Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Doa yang Berkenaan dengan Al-Quran

Ada beberapa buah doa yang berkenaan dengan Al-Quran yang mulia seperti doa perlindungan sebelum membaca Al-Quran, doa setelah membacanya dan sebagainya.

    فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. سورة النحل 16/98
Apabila kamu hendak membaca Al-Quran, maka berlindunglah kepada Allah dari syaithân yang dirajam 
Ketika kita hendak membaca Al-Quran, maka ada syaithân yang akan memalingkan kita dari pemahaman yang sebenarnya dari apa yang kita baca, maka apabila kita hendak membacanya, kita diperintah untuk berlindung kepada-Nya sebagaimana pada ayat di atas.
    Dan yang berkenaan dengan pemahaman Al-Quran itu ada beberapa buah doa yang perlu kita hapalkan sebagai-mana di bawah ini.

1. Doa sebelum Membaca Al-Quran
اللَّهُمَّ إِنِّي أَشْهَدُ أَنَّ هَذَا كِتَابُكَ الْمُنْزَلُ مِنْ عِنْدِكَ عَلَى رَسُولِكَ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ, وَكَلاَمُكَ النَّاطِقُ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ, جَعَلْتَهُ هَادِيًا مِنْكَ إِلَى خَلْقِكَ, وَحَبْلاً مُتَّصِلاً فِيْمَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ عِبَادِكَ. اللَّهُمَّ إِنِّي نَشَرْتُ عَهْدَكَ وَكِتَابَكَ. اللَّهُمَّ فَاجْعَلْ نَظَرِي فِيْهِ عِبَادَةً وَقِرَائَتِي فِيْهِ فِكْرًا وَفِكْرِي فِيْهِ اعْتِبَارًا, وَاجْعَلْنِي مِمَّنِ اتَّعَظَ بِبَيَانِ مَوَاعِظِكَ فِيْهِ, وَاجْتَنَبَ مَعَاصِيَكَ, وَ لاَ تَتْبَعْ عِنْدَ قِرَائَتِي عَلَى سَمْعِي, وَ لاَ تَجْعَلْ عَلَى بَصَرِي غِشَاوَةً, وَ لاَ تَجْعَلْ قِرَائَتِي قِرَاءَةًً لاَ تَدَبُّرَ فِيْهَا, بَلِ اجْعَلْنِي أَتَدَبَّرُ آيَاتِهِ وَأَحْكَامَهُ آخِذًا بِشَرَائِعِ دِيْنِكَ, وَ لاَ تَجْعَلْ نَظَرِي فِيْهِ غَفْلَةً وَ لاَ قِرَائَتِي هَذَرًا, إِنَّكَ أَنْتَ الرَّؤُوْفُ الرَّحِيْمُ

Allâhumma innî asyhadu anna hâdzâ kitâbul munzalu min ‘indika ‘alâ rasûlika muhammadibni ‘abdillâh, shallâllâhu ‘alaihi wa ãlih, wa kalâmukan nâthiqu ‘alâ lisâni nabiyyik, ja‘altahu hâdiyan minka ilâ khalqik, wa hablan muttashilan fîmâ bainaka wa baina ‘ibâdik. Allâhumma innî nasyartu ‘ahdaka wa kitâbak. Allâhumma faj‘al nazharî fîhi ‘ibâdah, wa qirâ`atî fîhi fikran wa fikrî fîhi‘tibârâ, waj‘alnî mimmanitta‘azha bibayâni mawâ‘izhika fîh, wajtanaba ma‘âshiyak, walâ tatba‘ ‘inda qirâ`atî ‘alâ sam‘î, walâ taj‘al ‘alâ basharî ghisyâwah, walâ taj‘al qirâ`atî qirâ`atan lâ tadabbura fîhâ, balij‘alnî atadabbaru ãyâtihi wa ahkâmahu ãkhidzan bisyarâ`i‘i dînik, walâ taj‘al nazharî fîhi ghaflatan wa lâ qirâ`atî hadzarâ, innaka antar ra`ûfur rahîm.

Catatan
Untuk perempuan ãkhidzan diganti menjadi ãkhidzatan…

Ya Allah sesungguhnya aku bersaksi bahwa ini adalah Kitab-Mu yang diturunkan atas Rasûl-Mu Muhammad bin ‘Abdullâh saw dan firman-Mu yang berbicara atas lidah Nabi-Mu, Engkau telah menjadikannya pemberi petunjuk dari-Mu kepada makhluk-Mu dan tali yang menghubungkan antara-Mu dan hamba-hamba-Mu. Ya Allah sesungguhnya aku membuka perjanjian dengan-Mu dan Kitab-Mu. Ya Allah jadikanlah pandanganku padanya ibadah dan bacaanku padanya pikiran dan pikiranku padanya pelajaran, dan jadikanlah aku di antara orang yang dapat mengam-bil penjelasan dari pelajaran-pelajaran-Mu yang ada di dalamnya dan menjauhi maksiat-maksiat terhadap-Mu, dan janganlah Engkau tutup pendengaranku pada waktu aku membacanya, dan ja-nganlah Engkau jadikan penghalang atas penglihatanku, dan ja-nganlah Engkau jadikan bacaanku padanya sebagai bacaan yang tidak ada perenungan padanya, tetapi jadikanlah aku merenungi ayat-ayatnya dan hukum-hukumnya dengan mengambil syarî‘ah-syarî‘ah ajaran-Mu, dan janganlah Engkau jadikan pandanganku padanya lalai dan bacaanku padanya sia-sia, sesungguhnya Engkau maha pengasih lagi maha penyayang. 

2. Doa setelah Membaca Al-Quran
اللَّهُمَّ إِنِّي قَدْ قَرَأْتُ مَا قَضَيْتَهُ مِنْ كِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ عَلَى نَبِيِّكَ الصَّادِقِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ آلِهِ, فَلَكَ الْحَمْدُ رَبَّنَا, اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِمَّنْ يُحِلُّ حَلاَلَهُ وَيُحَرِّمُ حَرَامَهُ, وَيُؤْمِنُ بِمُحْكَمِهِ وَمُتَشَابِهِهِ, وَاجْعَلْهُ لِي أُنْسًا فِي قَبْرِي وَأُنْسًا فِي حَشْرِي, وَاجْعَلْنِي مِمَّنْ تُرْقِيْهِ بِكُلِّ آيَةٍ قَرَأَهَا دَرَجَةً فِي أَعْلَى عِلِّيِّيْنَ, آمِيْنَ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Allâhumma innî qad qara`tu mâ qadhaitahu min kitâbikal ladzî anzalta ‘alâ nabiyyikash shâdiq, shallallâhu ‘alaihi wa ãli, falakal hamdu rabbanâ. Allâhummaj‘alnî mimman yuhillu halâlahu wa yuharrimu harâmah, wa yu`-minu bimuhka-mihi wa mutasyâbihih, waj‘alhu lî unsan fî qabrî wa unsan fî hasrî, waj‘alnî mimman turqîhi bikulli ãyatin qara`ahâ darajatan fî a‘lâ ‘illiyyîn, ãmîna rabbal ‘âlamîn.
Ya Allah sesungguhnya aku telah membaca apa yang Engkau tentukan dari kitab-Mu yang Engkau turunkan kepada Nabi-Mu yang benar saw, maka kepunyaan-Mu segala puji wahai Tuhan yang mengatur kami! Ya Allah, jadikanlah aku di antara orang yang menghalalkan perkara yang halalnya dan mengharamkan perkara yang haramnya, dan ber-îmân kepada ayat-ayat muhkam-nya (hukum-hukumnya) dan mutasyâbih-nya (ayat-ayat yang mesti di-ta`wîl), dan jadikanlah ia untukku sahabat yang ramah di kuburku dan teman yang ramah dalam kebangkitanku, dan jadikanlah aku di antara orang yang Engkau naikkan satu derajat di dalam surga yang paling tinggi dengan setiap ayat yang dibaca, kabulkanlah wahai Tuhan yang mengatur alam semesta. 

3. Sujud Tilâwah
Sujud tilâwah, yaitu sujud yang dilaksanakan sehubungan dengan ayat sajdah yang terdapat dalam Al-Quran yang kita baca. Sujud tilâwah ada dua macam: Wajib dan sunnah. Sujud tilâwah itu wajib jika membaca salah satu ayat sajdah yang terdapat dalam empat sûrah: Alif Lâm Mîm Tanzîl, Hâ Mîm Fushshilat, Al-Najm dan Al-‘Alaq. Jadi orang yang membaca salah satu ayat sajdah yang terdapat dalam empat sûrah tersebut, wajib segera melakukan sujud tilâwah, demikian pula orang yang dengan sengaja mendengarkannya bahkan orang yang mendengarnya menurut yang lebih jelas (Menurut sebagian paham tidak wajib bagi orang yang mendengar-nya, namun demi kehati-hatian selayaknya tidaklah ditingal-kan).
Adapun pada ayat-ayat sajdah yang terdapat di sebelas tempat, sujud tilâwah hanya dianjurkan saja, yaitu: (1) Dalam Al-A‘râf pada firman-Nya, Wa lahu yasjudûn. (2) Dalam sûrah Al-Ra‘d pada firman-Nya, Wa zhilâluhum bil ghuduwwi wal ãshâl. (3) Dalam sûrah Al-Nahl pada firman-Nya, Wa yaf‘alûna mâ yu`marûn. (4) Dalam sûrah Banî Isrâ`îl pada firman-Nya, Wa ya-zîduhum khusyû‘â. (5) Dalam sûrah Maryam as pada firman-Nya, Wa kharrû sujjadan wa bukiyyâ. (6) Dalam sûrah Al-Hajj dalam dua tempat pada firman-Nya, Yaf‘alu mâ yasyâ`u, dan (7) pada firman-Nya, Waf‘alul khaira la‘allakum tuflihûn. (8) Dalam sûrah Al-Furqân pada firman-Nya, Wa zâdahum nufûrâ. (9) Dalam sûrah Al-Naml pada firman-Nya, Allâhu lâ ilâha illâ huwa rabbul ‘arsyil ‘azhimi. (10) Dalam sûrah Shâd pada firman-Nya, Wa kharra râki‘an wa anâba. (11) Dalam sûrah Al-Insyiqâq pada firman-Nya, Wa idzâ quri`a ‘alaihimul qurãnu lâ yasjudûn.

4. Doa dalam Sujud Tilâwah
أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سُخْطِكَ, وَبِمُعَافَاتِكَ عَنْ عُقُوبَتِكَ, أَعُوذُ بِكَ مِنْكَ, لاَ أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ, أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
A‘ûdzu biridhâka min sukhthik, wa bimu‘âfâtika ‘an ‘uqûbatik, a‘ûdzu bika mink, lâ uhshî tsanâ`an ‘alaik, anta kamâ atsnaita ‘alâ nafsik.
 Aku berlindung kepada rela-Mu dari murka-Mu, dan kepada kasih-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak kuasa untuk menghitung sanjungan bagi-Mu, Engkau adalah sebagaimana Engkau telah puji diri-Mu.

5. Doa Sujud Tilâwah
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ حَقًّا حَقًّا, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِيْمَانًا وَتَصْدِيْقًا, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عُبُوْدِيَّةً وَرِقًّا, سَجَدْتُ لَكَ يَا رَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًّا, لاَ مُسْتَنْكِفًا وَ لاَ مُسْتَكْبِرًا, بَلْ أَنَا عَبْدٌ ذَلِيْلٌ خَائِفٌ مُسْتَجِيْرٌ
    Lâ ilâha illallâhu haqqan haqqâ, lâ ilâha illallâhu îmânan wa tashdîqâ, lâ ilâha illallâhu ‘ubûdiyyatan wa riqqâ, sajadtu laka yâ rabbi ta‘abbudan wa riqqâ, lâ mustan-kifan wa lâ mustakbirâ, bal anâ ‘abdun dzalîlun khâ`ifun mustajîr.
 Tidak ada tuhan selain Allah dengan benar dengan benar, tidak ada tuhan selain Allah dengan keîmânan dan pembenaran, tidak ada tuhan selain Allah dengan pengabdian dan penghambaan. Aku sujud kepada-Mu karena pengabdian dan penghambaan, bukan karena enggan atau takabbur, tetapi aku ini hamba yang hina yang takut yang mencari perlindungan.

Catatan
Dan bagi muslimah membaca kalimat terakhirnya disesuaikan menjadi: lâ mustankifatan walâ mustakbirah, bal anâ amatun dzalîlatun khâ`ifatun mustajîrah.

6. Doa Mendengar Sesuatu dari ‘Azâ`im Al-Quran
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ حَقًّا حَقًّا, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِيْمَانًا وَتَصْدِيْقًا, لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ عُبُوْدِيَّةً وَرِقًّا, لاَ مُسْتَنْكِفًا وَ لاَ مُسْتَكْبِرًا, بَلْ أَنَا عَبْدٌ ذَلِيْلٌ خَائِفٌ مُسْتَجِيْرٌ
    Lâ ilâha illallâhu haqqan haqqâ, lâ ilâha illallâhu îmânan wa tashdîqâ, lâ ilâha illallâhu ‘ubûdiyyatan wa riqqâ, lâ mustankifan wa lâ mustakbirâ, bal anâ ‘abdun dza-lîlun dha‘îfun khâ`ifun mustajîr.
Tidak ada tuhan selain Allah dengan benar dengan benar, tidak ada tuhan selain Allah dengan keîmânan dan pembenaran, tidak ada tuhan selain Allah dengan pengabdian dan penghambaan, bukan karena enggan atau takabbur, tetapi aku ini hamba yang hina yang lemah yang takut yang mencari perlindungan.

7. Doa Sujud Tilâwah
سَجَدْتُ لَكَ تَعَبُّدًا وَرِقًّا, لاَ مُسْتَكْبِرًا عَنْ عِبَادَتِكَ, وَ لاَ مُسْتَنْكِفًا وَ لاَ مُسْتَعْظِمًا, بَلْ أَنَا عَبْدٌ ذَلِيْلٌ خَائِفٌ مُسْتَجِيْرٌ
Sajadtu laka ta‘abbudan wa riqqâ, lâ mustakbiran ‘an ‘ibâdatik, walâ mustankifan walâ musta‘zhimâ, bal anâ ‘abdun dzalîlun khâ`ifun mustajîr.
Aku sujud kepada-Mu karena pengabdian dan penghambaan, tidak karena menyombongkan diri dari mengabdi kepada-Mu, tidak karena enggan dan tidak pula merasa besar, tetapi aku adalah hamba yang hina, yang merasa takut dan meminta perlindungan.

8. Doa apabila Khatam Al-Quran
اللَّهُمَّ اشْرَحْ بِالقُرْآنِ صَدْرِي, وَاسْتَعْمِلْ بِالقُرْآنِ بَدَنِي, وَنَوِّرْ بِالقُرْآنِ بَصَرِي, وَأَطْلِقْ بِالقُرْآنِ لِسَانِي, وَأَعِنِّي عَلَيْهِ مَا أَبْقَيْتَنِي, فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ
Allâhummasyrah bil qur-ãni shadrî, wasta‘mil bil qur-ãni badanî, wa nawwir bil qur-ãni basharî, wa athliq bil qur-ãni lisânî, wa a‘innî ‘alaihi mâ abqaitanî, fainnahu lâ haula walâ quwwata illâ bik.
Ya Allah lapangkanlah dengan Al-Quran dadaku, amalkanlah dengan Al-Quran badanku, terangi dengan Al-Quran penglihatanku, bebaskanlah dengan Al-Quran lidahku dan tolonglah aku atasnya selama Engkau hidupkan aku, sebab sesungguhnya tidak ada daya dan tidak ada kekuatan selain dengan-Mu. 

9. Doa Khatam (Tamat Membaca) Al-Quran
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ اِخْبَاتَ الْمُخْبِتِيْنَ وَإِخْلاَصَ الْمُوقِنِيْنَ, وَمُرَافَقَةَ اْلأَبْرَارِ, وَاسْتِحْقَاقَ حَقَائِقِ اْلإِيْمَانِ, وَالْغَنِيْمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ, وَالسَّلاَمَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ, وَوُجُوْبَ رَحْمَتِكَ, وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ, وَالْفَوْزَ بِالْجَنَّةِ, وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ
    Allâhumma innî as`aluka ikhbâtal mukhbitîn, wa ikhlâshal mûqinîn, wa murâfaqatal abrâr, wastihqâqa haqâ-`iqil îmân, wal ghanîmata min kulli birr, was salâmata min kulli itsm, wa wujûba rahmatik, wa ‘azâima maghfiratik, wal fauza bil jannah, wan najâta minan nâr.
Ya Allah aku memohon kepada-Mu kerendahan diri orang-orang yang merendahkan diri, keikhlasan orang-orang yang yakin, persahabatan dengan orang-orang yang baik, keberhakan mendapat hakikat îmân, dan perolehan dari setiap kebaikan, keselamatan dari setiap dosa, keharusan mendapatkan kasih-Mu, kemestian ampu-nan-Mu, ke-beruntungan dengan surga dan kebebasan dari api neraka. 

11. Doa untuk Menghapal Al-Quran
اللَّهُمَّ ارْحَمْنِي بِتَرْكِ مَعَاصِيْكَ أَبَدًا مَا أَبْقَيْتَنِي, وَارْحَمْنِي مِنْ تَكَلُّفِ مَا لاَ يَعْنِيْنِي, وَارْزُقْنِي حُسْنَ النَّظَرِ فِيْمَا يُرْضِيْكَ عَنِّي, وَأَلْزِمْ قَلْبِي حِفْظَ كِتَابِكَ كَمَا عَلَّمْتَنِي, وَارْزُقْنِي أَنْ أَتْلُوَهُ عَلَى النَّحْوِ الَّذِي يُرْضِيْكَ عَنِّي. اللَّهُمَّ نَوِّرْ بِكتَابِكَِ بَصَرِي, وَاشْرَحْ بِهِ صَدْرِي, وَفَرِّجْ بِهِ قَلْبِي, وَأَطْلِقْ بِهِِ لِسَانِي, وَاسْتَعْمِلْ بِهِ بَدَنِي, وَقَوِّنِي بِهِ عَلَى ذَالِكَ, وَأَعِنِّي عَلَيْهِ, إِنَّهُ لاَ مُعِيْنَ عَلَيْهِ إِلاَّ أَنْتَ, لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allâhummarhamnî bitarki ma‘âshîka abadan mâ ab-qaitanî, warhamnî min takallufi mâ lâ ya‘nînî, warzuqnî husnan nazhari fîmâ yurdhîka ‘annî, wa alzim qalbî hifzha kitâbika kamâ ‘allamtanî, warzuqnî an atluwahu ‘alan nah-wil ladzî yurdhîka ‘annî. Allâhumma nawwir bikitâbika basharî, wasyrah bihi shadrî, wa farrij bihi qalbî, wa athliq bihi lisânî, wasta‘mil bihi badanî, wa qawwinî bihi ‘alâ dzâlik, wa a‘innî ‘alaih, innahu lâ mu‘îna alaihi illâ ant, lâ ilâha illâ ant.
Ya Allah sayangilah aku dengan meninggalkan maksiat-maksiat kepada-Mu selama Engkau kekalkan aku, dan rahmatilah aku dengan tidak melakukan hal-hal yang tidak berguna buatku, berilah aku karunia berupa pandangan yang baik terhadap apa-apa yang merelakan-Mu, teguhkanlah kalbuku untuk menjaga Kitab-Mu sebagaimana Engkau ajarkan kepadaku, karuniakan kepadaku untuk membacanya dengan cara yang merelakan-Mu. Ya Allah, te-rangkan dengan Kitab-Mu penglihatanku, lapangkan dengannya dadaku, hilangkanlah dengannya kesedihan hatiku, bebaskan de-ngannya lidahku, amalkan dengannya badanku dan kuatkan aku atas yang demikian itu dan tolonglah aku atasnya, sesungguhnya tidak ada yang menolong atasnya selain Engkau, tidak ada tuhan selain Engkau.

Sun, 16 Feb 2014 @08:23


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved