Selamat Datang
image

Abu Zahra

022-2000429 082121981001, 085214981001


Allah 'azza wa jalla berfirman: Sesungguhnya ajaran (yang diterima) di sisi Allah adalah Islam. Rasulullah berkata: Islam itu tinggi dan tidak ada ajaran yang mengungulinya. Imam 'Ali as berkata: Islam adalah jalan yang paling terang.
Kategori

Tafsir Surah Al-Fatihah Ayat 1

Tafsîr Sûrah Al-Fâtihah
Allah 'azza wa jalla berfirman, Bismillâhir rahmânir rahîm.

Keutamaannya

Dalam tafsir Abû Muhammad Al-Hasan Al-'Askari as berkata, "Ketahuilah! Barangsiapa yang membacanya dengan keyakinan berwilayah kepada Muhammad dan keluarganya yang baik, dengan mengikuti perintah mereka, dengan beriman kepada lahir dan batin mereka, niscaya Allah 'azza wa jalla memberinya dengan setiap huruf darinya satu hasanah, setiap hasanah darinya lebih utama baginya dari dunia dan isinya yang berupa harta-hartanya dan kebaikan-kebaikannya, dan barangsiapa yang mendengarkan orang yang membacanya, dia akan mendapat satu pertiga kebaikannya bagi orang yang membaca, maka hendaklah seseorang darimu membanyakkan kebaikan yang ditawarkan ini kepadamu, sesungguhnya hal itu adalah ghanîmah (sesuatu kebaikan yang mudah), maka jangan sampai waktunya berlalu karena akan tinggal di hatimu penyesalan.

Telah diriwayatkan oleh Abû Ja'far bin Bâbawaih rahimahullâh di dalam kitab Al-Tauhîd dengan isnadnya dari Al-Shâdiq as bahwa beliau telah ditanya tentang tafsir Bismillâhir rahmânir rahîm , maka beliau berkata, " itu bahâ`ullâh (keelokan Allah), sîn itu sanâ`ullâh (keagungan Allah), dan mîm itu mulkullâh (kerajaan Allah)." Penanya berkata, "Allah?" Beliau berkata, "Alif âlâ`ullâh (karunia Allah) atas makhluk-Nya dan kenikmatan dengan wilâyah kami, lâm ilzâmu khalqihi biwilâyatinâ (mengharuskan makhluk-Nya dengan ber-wilâyah kami." Penanya berkata, " ?" Beliau berkata, "Hawânun liman khâlafa muhammadan wa âla muhammadin saw (kehinaan bagi orang yang menyalahi Muhammad dan keluarga Muhammad saw)." Penanya berkata, "Al-Rahmân?" Beliau berkata, "Kepada semua alam." Penanya berkata, "Al-Rahîm?" Beliau berkata, "Kepada orang-orang yang beriman dan mereka itu pengikut keluarga Muhammad saw secara khusus."

Di dalam tafsir Imam Al-Hasan al-'Askari as berkata, "Dan tafsir firman-Nya 'azza wa jalla Al-Rahmân bahwa Al-Rahmân itu diambil dari kata rahmah ."

Beliau berkata: Amîrul Mu`minîn as berkata, "Aku mendengar Rasulullah saw mengatakan, 'Allah yang maha tinggi berfirman, Aku Al-Rahmân, kata itu dari al-rahim, Aku pecahkan baginya sebuah nama dari nama-Ku, siapa yang menyambungkannya, niscaya Aku menyambungkannya, dan siapa yang memutuskannya, niscaya Aku memutuskannya.'" Kemudian Amîrul Mu`minîn as berkata, "Sesungguhnya rahim yang Allah yang maha tinggi telah memecahkannya dari nama-Nya dengan firman-Nya, Aku Al-Rahmân, yang dimaksudkan rahim adalah rahim Muhammad saw, sesungguhnya di antara mengagungkan Allah itu adalah mengagungkan Muhammad, dan sesungguhnya di antara mengagungkan Muhammad itu adalah mengagungkan rahim Muhammad, dan sesungguhnya setiap manusia yang beriman itu dari syi'ah kami, dia termasuk dari rahim Muhammad, dan sesungguhnya mengagungkan mereka itu termasuk mengagungkan Muhammad, maka Wail (jurang neraka) bagi orang yang mengentengkan sesuatu dari kehormatan rahim Muhammad saw, dan beruntunglah manusia yang mengagungkan kehormatannya, memuliakan rahimnya dan menyambungkannya."

Imam Al-Hasan Al-'Askari as berkata, "Dan adapun firman-Nya Al-Rahîm, maka Amîrul Mu`minîn as berkata, "Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang beriman, dan dari rahmatnya itu bahwa Dia telah menciptakan 100 rahmat, dan Dia jadikan darinya satu rahmat pada kalangan makhluk semuanya, maka dengannya manusia saling manyayangi, ibu menyayangi anaknya dan induk-induk binatang menyayangi anak-anaknya. Apabila pada hari kiamat, Allah menggabungkan rahmat yang satu ini dengan 99 rahmat, maka Dia menyayangi ummat Muhammad saw, lalu Dia memberi hak syafa'at pada orang-orang yang mereka menyukai syafa'at baginya dari ahli ajaran hingga seseorang datang kepada manusia yang beriman dari kalangan para pengikut (Rasûlullâh dan Ahlulbaitnya), lalu dia berkata: Berilah syafa'at bagiku. Dia bertanya: Hak apa bagimu atasku? Dia menjawab: Aku pernah memberimu minum air pada suatu hari. Maka dia ingat hal itu, lalu dia berikan syafa'at kepadanya. Dan datang orang yang lain, lantas berkata: Aku punya hak atasmu. Dia berkata: Apa hakmu? Dia berkata: Kamu pernah berteduh di balik dindingku sesaat pada hari yang panas. Maka dia memberikan syafa'at kepadanya. Maka senantiasa oarang-orang pada datang dari tetangganya dan orang-orang yang pernah bergaul dan kenal dengannya meminta syafa'at, dan sesungguhnya manusia yang beriman itu lebih mulia atas Allah dari apa yang mereka kira."

[Diambil dari Kitab Ta`wîl Al-Âyât Al-Zhâhirah yang Disusun oleh Al-Sayyid Syarafuddîn Al-Husaini--rahimahullâh ]

 

Mon, 10 Feb 2014 @20:56


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Copyright © 2018 Abu Zahra · All Rights Reserved