Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Shalat Nabi saw [20]

Ta‘qîb Khusus Shalat Shubuh

Setelah tiba waktu shalat shubuh sampai terbit matahari di-makrûh -kan tidur, sebab pada waktu tersebut dilaksanakan pembagian rezeki oleh para malaikat yang mengatur rezeki, dan dalam waktu itu ada pergantian bala-tentara syaithân oleh Iblîs, dan dalam waktu itu tidak baik untuk tidur.
   
    قَالَ الصَّادِقُ ع نَوْمَةُ الْغَدَاةِ مَشْئُومَةٌ تَطْرُدُ الرِّزْقَ وَ تُصَفِّرُ اللَّوْنَ وَ تُقَبِّحُهُ وَ تُغَيِّرُهُ وَ هُوَ نَوْمُ كُلِّ مَشُومٍ إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يُقَسِّمُ الْأَرْزَاقَ مَا بَيْنَ طُلُوعِ الْفَجْرِ إِلَى طُلُوعِ الشَّمْسِ فَإِيَّاكُمْ وَ تِلْكَ النَّوْمَةَ
Al-Shâdiq as berkata, "Tidur pagi itu sial, ia mengusir rezeki, memucatkan warna, memburukkannya dan mengubahnya, dan ia adalah tidur setiap yang orang yang sial. Sesungguhnya Allah yang maha tinggi membagikan rezeki-rezeki pada waktu antara fajar (shubuh) sampai terbit matahari, maka janganlah kamu melakukan tidur pada waktu itu."
   
    قَالَ الرِّضَا ع فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَ جَلَّ فَالْمُقَسِّماتِ أَمْراً قَالَ الْمَلَائِكَةُ تُقَسِّمُ أَرْزَاقَ بَنَى آدَمَ مَا بَيْنَ طُلُوعِ الْفَجْرِ إِلَى طُلُوعِ الشَّمْسِ فَمَنْ نَامَ فِيمَا بَيْنَهُمَا نَامَ عَنْ رِزْقِهِ
Al-Ridhâ as berkata mengenai firman Allah ‘azza wa jalla, Falmuqassimâti amrâ (Maka demi yang membagi-bagikan perkara ), "Itu adalah para malaikat yang membagi-bagikan rezeki anak-anak Ãdam (manusia) dari terbit fajar sampai terbit matahari, maka siapa yang tidur di antara itu, dia telah tertidur dari rezekinya."
   
    عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مَا عَجَّتِ الْأَرْضُ إِلَى رَبِّهَا عَزَّ وَ جَلَّ كَعَجِيجِهَا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ دَمٍ حَرَامٍ يُسْفَكُ عَلَيْهَا أَوِ اغْتِسَالٍ مِنْ زِنًا أَوِ النَّوْمِ عَلَيْهَا قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ
Dari Ja‘far bin Muhammad as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Bumi tidak berteriak kepada Tuhannya ‘azza wa jalla selain dari tiga perkara: (1) Karena darah haram yang ditumpahkan di atasnya, (2) Orang mandi karena zina, (3) Atau orang tidur di atasnya sebelum terbit matahari."
   
    عَنْ جَابِرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ إِنَّ إِبْلِيسَ إِنَّمَا يَبُثُّ جُنُودَ اللَّيْلِ مِنْ حِينِ تَغِيبُ الشَّمْسُ إِلَى مَغِيبِ الشَّفَقِ وَ يَبُثُّ جُنُودَ النَّهَارِ مِنْ حِينِ يَطْلُعُ الْفَجْرُ إِلَى مَطْلَعِ الشَّمْسِ وَ ذَكَرَ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ ع كَانَ يَقُولُ أَكْثِرُوا ذِكْرَ اللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ فِي هَاتَيْنِ السَّاعَتَيْنِ وَ تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ عَزَّ وَ جَلَّ مِنْ شَرِّ إِبْلِيسَ وَ جُنُودِهِ وَ عَوِّذُوا صِغَارَكُمْ فِي هَاتَيْنِ السَّاعَتَيْنِ فَإِنَّهُمَا سَاعَتَا غَفْلَةٍ
Dari Jâbir, dari Abû Ja‘far as berkata, "Iblîs menyebarkan bala-tentara malam ketika matahari terbenam sampai hilang syafaq, dan dia menyebarkan tentara-tentara siang dari sejak terbit fajar sampai terbit matahari." Dan beliau sebutkan bahwa Nabi Allah ‘alaihish shalâtu was salâm berkata, "Perbanyaklah oleh kalian dzikir ke-pada Allah ‘azza wa jalla pada dua waktu ini, dan berlindunglah kalian kepada Allah ‘azza wa jalla dari kejahatan Iblis dan bala-tentaranya, dan perlindungkanlah anak-anak kecil kalian pada dua waktu ini, sebab dua saat ini adalah dua saat lalai (kebanyakan orang)."
    Agar tidak tidur pagi, maka kita bisa membaca ta‘qîb setelah shubuh dan membaca dzikir dan doa pagi hingga terbit matahari.

1- اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَ الْحَزَنِ, وَ الْعَجْزِ وَ الْكَسَلِ, وَ الْبُخْلِ وَ الْجُبْنِ وَ ضَلَعِ الدَّيْنِ, وَ غَلَبَةِ الرِّجَالِ وَ بَوَارِ اْلأَيِّمِ, وَ الْغَفْلَةِ وَ الذِّلَّةِ, وَ الْقَسْوَةِ وَ الْعَيْلَةِ وَ الْمَسْكَنَةِ. وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ, وَ مِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ, وَ مِنْ عَيْنٍ لاَ تَدْمَعُ, وَ مِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ, وَ مِنْ صَلاَةٍ لاَ تَنْفَعُ. وَ أَعُوذُ بِكَ مِنِ امْرَأَةٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ أَوَانِ مَشِيْبِي. وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَلَدٍ يَكُوْنُ عَلَيَّ رِبَاءً. وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ مَالٍ يَكُوْنُ عَلَيَّ عَذَابًا. وَ أَعُوذُ بِكَ مِنْ صَاحِبِ خَدِيْعَةٍ إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا وَ إِنْ رَأَى سَيِّئَةً أَفْشَاهَا. اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْ لِفَاجِرٍ عِنْدِي يَدًا وَ لاَ مِنَّةً
Allâhumma innî a‘ûdzu bika minal hammi wal hazan, wal ‘ajzi wal kasal, wal bukhli wal jubni wa dhala‘id dain, wa ghalabatir rijâli wa bawâril ayyim, wal ghaflati wadz dzillah, wal qaswati wal ‘ailati wal maskanah. Wa a‘ûdzu bika min nafsin lâ tasyba‘, wa min qalbin lâ yakhsya‘, wa min ‘ainin lâ tadma‘, wa du‘â`in lâ yusma‘, wa min shalâtin lâ tanfa‘. Wa a‘ûdzu bika minimra`atin tusyayyibunî qabla awâni masyîbî. Wa a‘ûdzu bika min waladin yakûnu ‘alayya riba`â. Wa a‘ûdzu bika min mâlin yakûnu ‘alayya ‘adzâbâ. Wa a‘ûdzu bika min shâhibi khadî‘atin in ra`â hasanatan dafanahâ, wa in ra`â sayyi`atan afsyâhâ. Allâhumma lâ taj‘al lifâjirin ‘indî yadan wa lâ minnah.

Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan, kesedihan, kelemahan, kemalasan, kekikiran, rasa takut yang berlebihan (pengecut), dililit utang, dikalahkan orang-orang, punya anak perempuan yang tidak dilamar lelaki, kelalaian, kehinaan, keras hati, tanggu-ngan yang berat dan kemiskinan yang sangat. Aku berlindung kepada-Mu dari diri yang tidak kenyang, dari hati yang tidak khusyu‘, dari mata yang tidak menangis, dari doa yang tidak didengar dan dari shalat yang tidak bermanfaat. Aku berlindung kepada-Mu dari istri yang membikinku ubanan sebelum waktunya tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari anak yang menjadi penderitaan atasku. Aku berlindung kepada-Mu dari harta yang menjadi siksaan atasku. Dan aku berlindung kepada-Mu dari penipu yang jika dia melihat kebaikan (dariku) dia sembunyikan, dan apabila dia melihat keburukan (dariku) dia sebarkan.Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kekuatan dan karunia bagi si durhaka di sisiku. 


2- اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ يَا عَالِمًا بِكُلِّ خَفِيَّةٍ، يَا مَنِ السَّمَاءُ بِقُدْرَتِهِ مَبْنِيَّةٌ، يَا مَنِ اْلأَرْضُ بِقُدْرَتِهِ مَدْحِيَّةٌ، يَا مَنِ الشَّمْسُ وَ الْقَمَرُ بِنُوْرِ جَلاَلِهِ مُضِيْئَةٌ، يَا مَنِ الْبِحَارُ بِقُدْرَتِهِ مُجْرِيَةٌ، يَا مُنْجِيَ يُوْسُفَ مِنْ رِقِّ الْعُبُوْدِيَّةِ، يَا مَنْ يَصْرِفُ كُلَّ نِقْمَةٍ وَ بَلِيَّةٍ، يَا مَنْ حَوَائِجُ السَّائِلِيْنَ عِنْدَهُ مَقْضِيَّةٌ، يَا مَنْ لَيْسَ لَهُ حَاجِبٌ يُخْشَى، وَ لاَ وَزِيْرٌ يُرْشَى، صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ، وَ احْفَظْنِي فِي سَفَرِي وَ حَضَرِي، وَ لَيْلِي وَ نَهَارِي، وَ يَقْظَتِي وَ مَنَامِي، وَ نَفْسِي وَ أَهْلِي، وَ مَالِي وَ وُلْدِي، وَ الْحَمْدُ ِللهِ وَحْدَهُ
Allâhumma innî as`aluka yâ ‘âliman bikulli khafiyyah, yâ manis samâ`u biqudratihi mabniyyah, yâ manil ardhu bi-qudratihi mad-hiyyah, yâ manisy syamsu wal qamaru binûri jalâlihi mudhî`ah, yâ manil bihâru biqudratihi mujriyah, yâ munjiya yûsufa min riqqil ‘ubûdiyyah, yâ man yashrifu kulla niqmatin wa baliyyah, yâ man hawâ`ijus sâ`ilîna ‘indahu maqdhiyyah, yâ man laisa lahu hâjibun yukhsyâ, walâ wazîrun yursyâ, shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wahfazhnî fî safarî wa hadharî, wa lailî wa nahârî, wa yaqzhatî wa manâmî, wa nafsî wa ahlî, wa mâlî wa wuldî, wal hamdu lillâhi wahdah.

Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu, wahai yang me-ngetahui setiap yang tersembunyi, wahai yang langit dengan kekuasaan-Nya dibangun, wahai yang bumi dengan qudrah-Nya dihamparkan, wahai yang matahari dan bulan dengan cahaya keagungan-Nya bersinar, wahai yang lautan dengan kekuasaan-Nya mengalir, wahai yang menyelamatkan Yûsuf dari ikatan perbudakan, wahai yang memalingkan setiap petaka dan bencana, wahai yang kebutuhan para pe-ngemis di sisi-Nya ditunaikan, wahai yang tidak ada bagi-Nya peng-halang yang ditakuti dan tidak ada menteri yang diperbantukan, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, lindungilah aku pada saat safar dan hadhar, pada malamku dan siangku, pada saat jagaku dan pada waktu tidurku, diriku, keluargaku, harta-bendaku dan anak-anakku, dan segala puji hanya bagi Allah sendiri. 

3- اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِسَمْعِي وَ بَصَرِي, وَ اجْعَلْهُمَا الْوَارِثَيْنِ مِنِّي, وَ أَرِنِي ثَأْرِي فِي عَدُوِّي
Allâhumma matti‘nî bisam‘î wa basharî, waj‘alhumal wâritsaini minnî, wa arinî tsa`rî fî ‘aduwwî.

Ya Allah, karuniakanlah kepadaku dengan pendengaranku dan penglihatanku, dan jadikanlah keduanya yang mewarisi dariku (sebagai amal yang mengalir) dan perlihatkanlah kepadaku pembalasan pada musuhku.

4- أَسْتَغْفِرُ اللهَ رَبِّي وَ أَتُوبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullâha rabbî wa atûbu ilaih.

Aku memohon ampun kepada Allah Tuhan yang mengaturku dan aku bertobat kepada-Nya. 

5- اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ
Allâhumma shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad.

Ya Allah, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. 

6- أَصْبَحْنَا وَ أَصْبَحَ الْمُلْكُ ِللهِ, اللَّهُمَّ إِنَّا عَبِيْدُكَ وَ أَبْنَاءُ عَبِيْدِكَ. اللَّهُمَّ فَاحْفَظْنَا مِنْ حَيْثُ نَحْتَفِظُ وَ مِنْ حَيْثُ لاَ نَحْتَفِظُ. اللَّهُمَّ احْرُسْنَا مِنْ حَيْثُ نَحْتَرِسُ وَ مِنْ حَيْثُ لاَ نَحْتَرِسُ. اللَّهُمَّ اسْتُرْنَا مِنْ حَيْثُ نَسْتَتِرُ وَ مِنْ حَيْثُ لاَ نَسْتَتِرُ. اللَّهُمَّ اسْتُرْنَا بِالْغِنَاءِ وَ الْعَافِيَةِ, اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا الْعَافِيَةَ, وَ دَوَامَ الْعَافِيَةِ, وَارْزُقْنَا الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ
    Ashbahnâ wa ashbahal mulku lillâh. Allâhumma innâ ‘abîduka wa abnâ`u ‘abîdik. Allâhumma fahfazhnâ min haitsu nahtafizhu wa min haitsu lâ nahtafizh. Allâhummahrusnâ min haitsu nahtarisu wa min haitsu lâ nahtaris. Allâhummasturnâ min haitsu nastatiru wa min haitsu lâ nastatir. Allâhummasturnâ bil ghinâ`i wal ‘âfiyah. Allâhummarzuqnal ‘âfiyah, wa dawâmal ‘âfiyah, warzuqnasy syukra ‘alal ‘âfiyah.

Kami berpagi dan kerajaan seluruhnya milik Allah. Ya Allah, sesungguhnya kami hamba-hamba-Mu dan anak-anak hamba-hamba-Mu. Ya Allah, jagalah kami dari arah yang kami menjaga diri dan dari arah yang kami tidak menjaga diri. Ya Allah, peliharalah kami dari arah yang kami memelihara diri dan dari sisi yang kami tidak meme-lihara diri. Ya Allah, lindungilah kami dari arah yang kami tersembunyi dan dari keadaan yang kami tidak tersembunyi. Ya Allah, tutuplah kami dengan kecukupan dan kekuatan. Ya Allah, berilah kami karunia kekuatan dan langgengnya kekuatan dan beri kami karunia untuk mensyukuri kekuatan. 


7- بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ () قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ () اَللهُ الصَّمَدُ () لَمْ يَلِدْ وَ لَمْ يُوْلَدْ () وَ لَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Bismillâhir rahmânir rahîm. Qul huwallâhu ahad. Allâhush shamad. Lam yalid walam yûlad. Wa lam yakun lahu kufuwan ahad.

Dengan menyebut nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Katakanlah: Dialah Allah yang Satu. Allah yang kepada-Nya bergantung segala sesuatu. Dia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan. Dan tidak ada satu pun yang setara bagi-Nya.


8- يَا رَبِّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ, وَ أَعْتِقْ رَقَبَتِي مِنَ النَّارِ
Yâ rabbi, shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammad, wa a‘tiq raqabatî minan nâr.

Wahai Tuhan yang mengaturku, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan bebaskanlah diriku dari api neraka.

9- اللَّهُمَّ أَصْلِحْ دِيْنِيَ الَّذِي جَعَلْتَهُ لِي عِصْمَةً. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ) اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيْهَا مَعَاشِي. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ) اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي جَعَلْتَ مَرْجَعِي إِلَيْهَا. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ) اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَتِكَ, وَ أَعُوذُ بِعَفْوِكَ مِنْ نِقْمَتِكَ. (ثَلاَثَ مَرَّاتٍ)  اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْكَ, لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ, وَ لاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ وَ لاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ
Allâhumma ashlih dîniyal ladzî ja‘altahu lî ‘ishmah. (tiga kali) Allâhumma ashlih lî dun-yâyal latî fîhâ ma‘âsyî. (tiga kali) Allâhumma ashlih lî ãkhiratil latî ja‘alta marja‘î ilaihâ. (tiga kali) Allâhumma innî a‘ûdzu biridhâka min sakhatik, wa a‘ûdzu bi ‘afwika min niqmatik.
(tiga kali) Allâhumma innî a‘ûdzu bika minka, lâ mâni‘a limâ a‘thait, walâ mu‘thiya limâ mana‘ta walâ yanfa‘u dzal jaddi minkal jadd.
Ya Allah, perbaiki ajaranku yang Engkau telah menjadikannya untukku sebagai penjagaan (tiga kali). Ya Allah, perbaikilah buatku duniaku yang padanya Engkau telah jadikan penghidupanku (tiga kali). Ya Allah, perbaikilah akhiratku bagiku yang kepadanya Engkau telah jadikan tempat kembaliku (tiga kali). Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan rido-Mu dari murka-Mu, dan aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksa-Mu (tiga kali). Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari-Mu, tidak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang Engkau berikan, dan tidak ada yang bisa memberi terhadap apa yang Engkau cegah dan tidak bermanfaat bagi yang punya kekayaan dari-Mu akan kekayaannya itu (yang manfaat baginya hanya iman dan taat kepada-Mu). 


10- بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمـنِ الرَّحِيْـمِ، لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ
Bismillâhir rahmânir rahîm. Lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil ‘azhîm.

Dengan nama Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.

11- مَا شَاءَ اللهُ كَانَ, لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ
    Mâ syâ`allâhu kân, lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyi ‘azhîm.

   Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, tidak ada daya dan ti-dak ada kekuatan selain dengan Allah yang maha tinggi lagi maha agung.

12- بِسْمِ اللهِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ، وَ أُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللهِ، إِنَّ اللهَ بَصِيْرٌ بِالْعِبَادِ، فَوَقَاهُ اللهُ سَيِّئَاتِ مَا مَكَرُوا، لاَ إِلَهَ إلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ اِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ، فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَ نَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَ كَذَالِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِيْنَ. حَسْبُنَا اللهُ وَ نِعْمَ الْوَكِيْلُ، فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللهِ وَ فَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوْءٌ، مَا شَاءَ اللهُ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. مَا شَاءَ اللهُ لاَ مَا شَاءَ النَّاسُ، مَا شَاءَ اللهُ وَ إِنْ كَرِهَ النَّاسُ. حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوْبِيْنَ، حَسْبِيَ الْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوقِيْنَ، حَسْبِيَ الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوقِيْنَ، حَسْبِيَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ، حَسْبِى مَنْ هُوَ حَسْبِي، حَسْبِي مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي، حَسْبِي مَنْ كَانَ مُنْذُ (قَطُّ) كُنْتُ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي، حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
Bismilâhi wa shallallâhu ‘alâ muhammadin wa ãlih, wa ufawwidhu amrî ilallâh, innallâha bashîrun bil ‘ibâd, fawaqâhullâhu sayyi`âti mâ makarû, lâ ilâha illâ anta subhânaka innî kuntu minazh zhâlimîn, fastajabnâ lahu wa najjainâhu minal ghammi wa kadzâlika nunjil mu`minîn. Hasbunallâhu wa ni‘mal wakîl, fanqalabû bini‘matin minallâhi wa fadhlin lam yamsashum sû`, mâ syâ`allâhu lâ haula walâ quwwata illâ billâh, mâ syâ`allâhu lâ mâ syâ`an nâs, mâ syâ`allâhu wa in karihan nâs. Hasbiyar rabbu minal marbûbîn, hasbiyal khâliqu mi-nal makhlûqîn, hasbiyar râziqu minal marzûqîn, hasbiyallâhu rabbul ‘âlamîn, hasbî man huwa hasbî, hasbî man lam yazal hasbî, hasbî man kâna mundzu (qaththu) kuntu lan yazal hasbî, hasbiyallâhu lâ ilâha illâ huw, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhîm.

Dengan nama Allah, Allah bershalawât kepada Muhammad dan keluarganya, dan kuserahkan segala urusanku kepada Allah, sesungguhnya Allah maha melihat hamba-hamba-Nya, maka Dia menjaganya dari keburukan-keburukan makar yang mereka perbuat, tidak ada tuhan selain Engkau, maha suci Engkau, sesunguhnya aku termasuk di antara mereka yang zalim, maka Kami mengabulkannya dan Kami menyelamatkannya dari kesengsaraan, dan begitulah Kami selamatkan mereka yang beriman. Cukuplah buat kami Allah dan sebaik-baik wakil, lalu mereka kembali dengan membawa kenikmatan dari Allah dan karunia yang keburukan tidak menyentuh mereka, apa yang Allah kehendaki (terjadi) tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan Allah, apa yang dikehendaki Allah (pasti terjadi), bukan apa yang dikehendaki manusia, apa yang Allah kehendaki (pasti terjadi) sekalipun tidak disukai manusia. Cukuplah buatku Tuhan yang mengatur dari semua yang diatur, cukuplah buatku pencipta dari semua yang diciptakan, cukuplah buatku Dia pemberi rezeki dari semua yang diberi rezeki, cukuplah buatku Allah pemilik alam semesta, cukuplah buatku Dia yang cukup buatku, cukuplah Dia buatku yang senantiasa Dia cukup buatku, cukuplah Dia buatku sejak aku ada senantiasa cukup buatku, cukuplah buatku Allah tidak ada tuhan selain Dia, kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia pemilik singgasana yang agung. 


13- اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ عَلَيْكَ, صَلَّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ, وَ اجْعَلِ النُّورَ فِي بَصَرِي, وَ الْبَصِيْرَةَ فِي دِيْنِي, وَ الْيَقِيْنَ فِي قَلْبِي, وَ اْلإِخْلاَصَ فِيْ عَمَلِي, وَ السَّلاَمَةَ فِي نَفْسِي, وَ السَّعَةَ فِي رِزْقِي, وَ الشُّكْرَ لَكَ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي
Allâhumma innî as`aluka bihaqqi muhammadin wa ãli muhammadin ‘alaik, shalli ‘alâ muhammadin wa ãli muhammadin, waj‘alin nûra fî basharî, wal bashîrata fî dînî, wal yaqîna fî qalbî, wal ikhlâsha fî ‘amalî, was salâmata fî nafsî, was sa‘ata fî rizqî, wasy syukra laka abadan mâ abqaitanî.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad atas-Mu, curahkanlah shalawât kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, jadikanlah cahaya dalam penglihatanku, penglihatan (pemahaman) dalam ajaranku, keyakinan dalam hatiku, keikhlasan dalam amalku, keselamatan dalam diriku, keluasaan dalam rezekiku, dan syukur kepada-Mu selamanya-lamanya selama Engkau hidupkan aku.


14- سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ وَ بِحَمْدِهِ, أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَ أَسْأَلُهُ مِنْ فَضْلِهِ
Subhânallâhil ‘azhîmi wa bihamdih, astaghfirullâha wa as`aluhu min fadhlih.

Maha suci Allah yang maha agung dan dengan memuji-Nya, aku meminta ampun kepada Allah dan memohon dari karunia-Nya kepada-Nya.

Wed, 12 Mar 2014 @12:07


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved