Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 081220891192 083829417557


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Keluarga Muslim [5]

ANJURAN MEMILIH PEREMPUAN SHALIHAH

Shâlihah artinya yang sesuai, maksudnya sesuai dengan ajaran Allah 'azza wa jalla, maka perempuan shâlihah itu adalah perempuan yang taat kepada Allah, Rasul-Nya dan Ahlulbait Nabi yang suci.

Amîrul Mu`minîn as berdoa kepada Allah meminta istri yang shâlihah yang beliau sebutkan dalam doanya bahwa istri yang shâlihah itu memiliki empat belas sifat: 1. Penyayang, 2. Peranak (mendambakan punya anak), 3. Pensyukur kepada Allah, 4. Berjiwa qanâ'ah (merasa cukup dengan rezeki yang ada), 5. Setia (tidak berpaling kepada laki-laki yang lain), 6. Jika suami berbuat baik (kepadanya) dia bersyukur, 7. Jika suami melakukan kesalahan kepadanya dia memaafkan, 8. Jika suami mengingat Allah dia membantu, 9. Bila suami lupa kepada Allah dia mengingatkan, 10. Bila suami keluar (pergi) dari sisinya dia menjaga diri, 11. Jika suami datang dia menyenangkannya, 12. Bila suami menyuruh dia menaatinya, 13. Jika suami membagi waktu atasnya dia membaguskan bagiannya (rela dimadu) dan 14. Jika suami marah kepadanya dia berusaha supaya suaminya menjadi rela.

Inilah sejumlah ketarangan yang menganjurkan laki-laki untuk memilih dan mencari perempuan yang shâlihah .

عَنِ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ ثَلَاثَةُ أَشْيَاءَ لَا يُحَاسَبُ عَلَيْهِنَّ الْمُؤْمِنُ طَعَامٌ يَأْكُلُهُ وَ ثَوْبٌ يَلْبَسُهُ وَ زَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعَاوِنُهُ وَ يُحْصِنُ بِهَا فَرْجَهُ
Dari Al-Halabi dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Ada tiga perkara orang yang beriman tidak dihisab atasnya: Makanan yang dia makan, busana yang dia  pakai, dan istri yang shâlihah yang membantunya dan dengannya dia menjaga kemaluannya." 
 
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ ص يَسْتَأْمِرُهُ فِي النِّكَاحِ فَقَالَ نَعَمْ انْكِحْ وَ عَلَيْكَ بِذَوَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ وَ قَالَ إِنَّمَا مَثَلُ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ مَثَلُ الْغُرَابِ الْأَعْصَمِ الَّذِي لَا يَكَادُ يُقْدَرُ عَلَيْهِ قَالَ وَ مَا الْغُرَابُ الْأَعْصَمُ قَالَ الْأَبْيَضُ إِحْدَى رِجْلَيْهِ
Dari Muhammad bin Muslim dari Abû Ja'far as berkata: Ada seorang lelaki datang kepada Rasûlullâh saw, dia meminta nasihat kepadanya tentang pernikahan, maka beliau berkata, "Ya, menikahlah dan pilihlah perempuan-perempuan yang mempunyai ketaatan, jika tidak rugilah kedua tanganmu." Dan beliau berkata, "Perumpamaan perempuan yang shâlihah itu semisal burung gagak yang sangat menjaga diri yang hampir-hampir tidak bisa dikuasai." Beliau berkata, "Dan apakah burung gagak yang sangat menjaga diri itu?" Beliau berkata, "Yang berwarna putih salah satu kakinya."  
 
قَالَ ع مَا أُعْطِيَ أَحَدٌ شَيْئاً خَيْراً مِنِ امْرَأَةٍ صَالِحَةٍ إِذَا رَآهَا سَرَّتْهُ وَ إِذَا أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَ إِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ.
Beliau as berkata, "Tidak diberi seseorang sesuatu yang lebih baik dari seorang istri yang shâlihah yang apabila dia melihatnya dia menyenangkannya, bila dia membagi (waktu) atasnya dia berbuat baik kepadanya, dan apabila dia tidak hadir darinya dia menjaganya." 
 
عَنْ صَفْوَانَ بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِي الْحَسَنِ عَلِيِّ بْنِ مُوسَى الرِّضَا ع قَالَ مَا أَفَادَ عَبْدٌ فَائِدَةً خَيْراً مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِذَا رَآهَا سَرَّتْهُ وَ إِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَ مَالِهِ
Dari Shafwân bin Yahyâ dari Abû Al-Hasan 'Ali bin Mûsâ Al-Ridhâ as berkata, "Seorang hamba tidak mendapatkan faidah yang lebih baik selain dari istri yang shâlihah yang jika dia melihatnya dia menyenangkannya, jika suami sedang tidak ada dia menjaganya pada dirinya dan harta suaminya." 
 
عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص إِنَّ مِنَ الْقِسْمِ الْمُصْلِحِ لِلْمَرْءِ الْمُسْلِمِ أَنْ تَكُونَ لَهُ الْمَرْأَةُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَ إِنْ غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهُ وَ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ
Dari Abû Ja'far as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Sesungguhnya di antara bagian yang maslahat bagi seorang muslim adalah dia mempunyai istri yang bila dia memandangnya dia menyenangkannya, bila dia ghaib darinya dia menjaganya, dan bila dia menyuruhnya dia mentaatinya." 
 
عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ إِذَا أَرَدْتُ أَنْ أَجْمَعَ لِلْمُسْلِمِ خَيْرَ الدُّنْيَا وَ خَيْرَ الْآخِرَةِ جَعَلْتُ لَهُ قَلْباً خَاشِعاً وَ لِسَاناً ذَاكِراً وَ جَسَداً عَلَى الْبَلَاءِ صَابِراً وَ زَوْجَةً مُؤْمِنَةً تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا وَ تَحْفَظُهُ إِذَا غَابَ عَنْهَا فِي نَفْسِهَا وَ مَالِهِ
Dari Abû Ja'far as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Allah 'azza wa jalla telah berfirman, Apabila Aku hendak menyatukan untuk muslim kebaikan dunia dan kebaikan akhirat, Ku-jadikan baginya hati yang khusyu', lidah yang berdzikir, jasad yang sabar atas bala, dan istri yang beriman (shâlihah) yang menyenangkannya bila dia memandangnya, yang menjaganya bila dia ghaib darinya pada dirinya dan harta suaminya ."  
 
عَنْ سَعْدٍ أَبِي عُمَرَ الْجَلَّابِ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ لِامْرَأَةِ سَعْدٍ هَنِيئاً لَكِ يَا خَنْسَاءُ فَلَوْ لَمْ يُعْطِكِ اللَّهُ شَيْئاً إِلَّا ابْنَتَكِ أُمَّ الْحُسَيْنِ لَقَدْ أَعْطَاكِ خَيْراً كَثِيراً إِنَّمَا مَثَلُ الْمَرْأَةِ الصَّالِحَةِ فِي النِّسَاءِ كَمَثَلِ الْغُرَابِ الْأَعْصَمِ فِي الْغِرْبَانِ وَ هُوَ الْأَبْيَضُ إِحْدَى الرِّجْلَيْنِ
Dari Sa'ad Abû 'Umar Al-Jallâb dari Abû 'Abdillâh as berkata kepada istri Sa'ad, "Beruntunglah kamu wahai Khansâ`, kalaulah Allah tidak memberimu sesuatu selain putrimu Ummul Husain, maka sesungguhnya Dia telah memberimu kebaikan yang banyak, sesungguhnya perumpamaan perempuan yang shâlihah itu pada kalangan kaum wanita adalah semisal burung gagak a'sham di kalangan para gagak, yakni yang putih salah satu kakinya."  
 
عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ عَنْ آبَائِهِ ع قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ص مَا اسْتَفَادَ امْرُؤٌ مُسْلِمٌ فَائِدَةً بَعْدَ الْإِسْلَامِ أَفْضَلَ مِنْ زَوْجَةٍ مُسْلِمَةٍ تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا وَ تُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَهَا وَ تَحْفَظُهُ إِذَا غَابَ عَنْهَا فِي نَفْسِهَا وَ مَالِهِ
Dari Abû 'Abdillâh dari ayah-ayahnya as berkata: Nabi saw telah berkata, "Tidak mendapatkan faidah seorang muslim dengan satu faidah setelah Islam yang lebih utama selain dari istri yang muslimah (berserah diri total kepada Allah) yang menyenangkannya bila dia mmemandangnya, yang mentaatinya apabila dia menyuruhnya,  dan yang menjaganya apabila dia tidak hadir darinya dalam dirinya dan harta suaminya." 
 
عَنْ حَفْصِ بْنِ الْبَخْتَرِيِّ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ مَثَلُ الْمَرْأَةِ الْمُؤْمِنَةِ مَثَلُ الشَّامَةِ فِي الثَّوْرِ الْأَسْوَدِ
Dari Hafsh bin Al-Bakhtari dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Permisalan perempuan yang beriman itu adalah semisal titik putuh pada lembu jantan yang hitam." 

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ص مِنْ سَعَادَةِ الْمَرْءِ الزَّوْجَةُ الصَّالِحَةُ
Dari Abû 'Abdillâh as berkata: Rasûlullâh saw telah berkata, "Di antara kebahagian lelaki adalah mempunyai istri yang shâlihah." 

عَنْ مَطَرٍ مَوْلَى مَعْنٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ع قَالَ ثَلَاثَةٌ لِلْمُؤْمِنِ فِيهَا رَاحَةٌ دَارٌ وَاسِعَةٌ تُوَارِي عَوْرَتَهُ وَ سُوءَ حَالِهِ مِنَ النَّاسِ وَ امْرَأَةٌ صَالِحَةٌ تُعِينُهُ عَلَى أَمْرِ الدُّنْيَا وَ الْآخِرَةِ وَ ابْنَةٌ يُخْرِجُهَا إِمَّا بِمَوْتٍ أَوْ بِتَزْوِيجٍ
Dari Mathar Maulâ Ma'n dari Abû 'Abdillâh as berkata, "Ada tiga perkata yang padanya rehat bagi orang yang beriman: Rumah yang luas yang menutup auratnya dan keadaannya yang buruk dari pandangan manusia, istri yang shâlihah yang membantunya atas urusan dunia dan akhirat dan anak perempuan yang dia keluarkan adakalanya dengan kematian atau pernikahan."

Tue, 4 Mar 2014 @20:23


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 5+6+8

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved