Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Keluarga Muslim [30]

Menyusui Anak

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan dan minuman yang paling baik bagi bayi. Air susu ibu salah satunya berfungsi sebagai makanan dan yang satunya lagi sebagai minuman, jadi ibu menyusui anaknya dari kedua-duanya. Air susu juga berpengaruh kepada pembentukkan watak dan akhlak anak sebagaimana kata Amîrul Mu`minîn as bahwa jangan sembarang menyusukan anak sebab air susu itu berpengaruh (yu`addî ).

Rasûlullâh saw pada waktu beliau masih bayi disusukan oleh kakeknya kepada Halimah Al-Sa'diyah seorang perempuan yang budi dan bahasanya sangat baik yang ada di lingkungan yang cukup baik.

Idealnya seorang ibu lama menyusui anaknya itu selama dua tahun yang sempurna sebagaimana disebutkan dalam dua ayat Al-Quran di bawah ini.

Fadhîlah bagi Perempuan
Ummu Salamah ra bertanya kepada Rasûlullâh saw tentang fadhîlah (keutaman) kaum perempuan, lalu beliau saw menjawab bahwa perempuan yang punya suami kalau beres-beres perabotan di dalam rumahnya akan diperhatikah Allah, dan orang yang diperhatikan-Nya tidak disiksa.

Perempuan yang hamil selama mengandungnya akan mendapatkan pahala orang yang gugur di jalan Allah (syahîd ), atau setengah dari pahala syahîd dalam riwayat yang lain.

Perempuan jika melahirkan anaknya akan dibersihkan dari dosa-dosanya; dia akan seperti bayi yang dibaringkan di sampingnya, tinggal dia memulai lagi amal yang baru.

Perempuan apabila menyusui anaknya, untuk satu isapan anaknya akan diberi pahala membebaskan hamba sahaya dari keturunan Ismâ'îl as.

وَ وَصَّيْنَا الْإِنْسانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَ وَضَعَتْهُ كُرْهاً وَ حَمْلُهُ وَ فِصالُهُ ثَلاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَ بَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَ عَلىَ وَالِدَيَّ وَ أَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَ أَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَ إِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Dan Kami telah wajibkan kepada manusia berbuat kebaikan kepada kedua orang tuanya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan susah dan melahirkannya dalam keadaan susah, dia mengandungnya dan menyapihnya tiga puluh (30) bulan hingga apabila telah dewasa dan telah sampai kepada usia empat puluh tahun dia berkata, Wahai Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri karunia-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan supaya aku bisa beramal saleh yang Engkau ridoi, dan perbaikilah bagiku keturunanku, sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesunggunya aku termasuk orang yang berserah diri.

Seorang ibu mengandung janin dan menyusuinya setelah melahirkannya selama tiga puluh bulan. Ayat ini menceritakan tentang batasan minimal kandungan, yaitu eman (6) bulan, karena menyusui anak dua tahun, yakni dua puluh empat (24) bulan.

وَ الْوالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَ عَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَ كِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا لاَ تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَ لاَ مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ وَ عَلَى الْوَارِثِ مِثْلُ ذَلِكَ فَإِنْ أَرادا فِصالاً عَنْ تَرَاضٍ مِنْهُمَا وَ تَشَاوُرٍ فَلاَ جُناحَ عَلَيْهِما وَ إِنْ أَرَدْتُمْ أَنْ تَسْتَرْضِعُوا أَوْلاَدَكُمْ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُمْ مَا آتَيْتُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَ اتَّقُوا اللَّهَ وَ اعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dan kaum ibu menyusui anak-anak mereka dua tahun yang sempurna bagi orang yang ingin menyempurnakan penyusuan, dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian dengan pantas. Seseorang tidak dibebani melainkan dengan kadar kemampuannya, janganlah seorang ibu menderita karena anaknya dan seorang ayahnya karena anaknya dan waris pun berkewajiban demikian, maka jika keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan bermusyawarah, maka tidak ada dosa bagi keduanya, dan apabila kamu ingin anak-anakmu disusukan oleh yang lain maka tidak ada dosa apabila kamu memberikan pembayarannya menurut yang patut, dan bertaqwâlah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan. 
    Ayat ini menceritakan penyusuan yang sempurna, yaitu selama dua tahun, dan jika kedua orang tua ingin menyapihnya sebelum dua tahun, maka mesti atas kesepakatan, dan kalau mau disusukan kepada orang lain harus memberi upah dengan pembayaran yang pantas. Dan dengan kehadiran anak pada dasarnya bukan untuk menyengsarakan kedua orang tuanya.

Wed, 12 Mar 2014 @21:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved