وَاحِدَةٌ مِنْهُنَّ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ, سَمِعْتُ  رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ يَقُولُ لَهُ – وَ قَدْ خَلَفَ فِي بَعْضِ مَغَازِيْهِ فَقَالَ لِي عَلِيٌّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : يَا رَسُولَ اللهِ خَلَفْتَنِي مَعَ النِّسَاءِ وَ الصِّبْيَانِ – فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نُبُوَّةَ بَعْدِي
Dari ‘Âmir bin Sa‘d dari Abî Waqqâsh dari ayahnya berkata: Mu‘âwiyah telah menyuruh Sa‘d (untuk mencela ‘Ali as), lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak mau mencela Abû Turâb?" Dia berkata, “Aku ingat tiga hal yang telah dikatakan Rasûlullâh saw, maka aku tidak akan mencelanya, sungguh jika aku punya salah satunya dari yang tiga itu, tentu lebih aku sukai dari unta-unta merah, aku mendengar Rasûlullâh saw mengatakan kepadanya---dan beliau tidak menyertakannya da-lam sebagian peperangannya, maka ‘Ali as berkata kepadanya, 'Wahai Rasûlullâh, engkau tinggalkan aku bersama kaum perempuan dan anak-anak.' Maka berkatalah Rasûlullâh saw, 'Tidakkah kamu rela bahwa engkau di sisiku sebagaimana kedudukan Hârûn dari Mûsâ, hanya saja tidak ada lagi kenabian setelahku.' ”  

Ibnu Hajar Al-‘Asqalâni berkata setelah menyebutkan hadîts yang tersebut di atas dari Muslim dan Al-Turmidzi, “Dan pada Abû Ya‘lâ dari Sa‘d dari wajah yang lain yang tidak mengapa dengannya, dia berkata, 'Seandainya diletakkan gergaji di atas kepalaku supaya aku mencela ‘Ali as, aku tidak akan mencelanya untuk selamanya.' Dan hadîts ini yakni hadîts manzilah telah diriwayatkan dari Nabi saw dari selain Sa‘d, dari hadîts ‘Umar, ‘Ali as itu sendiri, Abû Hurairah, Ibnu ‘Abbâs, Jâbir bin ‘Abdullâh, Al-Barrâ`, Zaid bin Arqam, Abû Sa‘îd, Anas, Jâbir bin Samurah, Habsyi bin Janâdah, Mu‘âwiyah, Asmâ` binti ‘Umais dan lain-lain.” 
   
5- عَنْ سَعْدٍ بْنِ أَبِي الْوَقَّاصِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ قَالَ لِعَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : أَنْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي
Dari Sa‘d bin Abî Waqqâsh bahwa Nabi saw berkata kepada ‘Ali as, “Engkau dariku sebagaimana kedudukan Hârûn dari Mûsâ hanya saja tidak ada nabi setelahku."  
   
6- عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ لِعَلِيٍّ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : أَنْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي
Dari Jâbir bin ‘Abdullâh bahwa Nabi saw telah berkata kepada ‘Ali as, “Engkau dariku sebagaimana kedudukan Hârûn dari Mûsâ hanya saja tidak ada nabi setelahku.”  
   
7- قَدِمَ مُعَاوِيَةُ فِي بَعْضِ حِجَّاتِهِ فَدَخَلَ عَلَيْهِ سَعْدٌ فَذَكَرُوا عَلِيًّا عَلَيْهِ السَّلاَمُ فَنَالَ مِنْهُ, فَغَضِبَ سَعْدٌ وَ قَالَ : تَقُولُ هَذَا لِرَجُلٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِه وَ سَلَّمَ ِ يَقُولُ : مَنْ كُنْتُ مَوْلاَهُ فَعَلِيٌّ مَوْلاَهُ. وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : أَنْتَ مِنِّي بِمَنْزِلَةِ هَارُونَ مِنْ مُوسَى إِلاَّ أَنَّهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدِي. وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ : لَأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ رَجُلاً يُحِبُّ اللهَ وَ رَسُولَهُ
Mu‘âwiyah datang dari sebagian hajinya, lalu Sa‘d datang kepadanya, maka mereka menyebut-nyebut ‘Ali dan dia mencelanya, lalu Sa‘d marah dan berkata: Kamu katakan bagi seseorang yang aku telah mendengar Rasûlullâh saw mengatakan, “Barang siapa yang aku adalah maulâ-nya, maka ‘Ali maulâ-nya.” Dan aku mendengarnya berkata, “Engkau dariku sebagaimana Hârûn dari Mûsâ hanya saja tidak ada lagi nabi setelahku." Dan aku telah mendengarnya berkata, “Sesungguhnya bendera (perang ini) ini akan kuberikan kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasûl-Nya.”  

Catatan
Orang-orang yang mengklaim menjadi nabi dan orang-orang yang mengaku-ngaku bahwa ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad saw, telah terbantahkan dengan hadîts-hadîts tersebut, maka nyatalah bagi kita bahwa orang-orang yang mengaku-ngaku jadi nabi dan yang mengklaim ada lagi nabi setelah Nabi Muhammad saw sebagai pembohong besar dan penipu ummat manusia.    

Thu, 27 Mar 2014 @06:26


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved