Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Keluarga Muslim [31]

'AQÎQAH DAN KHITAN

'Aqîqah adalah memotong hewan tertentu yang dikaitkan dengan kelahiran anak. 'Aqîqah itu hukumnya wajib yang sifatnya muwassa' (luas) dan waktunya penyembelihannya yang paling utama adalah pada hari ketujuh setelah anak itu dilahirkan, tetapi jika pada hari ketujuh berhalangan atau karena belum ada dananya, maka 'aqiqah bisa dilakukan kapan saja.

Dalil-dalil tentang 'Aqîqah
عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي حَمْزَةَ عَنِ الْعَبْدِ الصَّالِحِ ع قَالَ الْعَقِيقَةُ وَاجِبَةٌ إِذَا وُلِدَ لِلرَّجُلِ وَلَدٌ فَإِنْ أَحَبَّ أَنْ يُسَمِّيَهُ مِنْ يَوْمِهِ فَعَلَ
    Dari 'Ali bin Abî Hamzah dari Hamba yang saleh as berkata, "'Aqîqah itu wajib apabila dilahirkan anak bagi seseorang, maka jika dia suka untuk manamainya pada harinya, dia bisa lakukan." 
 
عَنْ أَبِي خَدِيجَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ كُلُّ مَوْلُودٍ مُرْتَهَنٌ بِالْعَقِيقَةِ
    Dari Abû Khadîjah dari Abu 'Abdillah as berkata, "Setiap anak yang dilahirkan tergadai dengan 'aqîqah." 
 
     عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ يَزِيدَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع إِنِّي وَ اللَّهِ مَا أَدْرِي كَانَ أَبِي عَقَّ عَنِّي أَمْ لَا قَالَ فَأَمَرَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع فَعَقَقْتُ عَنْ نَفْسِي وَ أَنَا شَيْخٌ وَ قَالَ عُمَرُ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ كُلُّ امْرِئٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ وَ الْعَقِيقَةُ أَوْجَبُ مِنَ الْأُضْحِيَّةِ
    Dari 'Abdullah bin Sinân dari 'Umar bin Yazîd berkata: Saya berkata kepada Abu 'Abdillah as, "Sesungguhnya saya demi Allah tidak tahu, apakah ayahku telah ber-'aqîqah atas namaku ataukah tidak, maka Abu 'Abdillah menyuruhku, alalu aku 'aqîqah atas nama diriku sedang aku telah tua." Dan 'Umar berkata: Saya telah mendengar Abu 'Abdillah as mengatakan, "Setiap orang tergadai dengan 'aqîqah-nya, dan 'aqîqah itu lebih wajib dari udhhiyyah (hewan kurban yang dipotong pada sepuluh Dzul Hijjah)." 
 
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الْعَقِيقَةِ أَ وَاجِبَةٌ هِيَ قَالَ نَعَمْ وَاجِبَةٌ
Dari Abu Bashîr dari Abu 'Abdillah as dia berkata: Saya bertanya kepadanya tentang 'aqîqah, apakah ia itu wajib? Beliau berkata, "Ya, wajib." 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرٍ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فَجَاءَهُ رَسُولُ عَمِّهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَلِيٍّ فَقَالَ لَهُ يَقُولُ لَكَ عَمُّكَ إِنَّا طَلَبْنَا الْعَقِيقَةَ فَلَمْ نَجِدْهَا فَمَا تَرَى نَتَصَدَّقُ بِثَمَنِهَا فَقَالَ لاَ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِطْعَامَ الطَّعَامِ وَ إِرَاقَةَ الدِّمَاءِ
Dari 'Abdullah bin Bukair berkata: Adalah saya di sisi Abu 'Abdillah as, lalu datanglah kepadanya utusan pamannya 'Abdullah bin 'Ali, lalu dia berkata kepadanya, "Pamanmu berkata padamu, 'Sesungguhnya kami telah mencari hewan 'aqîqah, namun kami tidak mendapatkannya, maka bagaimana kalau kami sedekahkan saja harganya?'" Maka beliau berkata, "Jangan, sesungguhnya Allah menyukai pemberian makan dan penumpahan darah." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ وُلِدَ لِأَبِي جَعْفَرٍ ع غُلَامَانِ جَمِيعًا فَأَمَرَ زَيْدَ بْنَ عَلِيٍّ أَنْ يَشْتَرِيَ لَهُ جَزُورَيْنِ لِلْعَقِيقَةِ وَ كَانَ زَمَنُ غَلَاءٍ فَاشْتَرَى لَهُ وَاحِدَةً وَ عَسُرَتْ عَلَيْهِ الأُخْرَى فَقَالَ لِأَبِي جَعْفَرٍ ع قَدْ عَسُرَتْ عَلَيَّ الْأُخْرَى فَتَصَدَّقْ بِثَمَنِهَا فَقَالَ لاَ اطْلُبْهَا حَتَّى تَقْدِرَ عَلَيْهَا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَ جَلَّ يُحِبُّ إِهْرَاقَ الدِّمَاءِ وَ إِطْعَامَ الطَّعَامِ
Dari Muhammad bin Muslim berkata: Telah dilahirkan dua anak laki-laki semuanya bagi Abu Ja'far as, lalu beliau menyuruh Zaid bin 'Ali untuk membelikan baginya dua ekor domba untuk 'aqîqah, dan adalah ketika itu zaman sulit, maka dia membelikannya satu dan satu lagi susah didapat, kemudian dia berkata kepada Abu Ja'far as, "Sungguh susah didapat yang satunya lagi, maka sedekahkan saja dengan harganya." Maka beliau berkata, "Jangan, carilah ia sampai kamu memndapatkannya, sebab Allah 'azza wa jalla menyukai penumpahan darah dan pemberian makanan." 

'Aqîqah Laki-laki dan Perempuan Sama
عَنْ مَنْصُورِ بْنِ حَازِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الْعَقِيقَةُ فِي الْغُلَامِ وَ الْجَارِيَةِ سَوَاءٌ
Dari manshûr bin Hâzim dari Abu 'Abdillah as berkata, "'Aqîqah pada anak laki-laki dan anak perempuan sama." 
 
عَنِ ابْنِ مُسْكَانَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الْعَقِيقَةِ فَقَالَ عَقِيقَةُ الْغُلَامِ وَ الْجَارِيَةِ كَبْشٌ كَبْشٌ
Dari Ibnu Muskân dari Abu 'Abdillah as dia berkata: Saya telah bertanya kepadanya tentang 'aqîqah, maka beliau berkata, "'Aqîqah anak laki-laki dan anak perempuan satu ekor domba satu ekor domba." 
 
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ عَقِيقَةُ الْغُلَامِ وَ الْجَارِيَةِ كَبْشٌ
Dari Abu Bashîr dari Abu 'Abdillah as berkata, "'Aqîqah anak laki-laki dan anak perempuan itu satu ekor domba." 

'Aqîqah tidak wajib bagi orang yang tidak mampu
عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَمَّارٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا الْحَسَنِ ع عَنِ الْعَقِيقَةِ عَلَى الْمُوسِرِ وَ الْمُعْسِرِ فَقَالَ لَيْسَ عَلَى مَنْ لَا يَجِدُ شَيْ‏ءٌ
Dari Ishâq bin 'Ammâr berkata: Saya telah bertanya kepada Abu Al-Hasan as mengenai 'aqîqah apakah wajib atas orang yang kaya dan miskin, maka beliau berkata, "Tidak suatu atas orang yang tidak mendapatkan." 

Hari ketujuh di-'aqîqah-kan, dicukur kepalanya dan diberi nama yang baik
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ عُقَّ عَنْهُ وَ احْلِقْ رَأْسَهُ يَوْمَ السَّابِعِ وَ تَصَدَّقْ بِوَزْنِ شَعْرِهِ فِضَّةً وَ اقْطَعِ الْعَقِيقَةَ جَذَاوِيَ وَ اطْبُخْهَا وَ ادْعُ عَلَيْهَا رَهْطاً مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Dari 'Abdullah bin Sinân dari Abu 'Abdillah as berkata, "Di-'aqîqah-kan darinya, dicukur rambutnya pada hari ketujuh dan sedekahkanlah perak dengan setimbang rambutnya, potonglah 'aqîqah jadâwiya dan pasaklah ia dan undanglah kepadanya sekelompok kaum muslim." 
 
عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَمَّارٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قُلْتُ لَهُ بِأَيِّ ذَلِكَ نَبْدَأُ قَالَ تَحْلِقُ رَأْسَهُ وَ تَعُقُّ عَنْهُ وَ تَصَدَّقُ بِوَزْنِ شَعْرِهِ فِضَّةً وَ يَكُونُ ذَلِكَ فِي مَكَانٍ وَاحِدٍ
Dari Ishâq bin 'Ammâr dari Abu 'Abdillah as dia berkata: Saya telah berkata kepadanya, "Dengan apa hal itu kami mulai?" Beliau berkata, "Kamu cukur rambutnya, kamu potong hewan 'aqîqah darinya, kamu sedekahkan perak dengan setimbang rambutnya dan hal itu dilakukan dalam satu tempat." 
 
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الْعَقِيقَةِ أَ وَاجِبَةٌ هِيَ قَالَ نَعَمْ يُعَقُّ عَنْهُ وَ يُحْلَقُ رَأْسُهُ وَ هُوَ ابْنُ سَبْعَةٍ وَ يُوزَنُ شَعْرُهُ فِضَّةً أَوْ ذَهَباً يُتَصَدَّقُ بِهِ وَ تُطْعَمُ الْقَابِلَةُ رُبُعَ الشَّاةِ وَ الْعَقِيقَةُ شَاةٌ أَوْ بَدَنَةٌ.
Dari Abu Bashîr dari Abu 'Abdillah dia berkata, "Saya telah bertanya kepadanya tentang 'aqîqah, wajibkah ia?" Beliau berkata, "Ya, di-'aqîqah-kan atas namanya, dicukur rambutnya dan dia usia tujuh hari, ditimbang rambutnya dengan perak atau mas yang disedekahkan dengannya, diberi makan perempuan yang menangani kelahirannya seperempat dari kambing, dan 'aqîqah itu seekor kambing atau unta." 
 
عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع أَنَّهُ قَالَ إِذَا كَانَ يَوْمُ السَّابِعِ وَ قَدْ وُلِدَ لِأَحَدِكُمْ غُلَامٌ أَوْ جَارِيَةٌ فَلْيَعُقَّ عَنْهُ كَبْشاً عَنِ الذَّكَرِ ذَكَراً وَ عَنِ الْأُنْثَى مِثْلَ ذَلِكَ عُقُّوا عَنْهُ وَ أَطْعِمُوا الْقَابِلَةَ مِنَ الْعَقِيقَةِ وَ سَمُّوهُ يَوْمَ السَّابِعِ
Dari Abu Ja'far as bahwa beliau berkata, "Apabila pada hari ketujuh dan telah dilahirkan bagi seseorang dari kamu anak laki-laki atau anak perempuan, maka hendaklah di-'aqîqah-kan atas namanya seekor domba; atas nama anak laki-laki domba jantan dan anas nama anak perempuan juga semisal itu, 'aqîqah-kanlah darinya, berimakanlah bidan yang menanganinya dari 'aqîqah dan namailah dia pada hari ketujuh itu." 
 
عَنْ حَفْصٍ الْكُنَاسِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الْمَوْلُودُ إِذَا وُلِدَ عُقَّ عَنْهُ وَ حُلِقَ رَأْسُهُ وَ تُصُدِّقَ بِوَزْنِ شَعْرِهِ وَرِقاً وَ أُهْدِيَ إِلَى الْقَابِلَةِ الرِّجْلُ وَ الْوَرِكُ وَ يُدْعَى نَفَرٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَيَأْكُلُونَ وَ يَدْعُونَ لِلْغُلَامِ وَ يُسَمَّى يَوْمَ السَّابِعِ
Dari Hafsh Al-Kunâsi dari Abu 'Abdillah as berkata, "Anak yang dilahirkan itu di-'aqîqah-kan atas namanya, dicukur rambutnya, disedekahkan dengan setimbang rambutnya perak, dihadiahkan kepada qâbilah (bidan atau dukun beranak) kaki dan warak (satu kaki kelakang dari paha atas sampai paha bawah), diundang sekelompok orang-orang muslim, lalu mereka makan dan berdoa untuk anak dan dinamai pada hari ketujuh." 
 

عَنْ أَبِي الصَّبَّاحِ الْكِنَانِيِّ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنِ الصَّبِيِّ الْمَوْلُودِ مَتَى يُذْبَحُ عَنْهُ وَ يُحْلَقُ رَأْسُهُ وَ يُتَصَدَّقُ بِوَزْنِ شَعْرِهِ وَ يُسَمَّى قَالَ كُلُّ ذَلِكَ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ.
Dari Abu Al-Shabâh Al-Kinâni berkata, "Saya bertanya kepada Abu 'Abdillah as tentang anak yang dilahirkan, kapankah disembelihkan atas namanya, dicukur rambutnya dan disedekahkan dengan setimbang rambutnya dan diberi nama?" Dia berkata, "Semuanya itu dilaksanakan pada hari ketujuh." 
 
عَنْ عَمَّارِ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنِ الْعَقِيقَةِ عَنِ الْمَوْلُودِ كَيْفَ هِيَ قَالَ إِذَا أَتَى لِلْمَوْلُودِ سَبْعَةُ أَيَّامٍ يُسَمَّى بِالِاسْمِ الَّذِي سَمَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ بِهِ ثُمَّ يُحْلَقُ رَأْسُهُ وَ يُتَصَدَّقُ بِوَزْنِ شَعْرِهِ ذَهَباً أَوْ فِضَّةً وَ يُذْبَحُ عَنْهُ كَبْشٌ وَ إِنْ لَمْ يُوجَدْ كَبْشٌ أَجْزَأَهُ مَا يُجْزِئُ فِي الْأُضْحِيَّةِ وَ إِلَّا فَحَمَلٌ أَعْظَمُ مَا يَكُونُ مِنْ حُمْلَانِ السَّنَةِ وَ يُعْطَى الْقَابِلَةَ رُبُعُهَا وَ إِنْ لَمْ تَكُنْ قَابِلَةٌ فَلِأُمِّهِ تُعْطِيهَا مَنْ شَاءَتْ وَ تُطْعِمُ مِنْهُ عَشَرَةً مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَإِنْ زَادُوا فَهُوَ أَفْضَلُ وَ تَأْكُلُ مِنْهُ وَ الْعَقِيقَةُ لَازِمَةٌ إِنْ كَانَ غَنِيّاً أَوْ فَقِيراً إِذَا أَيْسَرَ وَ إِنْ لَمْ يَعُقَّ عَنْهُ حَتَّى ضَحَّى عَنْهُ فَقَدْ أَجْزَأَتْهُ الْأُضْحِيَّةُ وَ قَالَ إِنْ كَانَتِ الْقَابِلَةُ يَهُودِيَّةً لَا تَأْكُلُ مِنْ ذَبِيحَةِ الْمُسْلِمِينَ أُعْطِيَتْ قِيمَةَ رُبُعِ الْكَبْشِ
Dari 'Ammâr bin Mûsâ dari Abu 'Abdillah as dia berkata, "Saya bertanya kepadanya tentang 'aqîqah atas nama anak yang dilahirkan, bagaimanakah caranya?" Beliau berkata, "Apabila anak sudah berusia tujuh hari, berilah nama yang Allah 'azza wa jalla namai dengannya (nama yang baik sebagaimana yang diperintahkan Nabi saw), kemudian dicukur rambutnya dan disedekahkan dengan seberat rambutnya itu mas atau perak, dan disembelihkan seekor domba atas namanya, kalau tidak mendapatkan kibas, memadai baginya dengan hewan yang dipandang cukup dalam hewan qurbân atau anak kibas yang besar yang telah berumur satu tahun, dan berikan kepada qâbilah seperempatnya, dan jika qâbilah itu tidak ada, maka kasihkan kepada ibunya untuk dia berikan kepada orang yang dikehendakinya, dan diberi makan darinya (minimalnya) sepuluh orang Islam, dan jika lebih, itu lebih utama dan kamu makan darinya, dan 'aqîqah itu mesti jika dia kaya, atau orang yang miskin jika telah diluaskan rezekinya, dan jika orang itu tidak melakukan 'aqîqah atas namanya hingga dia memotong udhhiyyah (melakukan qurbân), maka hal itu telah memadai baginya (dimasukkan kepada 'aqîqah tidak kepada qurbân)." Dan beliau berkata, "Jika qâbilah itu wanita yahudi, dia tidak boleh makan dari sembelihan kaum muslimin, sebagai gantinya dia diberi uang seharga seperempat kibasy." 
 
عَنِ الْكَاهِلِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الْعَقِيقَةُ يَوْمَ السَّابِعِ وَ يُعْطَى الْقَابِلَةَ الرِّجْلُ مَعَ الْوَرِكِ وَ لَا يُكْسَرُ الْعَظْمُ
Dari Al-Kâhili dari Abu 'Abdillah as berkata, "'Aqîqah itu pada hari ketujuh, dan qâbilah diberi kaki dan paha atas dan tulang tidak dipecahkan." 

Doa ketika akan Memotong Hewan 'Aqîqah
Di bawah ini ada beberapa doa ketika hendak memotong hewan 'aqîqah, dan kita bisa memilihnya salah satunya.
 
1- بِسْمِ اللَّهِ وَ بِاللَّهِ اللَّهُمَّ عَقِيقَةٌ عَنْ فُلَانٍ لَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَ دَمُهَا بِدَمِهِ وَ عَظْمُهَا بِعَظْمِهِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ وِقَاءً لآِلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ
Bismillâhi wa billâh, allâhumma 'aqîqatun 'an Fulân, lahmuhâ bilahmihi wa damuhâ bidamihi wa 'azhmuhâ bi'azhmih. Allâhummaj'alhu wiqâ`an liãli muhammadin shallallâhu 'alaihi wa ãlih.

Dengan nama Allah dan dengan Allah, ya Allah ini 'aqîqah dari (sebut namanya), dagingnya (hewan aqîqah) dengan dagingnya (yang di-'aqîqah-kan), darahnya dengan darahnya dan tulangnya dengan tulangnya. Ya Allah jadikanlah dia mengikuti keluarga Muhammad saw.
 

2- بِسْمِ اللَّهِ وَ بِاللَّهِ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ إِيمَاناً بِاللَّهِ وَ ثَنَاءً عَلَى رَسُولِ اللَّهِ ص وَ الْعِصْمَةَ لِأَمْرِهِ وَ الشُّكْرَ لِرِزْقِهِ وَ الْمَعْرِفَةَ بِفَضْلِهِ عَلَيْنَا أَهْلَ الْبَيْتِ فَإِنْ كَانَ ذَكَراً فَقُلِ اللَّهُمَّ إِنَّكَ وَهَبْتَ لَنَا ذَكَراً وَ أَنْتَ أَعْلَمُ بِمَا وَهَبْتَ وَ مِنْكَ مَا أَعْطَيْتَ وَ كُلُّ مَا صَنَعْنَا فَتَقَبَّلْهُ مِنَّا عَلَى سُنَّتِكَ وَ سُنَّةِ نَبِيِّكَ وَ رَسُولِكَ ص وَ اخْسَأْ عَنَّا الشَّيْطَانَ الرَّجِيمَ لَكَ سُفِكَتِ الدِّمَاءُ لَا شَرِيكَ لَكَ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Bismillâhi wa billâhi wal hamdu lillâhi wallâhu akbar,  îmânan billâhi wa tsanâ`an 'alâ rasûlillâhi shallallâhu 'alaihi wa ãlih, wal 'ishmata li`amrih, wasy syukra lirizqih, wal ma'rifata bifadhlihi 'alainâ ahlalbait.
Jika anak laki-laki, maka ucapkan: Allâhumma innaka wahabta lanâ dzakaran wa anta a'lamu bimâ wahabt, wa minka mâ a'thaita wa kullu mâ shana'nâ, fataqabbalhu minnâ 'alâ sunnatika wa sunnati nabiyyika wa rasûlika shallallâhu 'alaihi wa alih, wakhsa` 'annâsy syaithânar rajîm, laka sufikatid dimâ`u lâ syarîka laka wal hamdu lillâhi rabbil 'âlamîn.
Dengan nama Allah dan dengan Allah dan segala puji bagi Allah dan Allah maha besar, karena iman kepada Allah dan sanjungan atas Rasûlullâh saw, dan berserahdiri kepada perintah-Nya, bersyukur bagi rezeki-Nya dan mengenal karunia-Nya atas kami yakni Ahlulbait.
Jika anak laki-laki, maka ucapkan: Ya Allah sesungguhnya Engkau telah memberi kami anak laki-laki dan Engkau lebih tahu dengan apa yang Engkau berikan. Dan dari-Mu apa yang telah Engkau berikan dan semua apa yang telah kami perbuat, maka terimalah ia dari kami di atas sunnah-Mu dan sunnah Nabi-Mu dan Rasul-Mu saw, dan usirlah dari kami Syaithân yang dirajam, karena-Mu ditumpahkan darah tidak ada sekutu bagi-Mu dan segala puji bagi Allah pemilik alam semesta. 

3- يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِي‏ءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَ الْأَرْضَ حَنِيفاً مُسْلِماً وَ مَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَ نُسُكِي وَ مَحْيَايَ وَ مَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَ بِذَلِكَ أُمِرْتُ وَ أَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ لَكَ بِسْمِ اللَّهِ وَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ تَقَبَّلْ مِنْ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ وَ تُسَمِّي الْمَوْلُودَ بِاسْمِهِ ثُمَّ تَذْبَحُ
Yâ qaumi innî barî`un mimmâ tusyrikûn, innî wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wak ardha hanîfan musliman wa mâ anâ minal musyrikîn, inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâti lillâhi rabbi 'âlamîn, lâ syarîka lahu wa bidzâlika umirtu wa anâ minal muslimîn. Allâhumma minka wa lak, bismillâhi wallâhu akbar, allâhumma shalli 'alâ muhammadin wa ãli muhammadin wa taqabbal min Fulân bin Fulân
(sebutkan nama yang di-'aqîqah-kannya
), kemudian kamu sembelih (hewan 'aqîqah-nya)
Wahai kaumku sesungguhnya aku berlepasdiri dari apa-apa yang kalian sekutukan, sesungguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus dengan berserahdiri dan aku bukanlah dari kalangan orang-orang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku yang lain, hidupku dan matiku bagi Allah pemilik alam semesta, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan yang demikian itu aku diperintah dan aku dari kalangan orang-orang yang berserahdiri. Ya Allah dari-Mu dan kepunyaan-Mu, dengan nama Allah dan Allah maha besar, ya Allah curahkanlah shalawât bagi Muhammad dan keluarga Muhammad dan terimalah dari Fulân bin Fulân (sebutkan namanya)
 
4- اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ لَكَ مَا وَهَبْتَ وَ أَنْتَ أَعْطَيْتَ اللَّهُمَّ فَتَقَبَّلْ مِنَّا عَلَى سُنَّةِ نَبِيِّكَ ص وَ نَسْتَعِيذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ وَ تُسَمِّي وَ تَذْبَحُ وَ تَقُولُ لَكَ سُفِكَتِ الدِّمَاءُ لَا شَرِيكَ لَكَ وَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ اللَّهُمَّ اخْسَأِ الشَّيْطَانَ الرَّجِيمَ
Allâhumma minka wa laka mâ wahabta wa anta a'thait, allâhumma fataqabbal minnâ 'alâ sunnati nabiyyika shallallâhu 'alaihi wa ãlih, wa nasta'îdzu billâhi minasy syaithânir rajîm, dan kamu ucapkan: Bismillâh dan kamu sembelih ('aqîqah) dan kamu ucapkan: Laka sufikatid dimâ`u lâ syarîka laka wal hamdu lillâh rabbil 'âlamîn, allâhummakhsa`isy syaithânir rajîm.

Ya Allah dari-Mu dan punya-Mu apa yang telah Engkau hibahkan dan Engkau yang memberi, ya Allah terimalah dari kami atas dasar sunnah Nabi-Mu saw, dan kami berlindung kepada Allah dari syaithân yang dirajam, dan kamu sebutkan: Bismillâh dan kamu sembelih ('aqîqah)  karena-Mu ditumpahkan darah tidak ada sekutu bagui-Mu dan segala puji bagi Allah pemilik alam semesta, ya Allah usirlah Syaithân yang dirajam.

 
5- وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَ الأَرْضَ حَنِيفاً مُسْلِماً وَ مَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَ نُسُكِي وَ مَحْيَايَ وَ مَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ اللَّهُمَّ مِنْكَ وَ لَكَ اللَّهُمَّ هَذَا عَنْ فُلَانِ بْنِ فُلَانٍ
Wajjahtu wajhiya lilladzî fatharas samâwâti wak ardha hanîfan musliman wamâ anâ minal musyrikîn, inna shalâtî wa nusukî wa mahyâya wa mamâti lillâhi rabbi 'âlamîn, lâ syarîka lahu. Allâhumma minka wa lak, allâhumma hâdzâ 'an Fulan bin Fulân.

Kuhadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan tulus dengan berserahdiri dan aku bukanlah dari kalangan orang-orang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku yang lain, hidupku dan matiku bagi Allah pemilik alam semesta, tidak ada sekutu bagi-Nya. Ya Allah dari-Mu dan kepunyaan-Mu, ya Allah ini dari Fulân bin Fulân (sebut namanya)


Kedua Orang Tuanya tidak Makan dari 'Aqîqah Terutama Ibunya
عَنِ ابْنِ مُسْكَانَ عَمَّنْ ذَكَرَهُ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ لَا تَأْكُلُ الْمَرْأَةُ مِنْ عَقِيقَةِ وَلَدِهَا وَ لَا بَأْسَ بِأَنْ تُعْطِيَهَا الْجَارَ الْمُحْتَاجَ مِنَ اللَّحْمِ
Dari Ibnu Muskân dari orang yang menyebutkannya dari Abu 'Abdillah as berkata, "Perempuan tidak makan dari 'aqîqah anaknya, dan tidaklah mengapa dia memberikannya kepada tetangga yang membutuhkan daging." 
 
عَنْ أَبِي خَدِيجَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ لَا يَأْكُلُ هُوَ وَ لَا أَحَدٌ مِنْ عِيَالِهِ مِنَ الْعَقِيقَةِ قَالَ وَ لِلْقَابِلَةِ الثُّلُثُ مِنَ الْعَقِيقَةِ فَإِنْ كَانَتِ الْقَابِلَةُ أُمَّ الرَّجُلِ أَوْ فِي عِيَالِهِ فَلَيْسَ لَهَا مِنْهَا شَيْ‏ءٌ وَ تُجْعَلُ أَعْضَاءً ثُمَّ يَطْبُخُهَا وَ يَقْسِمُهَا وَ لَا يُعْطِيهَا إِلَّا لِأَهْلِ الْوَلَايَةِ وَ قَالَ يَأْكُلُ مِنَ الْعَقِيقَةِ كُلُّ أَحَدٍ إِلَّا الْأُمَّ
Dari Abu Khadîjah dari Abu 'Abdillah as berkata, "Dia dan seorang pun dari tanggungannya tidak makan dari 'aqîqah." Dia berkata, "Dan bagi qâbilah sepertiga dari 'aqîqah, maka jika qâbilah itu ibunya lelaki itu (neneknya bayi) atau dari kalangan orang yang menjadi tanggungannya, maka tidaklah mengapa baginya darinya, dan diputuskan anggota-anggotanya, kemudian dia memasaknya dan dia membagikannya dan tidak memberikannya kecuali kepada ahli wilâyah (orang-orang yang mencintai Ahlulbait Nabi saw)." Dan beliau berkata, "Masing-masing makan dari 'aqîqah selain ibu." 

     عَنِ الصَّادِقِ ع قَالَ يُسَمَّى الصَّبِيُّ يَوْمَ السَّابِعِ وَ يُحْلَقُ رَأْسُهُ وَ يُتَصَدَّقُ بِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةٌ وَ يُعَقُّ عَنْهُ بِكَبْشٍ فَحْلٍ وَ يُقَطَّعُ أَعْضَاءً وَ يُطْبَخُ وَ يُدْعَى عَلَيْهِ رَهْطٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ فَإِنْ لَمْ يَطْبُخْهُ فَلَا بَأْسَ أَنْ يَتَصَدَّقَ بِهِ أَعْضَاءً وَ الْغُلَامُ وَ الْجَارِيَةُ فِي ذَلِكَ سَوَاءٌ وَ لَا يَأْكُلْ مِنَ الْعَقِيقَةِ الرَّجُلُ وَ لَا عِيَالُهُ وَ لِلْقَابِلَةِ شَطْرُ الْعَقِيقَةِ وَ إِنْ كَانَتِ الْقَابِلَةُ أُمَّ الرَّجُلِ أَوْ فِي عِيَالِهِ فَلَيْسَ لَهَا مِنْهَا شَيْ‏ءٌ فَإِنْ شَاءَ قَسَّمَهَا أَعْضَاءً وَ إِنْ شَاءَ طَبَخَهَا وَ قَسَّمَ مَعَهَا خُبْزاً وَ مَرَقاً وَ لَا يُعْطِيهَا إِلَّا لِأَهْلِ الْوَلَايَةِ
Dari Al-Shâdiq as berkata, "Anak dikasih nama pada hari ketujuh, dan dicukur kepalanya, disedekahkan perak dengan setimbang rambutnya, di-'aqîqah-kan darinya dengan seekor domba jantan, dipotong-potong anggotanya dan dimasak, lalu diundang kepadanya sekelompok orang muslim, jika dia tidak memasaknya, maka tidaklah mengapa untuk disedekahkan anggotanya (secara mentah), anak laki-laki dan anak perempuan dalam hal itu sama, lelaki (ayah bayi) dan keluarga yang menjadi tanggungannya tidak makan dari 'aqîqah, untuk bidan (dukun beranak) sebagian dari 'aqîqah, dan jika bidan itu ibunya orang tersebut (neneknya bayi) atau orang lain dari tanggungannya, maka tidak ada sesuatu dari 'aqîqah itu baginya, maka jika dia mau dia bagikan mentahnya, dan jika dia mau dia memasaknya dan membagikannya dengan roti dan kuah dan tidak memberikannya kecuali kepada ahli wilayah (Ahlulbait)."  

عَنِ الْكَاهِلِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع فِي الْعَقِيقَةِ قَالَ لَا تَطْعَمُ الْأُمُّ مِنْهَا شَيْئاً
Dari Al-Kâhili dari Abu 'Abdillah as tentang 'aqîqah berkata, "Ibu tidak makan sedikit pun darinya." 

Dalam Fiqh Al-Ridhâ as, "Dan tidak makan darinya kedua orang tuanya, jika ibunya makan darinya, maka janganlah dia menyusuinya." 

Dan Al-Shadûq dalam Al-Muqni' telah meriwayatkan, "Dan kedua orang tuanya tidak makan 'aqîqah, dan bila ibunya makan darinya, dia tidak menyusuinya." 

Boleh yang Meng-'aqîqah-kan Anak itu Bukan Ayahnya
عَنْ يُونُسَ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِهِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ عَقَّ رَسُولُ اللَّهِ ص عَنِ الْحَسَنِ ع بِيَدِهِ وَ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ عَقِيقَةٌ عَنِ الْحَسَنِ وَ قَالَ اللَّهُمَّ عَظْمُهَا بِعَظْمِهِ وَ لَحْمُهَا بِلَحْمِهِ وَ دَمُهَا بِدَمِهِ وَ شَعْرُهَا بِشَعْرِهِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا وِقَاءً لِمُحَمَّدٍ وَ آلِهِ
Dari Yûnus dari sebaguian sahabatnya dari Abu 'Abdillah as berkata, "Rasûlullâh saw meng-'aqîqah-kan Al-Hasan dengan tangannya dan beliau berdoa, 'Ya Allah tulangnya dengan tulangnya dagingnya dengan dagingnya darahnya dengan darahnya dan bulunya dengan rambutnya, ya Allah jadikanlah 'aqîqah ini penjajgaan bagi Muhammad dan keluarganya.'" 

      الشَّيْخُ الْمُفِيدُ فِي الْإِرْشَادِ، كُنْيَةُ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ ع أَبُو مُحَمَّدٍ وُلِدَ بِالْمَدِينَةِ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ سَنَةَ ثَلَاثٍ مِنَ الْهِجْرَةِ وَ جَاءَتْ بِهِ أُمُّهُ فَاطِمَةُ ع إِلَى النَّبِيِّ ص يَوْمَ السَّابِعِ مِنْ مَوْلِدِهِ فِي خِرْقَةٍ مِنْ حَرِيرِ الْجَنَّةِ كَانَ جَبْرَئِيلُ نَزَلَ بِهَا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ص فَسَمَّاهُ حَسَناً وَ عَقَّ عَنْهُ كَبْشاً
Al-Syaikh Al-Mufîd dalam Al-Irsyâd: Nama kunyah Al-Hasan bin 'Ali as adalah Abû Muhammad, dia dilahirkan di Al-Madînah pada malam nishfu (pertengahan) dari bulan Ramadhan tahun tiga hijrah, ibunya Fâthimah as datang dengannya kepada Nabi saw pada hari ketujuh dari kelahiran-nya dalam sehelai kain sutera dari surga yang Jabra`îl telah turun dengannya kepada Rasûlullâh saw, lalu beliau menamainya Hasan dan beliau meng-'aqîqah-kannya dengan seekor domba.

عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ وَهْبٍ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع عَقَّتْ فَاطِمَةُ عَنِ ابْنَيْهَا وَ حَلَقَتْ رُءُوسَهُمَا فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ وَ تَصَدَّقَتْ بِوَزْنِ الشَّعْرِ وَرِقاً وَ قَالَ كَانَ نَاسٌ يُلَطِّخُونَ رَأْسَ الصَّبِيِّ فِي دَمِ الْعَقِيقَةِ وَ كَانَ أَبِي يَقُولُ ذَلِكَ شِرْكٌ
Dari Mu'âwiyah bin Wahb berkata: Abu 'Abdillah as telah berkata, "Fâthimah 'aqîqah atas nama kedua putranya dan dia mencukur kepalanya pada hari ketujuh, dan dia menyedekahkan perak dengan setimbang rambut." Dan beliau berkata, "Dan adalah beberapa orang (jâhiliyyah) melumuri kepala anak (mereka) dengan darah 'aqîqah, dan adalah ayahku mengatakan, 'Yang demikian itu syirik.'" 
 
عَنْ عَاصِمٍ الْكُوزِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَذْكُرُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ص عَقَّ عَنِ الْحَسَنِ ع بِكَبْشٍ وَ عَنِ الْحُسَيْنِ ع بِكَبْشٍ وَ أَعْطَى الْقَابِلَةَ شَيْئاً وَ حَلَقَ رُءُوسَهُمَا يَوْمَ سَابِعِهِمَا وَ وَزَنَ شَعْرَهُمَا فَتَصَدَّقَ بِوَزْنِهِ فِضَّةً قَالَ فَقُلْتُ لَهُ يُؤْخَذُ الدَّمُ فَيُلَطَّخُ بِهِ رَأْسُ الصَّبِيِّ فَقَالَ ذَاكَ شِرْكٌ فَقُلْتُ سُبْحَانَ اللَّهِ شِرْكٌ فَقَالَ لَوْ لَمْ يَكُنْ ذَاكَ شِرْكاً فَإِنَّهُ كَانَ يُعْمَلُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ وَ نُهِيَ عَنْهُ فِي الْإِسْلَامِ.
Dari 'Âshim Al-Kûzi berkata: Saya telah mendengar Abu 'Abdillah as menyebutkan dari ayahnya bahwa Rasulullah saw meng-'aqîqah-kan Al-Hasan dengan seekor domba dan Al-Husain dengan seekor domba, beliau berikan sebagi-an kepada qâbilah , dan beliau mencukur kepala mereka pada hari ketujuhnya, dan beliau timbang rambutnya, lalu beliau mensedekahkan perak dengan setimbangnya. Dia berkata,: Saya bertanya kepadanya, "Bagaimana kalau darah diambil, lalu dengannya dilumurkan kepada kepala anak?" Maka beliau berkata, "Yang demikian itu perbuatan syirik." Saya berkata, "Subhânallâh, syirik?" Maka beliau berkata, "Kalaulah yang demikian itu tidak syirik, perbuatan itu telah diamalkan di masa jâhiliyyah dan telah dilarang di dalam Islam."  

Abû Thâlib 'Aqîqah atas Nama Rasûlullâh saw
عَنْ أَبِي السَّائِبِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِ ع قَالَ عَقَّ أَبُو طَالِبٍ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ص يَوْمَ السَّابِعِ وَ دَعَا آلَ أَبِي طَالِبٍ فَقَالُوا مَا هَذِهِ فَقَالَ عَقِيقَةُ أَحْمَدَ قَالُوا لِأَيِّ شَيْ‏ءٍ سَمَّيْتَهُ أَحْمَدَ قَالَ سَمَّيْتُهُ أَحْمَدَ لِمَحْمَدَةِ أَهْلِ السَّمَاءِ وَ الْأَرْضِ
Dari Abu Al-Sâ`ib dari Abu 'Abdillah dari ayahnya as berkata, "Abu Thâlib 'aqîqah atas nama Rasûlullâh saw pada hari ketujuh, dan dia mengundang keluarga Abu Thâlib, lalu mereka berkata, 'Ada apa ini?' Maka dia berkata, 'Ini 'aqîqah Ahmad.' Mereka berkata, 'Mengapa engkau menamainya Ahmad?' Dia berkata, 'Aku menamainya Ahmad karena pujian ahli langit dan bumi.'" 

فِقْهُ الرِّضَا، ع وَ إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَعُقَّ عَنْهُ فَلْيَكُنْ عَنِ الذَّكَرِ ذَكَراً وَ عَنِ الْأُنْثَى أُنْثًى
Fiqh Al-Ridhâ as, "Dan apabila kamu meng-'aqîqah-kannya, maka hendaklah dari anak laki-laki itu hewan jan-tan dan dari anak perempuan betina." 

فِقْهُ الرِّضَا، ع وَ سَمِّهِ الْيَوْمَ السَّابِعَ وَ اخْتِنْهُ وَ اثْقُبْ أُذُنَهُ وَ احْلِقْ رَأْسَهُ وَ زِنْ شَعْرَهُ بَعْدَ مَا تُجَفِّفُهُ بِفِضَّةٍ أَوْ بِالذَّهَبِ وَ تَصَدَّقْ بِهَا وَ عُقَّ عَنْهُ كُلُّ ذَلِكَ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ إِلَى أَنْ قَالَ وَ تُعْطِي القَابِلَةَ الْوَرِكَ وَ لَا يَأْكُلْ مِنْهُ الْأَبَوَانِ فَإِنْ أَكَلَتْ مِنْهُ الْأُمُّ فَلَا تُرْضِعْهُ وَ تُفَرِّقُ لَحْمَهَا عَلَى قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ مُحْتَاجِينَ وَ إِنْ أَعَدَّتْهُ طَعَاماً وَ دَعَوْتَ عَلَيْهِ قَوْماً مِنْ إِخْوَانِكَ فَهُوَ أَحَبُّ إِلَيَّ وَ كُلَّمَا أَكْثَرْتَ فَهُوَ أَفْضَلُ وَ حَدُّهُ عَشَرَةُ أَنْفُسٍ وَ مَا زَادَ وَ أَفْضَلُ مَا يُطْبَخُ بِهِ مَاءٌ وَ مِلْحٌ
Fiqh Al-Ridhâ as, "Dan beri nama pada hari ketujuh, dan khitahlah dia dan tindik telinganya, cukur kepalanya, timbanglah rambutnya setelah engkau keringkan dengan perak atau mas dan sedekahkan dengannya, 'aqîqah-kan darinya dan semuanya itu pada hari ketujuh --- berilah bidan (dukun beranak) satu paha, dan janganlah makan darinya kedua orang tuanya, jika ibunya memakannya, maka jangan menyusuinya, dan bagikan dagingnya kepada orang-orang yang beriman yang membutuhkan, jika dia memasaknya sebagai makanan dan kamu undang kepadanya satu kaum dari saudara-saudaramu, maka itu lebih aku sukai dan setiap kali lebih banyak yang diundang itu lebih utama, dan batasan sepuluh orang atau lebih, dan yang lebih utama dimasak dengan air dan garam."   

Anjuran Mengkhitan Anak pada Hari Ketujuh
عَنْ مَسْعَدَةَ بْنِ صَدَقَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ اخْتِنُوا أَوْلَادَكُمْ لِسَبْعَةِ أَيَّامٍ فَإِنَّهُ أَطْهَرُ وَ أَسْرَعُ لِنَبَاتِ اللَّحْمِ وَ إِنَّ الْأَرْضَ لَتَكْرَهُ بَوْلَ الْأَغْلَفِ
Dari Mas'adah bin Shadaqah dari Abu 'Abdillah as berkata, "Khitanlah anak-anakmu karena usia tujuh hari, sebab hal itu lebih suci dan lebih cepat bagi pertumbuhan daging, dan sesungguhnya bumi tidak suka dengan air seni lelaki yang tidak dikhitan." 
 
     قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع إِنَّ ثَقْبَ أُذُنِ الْغُلَامِ مِنَ السُّنَّةِ وَ خِتَانَهُ لِسَبْعَةِ أَيَّامٍ مِنَ السُّنَّةِ
Abu 'Abdillah as berkata, "Sesungguhnya menindik telinga anak lelaki itu dari sunnah, dan mengkhitannya karena telah tujuh hari dari sunnah." 
 
عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص طَهِّرُوا أَوْلَادَكُمْ يَوْمَ السَّابِعِ فَإِنَّهُ أَطْيَبُ وَ أَطْهَرُ وَ أَسْرَعُ لِنَبَاتِ اللَّحْمِ وَ إِنَّ الْأَرْضَ تَنْجَسُ مِنْ بَوْلِ الْأَغْلَفِ أَرْبَعِينَ صَبَاحًا
Dari Al-Sakûni dari Abu 'Abdillah as berkata: Rasulullah saw berkata, "Sucikanlah (dengan khitan) anak-anakmu pada hari ketujuh, sebab hal itu akan lebih baik, lebih suci dan lebih cepat bagi pertumbuhan daging, dan sesungguhnya bumi menjadi najis dari air seni kemaluan yang tidak dikhitan selama empat puluh pagi." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَزَعَةَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع إِنَّ مَنْ قِبَلَنَا يَقُولُونَ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ ع خَتَنَ نَفْسَهُ بِقَدُومٍ عَلَى دَنٍّ فَقَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ لَيْسَ كَمَا يَقُولُونَ كَذَبُوا عَلَى إِبْرَاهِيمَ ع قُلْتُ وَ كَيْفَ ذَاكَ فَقَالَ إِنَّ الْأَنْبِيَاءَ ع كَانَتْ تَسْقُطُ عَنْهُمْ غُلْفَتُهُمْ مَعَ سُرَرِهِمْ فِي الْيَوْمِ السَّابِعِ فَلَمَّا وُلِدَ لِإِبْرَاهِيمَ ع مِنْ هَاجَرَ عَيَّرَتْ سَارَةُ هَاجَرَ بِمَا تُعَيَّرُ بِهِ الْإِمَاءُ فَبَكَتْ هَاجَرُ وَ اشْتَدَّ ذَلِكَ عَلَيْهَا فَلَمَّا رَآهَا إِسْمَاعِيلُ تَبْكِي بَكَى لِبُكَائِهَا وَ دَخَلَ إِبْرَاهِيمُ ع فَقَالَ مَا يُبْكِيكَ يَا إِسْمَاعِيلُ فَقَالَ إِنَّ سَارَةَ عَيَّرَتْ أُمِّي بِكَذَا وَ كَذَا فَبَكَتْ وَ بَكَيْتُ لِبُكَائِهَا فَقَامَ إِبْرَاهِيمُ إِلَى مُصَلَّاهُ فَنَاجَى فِيهِ رَبَّهُ وَ سَأَلَهُ أَنْ يُلْقِيَ ذَلِكَ عَنْ هَاجَرَ فَأَلْقَاهُ اللَّهُ عَنْهَا فَلَمَّا وَلَدَتْ سَارَةُ إِسْحَاقَ وَ كَانَ يَوْمَ السَّابِعِ سَقَطَتْ عَنْ إِسْحَاقَ سُرَّتُهُ وَ لَمْ تَسْقُطْ عَنْهُ غُلْفَتُهُ فَجَزِعَتْ مِنْ ذَلِكَ سَارَةُ فَلَمَّا دَخَلَ إِبْرَاهِيمُ ع عَلَيْهَا قَالَتْ يَا إِبْرَاهِيمُ مَا هَذَا الْحَادِثُ الَّذِي حَدَثَ فِي آلِ إِبْرَاهِيمَ وَ أَوْلَادِ الْأَنْبِيَاءِ هَذَا ابْنُكَ إِسْحَاقُ قَدْ سَقَطَتْ عَنْهُ سُرَّتُهُ وَ لَمْ تَسْقُطْ عَنْهُ غُلْفَتُهُ فَقَامَ إِبْرَاهِيمُ ع إِلَى مُصَلَّاهُ فَنَاجَى رَبَّهُ وَ قَالَ يَا رَبِّ مَا هَذَا الْحَادِثُ الَّذِي قَدْ حَدَثَ فِي آلِ إِبْرَاهِيمَ وَ أَوْلَادِ الْأَنْبِيَاءِ وَ هَذَا ابْنِي إِسْحَاقُ قَدْ سَقَطَتْ عَنْهُ سُرَّتُهُ وَ لَمْ تَسْقُطْ عَنْهُ غُلْفَتُهُ فَأَوْحَى اللَّهُ تَعَالَى إِلَيْهِ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ هَذَا لِمَا عَيَّرَتْ سَارَةُ هَاجَرَ فَآلَيْتُ أَنْ لَا أُسْقِطَ ذَلِكَ عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَوْلَادِ الْأَنْبِيَاءِ لِتَعْيِيرِ سَارَةَ هَاجَرَ فَاخْتِنْ إِسْحَاقَ بِالْحَدِيدِ وَ أَذِقْهُ حَرَّ الْحَدِيدِ قَالَ فَخَتَنَهُ إِبْرَاهِيمُ ع بِالْحَدِيدِ وَ جَرَتِ السُّنَّةُ بِالْخِتَانِ فِي أَوْلَادِ إِسْحَاقَ بَعْدَ ذَلِكَ
Dari Muhammad bin Qaza'ah berkata: Saya telah berkata kepada Abu 'Abdillah as, "Sesungguhnya orang-orang dari pihak kami mengatakan bahwa Ibrâhîm as mengkhitan dirinya dengan kapak di atas tempayan." Maka beliau berkata, "Subhânallâh! Tidak sebagaimana yang mereka katakan, mereka telah berdusta atas nama Ibrâhîm as." Saya berkata, "Dan bagaimana hal itu?" Beliau berkata, "Sesungguhnya para nabi as kulupnya gugur bersama tali pusarnya pada hari ketujuh, maka tatkala Ibrâhîm as punya anak dari Hâjar, Sârah mencela Hâjar dengan celaan yang budak-budak wanita dicela dengannya, lalu Hâjar menangis dan hal tiu dirasakan pedih olehnya, maka tatkala Ismâ'îl melihatnya menangis, dia pun menangis karena tangisannya, dan masuklah Ibrâhîm as lalu dia bertanya, 'Mengapa kamu menangis Ismâ'îl?' Dia berkata, 'Sesungguhnya Sârah menghina ibuku begitu dan begini hingga dia menangis dan aku pun menangis karena tangisannya, lalu Ibrâhîm menuju ke tempat shalatnya, dia bermunajat kepada Tuhannya di sana dan dia meminta supaya hal itu (perasaan sakit hati) dibuang dari Hâjar, lalu Allah membuangnya darinya, maka tatkala Sârah melahirkan Ishâq, gugurlah tali pusarnya pada hari ketujuh, tetapi tidak gugur kulupnya, maka karena itu Sârah gelisah, tatkala Ibrâhim as masuk kepadanya, dia berkata, 'Wahai Ibrâhîm, ada apa gerangan yang terjadi pada kelu-arga Ibrâhîm dan anak-anak para nabi, ini anakmu Ishâq telah gugur tali pusarnya, namun kulupnya tidak gugur darinya!' Maka Ibrâhîm menuju tempat shalatnya untuk bermunajat kepada Tuhannya, dia berkata, 'Wahai Tuhanku, apa kejadian ini yang telah terjadi pada keluarga Ibrâhîm dan anak-anak para nabi, anakku ini Ishâq telah gugur tali pusarnya tetapi tigak gugur kulupnya?' Maka Allah yang maha tinggi mewahyukan kepadanya, Wahai Ibrâhîm, hal ini terjadi dikarenakan Sârah telah menghina Hâjar, maka Aku bersumpah untuk tidak menggugurkannya atas seorang pun dari anak-anak para nabi karena penghinaan Sârah kepada Hâjar, maka khitanlah Ishâq dengan besi, dan rasakanlah padanya panasnya besi.' Beliau berkata, "Maka Ibrâhîm mengkhitannya dengan besi dan berjalanlah sunnah dengan khitan pada anak-anak Ishâq setelah itu." 
 

عَنِ الْحَسَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ يَقْطِينٍ عَنْ أَخِيهِ الْحُسَيْنِ عَنْ أَبِيهِ عَلِيِّ بْنِ يَقْطِينٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا الْحَسَنِ ع عَنْ خِتَانِ الصَّبِيِّ لِسَبْعَةِ أَيَّامٍ مِنَ السُّنَّةِ هُوَ أَوْ يُؤَخَّرُ وَ أَيُّهُمَا أَفْضَلُ قَالَ لِسَبْعَةِ أَيَّامٍ مِنَ السُّنَّةِ وَ إِنْ أُخِّرَ فَلَا بَأْسَ.
Dari Al-Hasan bin 'Ali bin Yaqthîn dari saudaranya Al-Husain dari ayahnya 'Ali bin Yaqthîn berkata, "Saya telah bertanya kepada Abû Al-Hasan as tentang mengkhitan anak pada hari ketujuh apakah ia dari sunnah atau ditangguhkan dan manakah yang lebih utama?" Beliau berkata, "Karena tujuh hari itu dari sunnah, dan jika ditangguhkan maka tidaklah mengapa." 
 
عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع إِذَا أَسْلَمَ الرَّجُلُ اخْتَتَنَ وَ لَوْ بَلَغَ ثَمَانِينَ
Dari Al-Sakûni dari Abu 'Abdillah as berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkata, "Apabila lelaki masuk Islam, dia melakukan khitan walau usianya telah mencapai delapan puluh tahun." 

Mengkhitan Perempuan
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا جَعْفَرٍ ع عَنِ الْجَارِيَةِ تُسْبَى مِنْ أَرْضِ الشِّرْكِ فَتُسْلِمُ فَتُطْلَبُ لَهَا مَنْ يَخْفِضُهَا فَلَا نَقْدِرُ عَلَى امْرَأَةٍ فَقَالَ أَمَّا السُّنَّةُ فِي الْخِتَانِ عَلَى الرِّجَالِ وَ لَيْسَ عَلَى النِّسَاءِ
Dari Abu Bashîr berkata: Saya bertanya kepada Abu Ja'far as tentang anak perempuan yang ditawan dari negeri syirik, lalu dia masuk Islam, lalu dicarikan baginya orang yang mengkhitannya tetapi kami tidak mendapatkan seorang perempuan pun, maka beliau berkata, "Adapun sunnah itu dalam khitan bagi laki-laki dan tidak bagi perempuan." 

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ خِتَانُ الْغُلَامِ مِنَ السُّنَّةِ وَ خَفْضُ الْجَوَارِي لَيْسَ مِنَ السُّنَّةِ
Dari ‘Abdullah bin Sinân dari Abu ‘Abdillah as berkata, "Mengkhitan anak laki-laki itu dari sunnah sedang mengkhitan anak-anak perempuan bukan dari sunnah." 
 
عَنْ مَسْعَدَةَ بْنِ صَدَقَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ خَفْضُ الْجَارِيَةِ مَكْرُمَةٌ وَ لَيْسَتْ مِنَ السُّنَّةِ وَ لاَ شَيْئًا وَاجِبًا وَ أَيُّ شَيْ‏ءٍ أَفْضَلُ مِنَ الْمَكْرُمَةِ
Dari Mas'adah bin Shadaqah dari Abû ‘Abdillah as berkata, "Mengkhitan anak perempuan itu terhormat tetapi bukan dari sunnah dan bukan pula sesuatu yang wajib, dan perkara apakah yang lebih utama selain dari perbuatan terhormat." 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ الْخِتَانُ فِي الرَّجُلِ سُنَّةٌ وَ مَكْرُمَةٌ فِي النِّسَاءِ
Dari 'Abdullah un Sinân dari Abu 'Abdillah as berkata, "Khitan pada laki-laki itu sunnah dan terhormat pada kaum perempuan." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ لَمَّا هَاجَرْنَ النِّسَاءُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ص هَاجَرَتْ فِيهِنَّ امْرَأَةٌ يُقَالُ لَهَا أُمُّ حَبِيبٍ وَ كَانَتْ خَافِضَةً تَخْفِضُ الْجَوَارِيَ فَلَمَّا رَآهَا رَسُولُ اللَّهِ ص قَالَ لَهَا يَا أُمَّ حَبِيبٍ الْعَمَلُ الَّذِي كَانَ فِي يَدِكِ هُوَ فِي يَدِكِ الْيَوْمَ قَالَتْ نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ حَرَاماً فَتَنْهَانِي عَنْهُ قَالَ لَا بَلْ حَلَالٌ فَادْنِي مِنِّي حَتَّى أُعَلِّمَكِ قَالَتْ فَدَنَوْتُ مِنْهُ فَقَالَ يَا أُمَّ حَبِيبٍ إِذَا أَنْتِ فَعَلْتِ فَلَا تَنْهَكِي أَيْ لَا تَسْتَأْصِلِي وَ أَشِمِّي فَإِنَّهُ أَشْرَقُ لِلْوَجْهِ وَ أَحْظَى عِنْدَ الزَّوْجِ
Dari Muhammad bin Muslim dari Abu 'Abdillah as berkata, "Tatkala kaum perempuan hijrah kepada Rasulullah saw, di antara mereka ada seorang perempuan yang bernama Ummu Habîb, dia berpropesi mengkhitan perempuan, maka ketika Rasûlullâh saw melihatnya, beliau berkata kepadanya, ''Wahai Ummu Habîb, pekerjaan yang kamu lakukan itu masih dikerjakan hari ini?' Dia berkata, 'Ya wahai Rasûlullâh, kecuali jika haram lalu engkau melarangku darinya.' Beliau berkata, 'Tidak, bahkan halal, mendekatlah padaku hingga aku mengajarimu.' Dia berkata, 'Lalu saya mendekat kepadanya.' Beliau berkata, 'Wahai Ummu Habîb jika kamu melakukan, maka janganlah memotongnya sampai dasar, dan mancungkanlah sebab hal itu lebih bersinar bagi wajah dan lebih terhormat di sisi suami."  

Doa Mengkhitan Anak
اللَّهُمَّ هَذِهِ سُنَّتُكَ وَ سُنَّةُ نَبِيِّكَ صَلَوَاتُكَ عَلَيْهِ وَ آلِهِ, وَ اتِّبَاعٌ مِنَّا لَكَ وَ لِنَبِيِّكَ بِمَشِيَّتِكَ وَ بِإِرَادَتِكَ وَ قَضَائِكَ, لِأَمْرٍ أَنْتَ أَرَدْتَهُ وَ قَضَاءٍ حَتَمْتَهُ وَ أَمْرٍ أَنْفَذْتَهُ, فَأَذَقْتَهُ حَرَّ الْحَدِيدِ فِي خِتَانِهِ وَ حِجَامَتِهِ, لِأَمْرٍ أَنْتَ أَعْرَفُ بِهِ مِنِّي. اللَّهُمَّ فَطَهِّرْهُ مِنَ الذُّنُوبِ, وَ زِدْ فِي عُمُرِهِ, وَ ادْفَعِ الآفَاتِ عَنْ بَدَنِهِ, وَ الأَوْجَاعَ عَنْ جِسْمِهِ, وَ زِدْهُ مِنَ الْغِنَى وَ ادْفَعْ عَنْهُ الْفَقْرَ فَإِنَّكَ تَعْلَمُ وَ لاَ نَعْلَمُ
Allâhumma hâdzihi sunnatuka wa sunnatu nabiyyika shalawâtuka ‘alaihi wa ãlih, wat tibâ‘un minnâ laka wa linabiyyika bimasyiyyatika wa bi`irâdatika wa qadhâ`ik, li`amrin anta aradtahu wa qadhâin hatamtahu wa amrin anfadztah, fa`adzaqtahu harral hadîdi fî khitânihi wa hijâmatih, li`amrin anta a‘rafu bihi minnî. Allâhumma fathahhirhu minadz dzunûb, wa zid fî ‘umurih, wadfa‘il ãfâti ‘an badanihi wal aujâ‘a ‘an jismih, wa zid-hu minal ghinâ, wadfa‘ ‘anhul faqra fa`innaka ta‘lamu wa lâ na‘lam.

Ya Allah, ini sunnah-Mu dan sunnah Nabi-Mu shalawât-Mu atasnya dan keluarganya, dan kepengikutan dari kami kepada-Mu dan kepada Nabi-Mu dengan kehendak-Mu, keinginan-Mu dan keputusan-Mu untuk suatu perkara yang Engkau kehendaki, qadhâ yang Engkau tetapkan dan perintah yang Engkau selenggarakan, maka Engkau rasakan padanya panasnya (sakitnya) besi pada kemaluannya dan uratnya demi ajaran yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Ya Allah, sucikanlah dia dari dosa-dosa, panjangkanlah usianya, jauhkanlah segala penyakit dari badannya dan rasa sakit dari tubuhnya, dan tambahkanlah kecukupan kepadanya, dan tolakkanlah kefaqiran darinya maka sesungguhnya Engkau mengetahui sedang kami tidak tahu. 

Apabila telah Lewat Tujuh Hari tidak Ada Kewajiban Mencukur Kepalanya
عَنْ عَلِيِّ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ أَخِيهِ أَبِي الْحَسَنِ ع قَالَ سَأَلْتُهُ عَنْ مَوْلُودٍ يُحْلَقُ رَأْسُهُ بَعْدَ يَوْمِ السَّابِعِ فَقَالَ إِذَا مَضَى سَبْعَةُ أَيَّامٍ فَلَيْسَ عَلَيْهِ حَلْقٌ
Dari ‘Ali bin Ja‘far dari saudaranya Abû Al-Hasan as dia berkata: Saya telah bertanya kepadanya mengenai anak yang dilahirkan yang dicukur kepalanya setelah hari ketujuh, maka beliau berkata, "Jika sudah lewat tujuh hari, maka tidak ada keharusan mencukur atasnya." 
 
عَنْ إِدْرِيسَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع عَنْ مَوْلُودٍ يُولَدُ فَيَمُوتُ يَوْمَ السَّابِعِ هَلْ يُعَقُّ عَنْهُ قَالَ إِنْ كَانَ مَاتَ قَبْلَ الظُّهْرِ لَمْ يُعَقَّ عَنْهُ وَ إِنْ مَاتَ بَعْدَ الظُّهْرِ عُقَّ عَنْهُ
Dari Idrîs bin ‘Abdullah berkata, "Saya bertanya kepada Abu 'Abdillah as tentang anak yang dilahirkan, kemudian meninggal pada hari ketujuh, apakah di-'aqîqah-kan darinya?" Beliau berkata, "Jika mati sebelum zhuhur tidak di-'aqîqah-kannya, dan apabila mati setelah zhuhur di-'aqîqah-kannya." 
 
عَنْ أَبِي هَارُونَ مَوْلَى آلِ جَعْدَةَ قَالَ كُنْتُ جَلِيساً لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع بِالْمَدِينَةِ فَفَقَدَنِي أَيَّاماً ثُمَّ إِنِّي جِئْتُ إِلَيْهِ فَقَالَ لِي لَمْ أَرَكَ مُنْذُ أَيَّامٍ يَا أَبَا هَارُونَ فَقُلْتُ وُلِدَ لِي غُلَامٌ فَقَالَ بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ فَمَا سَمَّيْتَهُ قُلْتُ سَمَّيْتُهُ مُحَمَّداً قَالَ فَأَقْبَلَ بِخَدِّهِ نَحْوَ الْأَرْضِ وَ هُوَ يَقُولُ مُحَمَّدٌ مُحَمَّدٌ مُحَمَّدٌ حَتَّى كَادَ يَلْصَقُ خَدُّهُ بِالْأَرْضِ ثُمَّ قَالَ بِنَفْسِي وَ بِوُلْدِي وَ بِأَهْلِي وَ بِأَبَوَيَّ وَ بِأَهْلِ الأَرْضِ كُلِّهِمْ جَمِيعاً الْفِدَاءُ لِرَسُولِ اللَّهِ ص لَا تَسُبَّهُ وَ لَا تَضْرِبْهُ وَ لاَ تُسِئْ إِلَيْهِ وَ اعْلَمْ أَنَّهُ لَيْسَ فِي الْأَرْضِ دَارٌ فِيهَا اسْمُ مُحَمَّدٍ إِلَّا وَ هِيَ تُقَدَّسُ كُلَّ يَوْمٍ ثُمَّ قَالَ لِي عَقَقْتَ عَنْهُ قَالَ فَأَمْسَكْتُ قَالَ وَ قَدْ رَآنِي حَيْثُ أَمْسَكْتُ ظَنَّ أَنِّي لَمْ أَفْعَلْ فَقَالَ يَا مُصَادِفُ ادْنُ مِنِّي فَوَ اللَّهِ مَا عَلِمْتُ مَا قَالَ لَهُ إِلَّا أَنِّي ظَنَنْتُ أَنَّهُ قَدْ أَمَرَ لِي بِشَيْ‏ءٍ فَذَهَبْتُ لِأَقُومَ فَقَالَ لِي كَمَا أَنْتَ يَا أَبَا هَارُونَ فَجَاءَنِي مُصَادِفٌ بِثَلَاثَةِ دَنَانِيرَ فَوَضَعَهَا فِي يَدِي فَقَالَ يَا أَبَا هَارُونَ اذْهَبْ فَاشْتَرِ كَبْشَيْنِ وَ اسْتَسْمِنْهُمَا وَ اذْبَحْهُمَا وَ كُلْ وَ أَطْعِمْ
Dari Abû Hârûn maulâ keluarga Ja‘dah berkata: Adalah saya teman duduk Abû ‘Abdillah as di Al-Madînah, beberapa hari beliau kehilanganku, kemudian saya datang kepadanya, lalu beliau berkata padaku, "Wahai Abû Hârûn, aku tidak melihatmu sejak beberapa hari." Saya berkata, "Telah dilahirkan bagiku seorang anak lelaki." Beliau berkata, "Semoga Allah memberkahi padanya, nama apa yang kamu berikan padanya?" Saya berkata, "Saya menamainya Muhammad." Dia berkata, "Maka beliau menghadapkan pipinya ke bumi seraya berkata, "Muhammad, Muhammad, Muhammad." Hingga pipinya hampir menempel dengan tanah, kemudian beliau berkata, "Dengan diriku, dengan anak-anakku, dengan keluargaku dengan kedua orang tuaku, dengan penduduk bumi seluruhnya tebusan bagi Rasûlullâh saw, janganlah kamu mencelanya, janganlah kamu memukulnya dan janganlah kamu berlaku tidak baik kepadanya, dan ketahuilah tidak ada sebuah rumah pun di bumi yang padanya ada nama Muhammad melainkan rumah itu disucikan setiap hari." Kemudian beliau berkata padaku, "Apakah kamu sudah meng-'aqîqah-kannya." Dia berkata, "Maka saya diam; beliau melihatku ketika saya diam dan beliau mengira bahwa saya belum melakukan." Beliau berkata, "Wahai Mushâdif, mendekatlah kepadaku." Maka demi Allah saya tidak tahu apa yang beliau katakan kepadanya, kecuali saya mengira bahwa beliau akan menyuruhku, maka saya mulai berdiri untuk melaksanakan perintah, maka beliau berkata padaku, "Sebagaimana kamu wahai Abû Hârûn, telah datang kepadaku Mushâdif dengan uang tiga dinar." Lalu beliau meletakkannya di tanganku seraya berkata, "Wahai Abu Hârûn, pergilah dan beli dua ekor domba yang gemuk, sembelihlah, dan makanlah dan beri makan orang-orang." 

Dua ekor domba itu, satu ekor 'aqîqah-nya sebagaimana telah disebutkan, dan yang satu ekornya lagi untuk sedekah biasa yang bisa dimakan oleh orang yang melaksanakan 'aqîqah.

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عِيسَى عَنْ سَمَاعَةَ قَالَ سَأَلْتُهُ عَنْ رَجُلٍ لَمْ يَعُقَّ عَنْ وَلَدِهِ حَتَّى كَبِرَ وَ كَانَ غُلَاماً شَابّاً أَوْ رَجُلًا قَدْ بَلَغَ قَالَ إِذَا ضُحِّيَ عَنْهُ أَوْ ضَحَّى الْوَلَدُ عَنْ نَفْسِهِ فَقَدْ أَجْزَأَتْ عَنْهُ عَقِيقَتُهُ وَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص الْمَوْلُودُ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ فَكَّهُ أَبَوَاهُ أَوْ تَرَكَاهُ
Dari 'Utsmân bin Îsâ dari Samâ'ah berkata: Saya bertanya kepadanya tentang seorang lelaki yang belum meng-'aqîqah-kan anaknya hingga anak itu telah besar dan menjadi pemuda atau lelaki yang telah bâligh. Dia berkata, "Jika telah disembelihkan hewan qurbân atas namanya atau anak itu telah ber-qurbân atas nama dirinya, maka sesungguhnya telah memadai darinya 'aqîqah-nya." Dan dia berkata, "Rasulullah saw telah berkata, "Manusia yang dilahirkan tergadai dengan 'aqîqah-nya, kedua orang tuanya membebaskan-nya atau membiarkannya." 
 
عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع لَا تَحْلِقُوا الصِّبْيَانَ الْقَزَعَ وَ الْقَزَعُ أَنْ يَحْلِقَ مَوْضِعاً وَ يَدَعَ مَوْضِعاً
Dari Al-Sakûni dari Abu ‘Abdillah as berkata: Amîrul Mu`minîn as berkata, "Janganlah kamu mencukur anak-anak dengan cukuran qaza', dan qaza' itu seseorang mencukur sebagian dan membiarkan sebagian (tidak dicukur semuanya)." 

عَنِ ابْنِ الْقَدَّاحِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع أَنَّهُ كَانَ يَكْرَهُ الْقَزَعَ فِي رُءُوسِ الصِّبْيَانِ وَ ذَكَرَ أَنَّ الْقَزَعَ أَنْ يُحْلَقَ الرَّأْسُ إِلَّا قَلِيلًا وَ يُتْرَكَ وَسَطُ الرَّأْسِ يُسَمَّى الْقَزَعَةَ
Dari Ibnu Al-Qadâh dari Abu ‘Abdillah as bahwa beliau membenci qaza' pada kepala anak, dan beliau sebutkan bahwa qaza' itu hanya mencukur kepada sedikit dan tengah-tengah kepala dibiarkan disebut qaza'ah.
 
 عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ أُتِيَ النَّبِيُّ ص بِصَبِيٍّ يَدْعُو لَهُ وَ لَهُ قَنَازِعُ فَأَبَى أَنْ يَدْعُوَ لَهُ وَ أَمَرَ بِحَلْقِ رَأْسِهِ وَ أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ص بِحَلْقِ شَعْرِ الْبَطْنِ
Dari Al-Sakûni dari Abû ‘Abdillah as berkata, "Telah didatangkan kepada Nabi saw seorang anak supaya beliau berdoa baginya sedang anak itu telah dicukur qanâzi' (qaza'), maka beliau enggan berdoa baginya, dan beliau suruh untuk mencukur kepalanya, dan Rasûlullâh saw perintahkan mencukur bulu yang ada di perut." 

Ringkasannya
1.    'Aqîqah merupakan salah satu bentuk ibadah sosial yang barangkali maknanya mendidik anak supaya tidak kikir.
2.    'Aqîqah wajib atas orang yang kaya, dan orang yang miskin bisa melaksanakannya apabila telah mampu. Dan jika kita tidak tahu, apakah orang tua kita telah melaksanakan 'aqîqah atas nama kita atau tidak, maka kita bisa 'aqîqah sekarang atas nama diri kita walaupun kita sudah tua.
3.    Hewan yang dijadikan 'aqîqah adalah sebagaimana hewan yang dijadikan udhhiyyah atau qurbân.
4.    Hewan 'aqîqah bagi anak laki-laki dan anak perempuan sama, yaitu satu ekor.
5.    Untuk laki-laki satu ekor jantan atau dua ekor betina, dan untuk perempuan satu ekor baik jantan atau betina.
6.    'Aqîqah dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran anak.
7.    Kedua orang tuanya tidak makan dari 'aqîqah, dan jika ibunya terlanjur memakannya, maka dia tidak boleh menyusui anaknya.
8.    Daging 'aqîqah dipisah-pisahkan dari sendi-sendinya dan tidak dipecahkan tulangnya.
9.    Boleh dibagikan mentahnya dan boleh dibagikan setelah dimasak.
10.    Jika diadakan undangan untuk menyantap daging 'aqîqah, maka minimalnya orang yang diundang itu sepuluh orang.
11.    Khusus untuk qâbilah (bidan atau dukun beranak) diberi satu warik (pangkal paha) atau sepetiganya dari 'aqîqah. Dan apabila qâbilah tidak ada, maka diberikan ke ibunya untuk dia sedekahkan kepada orang yang dia kehendaki.

Wed, 12 Mar 2014 @21:29


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved