Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Doa-doa Rezeki

Sangat banyak doa yang berkenaan dengan pencarian rezeki, dari yang sangat singkat hingga yang paling panjang; dari beberapa sûrah dan ayat-ayat Al-Quran sampai sunnah-sunnah Rasulullah dan Ahlulbait as.

I. Sûrah dan Ayat Al-Quran
Ada beberapa sûrah dari Al-Kitâb yang kalau secara rutin kita membacanya akan menambah rezeki, yaitu :

1. Sûrah Al-Wâqi‘ah . Sûrah ini dibaca pada setiap malam Jumat. Diriwayatkan sari Abû Bashîr dari Abû ‘Abdillâh as berkata, "Siapa yang pada setiap malam Jumat membaca Al-Wâqi‘ah, niscaya Allah mencintainya dan menjadikannya dicintai banyak orang, dan dia tidak melihat kesengsaraan selamanya, tidak kemiskinan, tidak kesulitan dan tidak pula bahaya dari bahaya-bahaya dunia, dan dia akan menjadi di antara sahabat Amîrul Mu`minîn as dan sûrah ini bagi Amîrul Mu`minîn as secara khusus yang tidak disekutui padanya oleh seorang pun."

2. Sûrah Yâsîn . Sûrah ini dianjurkan dibaca setiap hari; pagi-pagi sebelum keluar dari rumah dan malam hari sebelum tidur. Abû ‘Abdillâh as berkata, "Setiap sesuatu ada hatinya, dan hati Al-Quran adalah Yâsîn. Siapa yang membacanya sebelum tidur atau pada siang harinya sebelum pergi, adalah dia pada siang hari tersebut termasuk dari orang yang mendapatkan penjagaan dan diberi rezeki sehingga tiba waktu sore, dan orang yang membacanya pada malam hari sebelum tidur, Allah perintahkan seribu malaikat untuk menjaganya dari kejahatan setiap syaithân yang terkutuk dan dari setiap bencana…."

3. Sûrah Al-Shãffât . Dibaca setiap hari Jumat. Imam Ja Rulefar as berkata, "Siapa yang membaca Al-Shâffât pada setiap hari Jumat, senantiasa dia terjaga dari setiap bencana, dan ditolakkan darinya setiap petaka dalam kehidupan dunia, dan dia diberi rezeki di dunia dengan seluas-luasnya dan Allah tidak timpakan musibah dalam hartanya, anaknya dan tubuhnya dengan keburukan dari syaithân yang terkutuk dan tidak dari penguasa yang zalim. Dan jika dia mati pada hari itu atau pada malamnya, Allah akan bangkitkan dia sebagai syahîd dan mematikannya sebagai syahîd dan memasukkannya ke dalam surga bersama syuhadâ` dalam suatu derajat dari surga."

4. Sûrah Al-Humazah . Dibaca di dalam shalat-shalat farîdhah . Imam Ja‘far as berkata, "Siapa yang membaca Wailun likulli humazah dalam shalat-shalat farîdhah-nya, Allah akan menjauhkan kemiskinan darinya, menarik rezeki kepadanya dan menghindarkan kematian yang buruk darinya."

5. Sûrah Muhammad saw . Dibaca kapan saja. Abû ‘Abdillâh as berkata, "Siapa yang membaca sûrah Alladzîna kafarû , niscaya dia tidak dihinggapi sifat ragu selamanya dan tidak dimasuki syakk di dalam ajarannya selamanya, dan Allah tidak memberi dia bala dengan kemiskinan selamanya…"

6. Sûrah Al-Dzâriyât . Dibaca kapan saja; malam atau siang. Abû ‘Abdillâh as berkata, "Siapa yang membaca sûrah Al-Dzâriyât pada waktu siangnya atau malamnya, Allah akan perbaiki penghidupannya, akan datangkan rezeki yang luas, dan menerangi kuburnya dengan pelita yang terang hingga kiamat." 

7. Sûrah Al-Thûr . Dibaca kapan saja. Abû Ja‘far dan Abû ‘Abdillâh as berkata, "Siapa yang membaca sûrah Wath Thûr, Allah kumpulkan baginya kebaikan dunia dan akhirat." 

8. Sûrah Al-Mumtahanah . Dibaca dalam shalat farîdhah dan nâfilah. Imam ‘Ali bin Al-Husain as berkata, "Siapa yang membaca sûrah Al-Mumtahanah di dalam farâ`idh dan nawâfil-nya, niscaya Allah menguji hatinya untuk îmân, Dia menajamkan baginya penglihatannya dan Dia tidak menimpakan kemiskinan selamanya, tidak penyakit kegilaan pada dirinya dan pada anaknya."

Adapun doa-doa atau dzikir yang diriwayatkan dari Rasulullah saw dan Ahlulbaitnya tentang rezeki sangatlah banyak yang antara lain adalah sebagai berikut. 

II. Nawâfil untuk Rezeki
Ada beberapa nawâfil atau shalat sunnah yang berkenaan dengan menarik rezeki yang salah satunya telah terdahulu pada bab yang lalu:

1. Shalat untuk Mencari Rezeki
Dari Muhammad bin ‘Ali Al-Halabi berkata: Ada seorang lelaki yang datang kepada Abû ‘Abdillâh as lalu dia mengadukan kemiskinan dan kerugian dalam dagang setelah kemapanan yang diraihnya, setiap kali dia berusaha untuk suatu kebutuhan hanya kesulitan yang dia peroleh. Kemudian Abû ‘Abdillâh as menyuruhnya untuk mendatangi maqâm (tempat berdiri) Rasûlullâh saw antara kuburan dan mimbar, lalu shalat di sana dua raka‘at, dan (setelahnya) membaca seratus kali doa berikut:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ وَبِعِزَّتِكَ وَمَا أَحَاطَ بِهِ عِلْمُكَ, أَنْ تُيَسِّرَ لِي مِنَ التِّجَارَةِ أَوْسَعَهَا رِزْقًا, وَأَعَمَّهَا فَضْلاً, وَخَيْرَهَا عَاقِبَةً
Allâhumma innî as`aluka biquwwatika wa qudratika wa bi‘izzatika wa mâ ahâtha bihi ‘ilmuk, an tuyassira lî minat tijârati ausa‘ahâ rizqâ, wa a‘ammahâ fadhlâ, wa khairahâ ‘âqibah.

Ya Allah aku memohon kepada-Mu dengan kekuatan-Mu dan kuasa-Mu dan dengan kemuliaan-Mu dan segala yang diliputi oleh ilmu-Mu, Engkau mudahkan untukku dari perdagangan yang lebih luas keuntungannya, yang lebih merata karunianya dan yang lebih baik akibatnya.


2. Shalat ketika Hendak Mencari Rezeki
Imam Ja‘far Al-Shâdiq as berkata, "Apabila kamu hendak pergi mencari kebutuhanmu setelah selesai shalat (farîdhah), maka shalatlah dua raka‘at, jika telah selesai membaca tasyahhud, kamu ucapkan:
 
اللَّهُمَّ إِنِّي غَدَوْتُ أَلْتَمِسُ مِنْ فَضْلِكَ كَمَا أَمَرْتَنِي, فَارْزُقْنِي رِزْقًا حَلاَلاً طَيِّبًا, وَأَعْطِنِي فِيْمَا رَزَقْتَنِيَ الْعَافِيَةَ
Allâhumma innî ghadautu altamisu min fadhlika kamâ amartanî, farzuqnî rizqan halâlan thayyibâ, wa a‘thinî fîmâ razaqtaniyal ‘âfiyah.

Ya Allah aku pergi mencari dari karunia-Mu sebagaimana Engkau telah menyuruhku, maka berilah aku rezeki yang halal lagi baik, dan berilah aku afiat pada apa yang Engkau berikan kepadaku.

Kamu ulangi doa tersebut tiga kali. Kemudian dirikan shalat dua raka‘at lagi, maka apabila selesai tasyahhud ucapkanlah:

    بِحَوْلِ اللهِ وَقُوَّتِهِ غَدَوْتُ بِغَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ, وَلَكِنْ بِحَوْلِكَ يَا رَبِّ وَقُوَّتِكَ, وَأَبْرَأُ إِلَيْكَ مِنَ الْحَوْلِ وَالْقُوَّةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بَرَكَةَ هَذَا الْيَوْمِ وَبَرَكَةَ أَهْلِهِ, وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِي مِنْ فَضْلِكَ رِزْقًا وَاسِعًا طَيِّبًا حَلاَلاً تَسُوْقُهُ إِلَيَّ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ, وَ أَنَا خَافِضٌ فِي عَافِيَتِكَ
Bihaulillâh wa quwwatihi ghadautu bighairi haulin minnî walâ quwwah, wa lâkin bihaulika yâ rabbi wa quwwatik, wa abra`u ilaika minal hauli wal quwwah. Allâhumma innî as`aluka barakata hâdzal yaumi wa barakata ahlih, wa as`aluka an tarzuqanî min fadhlika rizqan wâsi‘an thayyiban halâlan tasûquhu ilayya bihaulika wa quwwatika wa anâ khâfidhun fî ‘âfiyatik.

Dengan daya Allah dan kekuatan-Nya aku pergi tanpa daya dan kekuatan dariku, tetapi dengan daya-Mu wahai Tuhanku dan dengan kekuatan-Mu, dan aku berlepas kepada-Mu dari daya dan kekuatan itu. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu supaya Engkau memberiku rezeki dari karunia-Mu sebagai rezeki yang luas yang baik lagi halal yang Engkau kirimkan kepadaku dengan daya-Mu dan kekuatan-Mu dan aku dapat penghidupan yang mudah dalam afiat-Mu. Kamu mengucapkannya sampai tiga kali."


3. Shalat untuk Mencari Rezaki
Dari ‘Ali bin Al-Hakam, dari Ibnu Al-Walîd bin Shabîh dari ayahnya dia berkata: Abû ‘Abdillâh ‘alaihissalâm telah berkata, "Wahai Walîd, di sebelah manakah tempat usahamu dari masjid ini?" Dia menjawab, "Di depan pintunya." Maka beliau berkata, "Apabila kamu hendak mendatangi tempat usahamu, maka mulailah dengan (mendatangi) masjid, kemudian dirikanlah padanya shalat dua raka‘at atau empat, kemudian ucapkanlah olehmu:

    غَدَوْتُ بِحَوْلِ اللهِ وَقُوَّتِهِ, وَغَدَوْتُ بِلاَ بِحَوْلٍ مِنِّي وَ لاَ قُوَّةٍ, بَلْ بِحَوْلِكَ وَقُوَّتِكَ يَا رَبِّ. اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ أَلْتَمِسُ مِنْ فَضْلِكَ كَمَا أَمَرْتَنِي, فَيَسِّرْ لِي ذَالِكَ وَ أَنَا خَافِضٌ فِي عَافِيَتِكَ

Ghadautu bihaulillâhi wa quwwatih, ghadautu bilâ haulin minnî walâ quwwah, bal bihaulika wa quwwatika yâ rabb. Allâhumma innî ‘abduka altamisu min fadhlika kamâ amartanî, fayassir lî dzâlika wa anâ khâfidhun fî ‘âfiyatik.

Aku berangkat dengan daya Allah dan kekuataan-Nya, aku berangkat tanpa daya dan kekuatan dariku, tetapi dengan daya-Mu dan kekuatan-Mu wahai Tuhanku. Ya Allah, sesungguhnya aku hamba-Mu mencari (rezeki) dari karunia-Mu sebagaimana Engkau telah perintahkan aku, maka mudahkanlah bagiku yang demikian itu sementara aku dapat penghidupan yang mudah dalam afiat-Mu."

III. Istighfâr
Memperbanyak istighfâr kepada Allah juga akan menambah rezeki sebagaimana yang Dia firmankan (yang artinya), Maka aku berkata kepada mereka: Mohonlah ampunan kepada Tuhan kamu, sesungguhnya Dia adalah maha pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kamu dengan lebat. Dan membanyakkan harta dan anak-anak, dan menjadikan untukmu kebunkebun dan menjadikan bagimu sungai-sungai

Imam ‘Ali bin Abî Thâlib as berkata kepada Kumail, "Wahai Kumail, upapkanlah pada setiap kesulitan: Lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm , tentu dimudahkan bagimu, ucapkanlah pada setiap kenikmatan: Alhamdu lillâh , niscaya akan ditambah darinya, dan apabila rezeki telat atasmu, maka minta ampunlah kamu kepada Allah, niscaya diluaskan bagimu darinya." 

Jadi memperbanyak istighfâr itu akan memperbanyak rezeki, dan juga ada istighfâr khusus untuk meluaskan rezeki yang dibaca menjelang tidur, lihat pada bab minta maaf dan istighfâr .

IV. Doa-doa Rezeki
Banyak doa rezeki yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasûlullâh saw dan Ahlulbaitnya yang suci yang antara lain:

1. Doa Rezeki
يَا رَازِقَ الْمُقِلِّيْنَ, يَا رَاحِمَ الْمَسَاكِيْنِ, يَا وَلِيَّ الْمُؤْمِنِيْنَ, يَا ذَا الْقُوَّةِ الْمَتِيْنِ, صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَهْلِ بَيْتِهِ, وَارْزُقْنِي وَعَافِنِي وَاكْفِنِي مَا أَهَمَّنِي
Yâ râziqal muqillîn, yâ râhimal masâkîn, yâ waliyyal mu`minîn, yâ dzal quwwatil matîn, shalli ‘alâ muhammadin wa ahli baitih, warzuqnî wa ‘âfinî wakfinî mâ ahammanî.

Wahai pemberi rezeki bagi orang-orang yang disedikitkan rezekinya, wahai penyayang orang-orang yang miskin, wahai pemimpin kaum mu`minîn, wahai yang punya kekuatan yang kokoh, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan Ahlulbaitnya, berilah aku rezeki, berilah aku afiat, dan cukupkanlah aku dari apa yang menjadi kebutuhanku. 


2. Doa Rezeki
اللَّهُمَّ صُنْ وَجْهِي بِالْيَسَارِ, وَ لاَ تَبْتَذِلْ جَاهِي بِاْلإِقْتَارِ, فَأَسْتَرْزِقَ طَالِبِيْ رِزْقِكَ, وَأَسْتَعْطِفَ شِرَارَ خَلْقِكَ, فَأَبْتَلِيَ بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَانِي, وَأَفْتَتِنَّ بِذَمَّ مَنْ مَنَعَنِي, وَ أَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذَالِكَ كُلِّهِ وَلِيُّ اْلإِعْطَاءِ وَالْمَنْعِ, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Allâhumma shun wajhî bil yasâr, wa lâ tabtadzil jâhî bil iqtâr, fa astarziqa thâlibî rizqik, wa asta‘thifa syirâra khalqik, fa abtaliya bihamdi man a‘thânî, wa aftatinna bidzammi man mana‘anî, wa anta min warâ`i dzâlika (kullihi) waliyyul i‘thâ`i wal man‘, innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.

Ya Allah jagalah wajahku dengan kemudahan (rezeki), dan janganlah Engkau hinakan kemuliaanku dengan kesulitan (rezeki), sehingga aku mencari-cari rezeki kepada orang-orang yang justru mereka itu mencari rezeki dari-Mu, lalu aku mendapat petaka karena memuji orang yang telah memberiku, dan mendapat bencana karena mencela orang yang tidak memberiku, padahal di balik itu (semuanya) Engkaulah yang mengatur pemberian dan pencegahan, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.  


3. Doa Rezeki
اللَّهُمَّ كَمَا صُنْتَ وَجْهِي عَنِ السُّجُوْدِ لِغَيْرِكَ, فَصُنْ وَجْهِي عَنْ مَسْأَلَةِ غَيْرِكَ
Allâhumma kamâ shunta wajhî ‘anis sujûdi lighairik, fashun wajhî ‘an mas`alati ghairik.

Ya Allah sebagaimana Engkau telah menjaga wajahku dari sujud kepada selain-Mu, maka jagalah mukaku ini dari meminta-minta kepada selain-Mu.

4. Doa Rezeki
يَا خَيْرَ الْمَسْؤُوْلِيْنَ, وَيَا خَيْرَ الْمُعْطِيْنَ, اُرْزُقْنِي وَارْزُقْ عِيَالِي مِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ, فَإِنَّكَ ذُوْ الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ
Yâ khairal mas`ûlîn, wa yâ khairal mu‘thîn, urzuqnî warzuq ‘iyâlî min fadhlikal wâsi‘, fainnaka dzul fadhlil ‘azhîm.

Wahai yang paling baik dari mereka yang diminta, wahai yang paling baik dari mereka yang memberi, berilah aku rezeki dan berilah tanggunganku rezeki dari karunia-Mu karena sesungguhnya Engkau yang punya karunia yang besar.

5. Doa Rezeki
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ رِزْقًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ رِزْقِكَ
Allâhumma innî as`aluka rizqan wâsi‘an thayyiban min rizqik.

Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu rezeki yang luas lagi baik dari rezeki-Mu.


6. Doa Rezeki
يَا خَيْرَ مَدْعُوٍّ, وَيَا خَيْرَ مَسْؤُوْلٍ, وَيَا أَوْسَعَ مَنْ أَعْطَى, وَيَا خَيْرَ مُرْتَجًى, اُرْزُقْنِي وَأَوْسِعْ عَلَيَّ مِنْ رِزْقِكَ, وَسَبِّبْ لِي رِزْقًا مِنْ قِبَلِكَ, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
Yâ khaira mad‘uww, wa yâ khaira mas`ûl, wa yâ ausa‘a man a‘thâ, wa khaira murtajâ, urzuqnî wa ausi‘ ‘alayya min rizqik, wa sabbib lî rizqan min qibalik, innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.

Wahai sebaik-baik yang diseru, wahai sebaik-baik yang diminta, wahai yang paling luas dari siapa pun yang memberi, wahai sebaik-baik yang diharap, berilah aku rezeki dan luaskanlah bagiku dari rezeki-Mu, dan sebabkanlah rezeki untukku dari arah-Mu, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.

7. Doa Rezeki
اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ, وَإِنْ كَانَ فِي اْلأَرْضِ فَأَظْهِرْهُ, وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ, وَإِنْ كَانَ قَرِيْبًا فَأَعْطِنِيْهِ, وَإِنْ كَانَ قَدْ أَعْطَيْتَنِيْهِ فَبَارِكْ لِي فِيْهِ, وَجَنِّبْنِي عَلَيْهِ الْمَعَاصِيَ وَالرَّدَى
Allâhumma in kâna rizqî fis samâ`i fa anzilhu, wa in kâna fil ardhi fa azh-hirhu, wa in kâna ba‘îdan fa qarribhu, wa in kâna qarîban fa a‘thinîhi, wa in kâna qad a‘thaitanîhi fa bârik lî fîh, wa jannibnî ‘alaihil ma‘âshiya war radâ.

Ya Allah jika rezekiku masih tersimpan di langit, maka turunkanlah ia, jika ada di dalam bumi, maka tampakkanlah ia, jika masih jauh, maka dekatkanlah ia, jika telah dekat, maka berikanlah ia kepadaku, jika Engkau telah memberikannya kepadaku, maka berkahilah aku padanya dan jauhkanlah aku karenanya dari segala kemaksiatan dan kesesatan.


8. Doa Rezeki
Beliau mengajarkan bahwa siapa yang berdoa dengan doa berikut setiap hari sebanyak 400 kali selama dua bulan berturut-turut, niscaya Allah akan memberinya segudang ilmu atau segudang harta.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَانُ الرَّحِيْمُ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ, بَدِيْعُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ, مِنْ جَمِيْعِ جُرْمِي وَظُلْمِي وَإِسْرَافِي عَلَى نَفْسِي وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullâhal ladzî lâ ilâha illâ huwar rahmânur rahîmul hayyul qayyûm, badî‘us samâwâti wal ardh, min jamî‘i jurmî wa zhulmî wa isrâfî ‘alâ nafsî wa atûbu ilaih.

Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia yang maha pemurah lagi maha penyayang yang hidup yang mandiri, yang menciptakan dengan indah seluruh langit dan bumi, dari semua dosaku, kezalimanku dan berlebihanku atas diriku dan aku bertobat kepada-Nya. 


9. Doa Rezeki
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي مِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ الْحَلاَلِ الطَّيِّبِ, رِزْقًا وَاسِعًا حَلاَلاً طَيِّبًا بَلاَغًا للدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ, صَبًّا صَبًّا, هَنِيْئًا مَرِيْئًا, مِنْ غَيْرِ كَدٍّ وَ لاَ مَنٍّ مِنْ أَحَدِ خَلْقِكَ, إِلاَّ سَعَةً مِنْ فَضْلِكَ الْوَاسِعِ, فَإِنَّكَ قُلْتَ: وَاسْأَلُوا اللهَ مِنْ فَضْلِهِ. فَمِنْ فَضْلِكَ أَسْأَلُ, وَمِنْ عَطِيَّتِكَ أَسْأَلُ, وَمِنْ يَدِكَ الْمَلآءِ أَسْأَلُ 
Allâhummarzuqnî min fadhlikal wâsi‘il halâlith thayyib, rizqan wâsi‘an halâlan thayyiban balâghan lid dun-yâ wal ãkhirah, shabban shabban hanî`an marî`â, min ghairi kaddin wa lâ mannin min ahadi khalqik, illâ sa‘atan min fadhlikal wâsi‘, fainnaka qulta: Was`alullâha min fadhlih. Famin fadhlika as`al, wa min ‘athiyyatika as`al, wa min yadikal mal-ã`i as`al.

Ya Allah berilah aku rezeki dari karunia-Mu yang luas yang halal lagi baik, sebagai rezeki yang luas yang halal yang baik yang menutupi kebutuhan untuk dunia dan akhirat, yang tercurah lagi banyak yang menyenangkan yang mengenakkan dan yang dicari tanpa susah payah dan tanpa caci-maki dari salah satu makhluk-Mu, selain keluasan dari karunia-Mu yang maha luas, karena sesungguhnya Engkau telah berfirman, Dan mintalah kalian kepada Allah dari karunia-Nya. Maka dari karunia-Mu aku meminta, dari pemberian-Mu aku meminta, dan dari tangan-Mu yang penuh aku meminta. 


10. Doa Rezeki
اَللَّهُمَّ أَوْسِعْ عَلَيَّ فِي رِزْقِي, وَامْدُدْ لِي فِي عُمْرِي, وَاجْعَلْنِي مِمَّنْ يَنْتَصِرُ بِهِ لِدِيْنِكَ, وَ لاَ تَسْتَبْدِلْ بِي غَيْرِي
Allâhumma ausi‘ ‘alayya fî rizqî, wamdud lî fî ‘umrî, waj‘alnî mimman yantashiru bihi lidînik, walâ tastabdil bî ghairî.

Ya Allah luaskanlah bagiku dalam rezekiku, panjangkanlah usiaku untukku, jadikanlah aku di antara orang yang melakukan pembelaan terhadap ajaran-Mu, dan janganlah Engkau gantikan aku (dalam hal ini) dengan orang lain. 


11. Doa Rezeki
    اللَّهُمَّ إِنَّكَ تَكَفَّلْتَ بِرِزْقِي وَرِزْقِ كُلِّ دَابَّةٍ, يَا خَيْرَ مَدْعُوٍّ, وَيَا خَيْرَ مَنْ أَعْطَى, وَيَا خَيْرَ مَنْ سُئِلَ, وَيَا أَفْضَلَ مُرْتَجَى, اِِفْعَلْ بِي كَذَا وَكَذَا
Allâhumma innaka takaffalta birizqî wa rizqi kulli dãbbah, yâ khaira mad‘uww, wa yâ khaira man a‘thâ, wa yâ khaira man su`il, wa yâ afdhala murtajâ, if‘al bî kadzâ wa kadzâ.

Ya Allah sungguh Engkau telah menanggung rezekiku dan rezeki seluruh binatang, wahai sebaik-baik yang diseru, wahai sebaik-baik yang memberi, sebaik-baik yang diminta, wahai seutama-utama yang diharap, lakukanlah terhadapku begitu dan begini (mintalah rezeki yang diinginkan)


12. Doa Rezeki
يَا اَللهُ يَا اَللهُ يَا اَللهُ, أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مَنْ حَقُّهُ عَلَيْكَ عَظِيْمٌ, أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَأَنْ تَرزُقَنِيَ الْعَمَلَ بِمَا عَلَّمْتَنِي مِنْ مَعْرِفَةِ حَقِّكَ, وَأَنْ تَبْسُطَ عَلَيَّ مَا حَظَرْتَ مِنْ رِزْقِكَ
Yallâhu yallâhu yallâh, as`aluka bihaqqi man haqquhu ‘alaika ‘azhîm, an tushalliya ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wa an tarzuqaniyal ‘amala bimâ ‘allamtanî min ma‘rifati haqqik, wa an tabsutha ‘alayya mâ hazharta min rizqik.

Yâ Allâhu yâ Allâhu yâ Allâh, aku memohon kepada-Mu dengan hak orang yang haknya atas-Mu besar, Engkau curahkan shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan Engkau karuniakan kepadaku amal yang Engkau ajarkan kepadaku dari mengenal hak-Mu, dan Engkau ulurkan kepadaku dari rezeki-Mu yang Engkau tahan. 


13. Doa Rezeki
Hilqâm berkata: Aku datang kepada Abû Ibrâhîm as (Mûsâ Al-Kâzhim as), lalu saya berkata kepadanya: Kujadikan diriku sebagai tebusanmu, ajarkanlah kepadaku sebuah doa yang mencakup dunia dan akhirat, dan singkatkanlah (doa tersebut). Beliau berkata, "Ucapkanlah setelah fajar (shalat shubuh) sampai terbit matahari:

سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ, أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَسْأَلُهُ مِنْ فَضْلِهِ
Subhânallâhil ‘azhîmi wa bihamdih, astaghfirullâha wa as`aluhu min fadhlih.

Maha suci Allah yang maha agung dan dengan memuji-Nya, aku meminta ampun kepada Allah dan memohon kepada-Nya dari karunia-Nya."       


14. Doa Rezeki Banî Isrâ`îl
    اللَّهُمَّ إِلَيْكَ الْْتَجَأْنَا, وَعَلَى فَضْلِكَ اعْتَمَدْنَا, فَأَزِلْ فَقْرَنَا وَسُدَّ خَلَّتَنَا, بِجَاهِ مُحَمَّدٍ وَعَلِيٍّ وَفَاطِمَهَ وَالْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ وَالطَّيِّبِيْنَ مِنْ آلِهِمْ
Allâhumma ilaikaltaja`nâ, wa ‘alâ fadhlika‘tamadnâ, fa`azil faqranâ wa sudda khallatanâ, bijâhi muhammadin wa ‘aliyyin wa fâthimata wal hasani wal husaini wath thayyibîna min ãlihim.

Ya Allah kepada-Mu kami berlindung, dan atas karunia-Mu kami bersandar, maka hilangkanlah kemiskinan kami, dan tutuplah kekurangan kami, dengan keagungan Muhammad, ‘Ali, Fâthimah, Al-Hasan, Al-Husain dan orang-orang yang baik dari keluarga mereka.

   
15. Doa rezeki
    اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُسْنَ الْمَعِيْشَةِ مَعِيْشَةً أَتَقَوَّى بِهَا عَلَى جَمِيْعِ حَوَائِجِي, وَأَتَوَصَّلُ بِهَا فِي الْحَيَاةِ إِلَى آخِرَتِي, مِنْ غَيْرِ أَنْ تُتْرِفَنِي فِيْهَا فَأَطْغَى, أَوْ تُقَتِّرَ عَلَيَّ فَأَشْقَى, أَوْسِعْ عَلَيَّ مِنْ حَلاَلِ رِزْقِكَ, وَأَفْضِلْ عَلَيَّ مِنْ سَيْبِ فَضْلِكَ, نِعْمَةً مِنْكَ سَابِغَةً وَعَطَاءً غَيْرَ مَمْنُونٍ, ثُمَّ لاَ تَشْغَلْنِي عَنْ شُكْرِ نِعْمَتِكَ بِإِكْثَارٍ مِنْهَا تُلْهِيْنِي بَهْجَتُهُ, وَتُفْتِنِّي زَهَرَاتُ زَهْوَتِهِ, وَ لاَ بِإِقْلاَلٍ عَلَيَّ مِنْهَا يَقْصُرُ بِعَمَلِي كَدُّهُ, وَيَمْلأُ صَدْرِي هَمُّهُ, أَعْطِنِي ذَالِكَ يَا إِلَهِي غِنًى عَنْ شِرَارِ خَلْقِكَ, وَبَلاَغًا أَنَالُ بِهِ رِضْوَانَكَ, وَأَعُوذُ بِكَ يَا إِلََهِي مِنْ شَرِّ الدُّنْيَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا, لاَ تَجْعَلِ الدُّنِيَا عَلَيَّ سِجْنًا, وَ لاَ فِرَاقَهَا عَلَيَّ حُزْنًا, أَخْرِجْنِي مِنْ فِتْنَتِهَا مَرْضِيًّا عَنِّي, مَقْبُولاً فِيْهَا عَمَلِي إِلَى دَارِ الْحَيَوَانِ وَمَسَاكِنِ اْلأَخْيَارِ, وَأَبْدِلْنِي بِالدُّنِيَا الْفَانِيَةِ نَعِيْمَ الدَّارِ الْبَاقِيَةِ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَزْلِهَا وَزِلْزَالِهَا وَسَطَوَاتِ شَيَاطِيْنِهَا وَسَلاَطِيْنِهَا وَنَكَّالِهَا, وَمِنْ بَغْيِِ مَنْ بَغَى عَلَيَّ فِيْهَا. اللَّهُمَّ مَنْ كَادَنِي فَكِدْهُ, وَمَنْ أَرَادَنِي فَأَرِدْهُ, وَفُلَّ عَنِّي حَدَّ مَنْ نَصَبَ لِي حَدَّهُ, وَاطْفِ عَنِّي نَارَ مَنْ شَبَّ لِي وَقُودَهُ, وَاكْفِنِي مَكْرَ الْمَكَرَةِ, وَافْقَأْ عَنِّي عُيُونَ الْكَفَرَةِ, وَاكْفِنِي هَمَّ مَنْ أَدْخَلَ عَلَيَّ هَمَّهُ, وَادْفَعْ عَنِّي شَرَّ الْحَسَدَةِ, وَاعْصِمْنِي مِنْ ذَالِكَ بِالسَّكِيْنَةِ, وَأَلْبِسْنِي دِرْعَكَ الْحَصِيْنَةَ, وَاخْبَأْنِي فِي سِتْرِكَ الْوَاقِي, وَأَصْلِحْ لِي حَالِي, وَصَدِّقْ قَوْلِي بِفِعَالِي, وَبَارِكْ لِي فِي أَهْلِي وَمَالِي
Allâhumma innî as`aluka husnal ma‘îsyati ma‘îsyatan ataqawwâ bihâ ‘alâ jamî‘i hawâ`ijî, wa atanashshalu bihâ fil hayâti ilâ ãkhiratî, min ghairi an tutrifanî fîhâ fa`athghâ, au tuqattira ‘alayyâ fa`asyqâ, ausi‘ ‘alayya min halâli rizqik, wa afdhil ‘alayya min saibi fadhlik, ni‘matan minka sâbighatan wa ‘athâ`an ghaira mamnûn. Tsumma lâ tasyghalnî ‘an syukri ni‘matika bi`iktsâri minhâ tulhînî bahjatuh, wa tuftinnî zaharâtu zahwatih, walâ bi`iqlâlin ‘alayya minhâ yaqshuru bi‘amalî kadduh, wa yamla`u shadrî hammuh, a‘thinî dzâlika ghinan ‘an syirâri khalqik, wa balâghan anâlu bihi ridhwânak, wa a‘ûdzu bika yâ ilâhî min syarrid dun-yâ wa syarri mâ fîhâ, walâ taj‘alid dun-yâ ‘alayya sijnâ, walâ ‘alâ firâqihâ ‘alayya huznâ, akhrijnî min fitnatihâ mardhiyyan ‘annî, maqbûlan fîhâ ‘amalî ilâ dâril hayawâni wa masâkinil akhyâr, wa abdilnî bid dun-yâl fâniyati na‘îmad dâril bâqiyah. Allâhumma innî a‘ûdzu bika min azlihâ wa zilzâlihâ, wa shathawâti syayâthînihâ wa salâthînihâ wa nikkâlihâ, wa min baghyi man baghâ ‘alayya fîhâ. Allâhumma wa man kâdanî fakid-h, wa man arâdanî fa`aridh, wa fulla ‘annî hadda man nashaba lî haddah, wathfi ‘annî nâra man syabba lî waqûdah, wakfinî makral makarah, wafqa` ‘annî ‘uyûnal kafarah, wakfinî hamma man adkhala ‘alayya hammah, wadfa‘ ‘annî syarral hasadah, wa‘shimnî min dzâlika bis sakînah, wa albisnî dir‘akal hashînah, wakhba`nî fî sitrikal wâqî, wa ashlih lî hâlî, wa shaddiq qaulî bifi‘âlî, wa bârik lî fî ahlî wa mâlî.

Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu kebaikan dalam penghidupan dengan penghidupan yang dengannya aku menjadi kuat atas semua kebutuhanku, dan yang dengannya aku berkesinambungan dalam kehidupan ini sampai akhiratku, dengan tidak Engkau mewahkan aku hingga dengannya aku melewati batas, atau Engkau miskinkan aku hingga dengannya aku celaka, tetapi luaskanlah bagiku dari rezeki-Mu yang halal, dan karuniakanlah kepadaku pemberian karunia-Mu sebagai kenikmatan dari-Mu yang banyak, dan pemberian yang tidak terputus. Kemudian janganlah Engkau sibukkan aku dari mensyukuri kenikmatan dari-Mu dengan dibanyakkan dari kenikmatan itu yang kemewahannya melalaikanku, yang gemerlap keindahannya mencelakakanku, dan janganlah pula disempitkan atasku darinya yang susah-payahnya mengurangi amalku, dan kesedihannya menyesakkan dadaku, berilah aku dari rezeki itu wahai Tuhanku kecukupan dari (membutuhkan) orang-orang yang tidak baik dari makhluk-Mu, dan rezeki yang menyampaikan yang dengannya aku dapat menggapai keridhaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu wahai Tuhanku dari keburukan dunia dan keburukan yang ada padanya, dan janganlah Engkau menjadikan dunia atasku sebagai penjara, dan perpisahan dengannya menjadi kesedihan, keluarkanlah aku dari fitnahnya dengan diridhai lagi diterima amalku padanya hingga ke Dârul Hayawân (surga) dan tempat-tempat orang yang baik, dan gantikanlah dunia yang fana ini dengan kenikmatan negeri yang kekal. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesempitannya, keguncangannya, dari cambuk-cambuk para syaithân-nya, para penguasanya, para penjahatnya, dan dari kezaliman orang yang zalim kepadaku padanya. Ya Allah siapa yang berusaha merperdayaku, maka perdayakanlah dia, dan siapa yang menghendaki keburukan kepadaku maka tolaklah dia, tumpulkanlah ketajaman orang yang menggunakan ketajamannya kepadaku, padamkanlah api orang yang menyalakan bahan bakarnya bagiku, jagalah aku dari perbuatan makar orang-orang yang membuat makar, butakanlah mata-mata kaum yang kâfir terhadapku, jagalah aku dari kesedihan orang yang memasukkan kesedihannya kepadaku, tolaklah dariku kejahatan kaum yang dengki, dan lindungilah aku dari yang demikian itu dengan ketenangan, pakaikanlah kepadaku baju besi-Mu yang kuat, sembunyikanlah aku di dalam tirai-Mu yang melindungi, perbaikilah untukku keadaanku, benarkanlah ucapanku dengan perbuatanku, dan berkahikah aku dalam keluargaku dan hartaku.


Catatan
Kata mardhiyyan untuk perempuan disesuaikan menjadi mardhiyyatan .

16. Doa Jika Mendapat Harta
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ وَابْنُ عَبْدِكَ وَابْنُ أَمَتِكَ, وَفِي قَبْضَتِكَ نَاصِيَتِي بِيَدِكَ, تَحْكُمُ فِيمَا تَشَاءُ وَتَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ. اللَّهُمَّ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى حُسْنِ قَضَائِكَ وَبَلاَئِكَ. اَللَّهُمَّ هُوَ مَالُكَ وَرِزْقُكَ, وَ أَنَا عَبْدُكَ خَوَلْتَنِي حِيْنَ رَزَقْتَنِي. اللَّهُمَّ فَأَلْهِمْنِي شُكْرَكَ فِيْهِ, وَالصَّبْرَ عَلَيْهِ حِيْنَ أَصَبْتَ وَأَخَذْتَ. اللَّهُمَّ أَنْتَ أَعْطَيْتَ فَأَنْتَ أَصَبْتَ. اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنِي ثَوَابَهُ, وَ لاَ تَنْسَنِي مِنْ خَلْفِهِ فِي دُنْيَايَ وَآخِرَتِي, إِنَّكَ عَلَى ذَالِكَ قَادِرٌ. اللَّهُمَّ أَنَا لَكَ وَبِكَ وَإِلَيْكَ وَمِنْكَ, لاَ أَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَ لاَ نَفْعًا
Allâhumma innî ‘abduka wabnu ‘abdika wabnu amatika (jika perempuan: `amatuka wa bintu ‘abdika wa bintu `amatika) wa fî qabdhatika nâshiyatî biyadik, tahkumu fî mâ tasyâ`u wa taf‘alu mâ turîd. Allâhumma falakal hamdu ‘alâ husni qadhâika wa balâik. Allâhumma huwa mâluka wa rizquk, wa anâ ‘abduka (jika perempuan: amatuka) khawaltanî hîna razaqtanî. Allâhumma fa alhimnî syukraka fîh, wash shabra ‘alaihi hîna ashabta wa akhadzt. Allâhumma anta a‘thaita fa anta ashabt. Allâhumma lâ tahrimnî tsawâbah, walâ tansanî min khalfihi fî dun-yâya wa ãkhiratî, innaka ‘alâ dzâlika qâdir. Allâhumma anâ laka wa bika wa ilaika wa mink, lâ amliku linafsihi dharran wa lâ naf‘â.

Ya Allah aku adalah hamba-Mu, anak hamba lelaki-Mu dan anak hamba perempuan-Mu dan berada dalam genggaman-Mu ubun-ubunku di tangan-Mu, Engkau menghukum menurut yang Engkau kehendaki dan Engkau berbuat menurut yang Engkau inginkan. Ya Allah, bagi-Mu segala puji atas baiknya keputusan-Mu dan cobaan-Mu. Ya Allah ia adalah harta-Mu dan rezeki-Mu sedangkan aku adalah hamba-Mu, Engkau telah memberikan kepadaku ketika Engkau karuniakan kepadaku. Ya Allah ilhamkanlah kepadaku untuk bersyukur kepada-Mu padanya, dan bersabar atasnya ketika Engkau memusnahkan dan mengambilnya kembali. Ya Allah janganlah Engkau haramkan aku untuk mendapatkan pahalanya, dan janganlah Engkau lupakan aku setelahnya di dunia dan akhirat, sungguh Engkau berkuasa atas yang demikian itu. Ya Allah aku kepunyaan-Mu, dengan-Mu, kepada-Mu dan dari-Mu, aku tidak memiliki bahaya untuk diriku dan tidak pula manfaat.


Catatan
Bagi perempuan disesuaikan, maka kalimat linafsihi menjadi linafsihâ .

Tue, 18 Mar 2014 @21:48


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved