Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Keluarga Muslim [9]

SIFAT-SIFAT PEREMPUAN DAN LAKI-LAKI YANG BAIK

Perempuan yang Baik
عَنْ إِبْرَاهِيمَ الْكَرْخِيِّ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع إِنَّ صَاحِبَتِي هَلَكَتْ وَ كَانَتْ لِي مُوَافِقَةً وَ قَدْ هَمَمْتُ أَنْ أَتَزَوَّجَ فَقَالَ لِيَ انْظُرْ أَيْنَ تَضَعُ نَفْسَكَ وَ مَنْ تُشْرِكُهُ فِي مَالِكَ وَ تُطْلِعُهُ عَلَى دِينِكَ وَ سِرِّكَ فَإِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَبِكْراً تُنْسَبُ إِلَى الْخَيْرِ وَ إِلَى حُسْنِ الْخُلُقِ
Dari Ibrâhîm Al-Kurkhi berkata: Saya berkata kepada Abû 'Abdillâh as, "Sesungguhnya istriku telah meninggal dan adalah dia bagiku sangat cocok, dan saya telah ingin nikah lagi." Maka beliau berkata kepadaku, "Perhatikanlah di mana kamu meletakkan dirimu dan siapakah yang engkau sertakan dalam hartamu dan engkau perlihatkan kepadanya ajaranmu dan rahasiamu, maka kalau engkau mesti melakukan, maka gadis yang disandarkan kepada yang baik dan kebaikan akhlak…" 
 
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ ص فَقَالَ إِنَّ خَيْرَ نِسَائِكُمُ الْوَلُودُ الْوَدُودُ الْعَفِيفَةُ الْعَزِيزَةُ فِي أَهْلِهَا الذَّلِيلَةُ مَعَ بَعْلِهَا الْمُتَبَرِّجَةُ مَعَ زَوْجِهَا الْحَصَانُ عَلَى غَيْرِهِ الَّتِي تَسْمَعُ قَوْلَهُ وَ تُطِيعُ أَمْرَهُ وَ إِذَا خَلَا بِهَا بَذَلَتْ لَهُ مَا يُرِيدُ مِنْهَا وَ لَمْ تَبَذَّلْ كَتَبَذُّلِ الرَّجُلِ
Dari Abû Hamzah dari Jâbir bin 'Abdullâh dia berkata: Saya telah mendengarnya berkata: Adalah kami di sisi Nabi saw, lalu beliau berkata, "Sesungguhnya sebaik-baik istri kamu itu adalah peranak (senang mempunyai anak banyak), penyayang, suci (menjaga diri), gagah pada keluarganya, merendah bersama suaminya, membuka auratnya bersama suaminya, menutup auratnya atas selainnya, yang mendengar perkataannya dan taat kepada perintahnya, dan apabila suaminya menyendiri dengannya, dia curahkan baginya apa yang diinginkan suami darinya, dan tidak mencurahkan seperti halnya lelaki." 
 
عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ خَيْرُ نِسَائِكُمُ الَّتِي إِذَا خَلَتْ مَعَ زَوْجِهَا خَلَعَتْ لَهُ دِرْعَ الْحَيَاءِ وَ إِذَا لَبِسَتْ لَبِسَتْ مَعَهُ دِرْعَ الْحَيَاءِ
Dari Abû Bashîr dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Sebaik-baik istri kamu adalah istri yang dia jika mananggalkan bersama suaminya dia tanggalkan baginya baju besi malu, dan apabila mengenakan, dia kenakan bersamanya baju besi malu." 

Barangkali maksudnya itu seperti dalam riwayat sebelumnya, yaitu bahwa istri yang shâlihah itu serba terbuka ketika berduaan di kamarnya bersama suaminya, dan tertutup dengan mengenakan jilbab yang baik jika bersama selain suaminya.

عَنْ سُلَيْمَانَ الْجَعْفَرِيِّ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ الرِّضَا ع قَالَ قَالَ أَمِيرُ الْمُؤْمِنِينَ ع خَيْرُ نِسَائِكُمُ الْخَمْسُ قِيلَ وَ مَا الْخَمْسُ قَالَ الْهَيِّنَةُ اللَّيِّنَةُ الْمُؤَاتِيَةُ الَّتِي إِذَا غَضِبَ زَوْجُهَا لَمْ تَكْتَحِلْ بِغَمْضٍ حَتَّى يَرْضَى وَ إِذَا غَابَ عَنْهَا زَوْجُهَا حَفِظَتْهُ فِي غَيْبَتِهِ فَتِلْكَ عَامِلٌ مِنْ عُمَّالِ اللَّهِ وَ عَامِلُ اللَّهِ لَا يَخِيبُ
Dari Sulaimân Al-Ja'fari dari Abû Al-Hasan Al-Ridhâ as berkata: Amîrul Mu`minîn as telah berkata, "Sebaik-baik istri kamu adalah al-khams." Beliau ditanya, "Apa al-khams itu?" Beliau menjawab, "Al-Hayyinah al-layyinah al-mu`âtiyah yang apabila marah suaminya dia tidak memakai celak dengan memejamkan mata hingga dia rela, dan jika suaminya tidak ada di rumah, dia menjaganya dalam ketiadaannya, maka itulah dari karyawan-karyawan Allah, dan karyawan Allah itu tidak rugi." 
 

عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ بَعْضِ رِجَالِهِ قَالَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ ع خَيْرُ نِسَائِكُمُ الطَّيِّبَةُ الرِّيحِ الطَّيِّبَةُ الطَّبِيخِ الَّتِي إِذَا أَنْفَقَتْ أَنْفَقَتْ بِمَعْرُوفٍ وَ إِنْ أَمْسَكَتْ أَمْسَكَتْ بِمَعْرُوفٍ فَتِلْكَ عَامِلٌ مِنْ عُمَّالِ اللَّهِ وَ عَامِلُ اللَّهِ لَا يَخِيبُ وَ لَا يَنْدَمُ
Dari Muhammad bin Sinân dari sebagian perawinya berkata: Abû 'Abdillâh as telah berkata, "Sebaik-baik istri kamu adalah yang baik aromanya, yang baik pasakannya, yang bika ber-infâq dia ber-infâq dengan ma'rûf (baik dan benar) dan bika menahan dia menahan dengan ma'rûf, itulah karyaman dari karyawan-karyawan Allah, dan karyawan Allah itu tidak rugi dan tidak menyesal." 

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص خَيْرُ نِسَائِكُمُ الْعَفِيفَةُ الْغَلِمَةُ
 Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Sebaik-baik istri kamu adalah yang menjaga diri lagi hangat." 

عَنِ السَّكُونِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص أَفْضَلُ نِسَاءِ أُمَّتِي أَصْبَحُهُنَّ وَجْهاً وَ أَقَلُّهُنَّ مَهْراً
Dari Al-Sakûni dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw berkata, "Perempuan-perempuan ummatku yang paling utama adalah yang paling pagi wajahnya dan yang paling sedikit maharnya." 

Yang paling pagi wajahnya itu seperti dalam hadîts yang lain, yaitu jika aku datang kepadanya, dia menyenangkanku (ramah, santun dan tidak bermuka masam). Dan tanda sial wanita itu antara lain apabila dia atau keluarganya memasang mahar yang mahal, maka perhatikanlah!
 
عَنْ مَسْعَدَةَ بْنِ زِيَادٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ ع قَالَ النِّسَاءُ أَرْبَعَةُ أَصْنَافٍ فَمِنْهُنَّ رَبِيعٌ مُرْبِعٌ وَ مِنْهُنَّ جَامِعٌ مُجْمِعٌ وَ مِنْهُنَّ كَرْبٌ مُقْمِعٌ وَ مِنْهُنَّ غُلٌّ قَمِلٌ
Dari Mas'adah bin Ziyâd dari Ja'far bin Muhammad dari ayahnya sa berkata, "Perempuan itu ada empat golongan: Ada rabî'un murbi', ada jâmi'un mujmi', ada karbun muqmi' dan ada ghullun qamil."  

Ibnu Bâbawaih berkata: Ahmad bin Abî 'Abdillâh Al-Barqi berkata, "Jâmi' mujmi' itu adalah perempuan yang banyak kebaikannya lagi subur, rabî' murbi' adalah perempuan yang pada pangkuaannya ada anak (punya anak kecil) dan dalam perutnya ada anak yang lain (sedang hamil), karbun muqmi' yaitu wanita yang jelek akhlaknya bersama suaminya, dan ghullun qamil dia di sisi suaminya seperti al-ghullul qamil , yaitu ghullun dari kulit yang jatuh padanya qamil (kutu) lalu dia (suami) memakannya hingga dia tidak punya kesempatan sedikit pun untuk berhati-hati darinya, dan ini perumpamaan bagi orang Arab."
 
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ص فَقَالَ إِنَّ لِي زَوْجَةً إِذَا دَخَلْتُ تَلَقَّتْنِي وَ إِذَا خَرَجْتُ شَيَّعَتْنِي وَ إِذَا رَأَتْنِي مَهْمُوماً قَالَتْ لِي مَا يُهِمُّكَ إِنْ كُنْتَ تَهْتَمُّ لِرِزْقِكَ فَقَدْ تَكَفَّلَ لَكَ بِهِ غَيْرُكَ وَ إِنْ كُنْتَ تَهْتَمُّ بِأَمْرِ آخِرَتِكَ فَزَادَكَ اللَّهُ هَمّاً فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص إِنَّ لِلَّهِ عُمَّالًا وَ هَذِهِ مِنْ عُمَّالِهِ لَهَا نِصْفُ أَجْرِ الشَّهِيدِ
Ada seorang laki-laki datang kepada Rasûlullâh saw, lalu dia berkata, "Saya punya seorang istri yang apabila saya datang dia menyambutku, apabila saya keluar dia mengantarku, apabila dia melihat saya sedih, dia bertanya kepadaku, 'Apa yang menyedihkanmu, jika engkau sedih karena rezekimu, maka selainmu (Allah 'azza wa jalla) menanggungnya bagimu, jika engkau sedih karena urusan akhiratmu, maka semoga Allah menambahmu semangat.'" Maka Rasulullah saw berkata, "Sesungguhnya Allah punya 'ummâl (para karyaman), dan perempuan ini di antara karyawati-Nya, dia mendapat setengah dari pahala syahîd." 
 
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سِنَانٍ عَنْ بَعْضِ أَصْحَابِنَا قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ع يَقُولُ إِنَّمَا الْمَرْأَةُ قِلَادَةٌ فَانْظُرْ مَا تَتَقَلَّدُ وَ لَيْسَ لِلْمَرْأَةِ خَطَرٌ لَا لِصَالِحَتِهِنَّ وَ لَا لِطَالِحَتِهِنَّ فَأَمَّا صَالِحَتُهُنَّ فَلَيْسَ خَطَرُهَا الذَّهَبَ وَ الْفِضَّةَ هِيَ خَيْرٌ مِنَ الذَّهَبِ وَ الْفِضَّةِ وَ أَمَّا طَالِحَتُهُنَّ فَلَيْسَ خَطَرُهَا التُّرَابَ التُّرَابُ خَيْرٌ مِنْهَا
Dari 'Abdullâh bin Sinân dari sebagian sahabat kami berkata: Saya telah mendengar Abû 'Abdillâh as berkata, "Sesungguhnya perempuan itu (ibarat) kalung, maka perhatikanlah kalung yang kamu pakai, dan perempuan itu tidak punya pangkat; tidak bagi yang shâlihah-nya dan tidak bagi yang thâlihah-nya. Adapun yang shâlihah-nya, maka pangkatnya bukanlah mas dan perak, (karena) dia lebih baik dari mas dan perak, dan adapun yang thâlihah-nya pangkatnya bukanlah tanah, (sebab) tanah itu lebih baik darinya."  

Perempuan yang baik menurut Islam dijuluki shâlihah , dan lawannya adalah thâlihah. Perempuan yang shâlihah jauh lebih baik dari mas dan perak sedang perempuan yang tidak shâlihah jauh lebih buruk dari tanah. Laki-laki jika telah menikah menjadi terikat oleh istrinya, jika istrinya baik maka ikatan itu baik dan indah, tetapi apabila istrinya tidak baik, inilah yang menyebabkan lelaki menjadi pusing dan bahkan segera tumbuh uban, sebab kalung menjadi tidak indah dan bahkan mencekik, maka kaum lelaki disuruh memperhatikan kalung yang akan dia pakai!

Wed, 5 Mar 2014 @20:10


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved