Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Malakul Maut as

Mengenal Malakul Maut

Allah 'azza wa jalla berfirman:

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لاَ يُفَرِّطُوْنَ
Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas hamba-hamba-Nya, dan Dia mengutus kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila telah datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, dia diwafatkan oleh para utusan Kami, dan mereka itu tidak melalaikan kewajibannya. 

Ingatlah! Malakul Maut (‘Izrâ`il as) yang datang setiap hari dan menyentuh wajah-wajah kita. Jika kita melakukan hal yang tidak baik, atau kita sedang tertawa berlebihan, atau kita sedang bermain-main, maka dia mengatakan kepada kita:

Wahai miskin, apa gerangan yang telah melalaikan kamu dari kewajiban yang seharusnya kamu kerjakan, lakukan saja apa yang kamu inginkan, sungguh suatu saat nanti akan kurenggut jiwamu dan kuputuskan urat jantungmu.

Allah 'azza wa jalla berfirman:

اللهُ يَتَوَفَّى اْلأَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا
Allah memegang jiwa ketika matinya dan (memegang) jiwa yang belum mati di waktu tidurnya. 

يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

Katakanlah: Malakul maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu kamu akan dikembalikan. 

Ada seorang zindîq (non muslim) yang mengklaim bahwa di dalam Al-Quran itu ada ayat-ayat yang kontradiktif (bertentangan). Amîrul Mu`minin as berkata, "Mengenai firman-Nya yang maha tinggi, Allah mewafatkan jiwa-jiwa ketika matinya. Firman-Nya, Mewafatkan kamu Malkul Maut. Dan (firman-Nya), Dia diwafatkan oleh para utusan Kami. Dan (firman-Nya), Mereka diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik. Dan (firman-Nya), Orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan menzalimi diri-dirinya.

Maka Dia yang maha berkah lagi maha tinggi telalu agung  untuk menangani hal itu dengan diri-Nya, perbuatan para utusan-Nya dan malaikat adalah perbuatan-Nya, karena mereka itu dengan perintah-Nya berbuat…maka jika orang yang akan diwafatkan itu adalah orang yang taat, maka yang menangani pencabutan ruhnya adalah malaikat rahmat, dan apabila manusia yang akan diwafatkan itu adalah manusia yang tidak taat, maka yang menangani pencabutan ruhnya adalah malaikat siksa. Malakul Maut itu punya banyak pembantu yang terdiri dari para malaikat rahmat (kasih) dan para malaikat siksa, mereka datang untuk mencabut nyawa orang dari perintahnya, dan perbuatan mereka adalah perbuatannya, dan setiap yang mereka lakukan disandarkan kepadanya, dan jika perbuatan mereka itu adalah perbuatan Malakul Maut, maka perbuatan Malakul Maut adalah perbuatan Allah, sebab dia mewafatkan jiwa-jiwa menurut yang Allah kehendaki." 

سُئِلَ الصَّادِقُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ عَنْ قَوْلِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ : اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا, وَ عَنْ قَوْلِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ : قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ, وَ عَنْ قَوْلِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ الَّذِيْنَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ طَيِّبِيْنَ وَ الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ, وَ عَنْ قَوْلِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ : تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا, وَ عَنْ قَوْلِ اللهِ عَزَّ وَ جَلَّ وَ لَوْ تَرَى إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا الْمَلاَئِكَةُ, وَ قَدْ يَمُوْتُ فِي السَّاعَةِ الْوَاحِدَةِ فِي جَمِيْعِ الآفَاقِ مَا لاَ يُحْصِيْهِ إِلاَّ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ فَكَيْفَ هَذَا؟ فَقَالَ : إِنَّ اللهَ تَبَارَكَ وَ تَعَالَى جَعَلَ لِمَلَكِ الْمَوْتِ أَعْوَانًا مِنَ الْمَلاَئِكَةِ يَقْبِضُونَ الأَرْوَاحَ بِمَنْزِلَةِ صَاحِبِ الشُّرْطَةِ لَهُ أَعْوَانٌ مِنَ الإِنْسِ يَبْعَثُهُمْ فِي حَوَائِجِهِمْ فَتَتَوَفَّاهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَ يَتَوَفَّاهُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ مَعَ مَا يَقْبِضُ هُوَ وَ يَتَوَفَّاهُ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ مِنْ مَلَكِ الْمَوْتِ

Al-Shâdiq as telah ditanya tentang firman Allah 'azza wa jalla, Allah mewafatkan jiwa-jiwa ketika matinya. Tentang firman Allah 'azza wa jalla, Katakanlah Malakul Maut mewafatkan kalian yang telah diserahkan kepada kalian. Tentang firman Allah 'azza wa jalla, Orang-orang yang diwafatkan para malaikat dalam keadaan baik dan orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menzalimi diri-diri mereka. Tentang firman Allah 'azza wa jalla, Mewafatkannya para utusan Kami. Dan tentang firman Allah 'azza wa jalla, Dan kalau kamu melihat orang-orang kâfir diwafatkan para malaikat. Dan sesungguhnya kematian sering terjadi pada saat yang sama di semua belahan bumi yang jumlahnya tidak ada yang tahu selain Allah 'azza wa jalla, maka bagaimanakah ini? Maka beliau berkata, "Sesungguhnya Allah yang maha berkah dan maha tinggi telah menjadikan bagi Malakul Maut para pembantu dari kalangan malaikat yang mencabut ruh-ruh, seperti kepala polisi punya pembantu dari kalangan manusia yang dia utus dalam kebutuhan-kebutuhannya, maka mereka diwafatkan oleh malaikat, dan Malakul Maut mewafatkannya dari malaikat bersama ruh yang dia pegang sendiri, dan Allah ‘azza wa jalla mewafatkannya dari Malakul Maut."   

Cara Malakul Maut Mencabut Ruh Manusia
قَالَ الصَّادِقُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : قِيْلَ لِمَلَكِ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : كَيْفَ تَقْبِضُ الأَرْوَاحَ وَ بَعْضُهَا فِي الْمَغْرِبِ وَ بَعْضُهَا فِي الْمَشْرِقِ فِي سَاعَةٍ وَاحِدَةٍ ؟ فَقَالَ : أَدْعُوهَا فَتُجِيْبُنِي. قَالَ : وَ قَالَ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ : إِنَّ الدُّنْيَا بَيْنَ يَدَيَّ كَالْقَصْعَةِ بَيْنَ يَدَيْ أَحَدِكُمْ يَتَنَاوَلُ مِنْهَا مَا يَشَاءُ وَ الدُّنْيَا عِنْدِي كَالدِّرْهَمِ فِي كَفِّ أَحَدِكُمْ يُقَلِّبُهُ كَيْفَ شَاءَ

Al-Shâdiq as telah berkata: Malakul Maut as ditanya, "Bagaimana cara engkau menggenggam arwâh yang sebagiannya ada di barat dan sebagiannya lagi ada di timur dalam saat yang sama?" Dia menjawab, "Aku panggil dia, lantas dia menjawabku." Dan Malakul Maut as berkata, "Sesungguhnya dunia di hadapanku seperti mangkuk yang ada di hadapan salah seorang dari kamu, dia bisa mengambil isinya menurut yang dia inginkan, dan dunia ini di sisiku seperti uang dirham yang ada pada telapak tangan seseorang darimu, dia dapat membulak-balikkannya menurut yang dia kehendaki."  

عَنْ جَابِرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عليه السلام قَالَ حَضَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنَ الْأَنْصَارِ وَ كَانَتْ لَهُ حَالَةٌ حَسَنَةٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ فَحَضَرَهُ عِنْدَ مَوْتِهِ فَنَظَرَ إِلَى مَلَكِ الْمَوْتِ عِنْدَ رَأْسِهِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ ارْفُقْ بِصَاحِبِي فَإِنَّهُ مُؤْمِنٌ فَقَالَ لَهُ مَلَكُ الْمَوْتِ يَا مُحَمَّدُ طِبْ نَفْساً وَ قَرَّ عَيْناً فَإِنِّي بِكُلِّ مُؤْمِنٍ رَفِيقٌ شَفِيقٌ وَ اعْلَمْ يَا مُحَمَّدُ إِنِّي لَأَحْضُرُ ابْنَ آدَمَ عِنْدَ قَبْضِ رُوحِهِ فَإِذَا قَبَضْتُهُ صَرَخَ صَارِخٌ مِنْ أَهْلِهِ عِنْدَ ذَلِكَ فَأَتَنَحَّى فِي جَانِبِ الدَّارِ وَ مَعِي رُوحُهُ فَأَقُولُ لَهُمْ وَ اللَّهِ مَا ظَلَمْنَاهُ وَ لَا سَبَقْنَا بِهِ أَجَلَهُ وَ لَا اسْتَعْجَلْنَا بِهِ قَدَرَهُ وَ مَا كَانَ لَنَا فِي قَبْضِ رُوحِهِ مِنْ ذَنْبٍ فَإِنْ تَرْضَوْا بِمَا صَنَعَ اللَّهُ بِهِ وَ تَصْبِرُوا تُؤْجَرُوا وَ تُحْمَدُوا وَ إِنْ تَجْزَعُوا وَ تَسْخَطُوا تَأْثَمُوا وَ تُوزَرُوا وَ مَا لَكُمْ عِنْدَنَا مِنْ عُتْبَى وَ إِنَّ لَنَا عِنْدَكُمْ أَيْضاً لَبَقِيَّةً وَ عَوْدَةً فَالْحَذَرَ الْحَذَرَ فَمَا مِنْ أَهْلِ بَيْتِ مَدَرٍ وَ لَا شَعْرٍ فِي بَرٍّ وَ لَا بَحْرٍ إِلَّا وَ أَنَا أَتَصَفَّحُهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ خَمْسَ مَرَّاتٍ عِنْدَ مَوَاقِيتِ الصَّلَاةِ حَتَّى لَأَنَا أَعْلَمُ مِنْهُمْ بِأَنْفُسِهِمْ وَ لَوْ أَنِّي يَا مُحَمَّدُ أَرَدْتُ قَبْضَ نَفْسِ بَعُوضَةٍ مَا قَدَرْتُ عَلَى قَبْضِهَا حَتَّى يَكُونَ اللَّهُ عَزَّ وَ جَلَّ هُوَ الْآمِرَ بِقَبْضِهَا وَ إِنِّي لَمُلَقِّنُ الْمُؤْمِنِ عِنْدَ مَوْتِهِ شَهَادَةَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَ أَنَّ مُحَمَّداً رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ

Dari Jâbir dari Abû Ja'far as berkata: Rasûlullâh saw mendatangi seorang lelaki dari kalangan Al-Ansâr yang keadaannya baik di sisi Rasûlullâh saw, maka beliau menghadirinya ketika matinya, lalu beliau melihat kepada Malakul Maut yang ada dekat kepalanya maka Rasûlullâh saw berkata kepadanya, "Wahai Malakul Maut, sayangilah sahabatku ini, karena dia itu orang yang beriman." Maka berkatalah Malakul Maut, "Baiklah jiwa dan sejuklah mata (tenanglah), dan ketahuilah bahwa aku sayang kepada setiap orang yang beriman. Dan ketahuilah wahai Muhammad bahwa aku mencabut ruh anak Ãdam, maka apabila ada orang yang menjerit dari keluarganya, aku berdiri dan bersamaku ruhnya, lalu aku berkata, Mengapa orang ini menjerit? Demi Allah, kami tidak menzaliminya, kami juga tidak mendahului ajalnya, dan tidak tergesa-gesa terhadap takdirnya, kami tidak berdosa dalam mencabut nyawanya, dan jika kalian rela dengan apa yang Allah perbuat dan bersabar niscaya kalian diberi pahala dan terpuji, tetapi apabila kalian berduka dan benci, tentu kalian berdosa dan disiksa, mengapakah kalian tidak rela kepada kami, kalian yang masih hidup juga satu saat akan kami datang dan kembali untuk mancabut nyawa, maka waspadalah, waspadalah. Tidak ada satu orang pun baik di darat maupun di laut melainkan aku datang dan mengusap mereka pada setiap harinya lima kali pada waktu-waktu shalat sehingga aku lebih tahu kepada diri-diri mereka dari mereka sendiri. Kalaulah aku wahai Muhammad hendak mencabut nyawa seekor nyamuk, tentu aku tidak akan pernah bisa mencabutnya, sehingga Allah 'azza wa jalla memerintahkan mencabutnya, dan sesungguhnya aku men-talqîn-kan orang yang beriman ketika matinya dengan kesaksian bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad Rasûlullâh saw."

Thu, 20 Feb 2014 @11:03


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved