Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Ulil Amri itu Siapa?

ÛLIL AMRI (ÛLUL AMR)
(Orang-orang yang Punya Hak Memerintah Ummat Manusia Sedunia)


يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا أَطِيْعُوا اللهَ وَ أَطِيْعُوا الرَّسُولَ وَ أُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ
Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada Rasûl dan Ulil Amr dari kamu.

Ûlil Amri atau Ûlul Amr adalah orang-orang yang telah difardhukan atas kita untuk mentaati mereka, taat kepada mereka itu mutlak adanya, dan apabila ada persoalan diperselisihkan, maka segeralah dikembalikan kepada mereka. Ûlil Amri adalah 12 khalîfah Nabi saw. Mereka itu: 1. ‘Ali bin Abî Thâlib, 2. Al-Hasan bin ‘Ali, 3. Al-Husain bin ‘Ali, 4. ‘Ali bin Al-Husain, 5. Muhammad bin ‘Ali, 6. Ja‘far bin Muhammad, 7. Mûsâ bin Ja‘far, 8. ‘Ali bin Mûsâ, 9. Muhammad bin ‘Ali, 10. ‘Ali bin Muhammad, 11. Al-Hasan bin ‘Ali dan 12. Al-Hujjah bin Al-Hasan.

عَنْ جَابِرِ بْنِ يَزِيْدٍ الْجُعْفِيِّ قَالَ : سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ الأَنْصَارِيَّ يَقُولُ : لَمَّا نَزَلَتْ : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَ أَطِيعُوا الرَّسُولَ وَ أُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ قَدْ عَرَفْنَا اللهَ وَ رَسُولَهُ فَمَنْ أُولِي الأَمْرِ الَّذِيْنَ قَرَنَ اللهَ طَاعَتَهُمْ بِطَاعَتِكَ ؟ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ : هُمْ خُلَفَائِي يَا جَابِرُ وَ أَئِمَّةُ الْمُسْلِمِينَ بَعْدِي, أَوَّلُهُمْ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ ثُمَّ الْحَسَنُ ثُمَّ الْحُسَيْنُ ثُمَّ عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ ثُمَّ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ الْمَعْرُوفُ فِي التَّوْرَاةِ بِالبَاقِرِ, وَ سَتُدْرِكُهُ يَا جَابِرُ, فَإِذَا لَقِيْتَهُ فَأَقْرِئْهُ مِنِّيَ السَّلاَمَ, ثُمَّ الصَّادِقُ جَعْفَرُ بْنُ مُحَمَّدٍ ثُمَّ مُوسَى بْنُ جَعْفَرٍ ثُمَّ عَلِيُّ بْنُ مُوسَى ثُمَّ مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ ثُمَّ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ ثُمَّ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ ثُمَّ سَمِيِّي وَ كَنِيِّي حُجَّةُ اللهِ فِي أَرْضِهِ وَ بَقِيَّتُهُ فِي عِبَادِهِ ابْنُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ, ذَاكَ الَّذِي يَفْتَحُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ ذِكْرُهُ عَلَى يَدَيْهِ مَشَارِقَ الأَرْضِ وَ مَغَارِبَهَا, وَ ذَلِكَ الَّذِي يَغِيْبُ عَنْ شِيْعَتِهِ وَ أَوْلِيَائِهِ غَيْبَةً لاَ يَثْبُتُ فِيهَا عَلَى القَوْلِ بِإِمَامَتِهِ إِلاَّ مَنِ امْتَحَنَ اللهُ قَلْبَهُ لِلْإِيْمَانِ. قَالَ جَابِرٌ : فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ فَهَلْ يَقَعُ لِشِيْعَتِهِ الإِنْتِفَاعُ بِهِ فِي غَيْبَتِهِ ؟ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ وَ سَلَّمَ : إِيْ وَ الَّذِي بَعَثَنِي بِالنُّبُوَّةِ إِنَّهُمْ لَيَسْتَضِيْئُونَ بِنُورِهِ وَ يَنْتَفِعُونَ بِوِلاَيَتِهِ فِي غَيْبَتِهِ كَانْتِفَاعِ النَّاسِ بِالشَّمْسِ وَ إِنْ تُجَلِّلْهَا السَّحَابُ, يَا جَابِرُ هَذَا مَكْنُونُ سِرِّ اللهِ وَ مَخْزُونُ عِلْمِ اللهِ فَاكْتُمْهُ إِلاَّ عَنْ أَهْلِهِ
Dari Jâbir bin Yazîd Al-Ju‘fi berkata: Saya telah mendengar Jâbir bin ‘Abdullâh mengatakan: Tatkala turun ayat, Yâ ayyuhal ladzîna ãmanû athî‘ullâha wa athî‘ur rasûla wa ûlil amri minkum . Saya bertanya, "Wahai Rasulullah, kami telah mengenal Allah dan Rasûl-Nya, maka siapakah ûlil amri yang Allah sertakan mentaati mereka dengan mentaatimu?” Maka beliau saw berkata, “Mereka itu para khalîfahku wahai Jâbir dan para imam kaum muslimîn setelahku; yang pertamanya ‘Ali bin Abî Thâlib, kemudian Al-Hasan, kemudian Al-Husain, kemudian ‘Ali bin Al-Husain, kemudian Muhammad bin ‘Ali yang dikenal dalam Al-Taurâh dengan Al-Bâqir, dan kamu akan berjumpa dengannya wahai Jâbir, jika kamu bertemu dengannya, sampaikanlah salâm dariku, kemudian Al-Shâdiq Ja‘far bin Muhammad, kemudian Mûsâ bin Ja‘far, kemudian ‘Ali bin Mûsâ, kemudian Muhammad bin ‘Ali, kemudian ‘Ali bin Muhammad, kemudian Al-Hasan bin ‘Ali, kemudian yang sama namanya dan nama kunyah-nya denganku, Hujjah (bukti kebenaran) Allah di bumi-Nya dan sisa-Nya (baqiyyatuh) pada hamba-hamba-Nya putra Al-Hasan bin ‘Ali, dia itu yang akan mengalami keghaiban dari para pengikutnya dan para pembelanya yang (banyak orang) tidak teguh pada masa keghaibannya dengan imâmahnya kecuali orang-orang yang Allah telah menguji hatinya untuk keimanan.” Jâbir berkata, “Wahai Rasûlullâh, apakah akan ada manfaatnya bagi para pengikutnya pada masa keghaibannya itu?” Beliau saw berkata, “Ya, demi Tuhan yang telah mengutusku dengan kenabian, sungguh mereka akan mendapatkan sinar dengan cahayanya, dan mendapatkan manfaat dengan wilâyah -nya pada masa keghaibannya seperti halnya orang-orang yang mendapat manfaat dengan matahari walaupun ia tertutup awan. Wahai Jâbir, ini rahasia Allah yang tertutup dan ilmu Allah yang tersembunyi, maka sembunyikanlah kecuali kepada ahlinya (orang yang akalnya berfungsi dan hatinya terbuka untuk kebenaran).” 

Thu, 13 Mar 2014 @14:39


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2019 Abu Zahra · All Rights Reserved